YPI Daimul Yaqien

YPI Daimul Yaqien YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM DAIMUL YAQIEN

21/12/2025
Ibnu Habib berkata:وَبَلَغَنِي أَنَّ رَسُولُ اللّهِ ﷺ قَالَ: "مَن يَصبِرُ عَلَى سُوءِ خَلقِ امرَأَتِهِ, فَلَهُ بِكُلِّ ي...
12/12/2025

Ibnu Habib berkata:

وَبَلَغَنِي أَنَّ رَسُولُ اللّهِ ﷺ قَالَ: "مَن يَصبِرُ عَلَى سُوءِ خَلقِ امرَأَتِهِ, فَلَهُ بِكُلِّ يَومٍ وَ لَيلَةٍ أَجرُ شَهِيدٍ".

“Dan telah sampai kepadaku bahwa Rasulullah saw. bersabda: ‘Barang siapa bersabar atas buruknya akhlak istrinya, maka pada setiap siang dan malam dia mendapat pahala seperti pahala seorang syahid.’”

Berkaitan dengan hal ini, Abu Laits as-Samarqandi dalam karyanya Tanbihul Ghafilin merekam kisah kesabaran Amirul Mukminin Sayidina Umar bin Khattab saat menghadapi istrinya yang galak dan pemarah.

Diceritakan bahwa suatu hari ada seorang lelaki datang kepada Umar bin Khattab untuk mengadukan perihal istrinya. Dia berkunjung guna untuk berkonsultasi dalam masalah rumah tangganya. Saat ia sampai di depan pintu rumah Umar, ia mendengar dengan jelas bentakan istri Umar, Ummi Kultsum, berbicara dengan suara yang meninggi kepada Umar.

Namun, ia sama sekali tidak mendengar suara balasan dari sosok Amirul Mukminin Umar bin Khattab. Lelaki tersebut termenung sejenak. Dalam suasana itu, kelihatannya Umar bin Khattab hanya diam tanpa membalas apa pun.

Maka lelaki itu bergumam dalam hati dan berkata:

إِنِّي أَرَدتُ أَن أَشكُو إِلَيهِ زَوجَتِي وَ بِهِ مِنَ البَلوَى مِثلَ مَا بِي.

“Aku datang untuk mengadukan istriku kepadanya, ternyata beliau sendiri sedang mengalami ujian seperti yang aku alami!”.
Lalu ia pun berbalik.

Dari dalam, sebenarnya Umar bin Khattab tahu bahwa ada seorang lelaki yang hendak menemuinya sedang menunggu di depan pintu rumahnya. Namun karena mendengar percakapan dengan istrinya, Umar mengira lelaki itu mengurungkan niatnya karena takut.
Lalu Umar bin Khattab memanggilnya dan bertanya:
“Hai, tunggu, apa keperluanmu datang ke sini?”
Ia menjawab,

إِنِّي أَرَدتُ أَن أَشكُو إِلَيكَ زَوجَتِِي فَلَمَّا سَمِعتُ مِن زَوجَتِكَ مَا سَمِعتُ رَجَعتُ.

“Aku ingin mengadukan istriku kepadamu, tetapi ketika aku mendengar apa yang aku dengar dari istrimu, aku pun pulang.”
Maka Umar bin Khattab berkata padanya:

إِنِّي أَتَجَاوِزُ عَنهَا لِحُقُوقٍ لَهَا عَلَيَّ، أَوَّلُهَا: هِيَ سَترَ بَينِي وَ بَينَ النَّارِ فَيُسكِنُ بِهَا قَلبِي عَنِ الحَرَامِ. وَ الثَّانِي: أَنَّهَا خَازِنَةٌ لِي إِذَا خَرَجتُ مِن مَنزِلِي وَتَكُونُ حَافِظَةً لِمَالِي وَ الثَّالِثُ: أَنَّهَا قَصِارَةٌ لِي تَغسِلَ ثِيَابِي. وَالرَّابِعُ: أَنَّهَا ظَئرٌ لِوَلَدِي. وَ الخَّامِسُ أَنَّهَا خِبَازَةٌ وَ طِبَاخَةٌ لِي.

“Aku bersabar terhadapnya karena hak-haknya atas diriku. Pertama: ia adalah penjaga antara diriku dan api neraka; dengannya hatiku menjadi tenang dari yang haram. Kedua: ia adalah bendaharaku, ketika aku keluar rumah, ia menjaga hartaku. Ketiga: ia mencuci pakaianku. Keempat: ia menyusui dan merawat anak-anakku. Kelima: ia membuat roti dan memasak bagiku.”

Mendengar jawaban itu, lelaki tersebut berkata:
“Aku pun memiliki hak yang sama denganmu atas istriku. Maka tidak sepantasnya aku tidak bersabar, aku pun akan bersabar terhadapnya.”

Referensi
Ash-Shobru ‘Ala Al-Zaujat, Yusuf Abjik as-Susiy, hal. 43-44, (Yordania: Darul Fath).

𝗗𝗮𝗳𝘁𝗮𝗿 𝗣𝗼𝗻𝗱𝗼𝗸 𝗣𝗲𝘀𝗮𝗻𝘁𝗿𝗲𝗻 𝗔𝗵𝗹𝘂𝘀𝘀𝘂𝗻𝗻𝗮𝗵 𝗪𝗮𝗹 𝗝𝗮𝗺𝗮’𝗮𝗵 (𝗔𝗦𝗪𝗔𝗝𝗔) 𝗧𝗲𝗿𝘁𝘂𝗮 𝗷𝗮𝘂𝗵 𝗦𝗲𝗯𝗲𝗹𝘂𝗺 𝗜𝗻𝗱𝗼𝗻𝗲𝘀𝗶𝗮 𝗠𝗲𝗿𝗱𝗲𝗸𝗮 𝗛𝗶𝗻𝗴𝗴𝗮 𝗠𝗲𝗻𝗷𝗲𝗹𝗮𝗻𝗴 𝗣𝗿𝗼𝗸𝗹𝗮𝗺𝗮...
23/10/2025

𝗗𝗮𝗳𝘁𝗮𝗿 𝗣𝗼𝗻𝗱𝗼𝗸 𝗣𝗲𝘀𝗮𝗻𝘁𝗿𝗲𝗻 𝗔𝗵𝗹𝘂𝘀𝘀𝘂𝗻𝗻𝗮𝗵 𝗪𝗮𝗹 𝗝𝗮𝗺𝗮’𝗮𝗵 (𝗔𝗦𝗪𝗔𝗝𝗔) 𝗧𝗲𝗿𝘁𝘂𝗮 𝗷𝗮𝘂𝗵 𝗦𝗲𝗯𝗲𝗹𝘂𝗺 𝗜𝗻𝗱𝗼𝗻𝗲𝘀𝗶𝗮 𝗠𝗲𝗿𝗱𝗲𝗸𝗮 𝗛𝗶𝗻𝗴𝗴𝗮 𝗠𝗲𝗻𝗷𝗲𝗹𝗮𝗻𝗴 𝗣𝗿𝗼𝗸𝗹𝗮𝗺𝗮𝘀𝗶 𝗞𝗲𝗺𝗲𝗿𝗱𝗲𝗸𝗮𝗮𝗻 𝗥𝗜

1. Th 899 : Pondok Pesantren Dayah Cot Kala - Peureulak. Konon disebut sbg Ponpes Tertua di Nusantara (1.126 tahun lalu) sejak Zaman Kerajaan Islam Peureulak di Aceh.

2. Th 1475 : Pondok Pesantren tertua di Jawa, Ponpes Al-Kahfi Somalangu di Kebumen - Jawa Tengah. (550 tahun lalu) Pendiri : Sayyid Abdul Kahfi Al-Hasani dan Sayyid Muhammad Ishom Al-Hasani.

3. Th 1609 : Pondok Pesantren Luhur Dondong di Semarang. (416 tahun lalu) Pendiri : Kyai Syafi’i Pijoro Negoro (jabatan : salah satu Komandan Militer Pasukan Mataram Islam era Sultan Agung Hanyokrokusumo saat menyerang benteng VOC di Batavia)

4. Abad ke-16 : Pondok Pesantren / Dayah / Ma’had Baitul Maqdis di Gampong Bitay, Aceh. Pendiri : Sultan Sayyid Al-Mukammil Alauddin Ri’ayat Syah bekerja sama dengan Kesultanan Ottoman, khusus ma’had / sekolah agama berbasis militer dan didominasi oleh materi-materi militer untuk melawan penjajah kafir VOC.
Salah satu alumninya : Laksamana Keumalahayati dan para Inong Balee alumni Ma’had tersebut.

5. Th 1702 : Pondok Pesantren Nazhatu Thullab / Prajjan di Sampang, Madura. (323 tahun lalu) Pendiri : Kyai Abdul Allam (Pang Ratoh Bumi)

6. Th 1710 : Pondok Pesantren Cangaan, Bangil (Pasuruan). (315 tahun lalu) Pendiri : Syekh Jalaluddin / Syekh Abdul Qodir (Mbah Lowo Ijo).

7. Th 1715 : Pondok Pesantren Babakan (Cirebon). (310 tahun lalu) KH. Hasanudin bin Abdul Latif (Ki Jatira).

8. Th 1718 dirintis / Th 1745 berdiri : Ponpes Sidogiri – Pasuruan (307 Th sejak dirintis / 280 tahun sejak berdiri). Pendiri : Sayyid Sulaiman Basyaiban.

9. Th 1720 : Pondok Pesantren Mojosari, Loceret (Nganjuk). (305 tahun lalu) Pendiri : KH. Ali Imron dari Bojonegoro.

10. Th 1742 : Pondok Pesantren Tegalsari Ponorogo / Gebang Tinatar. (283 tahun lalu) Pendiri : Ki Ageng Muhammad Besari.

11. Th 1750 : Pondok Pesantren Jamsaren (Solo). (275 tahun lalu) Pendiri : Kyai Jamsari (didirikan pada masa pemerintahan Sri Susuhunan Pakubuwono IV).

12. Th 1750 : Pondok Pesantren Buntet (Cirebon). (275 tahun lalu) Pendiri : M***i Agung Kesultanan Cirebon Kyai Muqoyyim (Mbah Muqoyyim).

13. Th 1753 : Pondok Pesantren Qomaruddin (Bungah, Gresik). (272 tahun lalu) Pendiri : Kyai Qomaruddin.

14. Abad ke-17 : Pondok Pesantren / Dayah Ma'hadul Ulum Diniyyah (MUDI) Mesra, Samalanga (Aceh). Pendiri : Faqeh Abdul Ghani

15. Th 1768 : Pondok Pesantren Miftahul Huda (Gading, Malang). (257 tahun lalu) Pendiri : KH. Hasan Munadi (sering disebut Pondok Gading).

16. Th 1779 : Pondok Pesantren Balerante (Cirebon). (246 tahun lalu) Pendiri : KH. Romli (Ki Buyut Romli).

17. Th 1779 : Pondok Pesantren Salafiyah (Pasuruan). (246 tahun lalu) Pendiri : Kyai Hasan Sanusi (Mbah Slagah); kemudian dikembangkan oleh KH. Hamdani dan pengikutnya.

18. Th 1785 : Pondok Pesantren Miftahul Falah (Bungkuk, Singosari, Malang). (240 tahun lalu) Pendiri : KH. Hamimuddin (Mbah Bungkuk).

19. Th 1787 : Pondok Pesantren Al-Hamdaniyah (Siwalan Panji, Sidoarjo). (238 tahun lalu) Pendiri : KH. Hamdani (Mbah Hamdani).

20. Th 1790 : Pondok Pesantren Hidayatut Thullab (Durenan, Trenggalek). (dikenal juga Pondok Tengah / Pondok Kamulan, 235 tahun lalu) Pendiri : Sunan Wilis atau bernama asli Kyai Ahmad Yunus bin Kyai Bagus Mukmin.

21. Th 1800an : Pondok Pesantren Gedongan (Cirebon). (225 tahun lalu) Pendiri : KH. Muhammad Sa'id.

22. Th 1820 : Pondok Pesantren Watucongol (Muntilan, Magelang). (205 tahun lalu) Pendiri : Kyai Abdurrauf bin Hasan Tuqa.

23. Th 1830 : Pondok Pesantren Tremas (Pacitan). (195 tahun lalu) Pendiri : KH. Abdul Mannan (putra R. Ngabehi Dipomenggolo).

24. Th 1832 : Pondok Pesantren Al-Asy'ariyah (Kalibeber, Wonosobo). (193 tahun lalu) Pendiri : KH. Muntaha bin Nida' Muhammad.

25. Th 1838 : Pondok Pesantren Bahrul Ulum - Tambak Beras (Ponpes Selawe). (187 tahun lalu) Pendiri : KH. Abdus Salam (Mbah Shoichah) bersama 25 (Selawe) Santrinya.

26. Th 1839 : Pondok Pesantren Zainul Hasan, Genggong (Probolinggo). (186 tahun lalu) Pendiri : KH. Zainul Abidin.

27. Th 1840 : Pondok Pesantren Al-Hikamus Salafiyah (Cipulus), Purwakarta. (185 tahun lalu) Pendiri : KH. Ahmad bin KH. Nurkoyyim (Ajengan Emed).

28. Th 1850 : Pondok Pesantren Al-Fauzan (Garut). (175 tahun lalu) Pendiri : KH. Hasan.

29. Th 1852 : Pondok Pesantren Langitan - Tuban. (173 tahun lalu) Pendiri : KH Muhammad Nur. Salah satu Tokoh : KH. Abullah Faqih.

30. Th 1859 : Pondok Pesantren MIS (Ma’hadul Ilmi Asy-Syar’i), Sarang (Rembang). (166 tahun lalu) Pendiri : KH. Ghozali bin Lanah.

31. Th 1861 : Pondok Pesantren Syeikhuna Kholil - Bangkalan - Madura. (164 tahun lalu) Pendiri : Syaikh M Kholil. Tokoh : KH Abdullah Sahal.

32. Th 1868 : Pondok Pesantren Giri Kusumo (Mranggen, Demak). (157 tahun lalu) Pendiri : Syaikh Muhammad Hadi.

33. Th 1870 : Pondok Pesantren Arriyadl / Mahir Arriyadl, Ringinagung, Pare - Kediri). (155 tahun lalu) Pendiri : Syaikh Imam Nawawi.

34. Th 1880 : Pondok Pesantren Tarbiyatun Nasyiin, Pacul Gowang - Jombang). (145 tahun lalu) Pendiri : KH. Alwi.

34. Th 1881 : Pondok Pesantren Besuk (Kejayan, Pasuruan). (144 tahun lalu) Pendiri : KH. Ali Murtadho.

35. Th 1881 : Pondok Pesantren Sukamiskin (Bandung) . (144 tahun lalu) Pendiri : KH. Raden Muhammad bin Alqo.

36. Th 1882 : Pondok Pesantren Al-Ashriyah (Genteng, Banyuwangi). (143 tahun lalu) Pendiri : KH. Abdul Bashar / KH. Abdul Basyar (pendiri — nama bervariasi penulisan).

37. Th 1884 : Pondok Pesantren Roudlatul Mubtadi'in (Balekambang, Jepara). (141 tahun lalu) Pendiri : Hadlratus Syaikh KH. Hasbullah (pendiri).

38. Th 1885 : Pondok Pesantren Darul Ulum - Jombang. (140 tahun lalu) Pendiri : KH Tamim Irsyad dari Bangkalan.

39. Th 1886 : Pondok Pesantren Al-Ihsan (Jampes / Jampes, Kediri). (139 tahun lalu) Pendiri : KH. Muhammad Dahlan.

40. Th 1887 : Pondok Pesantren Annuqayah (Guluk-Guluk, Sumenep, Madura). (138 tahun lalu) Pendiri : KH. Mohammad Syarqawi (KH. Moh. Syarqawi, pendiri).

41. Th 1889 : Pondok Pesantren Darul Hikam (Bendo, Pare, Kediri). (136 tahun lalu) Pendiri : KH. Khozin (Muhajir) (pendiri, dikenal sebagai Mbah Khozin).

42. Th 1893 : Pondok Pesantren al-Ittihad Poncol (Semarang). (132 tahun lalu) Pendiri : KH. Misbah (Simbah KH. Misbah).

43. Th 1898 : Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah (Paciran / Kranji, Lamongan). (127 tahun lalu) Pendiri : KH. Musthofa Abdul Karim.

44. Th 1899 : Pondok Pesantren Tebu Ireng - Jombang. (136 tahun lalu) Pendiri : Hadratusy-Syaikh KH Hasyim Asy'ari, Pendiri NU. Tokoh : KH Wahid Hasyim & Gus Dur.

45. Th 1901 : Pondok Pesantren Gedongsari (Nganjuk). (124 tahun lalu) Pendiri : Mbah Kiai Imam Mustajab.

46. Th 1901 : Pondok Pesantren Al-Falak (Pagentongan, Bogor). (124 tahun lalu) Pendiri Pendiri : KH. Tubagus Muhammad Falak Abbas (Tb. M. Falak).

47. Th 1901 : Pondok Pesantren Al-Fatah (Banjarnegara). (124 tahun lalu) Pendiri Pendiri : KH. Abdul Fatah.

48. Th 1901 : Pondok Pesantren Futuhiyyah (Mranggen, Demak). (124 tahun lalu) Pendiri Pendiri : KH. Abdurrahman bin Qosidi (Qasidil) Haq.

49. Th 1901 : Pondok Pesantren Gedongsari (Nganjuk). (124 tahun lalu) Pendiri Pendiri : Mbah Kiai Imam Mustajab.

50. Th 1901 : Pondok Pesantren Al-Falak (Pagentongan, Bogor). (124 tahun lalu) Pendiri Pendiri : KH. Tubagus Muhammad Falak Abbas.

51. Th 1901 : Pondok Pesantren Al-Fatah (Banjarnegara). (124 tahun lalu) Pendiri Pendiri : KH. Abdul Fatah.

52. Th 1901 : Pondok Pesantren Futuhiyyah (Mranggen, Demak). (124 tahun lalu) Pendiri Pendiri : KH. Abdurrahman bin Qosidi (Qasidil) Haq.

53. Th 1908 : Pondok Pesantren Kempek (Cirebon). (117 tahun lalu) Pendiri Pendiri : KH. Harun Soleh (Harun Putra, putra KH. Abdul Jalil).

54. Th 1910 : Pondok Pesantren Lirboyo - Kediri. (115 tahun lalu) Pendiri Pendiri : KH Abdul Karim. Pimpinan saat ini : KH Anwar Manshur. Alumni : KH Maimoen Zubair & KH Mustofa Bisri.

55. Th 1910 : Pondok Pesantren Mathali'ul Huda / Maslakul Huda (Pati — Kajen). (115 tahun lalu) Pendiri : KH. Mahfudz bin Abdussalam / keluarga KH. Abdussalam.

56. Th 1911 : Pondok Pesantren Al-Hikmah (Benda, Brebes). (114 tahun lalu) Pendiri : KH. Kholil bin Mahalli.

58. Th 1911 : Pondok Pesantren Al-Munawwir (Krapyak, Yogyakarta). (114 tahun lalu) Pendiri : KH. Muhammad Munawwir bin Abdullah Rosyad.

59. Th 1912 : Pondok Pesantren Raudlatul Ulum (Jember). (113 tahun lalu) Pendiri : KH. Ahmad Syukri.

60. Th 1912 : Pondok Pesantren Al-Mushthofawiyah - Purba Baru - Mandailing Natal. (113 tahun lalu) Pendiri : Syeikh Musthafa Husein Al-Mandili.

61. Th 1913 : Pondok Pesantren Ma’hadut Tholabah (Tegal). (112 tahun lalu) Pendiri : KH. M***i bin Salim bin Abdurrahman.

62. Th 1914 : Pondok Pesantren Darussalam - Martapura Kalsel. (111 tahun lalu) Pendiri : KH Jamaluddin.

63. Th 1914 : Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah (Sukorejo, Situbondo). Pendiri : KHR. Syamsul Arifin.

64. Th 1914 : Pondok Pesantren Darussalam (Martapura, Kalsel). (111 tahun lalu) Pendiri : KH. Jamaluddin.

65. Th 1915 : Pondok Pesantren Islam As-Shiddiqi (Jember). (110 tahun lalu) Pendiri : Mbah Muhammad Shiddiq.

66. Th 1916 : Pondok Pesantren Al-Hidayat / Al-Hidayah (Lasem, Rembang). (109 tahun lalu) Pendiri : KH. Maksum (dikenal Mbah Maksum) / KH. Ma'shoem Ahmad.

67. Th 1916 : Pondok Pesantren Mathla'ul Anwar (MALNU, Menes — Pandeglang, Banten). (109 tahun lalu) Pendiri : KH. Abdurrahman bin Jamal, TB. Soleh Kananga, KH. Yasin, KH. Arsyad.

68. Th 1917 : Pondok Pesantren Denanyar (Mambaul Ma'arif, Jombang). (108 tahun lalu) Pendiri : KH. Bisri Syansuri (muassis / pendiri tercatat).

69. Th 1918 : Pondok Pesantren al-Qaumaniyah (Bareng / Jekulo, Kudus). (107 tahun lalu) Pendiri : KH. Yasin.

70. Th 1919 : Pondok Pesantren APIK / Apik Kauman (Kaliwungu, Kendal). (106 tahun lalu) Pendiri : KH. Irfan bin KH. Musa.

71. Th 1919 : Pondok Pesantren Tahsinul Akhlaq (Winong, Cirebon). (106 tahun lalu) Pendiri : KH. Harun bin KH. Abdul Jalil.

72. Th 1920 : Pondok Pesantren Al-Masthuriyah (Sukabumi). (105 tahun lalu) Pendiri : KH. Masthuro.

73. Th 1920 : Pondok Pesantren Al-Khoziny Buduran - Pasuruan. (105 tahun lalu) Pendiri : KH Raden Khozin Khoiruddin.

74. Th 1921 : Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyyah (Seblak, Jombang). (104 tahun lalu) Pendiri : KH. Ma'shum Ali.

75. Th 1922 : Pondok Pesantren Baitul Arqom (Ciparay, Bandung). (103 tahun lalu) Pendiri : KH. Muhammad Faqih.

76. Th 1922 : Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah (Amuntai, Kalsel). (103 tahun lalu) Pendiri : KH. Abdurrasyid.

77. Th 1923 : Pondok Pesantren Diniyyah Puteri Padang Panjang - Sumbar. (102 tahun lalu) Pendiri : Siti Rahmah El-Yunusiyyah.

78. Th 1925 : Pondok Pesantren Al-Falah Ploso - Kediri. (100 tahun lalu) Pendiri : KH Ahmad Jazuli Usman.

79. Th 1925 : Pondok Pesantren Al-Ihya' Ulumaddin (Kesugihan, Cilacap). (100 tahun lalu) Pendiri : KH. Badawi Hanafi.

80. Th 1926 : Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor - Ponorogo. (99 tahun lalu) Pendiri : KH Ahmad Sahal, KH Zainudin Fananie & KH Imam Zarkasyi.

81. Th 1930 : Pondok Pesantren Al-Washliyah - Medan Sumut. (93 tahun lalu) Pendiri : Syaikh Ismail Banda & Syaikh Arsyad Thalib Lubis.

82. Th 1930 : Pondok Pesantren As'adiyah - Sengkang - Sulsel. (93 tahun lalu) Pendiri : Syaikh AGH Muhammad As'ad Al-Bugisi.

83. Th 1930 : Pondok Pesantren Al-Khairaat Palu Sulteng. (93 tahun lalu) Pendiri : Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri Ba'Alawi alias "Guru Tua".

84. Th 1930 : Pondok Pesantren Ittihadul Islamiyah - Lombok. (93 tahun lalu) Pendiri : Syaikh Shaleh Harhara.

85. Th 1937 : Pondok Pesantren Nahdhaatul Wathan - Lombok. (88 tahun lalu) Pendiri : Tuan Guru KH Muhammad Zainuddin Abdul Majid (Tuan Guru Pancor).

86. Th 1940 : Pondok Pesantren At-Taqwa di Bekasi. (85 tahun lalu) Pendiri : Al-Mujahid Fii Sabilillah KH. Noer Ali.

87. Th 1943 : Pondok Pesantren Sabilul Muttaqin Takeran di Magetan. (82 tahun lalu) Pendiri : Kyai Hasan Ulama.

88. Th 1945 Februari : Pondok Pesantren Darul Hadits - Malang. (80 tahun lalu) Pendiri : Habib Abdul Qadir bin Ahmad Bilfaqih Ba'Alawi.

SELAMAT HARI SANTRI 22 OKTOBER 2025

𝚂𝚎𝚖𝚘𝚐𝚊 𝚙𝚊𝚛𝚊 𝚂𝚊𝚗𝚝𝚛𝚒 𝚝𝚎𝚝𝚊𝚙 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚋𝚎𝚗𝚝𝚎𝚗𝚐 𝚞𝚖𝚖𝚊𝚝 𝚍𝚊𝚗 𝚙𝚒𝚗𝚝𝚞 𝚌𝚊𝚔𝚛𝚊𝚠𝚊𝚕𝚊 𝚔𝚎𝚒𝚕𝚖𝚞𝚊𝚗 𝚍𝚒 𝙽𝚞𝚜𝚊𝚗𝚝𝚊𝚛𝚊 𝚜𝚎𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒𝚖𝚊𝚗𝚊 𝚜𝚎𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚍𝚞𝚕𝚞 𝚑𝚒𝚗𝚐𝚐𝚊 𝚔𝚒𝚗𝚒.

ttd
ℙ𝔼𝕋𝕌𝔸ℍ 𝕌𝕃𝔸𝕄𝔸

*𝘔𝘰𝘩𝘰𝘯 𝘬𝘰𝘯𝘧𝘪𝘳𝘮𝘢𝘴𝘪 𝘫𝘪𝘬𝘢 𝘢𝘥𝘢 𝘬𝘦𝘴𝘢𝘭𝘢𝘩𝘢𝘯 𝘵𝘢𝘩𝘶𝘯 𝘢𝘵𝘢𝘶𝘱𝘶𝘯 𝘯𝘢𝘮𝘢, 𝘥𝘢𝘵𝘢 𝘥𝘪𝘩𝘪𝘮𝘱𝘶𝘯 𝘣𝘦𝘳𝘥𝘢𝘴𝘢𝘳𝘬𝘢𝘯 𝘪𝘯𝘧𝘰𝘳𝘮𝘢𝘴𝘪 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘢𝘮𝘪 𝘵𝘦𝘳𝘪𝘮𝘢.

Sumber : mas Khan

“Hilangnya Keberkahan Ilmu Anak Karena Perilaku Buruk Orang Tua Terhadap Guru”Kadang yang membuat anak sulit berkembang ...
22/10/2025

“Hilangnya Keberkahan Ilmu Anak Karena Perilaku Buruk Orang Tua Terhadap Guru”

Kadang yang membuat anak sulit berkembang bukan karena kurang pintar, tapi karena hilangnya keberkahan dari sikap orang tuanya sendiri.
Saat guru dihina, diremehkan, atau dibantah di depan anak, pelajaran yang sebenarnya masuk bukanlah ilmu — melainkan kesombongan dan hilangnya adab.

Guru bukan makhluk sempurna, tapi mereka adalah perantara ilmu.

Jika orang tua merusak penghormatan anak pada guru, maka sebenarnya mereka juga sedang menutup pintu keberkahan ilmu bagi anaknya sendiri.

📖 Hormati guru, bukan karena mereka sempurna,
tapi karena dari merekalah ilmu itu berjalan sampai kepada anak-anak kita.

~selamat hari santri nasional
22 Oktober 2025

😁😎
22/10/2025

😁😎

22/10/2025

Selamat Hari Santri Nasional

Dok. Upacara Hari Santri ponpes Daimul Yaqien Cirawa cikijing Majalengka
22/10/2025

Dok. Upacara Hari Santri ponpes Daimul Yaqien Cirawa cikijing Majalengka

IBLIS HAMPIR TAUBAT, TAPI GAGALCerita ini sering kali kami sampaikan ke para jamaah. Bahwa penyakit hati lebih berbahaya...
21/10/2025

IBLIS HAMPIR TAUBAT, TAPI GAGAL

Cerita ini sering kali kami sampaikan ke para jamaah. Bahwa penyakit hati lebih berbahaya dr pada penyakit dzahir.

Dikisahkan, suatu saat Iblis berjumpa Nabi Musa As.

Iblis berkata: Wahai Musa kamu adalah manusia yang dipilih oleh Allah untuk menjadi rasul dan Allah berbicara dengan mu, saya adalah makhluk Allah yang paling berdosa dan aku berencana untuk berobat, bantu aku "mohonkan kepada Allah supaya Allah menerima taubat ku".

Nabi Musa menjawab; Baik.., akan aku bermunajat kepada Allah.

Maka Allah mengwahyukan kepada Nabi Musa: Wahai Musa aku terima doa mu "katakan pada iblis, bila dia ingin bertobat maka sujud-lah (sujud penghormatan) kepada kubur Nabi Adam .

Kemudian Nabi Musa berjumpa dengan Iblis dan dia berkata demikian.

Maka iblis menjawab: Apa musaaaa... Sujud ke Adam. Sorry ya:

لَمْ أَسْجُدْ لَهُ حَيًّا أَأَسْجُدُ لَهُ مَيِّتًا
Ketika dia masih hidup saja aku gak mau bersujud, apalagi sekarang dia telah mati.

Sumber: Sirajut Thalibin Juz 1 Hal 283.

Nabi Muhammad Saw bersabda diriwayatkan oleh Imam Ad Dailami dari Sayyidina Ali bin Abi Thalib Kw. عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ ا...
21/10/2025

Nabi Muhammad Saw bersabda diriwayatkan oleh Imam Ad Dailami dari Sayyidina Ali bin Abi Thalib Kw.

عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : اَدِّبُوْا اَوْلَادَكُمْ عَلَى ثَلَاثِ خِصَالٍ : حُبِّ نَبِيِّكُمْ وَحُبِّ اَهْلِ بَيْتِهِ وَ قِرَأَةُ الْقُرْأَنِ فَإِنَّ حَمْلَةَ الْقُرْأَنُ فِيْ ظِلِّ اللهِ يَوْمَ لَا ظِلٌّ ظِلَّهُ مَعَ اَنْبِيَائِهِ وَاَصْفِيَائِهِ (رَوَاهُ الدَّيْلَمِ

Dari Ali Ra ia berkata,

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Didiklah anak-anak kalian dengan tiga macam perkara yaitu mencintai Nabi kalian dan keluarganya serta membaca Al-Qur’an,

karena sesungguhnya orang yang menjunjung tinggi Al-Qur’an akan berada di bawah lindungan Allah, di waktu tidak ada lindungan selain lindungan-Nya bersama para Nabi dan kekasihnya.” (H.R Ad-Dailami)

Meskipun berat menjadi orang yang shalih, namun dengan mencintai Nabi Muhammad Saw,

Mencintai mereka Ahlul Bait (keluarga Nabi yang Shalih dan Shalihah) dan dengan Al-Qur'an yang para orang Shalih menjadikan pedoman hidup dan kerinduan akan surga.

Insya Allah kita diberi syafaat untuk digolongkan bersama mereka.

Imam Syafii berkata

قال الإمام الشافعي:

أُحِبُّ الصَّـالِحِينَ وَلَسْتُ مِنْـهُمْ
لَعَلِّي أَنْ أَنَـالَ بِـهِـمْ شَـفَاعَــــهْ

وَأَكْرَهُ مَنْ بِضَـاعَتُـهُ الْمَعَـاصِي
وَإِنْ كُـنَّـا سَـوَاءً فِي الْبِـضَـاعَـــهْ

وَأَكْرَهُ مَنْ يُضِـيعُ الْعُمْرَ لَـهْـواً
وَلَوْ كُـنْـتُ امْرَءاً جَـمَّ الإِضَـاعَـــهْ

Imam Syafi’I rohimahulloh wa ardhoh berkata:

Aku mencintai orang-orang sholeh meskipun aku bukan termasuk di antara mereka.

Semoga bersama mereka aku bisa mendapatkan syafa’at kelak.

Aku membenci para pelaku maksiat, meskipun aku tak berbeda dengan mereka.

Aku membenci orang yang membuang-buang usianya dalam kesia-siaan walaupun aku sendiri adalah orang yang banyak menyia-nyiakan usia.

Kita sangat yakin bahwa pernyataan yang diabadikan di dinding maqbarah beliau di Mesir ini sebagai bentuk ketawaduannya. Tidak ada satupun yang menampik bahwa beliau adalah ulama yang shalih.

namun hal ini menjadi pelajaran penting bagi kita. Keshalihan bukan untuk disombongkan melainkan untuk diperjuangkan.

Betapa agungnya mencintai orang-orang yang shalih. Meskipun kita tidak termasuk kelompok mereka. Dengan mencintainya kita berharap agar mendapat pertolongan Allah.

Sama halnya ketika kita tidak menyukai perilaku orang yang maksiat. Padahal kita sadar betul masih termasuk kalangan orang yang bermaksiat.

Dengannya, semoga Allah menghindarkan kita dari jeratan mereka. Di akherat nanti tidak dikelompokkan bersama mereka. Melainkan bersama orang-orang yang shalih.

Address

Cikijing
45466

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when YPI Daimul Yaqien posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category