08/04/2017
Cermati!!
Ada seorang Aulia tiap malam mimpi Rasulullah SAW.
Pada suatu hari dia berjumpa dengan seseorang yg dia kenal sebagai anak cucu Rasulullah, dan dia dapati orang tersebut dalam keadaan mabuk.
(Anak cucu Rasulullah sama seperti umumnya manusia, bergaul dan lain lain, kemungkinan dalam kisah ini yg dimaksud jauh dari Agama dan bercampur gaul dengan bebas, atau memang mungkin tidak mengerti bahwa dirinya adalah keturunan Rasulullah).
Singkatnya si Wali tersebut menegurnya :
"Kamu ini tidak tau diri jadi cucu Rasulullah malah mabok-mabokan dan bukan memberi contoh yg benar "
Di jawab oleh orang tersebut :
"Memang apa urusan Bapak dengan saya ⊠?"
Belum selesai orang tersebut bicara, si Wali dengan kesal menamparnya dan sambil berkata :
"Dasar tidak tau di untung ⊠Pergi kamu ⊠Biar sadar diri kamu itu keturunan Rasulullah dan tidak seharusnya berbuat seperti itu ⊠"
Akhirnya pergilah orang tersebut dengan menahan kesal pada si Wali yg memaki dan menamparnya.
Singkatnya dimalam hari si Wali tidak lagi memimpikan Rsulullah SAW.
Hari berganti hari dan terus sampai seminggu lamanya, yg pada akhirnya si Wali tersebut memohon kepada Allah Taâala agar bisa mimpi berjumpa dengan Rasulullah SAW.
Di malam harinya dengan izin Allah si Wali dapat lagi memimpikan Rasulullah SAW.
Di dalam mimpi itu si Wali berlari dan berusaha ingin mencium tangan Rasulullah SAW, tetapi Rasulullah tidak mengizinkannya, dan akhirnya si Wali pun bertanya pada Rasulullah SAW, apa gerangan sampai tidak dapat memimpikan untuk bertemu dengan Rasulullah yg mulia.
Rasulullah menjawab pertanyaan si Wali tersebut :
"Ketahuilah oleh kamu ⊠Sesungguhnya aku ini enggan untuk berjumpa denganmu dan ini adalah karunia kasih sayang Allah kepadamu agar bisa di pertemukan kepada kamu.
Aku enggan bertemu dengan kamu karna kamu telah menyakiti hati anak cucuku, kamu berani memakinya bahkan kamu berani menamparnya.
Bila anak keturunanku salah, apa tidak ada jalan yg baik untuk membawanya menjadi baik