03/12/2014
:: Wasiat Kaos Kaki Bolong :::
Seorang kaya raya, sedang sakit
parah. Menjelang
ajal menjemput dikumpulkanlah
anak-anak
tercintanya. Orang kaya itu berwasiat
kepada
anak-anaknya, “Anak-anakku, jika
ayah sudah
dipanggil yang Maha Kuasa, ada
permintaan ayah
kepada kalian. “Tolong pakaikan kaos
kaki
kesayangan ayah, walaupun kaos kaki
itu sudah
robek. Ayah ingin memakai barang
kesayangan
semasa ayah bekerja di kantor, dan
ayah ingin
kenangan kaos kaki itu tetap ada
sampai ayah
dikubur nanti.
Singkat cerita akhirnya sang ayah
meninggal
dunia. Saat mengurus Jenazah dan
saat
mengkafani, anak-anaknya meminta
ke pak
modin untuk memakaikan kaos kaki
yg robek itu
sesuai wasiat ayahnya.
Akan tetapi pak modin menolaknya,
“Maaf secara
syariat hanya dua lembar kain putih
saja yang
boleh dipakaikan kepada jenazah”.
Terjadi diskusi panas antara anak-
anak yang
ingin memakaikan kaos kaki robek
dan pak modin
sebagai ustad yang melarangnya.
Karena tidak
ada titik temu dipanggilah penasihat
keluarga
sekaligus notaris.
Beliau menyampaikan, “Sebelum
meninggal bapak
menitipkan surat wasiat, ayo kita
buka bersama-
sama siapa tahu ada petunjuk.”
Maka dibukalah surat wasiat
milyader itu untuk
anak-anaknya yang di titipkan kepada
Notaris
tersebut.
Berikut isinya, “Anak-anakku pasti
sekarang
kalian sedang bingung, karena
dilarang
memakaikan kaus kaki robek kepada
mayat ayah.
Lihatlah anak-anakku padahal harta
ayah
banyak, uang berlimpah, beberapa
mobil mewah,
tanah dan sawah dimana-mana,
rumah mewah
banyak, tetapi tidak ada artinya
ketika ayah
sudah mati.
Bahkan kaus kaki robek saja tidak
boleh dibawa
mati. Begitu tidak berartinya dunia,
kecuali amal
ibadah kita, sedekah kita yg ikhlas.
Anak-anakku inilah yang ingin ayah
sampaikan
agar kalian tidak tertipu dengan
dunia yang
sementara. Salam sayang dari Ayah
yang ingin
kalian menjadikan dunia sebagai
jalan menuju
Allah.
Semoga Bermanfaat...