Firamid News

Firamid News

Share

Perkembangan era globalisasi mengakibatkan berkembanganya ilmu dan teknologi secara cepat dan pesat, khususnya menyangkut teknologi informasi.

Akibatnya terjadi ledakan informasi yang merupakan pertanda dari peluang dan tantangan yang akan dihadapi manusia di masa depan. Walau demikian, perlu kita sadari meskipun kemajuan teknologi tersebut banyak memberikan manfaat, namun tidak banyak p**a dampak negatif yang dapat ditimbulkannya. Dalam hal inilah diperlukan pola pendidikan yang mampu mengintegrasikannya secara proporsional.Pendidikan I

Photos from Firamid News's post 24/10/2023

Bacaleg ketua FIRAMID Tahun 2023
Tempat acara : Hayyu Cafe Cbb
Tanggal : 28/29 Oktober 2023
Jangan lupa hadir yahh....
suara sahabat untuk kemajuan organisasi

23/10/2023

Janga Lupa tanggal 28/29 Oktober 2023 sahabat²

26/08/2023

Banyak dari kita diam di tempat dikarenakan banyaknya keinginan tanpa di dukung skill dan pengetahuan. Seperti pedagang yg mengeluh karena faktor modal, tetapi nyatanya tiap hari mereka masih eksis berjualan.

Kapitalisme telah membentuk watak kita menjadi kerdil akibat terumbu kolonialisme masih terbentuk. Kolonialisme beranggapan, "Orang yg dijajah tidak lebih berpengetahuan dari pada penjajah".

Sehingga, banyak pedagang masih ketergantungan pada persoalan klasik , "capitality system" yg akan berkuasa. Bahwa suksesnya dunia usaha tergantung pada modol besar. Dan itu salah

Photos from Firamid News's post 28/02/2022

27 Rajab 1443 H

17/02/2022

Selmat dan sukses

Photos from Firamid News's post 09/02/2022

Hari Pers nasional 09 Februari 2022

01/01/2022
Photos from KPU Kabupaten Cianjur's post 18/10/2019
Syekh Samir Ingatkan Muslim Indonesia akan Bahaya Wahabi 05/10/2019

https://www.nu.or.id/post/read/66500/syekh-samir-ingatkan-muslim-indonesia-akan-bahaya-wahabi
---
Umat Islam Indonesia harus belajar dari situasi yang terjadi di Timur Tengah. Jangan sampai kondisi damai yang ada di negara ini justru rusak karena hadirnya ajaran menyimpang, terutama dari kelompok Wahabi.

Peringatan ini disampaikan Alhabib Syekh Samir bin Abdurrahman Al-Khauli Al-Rifai Al-Husaini saat mengisi materi Daurah Aswaja Internasional di gedung PWNU Jawa Timur, Ahad, (13/3).

"Jaga Indonesia dari pengaruh ajaran yang menyimpang dari Ahlussunnah wal Jamaah. Kita jaga teguh ajaran yang penuh keteduhan ini jangan sampai diganggu dengan aliran ekstrim," katanya.

Dengan menggunakan bahasa Arab, Syekh Samir menjelaskan, Islam menyebar di negeri ini tanpa kekerasan apalagi pertumpahan darah. "Islam datang ke Indonesia lewat perdagangan. Dan karena akhlak pembawanya akhirnya menimbulkan simpati sehingga masyarakat berbondong-bondong memeluk Islam," ungkapnya.

Guru besar asal Lebanon ini kembali mengingatkan jangan sampai di negeri ini terjadi pertumpahan darah lantaran kemunculan aliran yang gemar mengafirkan antarkelompok seperti yang dilakukan Wahabi.

"Tugas (menebar kedamaian) ini ada di pondok pesantren masing-masing peserta (dauroh) untuk saling bersinergi menjaga kondisi negeri agar tetap damai," terangnya.

Oleh karena itu, syekh yang datang dengan mengenakan farwa atau baju kebesaran berwarna kuning emas tersebut mengingatkan peserta untuk menjaga diri agar tidak mudah terpengaruh golongan Wahabi yang bertentangan dengan Aswaja. "Kita harus selalu mengingatkan akan bahaya mereka (Wahabi)," katanya dengan suara lantang.

Sebagai bukti, Syekh Samir memaparkan bahwa dalam sejarahnya mereka mengaku dirinya sebagai Salafi atau pengikut ulama salaf. "Tapi pengakuan itu adalah dusta," sergahnya. Karena dalam perjalanannya, ketika kelompok ini menguasai sebuah negara dan akan menyatukan dalam sebuah barisan, padahal yang dilakukan adalah mengakafirkan bahkan membunuh kelompok muslim lain.

"Apa yang dilakukan mereka adalah memorak-porandakan sebuah negara dan kemanusiaan," katanya.

Kepada negara dan kawasan yang dimasuki, lanjut Syekh Samir, Wahabi akan menebarkan bom, bunuh diri, takfir atau mengafirkan siapa saja yang tidak sepaham, lanjutnya.

"Untuk di Indonesia, Wahabi kerap mendirikan pesantren, lembaga kursus komputer yang di dalamnya mendoktrinkan ajaran ekstrim yang justru bertentangan dengan Aswaja," jelasnya.

Karena itu Syekh Samir menyarankan agar jangan sampai mempercayakan pendidikan dan keterampilan generasi muda kepada mereka yang justru nantinya akan menentang Aswaja.

Di akhir ceramahnya, syekh mengajak peserta untuk menirukan kalimat yang diucapkan terkait tauhid, bahwa tiada sesuatu yang menyerupai-Nya (Allah). "Allah ada tanpa tempat," pungkasnya dengan bahasa Indonesia yang fasih. (Ibnu Nawawi/Zunus)

Syekh Samir Ingatkan Muslim Indonesia akan Bahaya Wahabi Sebagai bukti, Syekh Samir memaparkan bahwa dalam sejarahnya mereka mengaku dirinya sebagai Salafi atau pengikut

04/10/2019

CARA GUS DUR DAMAIKAN PAPUA

Menangani Papua, Gus Dur mengambil jln pendekatan personal. Pemenuhan jaminan hak bersuara, berkumpul, perlindungan keamanan masyarakat Papua. Membangun skp saling percaya (trust building) mencari cra penyelesaian yg damai (peace building)

Sumber/ Wahid Foundation

Want your school to be the top-listed School/college in Cianjur Regency?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Telephone

Website

Address


Cianjur Regency
43212