Pendidik sangatlah berperan penting dalam dunia pendidikan, baik pendidik formal (guru) maupun pendidik nonformal seperti orang tua. Banyak di antara guru yang merasa bahwa pekerjaan sebagai guru adalah rendah dan hina dibandingkan dengan pekerjaan kantor atau bekerja di suatu PT, umpamanya. Hal ini mungkin disebabkan pandangan terhadap guru masih sempit dan picik. Suatu pandangan yang umumnya ber
sifat materialistis, hanya bertenden pada keduniawian belaka. Pekerjaan sebagai guru adalah pekerjaan yang luhur dan mulia, baik ditinjau dari sudut masyarakat dan Negara. Tinggi atau rendahnya kebudayaan suatu masyarakat dan Negara, sebagian besar bergantung kepada pendidikan dan pengajaran yang diberikan oleh guru-guru. Pendidik tidak akan menjadi faktor pendidikan jika tidak ada sasaran pendidikannya, siapa sasaran seorang pendidikan itu? Sasaran pendidik adalah manusia (peserta didik). Pendidikan bermaksud membantu peserta didik atau anak didik untuk menumbuhkembangkan potensi-potensi kemanusiaannya yang memang sudah ada sejak lahir ke dunia ini. Potensi kemanusiaannya merupakan benih kemungkinan untu menjadi manusia pribadi seutuhnya. Ibarat biji manga bagaimanapun wujudnya jika ditanam dengan baik, pasti hasilnya menjadi pohon mangga dan bukan menjadi pohon jambu atau pohon lainnya. Oleh karena itu, dalam arti sederhana pendidikan sering diartikan sebagai usaha manusia untuk membina kepribadiannya sesuai dengan nilai-nilai di dalam masyarakat dan kebudayaannya. Dalam perkembangannya, istilah pendidikan atau Paedagogie berarti bimbingan atau pertolongan yang diberikan dengan sengaja oleh orang dewasa agar menjadi orang dewasa. Selanjutnya, pendidikan diartikan sebagai usaha yang dijalankan oleh seseorang atau kelompok orang lain agar menjadi dewasa atau mencapai tngkat hidup atau penghidupan yang lebih tinggi dalam arti mental dengan ilmu pendidikan.