09/10/2020
MAJELIS KE-1
(Misteri Waktu)
اللهم صل على روح سيدنا محمد فى الارواح وصل على جسد سيدنا محمد فى الاجساد وصل على قبر سيدنا محمد فى القبور اللهم بلغ روح سيدنا محمد منى تحية وسلاما
Pergantian Waktu
Allah SWT. telah menciptakan segala sesuatu tanpa terlepas dari suatu ikatan yang dinamakan Taqdir (ketetapan / pengaturan / batasan), termasuk didalamnya adalah waktu, misalnya 1 pekan diabatasi 7 hari, atau 1 bulan dibatasi 30 hari dan 1 tahun itu berarti 360 hari, begitupun pada hal lain, namun sebanyak apaupun waktu yang telah Allah berikan kepada makhluk, maka tetap saja suatu saat akan sampai pada titik akhir yang dinamakan ajal.
Menurut ahli sastra Malik bin Nabi bahwa “waktu adalah sungai yang mengalir ke seluruh penjuru sejak dahulu kala melintasi pulau, kota dan desa, membangkitkan semangat atau meninabobokan manusia, ia diam seribu bahasa, sampai sampai manusia sering tidak menyadari kehadiran waktu dan melupakan nilainya”.
Memang betapa banyak diantara kita yang tidak bisa mengelola waktu, sampai sampai diibaratkan dengan pedang.
Nama nama waktu
Banyak nama/istilah yang dipergunakan dalam al-qur’an untuk menunjuk kata waktu dengan maksud yang berbeda, misalnya ;
1. Ajal
Menunjukan pada waktu berakhirnya sesuatu seperti berkahirnya usia لكل امة اجل
2. Dahr
Digunakan untuk saat berkepanjangan yang dilalui di alam raya dalam kehidupan ini yaitu sejak diciptakan sampai punahnya alam fana ini هل اتى على الانسان حين من الدهر
3. Waktu
Digunakan dalam keberakhiran masa untuk menyelesaikan sesuatu pekerjaan
ان الصلوة كانت على المؤمنين كتابا موقوتا
4. Ashr
Berarti “waktu menjelang terbenamnya matahari” atau masa secara umum
Kesimpulan :
bahwa segala sesuatu pasti ada akhirnya (Ajal) karena segalanya pernah tidak ada dan keberadaannya terikat oleh waktu (Dahr) dan ketika itu manusia diberi kesempatan (waktu) untuk menunaikan segala tugas tugasnya, sebelum segalanya berakhir (Ashr).
Penentuan awal tahun
Jauh sebelum ditentukan tahun, maka sebelumnya masih belum ada tahun A tahun B dst. tahun ditentukan dengan musim atau dengan momen tertentu, misal tahun Gajah atau tahun yang lainnya…hingga pada satu waktu pada masa Ustman bin Affan munculah ide untuk menentukan awal tahun,,, terlepas dari banyaknya usulan maka dipilihlah peristiwa Hijrah Nabi menjadi penentuan awal tahun, meskipun peristiwa Hijrah bukanlah satu satunya hal besar dalam Islam, karena masih ada peristiwa lain yang mungkin lebih besar, semisal Isro Mi’raj, Maulid dll.
Hikmah Pemilihan Muharram
Ada seorang sahabat yang bertanya tentang tahun baru, maka Rosul menjawab ماذَا اَعَدْتَ لَهَا apa yang telah engkau persiapkan..? dari jawaban itu munculah kesimpulan bahwa bukan tahun barunya yang jadi persoalan, namun lebih ke apa yang harus kita lakukan dengan datangnya tahun baru? What can we do.? Terserah apa yang akan dilakukan, yang penting jadilah sebagai manusia yang beruntung (robih), karena manusia itu dalam hal melintasi waktu terbagi atas 3 kelompok ;
الناس على ثلاثة اقسام رابح خاسر هالك
1. Beruntung (Robih) ; yaitu orang yang hari ini lebih baik dari kemarin
2. Merugi (Khosir) ; yaitu orang yang hari ini sama dengan kemari
3. Celaka (Halik) ; orang yang hari ini lebih buruk dari kemarin
By: bouyasyams 2000
Terbaik
اللهم صل وسلم على سيدنا محمد