14/07/2025
"Lebih baik melihat anak menangis karena berpisah sementara ke pondok, daripada suatu saat menangisi kelakuan anak"
Wajar kalau masih ingat, tapi harus ada sdikit tega dan terus doakan.
"Tega" dalam konteks menitipkan anak di pesantren merujuk pada kesiapan orang tua untuk berpisah sementara dengan anaknya demi pendidikan agama dan karakter yang lebih baik. Ini bukan berarti orang tua tidak menyayangi anak, tetapi lebih kepada keyakinan bahwa pendidikan di pesantren akan memberikan manfaat jangka panjang bagi perkembangan anak.
prinsip "Tega" dalam konteks pesantren:
Tega Berpisah:
Orang tua harus mampu menahan rasa sedih dan khawatir saat anak mulai menjalani pendidikan di pesantren.
Keyakinan pada Pendidikan Pesantren:
Orang tua harus yakin bahwa pesantren adalah tempat yang baik untuk mendidik anak, bukan tempat pembuangan atau hukuman.
Fokus pada Tujuan Jangka Panjang:
Tujuan utama menitipkan anak di pesantren adalah agar mereka mendapatkan pendidikan agama yang kuat, akhlak yang baik, & kemandirian.
Mendukung Proses Adaptasi:
Orang tua perlu mendukung anak dalam proses adaptasi di lingkungan pesantren, termasuk tidak terlalu sering menjenguk di awal masa adaptasi.
Selain prinsip "Tega", ada juga prinsip lain yang perlu diperhatikan orang tua, yaitu Ikhlas, Tawakkal, Ikhtiar, dan Percaya (TITIP).
Ikhlas: Menerima dengan lapang dada segala proses pendidikan yang akan dijalani anak di pesantren.
Tawakkal: Berserah diri kepada Allah SWT setelah berusaha semaksimal mungkin.
Ikhtiar: Terus berusaha memenuhi kebutuhan pendidikan anak, baik secara materi maupun doa.
Percaya: Memiliki keyakinan penuh terhadap pesantren dan para pendidiknya.