Pelka Pemuda Remaja Filadelfia Leok

Pelka Pemuda Remaja Filadelfia Leok Pemuda Dan Remaja Filadefia leok Bankit Dan Bermazmur

26/05/2016

Bacaan: Yunus 2:1-10

Bacaan Setahun: 2 Tawarikh 18-20

Nats: ... ketika jiwaku letih lesu didalam aku, teringatlah aku kepada Tuhan, dan sampailah doaku kepada-Mu, ke dalam bait-Mu yang kudus. (Yunus 2:7)

Pemeliharaan Allah

Full Life Commentary mencatat ada 7 mukjizat Allah dalam kisah Yunus: mengirim angin ribut (1:4); mengatur undian sehingga Yunus kena undi (1:7); meneduhkan laut (1:15); mengatur hingga seekor ikan besar menelan Yunus (1:17); memelihara Yunus tetap hidup di perut ikan selama 3 hari (1:17); membawa ikan itu menuju daratan, dan memuntahkan Yunus ke darat (2:10).

Sayangnya, ada satu mukjizat terpenting yang terlupakan oleh penulis tafsir dan banyak orang, yaitu pertobatan Yunus (2:7). Dalam pelariannya menjauhi Tuhan, seharusnya Yunus binasa. Bukankah ia telah berkeras kepala? Namun Tuhan sanggup menjamah dan mengubahkan hati Yunus. Seperti Tuhan tidak menghendaki penduduk Niniwe binasa, Tuhan juga menyayangi nabi yang memberontak dan melawan panggilanNya. Dalam kesusahan Yunus, ternyata Allah bersamanya dan setia menjaganya. Ketika jiwanya letih lesu dan terancam maut (2:6-7), doa Yunus tetap didengar Tuhan. Keberadaan Allah hanya sejauh doa. Bukankah ini sebuah mukjizat besar yang setiap hari selalu terjadi, yaitu pemeliharaan Allah atas umat-Nya? Dia selalu menjagai agar umat-Nya tidak murtad dan binasa. Siapakah yang dengan kekuatannya sendiri sanggup memelihara iman dan kesetiaannya kepada Tuhan? (bdk. Ibr. 6:4-10, Rm. 5:9).

Sikap Yunus adalah cerminan riil sikap kebanyakan orang Kristiani. Tidak peduli jika musuhnya yang berdosa binasa, tetapi berteriak memohon pertolongan ketika dirinya sendiri terancam bahaya. Mari ubah sikap hati kita yang keliru. --Susanto/Renungan Harian

* * *
MUKJIZAT TERBESAR ADALAH KETIKA ALLAH MENJAMAH
HATI KITA UNTUK BERBALIK KEPADA-NYA.

* * *
Dilarang mengutip atau memperbanyak materi Renungan Harian tanpa seizin penerbit (Yayasan Gloria)
Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

12/04/2013

Comments
Renungan Harian Kristen: Saat Mulai Sibuk (SMS)
Categories: Renungan Harian - Tags: renungan harian, renungan harian kristen

Hei guys, ketahuilah, bahwa Iblis tidak pernah berhenti berusaha untuk membuat iman kita gugur (Luk 22:31-32) dan memisahkan kita dari kasih Allah (Rom 8:38-39). Ia akan lakukan berbagai cara, agar rencana liciknya itu boleh berjalan dengan baik. Dan, cara yang hampir selalu berhasil adalah dengan cara membuat kita sibuk, hingga kita tidak lagi memiliki waktu untuk Tuhan. Iya, Iblis akan berusaha membuat waktu kita TERSITA HABIS dengan berbagai kesibukan, hingga kita tidak lagi memiliki waktu untuk berdoa, membaca Alkitab, beribadah, melayani Dia dan yang serupa dengan itu. Tentu saja, Iblis akan membuat semua kesibukan itu begitu masuk akal, agar kita tidak merasa terlalu bersalah, saat kita ‘terpaksa’ harus mengorbankan waktu-waktu yang semestinya kita sediakan bagi Tuhan. Awalnya, hanya sedikit waktu yang akan tersita, supaya kita tidak terlalu merasa bersalah.

Namun, seiring dengan berjalannya waktu, Iblis pun semakin meningkatkan kesibukan kita, agar makin banyak lagi waktu-waktu kita yang tersita. Dan, tanpa kita sadari, seiring dengan makin banyak waktu kita bagi Tuhan yang tersita, maka iman kita pun mulai merosot dan kita pun makin menjauh dari Dia. Jika hal itu sampai terjadi di dalam hidup kita, sesungguhnya Iblis telah makin dekat dengan rencana liciknya. Karena itu, waspadalah, saat kita mulai begitu sibuk, hingga waktu kita untuk Tuhan mulai tersita. Kita mungkin telah ada di depan dari perangkap dan rencana licik si Iblis, untuk membuat iman kita gugur dan memisahkan kita dari kasih Allah. Jika itu yang terjadi, segeralah bertobat, sebelum segala sesuatunya terlambat. Akhirnya, ingat, sesibuk apapun urusan kita, janganlah pernah terbersit untuk mengorbankan waktu-waktu kita untuk Tuhan. Aturlah waktu kita dengan sebaik mungkin. Happy Monday, GBU all & tetap semangattthhh.

26/11/2012

Baca: Mazmur 90:1-17

"di waktu pagi berkembang dan bertumbuh, di waktu petang lisut dan layu." Mazmur 90:6

Tidak ada seorang pun yang tahu secara pasti berapa lama ia hidup di dunia ini. 200 tahun, 300 tahun atau selamanyakah? Begitu juga dalam hal kematian, kita sama sekali tidak tahu kapan waktunya kita akan dipanggil Tuhan: bisa saja hari ini, besok, minggu depan, bulan depan, tahun depan, sepuluh tahun lagi dan seterusnya. Yang pasti, "Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya." (Pengkotbah 3:1). Daud menambahkan, "Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun," (Mazmur 90:10a).

Dapat kita simpulkan ternyata hidup manusia di dunia ini adalah singkat. Hidup kita ini bisa dikatakan adalah dalam hitungan hari saja, dan di kala kita menghitungnya, berlalunya begitu cepat dan sangat singkat, "Sebab di mata-Mu seribu tahun sama seperti hari kemarin, apabila berlalu, atau seperti suatu giliran jaga di waktu malam. Engkau menghanyutkan manusia; mereka seperti mimpi, seperti rumput yang bertumbuh, di waktu pagi berkembang dan bertumbuh, di waktu petang lisut dan layu." (Mazmur 90:4-5). Jika kita menyadari betapa singkatnya hidup ini, apa yang harus kita perbuat? Masing-masing dari kita diminta untuk menghitung hari-hari kita sedemikian rupa sehingga kita beroleh hati yang bijaksana. Oleh karena itu Rasul Paulus memberi nasihat, "...perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat." (Efesus 5:15-16).

Sudahkah kita mempergunakan waktu yang ada dengan baik? Jika sampai detik ini langkah hidup kita telah menyimpang jauh dari jalan-jalan Tuhan, segeralah bertobat! Jangan tunda-tunda waktu lagi. Bertobat berarti kita menanggalkan 'manusia lama' dan mengenakan 'manusia baru' (baca 2 Korintus 5:17); kita hidup menurut pimpinan Roh dan tidak lagi menuruti keinginan daging (baca Galatia 5:16). Ingatlah, hidup kita ini sepenuhnya ada di tangan Tuhan, maka kita harus hidup dengan kesadaran bahwa setiap hari yang kita jalani sekarang ini bisa saja merupakan hari terakhir bagi kita. Jadi, "Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi." (Kolose 3:2).

Bukan waktunya lagi kita terus disibukkan dengan urusan-urusan yang bersifat duniawi!

12/06/2012

Karunia Memilih

Ulangan 30:19-20a
Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu, dengan mengasihi TUHAN, Allahmu, mendengarkan suara-Nya dan berpaut pada-Nya.

Bacaan Alkitab Setahun : Amsal 4; Yohanes 14; 1 Tawarikh 20-22

Menjadi dewasa. Seringkali merupakan dambaan seseorang merasa selalu dianggap anak kecil, atau mereka yang merasa kurang dewasa. Tapi menuju kedewasaan bukan proses instan, tapi dalam prosesnya seseorang perlu banyak melangkah. Langkah pertama dalam kedewasaan adalah menerima tanggung jawab sebagai siapa kita. Kepribadian kita tidak dibentuk sepenuhnya oleh apa yang terjadi pada kita, tetapi pada bagaimana kita meresponinya.

Kalau ada kebencian ditujukan kepada kita, bagaimana kita bereaksi? Kalau ada kata-kata yang tajam dan menyakitkan ditusukkan kepada kita, bagaimana kita bereaksi? Kalau ada perlakuan tidak adil diberikan kepada kita, bagaimana kita bereaksi? Banyak bentuk-bentuk emosi diperlihatkan sebagai pilihan reaksi. Beberapa di antaranya tampak benar dan wajar-wajar saja. Marah, kecewa dan sakit hati adalah reaksi alami dan paling umum dari seorang manusia.

Akan tetapi kita selalu punya pilihan lain. Allah memberikan sebuah karunia yang sangat besar kepada makhluk bernama manusia ini, yaitu kuasa untuk memilih. Ini karunia besar yang patut selalu kita sadari.

Biarlah kita belajar menerima tanggung jawab, bahwa kita punya kuasa untuk memilih, dan apa yang kita pilih akan menentukan menjadi apakah kita di masa mendatang.

Karunia Allah terbesar bagi kita adalah karunia untuk memilih.

03/03/2012

Mundur Dua Langkah, Maju Tiga Langkah

Markus 6:31a
Lalu Ia berkata kepada mereka: "Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!"

Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 62; Markus 6; Bilangan 7-8

Rutinitas yang dikerjakan setiap hari dapat menimbulkan kebosanan. Jika tidak disiasati, kondisi ini biasanya berpengaruh terhadap kinerja seseorang. Produktivitas kemudian menurun, dan pada tingkat tertentu, kebosanan bisa mendatangkan stress. Solusinya?

Ada kalanya ‘mundur' adalah sebuah pilihan. Dalam istilah yang lain, kita membutuhkan retreat. Dari satu sisi, mungkin retreat adalah sebuah langkah mundur. Kesibukan pekerjaan ditinggalkan, urusan-urusan kantor dilupakan sejenak dan otak sebagai ‘mesin berpikir' didinginkan untuk sementara waktu.

Retreat tidak harus selalu dipahami sebagai sebuah kegiatan menyewa sebuah villa di dataran tinggi tertentu, dikoordinasikan oleh sejumlah panitia dan menghadirkan pembicara tertentu sesuai jadwal yang tersusun. Jika begini, jangan-jangan retreat juga sudah menjadi rutinitas? Mengundurkan diri sejenak bahkan dapat dilakukan di tempat kita bekerja. Sekedar melakukan relaksasi di tempat duduk, melihat lalu lintas dari ketinggian jendela kantor, memutar musik kegemaran atau melanjutkan games di ponsel pada level berikutnya.

Orang mungkin menilai hal-hal di atas sebagai dua langkah kemunduran, tetapi kekuatan baru yang didapat sesudahnya justru akan membuat kita menjadi maju tiga langkah. Kalau retreat adalah sebuah kebutuhan, mengapa Anda tidak memilihnya kini?

Apakah retreat merupakan kebutuhan Anda yang mendasar saat ini?

Address

Jalan Mk. Razak No 23
Buol
94563

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pelka Pemuda Remaja Filadelfia Leok posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to Pelka Pemuda Remaja Filadelfia Leok:

Shortcuts

Share

Category