19/12/2021
■ DIANTARA MANHAJ SURURY YANG NYATA
___________________________
Al-Imam Ash-Shabuni -rahimahullah- mengatakan, "Tanda-tanda kesesatan pada pelakunya sangat tampak sekali dan di antara tanda-tanda mereka yang nyata adalah keras permusuhan mereka terhadap para pembawa hadits dan pelecehan mereka terhadapnya dan mereka menjulukinya dengan penyebutan orang gembel, bodoh, dzahiriyyah, dan musyabbihah."
Beliau -rahimahullah- kemudian membawakan ucapan Ahmad bin Sinan al-Qaththan dengan sanadnya kepada beliau, "Tidak ada seorang pun pelaku kesesatan di atas dunia ini melainkan dia sangat membenci ahli hadits."
('Aqidatus-Salaf Ash-habul-Hadits, hal. 116)
Inilah pengajaran para Ulama Salaf hingga zaman ini. Dan sesuatu yang tidak bisa ditutupi, dimana kerasnya kebencian mereka sururiyyin terhadap Ahlussunnah wal Jama'ah, mereka menjuluki salafiyyin dengan banyak julukan yang semua itu tidak ada sumbernya dari para Aimmah Ahlussunnah -hafizhahumullah-. Akan tetapi kebalikannya, kepada para pelaku kebathilan (kelompok-kelompok sesat atau ormas-ormas yang banyak memiliki kesesatan) mereka selipkan pujian sebagai wujud nyata manhaj muwazanah mereka, mereka terkadang berkumpul bersama, bergaul dengannya hingga bekerjasama dengannya dalam dakwah -wal'iyadzubillah-.
Asy-Syaikh Abdul 'Aziz al-Muhammad as-Salman berkata,
"Ketahuilah, semoga Allah -Subhanahu wa Ta'ala- memberikan taufik kepada kita dan seluruh kaum muslimin, belum pernah ada sejarahnya seorang pun dari kalangan Salafus-Shalih baik dari kalangan shahabat ataupun tabi'in yang mengagungkan pelaku kesesatan, mencintai mereka, dan mengajak orang untuk mencintai mereka.
Sebab, pelaku adalah orang-orang yang berpenyakit hati. Siapa saja yang bergaul atau berhubungan dengan mereka, dikhawatirkan terjangkiti penyakit yang membahayakan itu. Seseorang yang berpenyakit dapat menularkan penyakitnya pada orang sehat, tetapi tidak sebaliknya. Maka dari itu, hati-hatilah, dan hati-hatilah dari seluruh pelaku kesesatan…."
(Manhaj Ahlis-Sunnah Wal-Jama'ah fiy Naqdir-Rijal wal-Kutub wath-Thawaif hal 9-10)
Semoga Allah -Tabaraka wa Ta'ala- melindungi kita dari berbagai syubuhat (kerancuan-kerancuan) yang mereka sebarkan. Dan semoga Allah -Jalla wa 'Ala- senantiasa memberikan kemudahan bagi kita, untuk bisa selalu hadir di majelis ilmu di tengah kerasnya badai fitnah.
-Wallaahu a'lam bish-showab-
□ Akhukum fillah, putra Singaraja
● fb. Muslim Singaraja