17/12/2011
Cerita Horor
Malam ini udara dingin sekali.
Dua hari lagi hari raya Imlek
akan tiba. Vivin yang sedang
berdiri di halte, mengusap-usap
telapak tangannya untuk
mengusir dingin.
Sayup-sayup terdengar suara
burung hantu di kejauhan. Vivin
mengutuk bossnya dalam hati,
karena memaksanya berangkat
pada jam yang sangat tidak
menyenangkan ini.
Vivin ditugaskan untuk
mengantarkan sebuah paket ke
sebuah gudang tua di ujung
kota. Perjalanan ke sana
memerlukan waktu sekitar
setengah jam, dan satu-satunya
jenis angkutan umum yang
tersedia adalah bis bertingkat
yang sudah tua dan jalannya
lambat.
Setelah menunggu lama,
akhirnya bis itu muncul. Vivin
pun naik. Hanya Ada beberapa
penumpang saja yang terlihat.
Vivin terus melangkah menuju
tangga karena dia memutuskan
untuk duduk di tingkat atas saja.
Tetapi langkahnya dihentikan
oleh seorang nenek keriput yang
duduk di dekat tangga.
Nenek itu berkata,"Jangan naik
ke atas, nak. Di atas berbahaya."
Vivin terkejut. Dia pernah
mendengar kisah-kisah
menyeramkan tentang bis
bertingkat seperti yang pernah
diceritakan teman-temannya.
Karena Merasa ngeri, Vivin pun
mengurungkan niatnya untuk
naik ke atas. Setelah memilih
sebuah bangku yang agak jauh,
Vivin duduk sambil
membayangkan hal-hal yang
mengerikan yang mungkin
terjadi.
Perjalanan 30 menit yang
menegangkan itu pun akhirnya
dapat dilalui. Vivin telah sampai
di tempat tujuannya, ketika bis
bertingkat itu berhenti di sebuah
halte. Vivin turun sambil menarik
nafas lega, sementara bis itu
kembali melanjutkan
perjalanannya.
Keesokan malamnya, satu malam
sebelum malam Imlek, Vivin
kembali Ditugaskan bossnya
untuk mengantarkan sebuah
paket lagi ke gudang yang sama.
Vivin pun kembali berangkat
menuju halte. Bis yang sama
dengan bis yang kemarin
muncul lagi. Vivin naik.
Penumpang bis yang terlihat
hanya beberapa orang saja.
Vivin lalu berjalan menuju
tangga. Tetapi di sana Vivin
kembali dihentikan oleh seorang
nenek keriput yang duduk di
dekat tangga. Nenek yang sama
dengan yang kemarin.
Nenek itu berkata,"Jangan naik
ke atas, nak. Di atas berbahaya."
Vivin teringat dengan
pengalamannya kemarin. Ia
merasa takut dan memilih untuk
duduk di sebuah bangku yang
agak jauh dari tangga. Setelah 30
menit, bis bertingkat itu akhirnya
berhenti di halte tempat tujuan
Vivin. Vivin turun dengan
perasaan lega. Dan bis itu pun
melanjutkan perjalanan kembali.
Keesokan harinya, tepat pada
malam Imlek, Vivin kembali
diberi tugas Oleh bossnya untuk
mengantarkan sebuah paket lagi
ke gudang yang sama Dengan
sebelumnya. Vivin menunggu bis
di halte sambil melihat
kesekelilingnya.
Suasana kota terlihat meriah.
Lampion dan hiasan berwarna
warni Menghiasi sudut-sudut
jalan. Ketika bis bertingkat yang
ditunggunya datang, Vivin naik.
Bis itu adalah bis yang sama
dengan yang kemarin.
Vivin melihat ke arah bangku di
dekat tangga, dan benar saja,
nenek yang sama dengan yang
kemarin terlihat duduk di situ.
Vivin lalu mendekati nenek
keriput itu.
Sebelum nenek itu berkata apa-
apa, Vivin mendahuluinya, "Nek,
apapun Yang akan Nenek
katakan, saya tetap akan naik
dan duduk di atas. Malam ini
adalah malam Imlek dan suasana
kota begitu meriahnya, saya
tidak takut akan sesuatupun!"
Tanpa menunggu jawaban apa-
apa dari nenek tua itu, Vivin lalu
naik ke atas. Tidak ada
penumpang satu orang pun di
atas. Vivin memilih untuk duduk
di dekat jendela, dan menunggu
dengan perasaan tegang.
Tetapi hingga 30 menit berlalu,
tidak terjadi apa-apa. Akhirnya
Vivin sampai di tempat tujuan,
dan bis itu berhenti di sebuah
halte. Vivin turun dari tingkat
atas dan mencari si nenek
keriput didekat tangga.
Setelah bertemu, lalu Vivin
bertanya, "Nek, kenapa sih,
Nenek melarang penumpang
untuk naik ke atas? Saya sudah
mencoba sendiri, ternyata di atas
tidak ada apa-apa yang
membahayakan. Sebenarnya ada
apa sih, nek?"
Sambil menunjukkan jarinya ke
atas, nenek keriput itu
menjawab, "Di atas berbahaya,
nak. Tidak ada supirnya."