06/04/2018
Cerita Jum'at, 6 April 2018.
Mungkin aku tergolong orang yang jarang melihat status temen-temenku di WhatsApp & Instagram. Tapi entah kenapa hari itu benar-benar jenuh, dan akhirnya pengangguran membiarkan feed status berjalan dengan sendirinya. Dan, terhenti di salah satu status temanku. Tadinya ingin ku skip, tapi akhirnya ku baca dan sedikit menamparku. Disitu tertulis pesan yang mungkin terkesan sangat sepele sekali -- mengingatkan kita agar selalu post hal positif. Pikirku itu pesan yang selalu dilantangkan semua orang, mainstream sekali. Tapi di luar nalarku, alasan kenapa kita dituntut untuk selalu post hal positif karena kita tidak ada yang tahu kapan hari terakhir kita, dan status/photo mana yang akan menjadi posting-an terakhir kita. Kelak, posting-an terakhir kita yang akan menjadi perbincangan teman-teman (followers) kita, yang kemudian akan menjadi tolak ukur seberapa baik & buruknya kita di mata orang lain.
Mohon maaf kalau sekiranya ada posting-anku yang terkesan kurang baik. Semoga mulai saat ini dan seterusnya apa yang ku post adalah hal positif -- bukan semata-mata karena ingin dipandang baik, tapi lebih karena tidak mau nantinya ketika aku sudah tidak ada, akan ada omongan yang nantinya memberatkan hisabku. 🙏
*Poto saat ada kunjungan MA Tanbighul Ghofilin Banjarnegara