19/05/2021
وَمَا يَسْتَوِي الْأَعْمَىٰ وَالْبَصِيرُ
"Dan tidaklah sama orang yang buta dengan orang yang melihat"
Dari ayat tersebut dapat diartikan orang yang berilmu bagaikan orang yang mampu melihat dalam kehidupan ini, mampu melihat mana yang benar mana yang baik dan mana yang tidak sesuai, sebaliknya orang yang tidak berilmu bagaikan orang yang hidup dalam kegelapan, tanpa arah, tanpa tuntunan bahkan tanpa tujuan hidup. Lalu apa yang dimaksud ilmu itu sendiri ?
Imam Al Ghozali dalam kitab ihya Ulumuddin menjelaskan, bahwasanya ilmu yang dimaksud adalah ilmu yang mengandung tiga aspek unsur, yaitu : Keyakinan, beramal, dan tarku (meninggalkan), Al-Ghazali sendiri setelah menguraikan bermacam-macam definisi dan jenis ilmu,
Aspeknya juga bisa dalam hal keagamaan ataupun keduniaan, yang diungkapkan oleh al-Ghazali dengan syar‘iyyah dan ghair syar’iyyah. Yang jelas, ilmu itu dapat menuntun seseorang untuk meyakini sesuatu yang Haq (benar) dan bathil (salah), mengerjakannya atau meninggalkannya. Dari uraian tersebut ilmu menurut penulis adalah yang mampu menciptakan dan menumbuhkan rasa iman dan taqwa "imtisalul awamir wajtunabun bawahi", seperti halnya Dawuh dari seorang kyai sekaligus sastrawan karismatik Buya Hamka
"Iman tanpa ilmu bagai lentera ditangan bayi, Namun ilmu tanpa iman bagaikan lentera ditangan pencuri".
__________
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
"Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim."
Yuk mondok di Bustanul Ulum saja
Ngaji oke, sekolah bisa, sambil ngapalin Qur'an lebih keren
Brosurnya Dibawah ini 👇
Team Media Nderek dawuh Pps Bustanul Ulum
Karangmalang Ketanggungan Brebes