04/02/2026
Alhamdulillah, siswa kelas 2 Language Class Program (LCP) SD Muhammadiyah Program Khusus Andong Boyolali mendapatkan kesempatan emas untuk melaksanakan wawancara dengan Andrew Tiffany (Manager Regional Academic Services for National Geographic Learning in Asia) dengan menggunakan Bahasa Inggris, adapun maksud dan tujuan dari wawancara ini agar siswa
1. Meningkatkan keberanian dan mengurangi rasa takut salah. Wawancara langsung membuat anak terbiasa berbicara dengan orang asing dalam situasi nyata. Meski belum lancar, pengalaman ini membantu mengatasi rasa malu atau grogi (shyness). Lama-kelamaan, anak jadi lebih percaya diri (confidence) karena merasakan bahwa komunikasi tetap bisa berjalan meski dengan bahasa sederhana, gerakan tangan, atau ekspresi wajah.
2. Latihan listening dan pemahaman aksen asli secara alami. Mendengar native speaker berbicara langsung memberikan paparan terhadap intonasi, ritme, kecepatan bicara, dan aksen asli (bukan aksen guru Indonesia). Ini jauh lebih efektif daripada hanya mendengar rekaman atau guru non-native. Bahkan jika anak belum paham semua kata, otaknya mulai "terbiasa" dengan pola suara bahasa Inggris yang autentik.
3. Motivasi belajar bahasa jadi jauh lebih tinggi. Bertemu dan berinteraksi dengan orang asing secara langsung terasa seperti petualangan. Anak merasa "wow, aku bisa ngobrol sama orang dari luar negeri!" Pengalaman positif ini membuat mereka lebih semangat belajar kosakata baru, frasa sederhana, atau persiapan pertanyaan untuk wawancara berikutnya.
Singkatnya, meskipun anak belum lancar, justru di situlah kekuatannya: wawancara menjadi kesempatan emas untuk belajar dari ketidaksempurnaan, bukan menunggu sampai "siap". Banyak sekolah bilingual di Indonesia sengaja melakukan aktivitas seperti ini karena hasilnya sangat positif terhadap perkembangan bahasa dan karakter anak.