07/05/2020
: : ADA APA DENGAN 15 RAMADHAN 2020? : :
Belakangan ini kita sedang dihebohkan dengan ramalan beberapa "Ustadz" yang mengatakan bahwa pada tanggal 15 Ramadhan akan terjadi kiamat.
Mereka berdalil dengan hadits Nu’aim bin Hammad di dalam kitab Al-Fitan No.638, dan Alauddin Al-Muttaqi Al-Hindi di dalam kitab Kanzul ‘Ummal, No.39627. Berikut lafadz lengkapnya ;
قَالَ نُعَيْمٌ بْنُ حَمَّادٍ : حَدَّثَنَا أَبُو عُمَرَ عَنِ ابْنِ لَهِيعَةَ قَالَ : حَدَّثَنِي عَبْدُ الْوَهَّابِ بْنُ حُسَيْنٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ ثَابِتٍ الْبُنَانِيِّ عَنْ أَبِيهِ عَنِ الْحَارِثِ الْهَمْدَانِيِّ عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : “إذا كانَتْ صَيْحَةٌ في رمضان فإنه تكون مَعْمَعَةٌ في شوال، وتميز القبائل في ذي القعدة، وتُسْفَكُ الدِّماءُ في ذي الحجة والمحرم.. قال: قلنا: وما الصيحة يا سول الله؟ قال: هذه في النصف من رمضان ليلة الجمعة فتكون هدة توقظ النائم وتقعد القائم وتخرج العواتق من خدورهن في ليلة جمعة في سنة كثيرة الزلازل ، فإذا صَلَّيْتُمْ الفَجْرَ من يوم الجمعة فادخلوا بيوتكم، وأغلقوا أبوابكم، وسدوا كواكـم، ودَثِّرُوْا أَنْفُسَكُمْ، وَسُـدُّوْا آذَانَكُمْ إذا أَحْسَسْتُمْ بالصيحة فَخَرُّوْا للهِ سجدًا، وَقُوْلُوْا سُبْحَانَ اللهِ اْلقُدُّوْسِ، سُبْحَانَ اللهِ اْلقُدُّوْسِ ، ربنا القدوس فَمَنْ يَفْعَلُ ذَلك نَجَا، وَمَنْ لَمْ يَفْعَلْ ذَلِكَ هَلَكَ)
Nu’aim bin Hammad berkata: “Telah menceritakan kepada kami Abu Umar, dari Ibnu Lahi’ah, ia berkata; Telah menceritakan kepadaku Abdul Wahhab bin Husain, dari Muhammad bin Tsabit Al-Bunani, dari ayahnya, dari Al-Harits Al-Hamdani, dari Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu alaihi wasallam, beliau bersabda: “Bila telah muncul suara di bulan Ramadhan, maka akan terjadi huru-hara di bulan Syawal, kabilah-kabilah saling bermusuhan (perang antar suku, pent) di bulan Dzul Qa’dah, dan terjadi pertumpahan darah di bulan Dzul Hijjah dan Muharram…”. Kami bertanya: “Suara apakah, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Suara keras di pertengahan bulan Ramadhan, pada malam Jumat, akan muncul suara keras yang membangunkan orang tidur, menjadikan orang yang berdiri jatuh terduduk, para gadis keluar dari pingitannya, pada malam Jumat di tahun terjadinya banyak gempa. Jika kalian telah melaksanakan shalat Subuh pada hari Jumat, masuklah kalian ke dalam rumah kalian, tutuplah pintu-pintunya, sumbatlah lubang-lubangnya, dan selimutilah diri kalian, sumbatlah telinga kalian. Jika kalian merasakan adanya suara menggelegar, maka bersujudlah kalian kepada Allah dan ucapkanlah: “Mahasuci Allah Al-Quddus, Mahasuci Allah Al-Quddus, Rabb kami Al-Quddus”, kerana barangsiapa melakukan hal itu, niscaya ia akan selamat, tetapi barangsiapa yang tidak melakukan hal itu, niscaya akan binasa”.
● Derajat Hadits
Hadits ini dihukumi sebagai Hadits Maudhu' (Palsu) oleh para ulama hadits, Sebagaimana yang telah dinukilkan oleh Ustadz Muhammad Wasitho Abu Fawwaz Lc. Hafidzahullah Ta'ala 8 tahun Silam
di https://muslim.or.id/8018-hadits-palsu-huru-hara-akhir-zaman-di-hari-jumat-pertengahan-ramadhan.html
● Dalil tentang Hari Kiamat Termasuk hal Ghaib
Dan permasalahan Hari Kiamat termasuk Mafatihul Ghaib (kunci kunci Ilmu Ghaib), yang mana tidak ada seorangpun yang mengetahui Kapan terjadinya kecuali Allah Ta'ala semata. Sebagaimana firman-Nya :
يَسْأَلُكَ النَّاسُ عَنِ السَّاعَةِ ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِندَ اللَّـهِ ۚ وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّ السَّاعَةَ تَكُونُ قَرِيبًا
“Manusia bertanya kepadamu tentang hari kiamat. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu hanya di sisi Allah”. Dan tahukah kamu (hai Muhammad), boleh jadi hari kiamat itu sudah dekat waktunya.” (QS. al-Ahzab: 63).
Kemudian, Allah juga berfirman,
يَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا . فِيمَ أَنْتَ مِنْ ذِكْرَاهَا . إِلَى رَبِّكَ مُنْتَهَاهَا
(Orang-orang kafir) bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hari kebangkitan, kapankah terjadinya? Siapakah kamu sehingga dapat menyebutkan (waktunya)? Kepada Tuhanmulah dikembalikan ketentuan waktunya. (Qs. an-Nazi’at: 42-44)
Di ayat lain, Allah Ta'ala juga berfirman :
يَسْأَلُونَكَ كَأَنَّكَ حَفِيٌّ عَنْهَا قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللَّهِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ
” Mereka menanyakan kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya, Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS. al-A’raf: 187).
Kemudian dalam hadits Jibril, dijelaskan bahwa Jibril bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang kapan kiamat. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,
مَا المَسْئُولُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنَ السَّائِلِ
“Yang ditanya tidak lebih tahu dari pada yang bertanya..” (HR. Bukhari 4777 dan Muslim 106).
Didalam hadits ini kita bisa melihat Dua Makhluk terbaik, Jibril sebagai Malaikat terbaik dan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam sebagai Manusia terbaik, tidak mengetahui kapan terjadinya hari kiamat secara pasti. Lantas pantaskah kita yang bukan siapa siapa merasa lebih mengetahui tentang kiamat dibanding mereka berdua?
● Syubhat "Meyibukkan diri dengan pembahasan kiamat dapat menjadikan kita Takut kepada Allah"
Tidak sedikit dari mereka yg menjadi pendengar setia "Ustadz Akhir Zaman" beralasan dengan mendengar ceramah mereka dapat menjadikan diri mereka Takut kepada Allah dan rajin beribadah.
Mereka tidak mengetahui bahwasannya landasan dalam beribadah bukanlah didasari dengan rasa takut (Khauf) semata, melainkan harus berkumpul dalam dirinya 3 hal. Sebagaimana yg dijelaskan oleh Sebagian salaf :
من عبد الله بالحب وحده فهو زنديق، ومن عبده بالرجاء وحده فهو مرجئ، ومن عبده بالخوف وحده فهو حروري، ومن عبده بالحب والخوف والرجاء فهو مؤمن موحد
" Barangsiapa yg beribadah kepada Allah dgn Rasa Cinta saja, Maka dia adalah Orang Zindiq. Dan barangsiapa yg beribadah kepada-Nya dgn rasa Harap saja, Maka dia adalah orang Murji'ah. Dan barangsiapa yg beribadah kepada-Nya dgn rasa Takut saja, maka dia adalah orang Haruri (Khawarij). Dan Barangsiapa yg beribadah kepada-Nya dengan Rasa Cinta, Harap, dan Takut, Maka dia adalah seorang Mu'mim yg Bertauhid. (Majmu' alFatawa LiSyaikhil Islam Ibnu Taimiyyah)
● Larangan Menyibukkan diri dengan pembahasan Kiamat
As-Syaikh Abdurrahman As-Sa’di dalam kitabnya Taisir al karimir Rahman ketika menafsirkan ayat diatas, beliau berkata :
“Semata menggali kapan terjadinya kiamat, sudah dekat atau masih jauh, TIDAK MEMILIKI MANFAAT SAMA SEKALI. Yang lebih penting adalah kondisi manusia di hari tersebut, apakah rugi, untung, celaka, ataukah bahagia. Bagaimana seorang hamba mendapatkan adzab ataukah sebaliknya, bisa mendapatkan pahala..” (Taisir Al-Karim Ar-Rahman, 672).
Hal ini sejalan dgn hadits yg diriwayatkan oleh Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu ketika ada seorang arab badui yang bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang kapan kiamat. Di situ, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam justru balik bertanya,
وَيْلَكَ، وَمَا أَعْدَدْتَ لَهَا
Celaka kamu, apa yang telah kamu persiapkan untuk kiamat? (HR. Bukhari, Muslim, At-Turmudzi dan yang lainnya).
"Saudaraku, Kiamat merupakan Hal yg Pasti,
Kapan terjadinya tak seorangpun mengetahui,
Sibukanlah Ilmu dan 'Amal dalam diri,
Bukan dgn mendengar Ramalan dan Prediksi".
Wallahu Ta'ala A'lam