Media Al-Hanif

Media Al-Hanif Media belajar Agama Islam Sesuai Al-Qur'an dan Sunnah sesuai pemahaman para Salaful Ummah.

Yuk, Bantu kami membangun WC dan Sumur untuk Santri pelosok desa Sanggar Tahfidz Al-Hanif!
30/11/2020

Yuk, Bantu kami membangun WC dan Sumur untuk Santri pelosok desa Sanggar Tahfidz Al-Hanif!

Setelah Selesai dan Rampung atas pembangunan Sanggar Tahfidz Al-Hanif, kami mengucapkan banyak terima kasih kepada segala pihak yg terlibat atas pembangunan dan penyelesaiannya. Berhubung telah dilakukannya proses belajar oleh para santri, dan keluhan mereka atas tidak adanya sarana WC dan tempat Wu...

Yuk kita berpartisipasi dalam proses pembangunan Sanggar Tahfidz Al-Hanif di pelosok Desa Kalebarembeng, Kec. Bontonompo...
27/07/2020

Yuk kita berpartisipasi dalam proses pembangunan Sanggar Tahfidz Al-Hanif di pelosok Desa Kalebarembeng, Kec. Bontonompo, Kab. Gowa Sulawesi Selatan

Yuk kita berpartisipasi dalam proses pembangunan Sanggar Tahfidz Al-Hanif di pelosok Desa Kalebarembeng, Kec. Bontonompo, Kab. Gowa Sulawesi Selatan

: : ADA APA DENGAN 15 RAMADHAN 2020? : :Belakangan ini kita sedang dihebohkan dengan ramalan beberapa "Ustadz" yang meng...
07/05/2020

: : ADA APA DENGAN 15 RAMADHAN 2020? : :

Belakangan ini kita sedang dihebohkan dengan ramalan beberapa "Ustadz" yang mengatakan bahwa pada tanggal 15 Ramadhan akan terjadi kiamat.

Mereka berdalil dengan hadits Nu’aim bin Hammad di dalam kitab Al-Fitan No.638, dan Alauddin Al-Muttaqi Al-Hindi di dalam kitab Kanzul ‘Ummal, No.39627. Berikut lafadz lengkapnya ;

قَالَ نُعَيْمٌ بْنُ حَمَّادٍ : حَدَّثَنَا أَبُو عُمَرَ عَنِ ابْنِ لَهِيعَةَ قَالَ : حَدَّثَنِي عَبْدُ الْوَهَّابِ بْنُ حُسَيْنٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ ثَابِتٍ الْبُنَانِيِّ عَنْ أَبِيهِ عَنِ الْحَارِثِ الْهَمْدَانِيِّ عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : “إذا كانَتْ صَيْحَةٌ في رمضان فإنه تكون مَعْمَعَةٌ في شوال، وتميز القبائل في ذي القعدة، وتُسْفَكُ الدِّماءُ في ذي الحجة والمحرم.. قال: قلنا: وما الصيحة يا سول الله؟ قال: هذه في النصف من رمضان ليلة الجمعة فتكون هدة توقظ النائم وتقعد القائم وتخرج العواتق من خدورهن في ليلة جمعة في سنة كثيرة الزلازل ، فإذا صَلَّيْتُمْ الفَجْرَ من يوم الجمعة فادخلوا بيوتكم، وأغلقوا أبوابكم، وسدوا كواكـم، ودَثِّرُوْا أَنْفُسَكُمْ، وَسُـدُّوْا آذَانَكُمْ إذا أَحْسَسْتُمْ بالصيحة فَخَرُّوْا للهِ سجدًا، وَقُوْلُوْا سُبْحَانَ اللهِ اْلقُدُّوْسِ، سُبْحَانَ اللهِ اْلقُدُّوْسِ ، ربنا القدوس فَمَنْ يَفْعَلُ ذَلك نَجَا، وَمَنْ لَمْ يَفْعَلْ ذَلِكَ هَلَكَ)

Nu’aim bin Hammad berkata: “Telah menceritakan kepada kami Abu Umar, dari Ibnu Lahi’ah, ia berkata; Telah menceritakan kepadaku Abdul Wahhab bin Husain, dari Muhammad bin Tsabit Al-Bunani, dari ayahnya, dari Al-Harits Al-Hamdani, dari Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu alaihi wasallam, beliau bersabda: “Bila telah muncul suara di bulan Ramadhan, maka akan terjadi huru-hara di bulan Syawal, kabilah-kabilah saling bermusuhan (perang antar suku, pent) di bulan Dzul Qa’dah, dan terjadi pertumpahan darah di bulan Dzul Hijjah dan Muharram…”. Kami bertanya: “Suara apakah, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Suara keras di pertengahan bulan Ramadhan, pada malam Jumat, akan muncul suara keras yang membangunkan orang tidur, menjadikan orang yang berdiri jatuh terduduk, para gadis keluar dari pingitannya, pada malam Jumat di tahun terjadinya banyak gempa. Jika kalian telah melaksanakan shalat Subuh pada hari Jumat, masuklah kalian ke dalam rumah kalian, tutuplah pintu-pintunya, sumbatlah lubang-lubangnya, dan selimutilah diri kalian, sumbatlah telinga kalian. Jika kalian merasakan adanya suara menggelegar, maka bersujudlah kalian kepada Allah dan ucapkanlah: “Mahasuci Allah Al-Quddus, Mahasuci Allah Al-Quddus, Rabb kami Al-Quddus”, kerana barangsiapa melakukan hal itu, niscaya ia akan selamat, tetapi barangsiapa yang tidak melakukan hal itu, niscaya akan binasa”.

● Derajat Hadits
Hadits ini dihukumi sebagai Hadits Maudhu' (Palsu) oleh para ulama hadits, Sebagaimana yang telah dinukilkan oleh Ustadz Muhammad Wasitho Abu Fawwaz Lc. Hafidzahullah Ta'ala 8 tahun Silam
di https://muslim.or.id/8018-hadits-palsu-huru-hara-akhir-zaman-di-hari-jumat-pertengahan-ramadhan.html

● Dalil tentang Hari Kiamat Termasuk hal Ghaib

Dan permasalahan Hari Kiamat termasuk Mafatihul Ghaib (kunci kunci Ilmu Ghaib), yang mana tidak ada seorangpun yang mengetahui Kapan terjadinya kecuali Allah Ta'ala semata. Sebagaimana firman-Nya :

يَسْأَلُكَ النَّاسُ عَنِ السَّاعَةِ ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِندَ اللَّـهِ ۚ وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّ السَّاعَةَ تَكُونُ قَرِيبًا

“Manusia bertanya kepadamu tentang hari kiamat. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu hanya di sisi Allah”. Dan tahukah kamu (hai Muhammad), boleh jadi hari kiamat itu sudah dekat waktunya.” (QS. al-Ahzab: 63).

Kemudian, Allah juga berfirman,

يَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا . فِيمَ أَنْتَ مِنْ ذِكْرَاهَا . إِلَى رَبِّكَ مُنْتَهَاهَا

(Orang-orang kafir) bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hari kebangkitan, kapankah terjadinya? Siapakah kamu sehingga dapat menyebutkan (waktunya)? Kepada Tuhanmulah dikembalikan ketentuan waktunya. (Qs. an-Nazi’at: 42-44)

Di ayat lain, Allah Ta'ala juga berfirman :

يَسْأَلُونَكَ كَأَنَّكَ حَفِيٌّ عَنْهَا قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللَّهِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

” Mereka menanyakan kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya, Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS. al-A’raf: 187).

Kemudian dalam hadits Jibril, dijelaskan bahwa Jibril bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang kapan kiamat. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,

مَا المَسْئُولُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنَ السَّائِلِ

“Yang ditanya tidak lebih tahu dari pada yang bertanya..” (HR. Bukhari 4777 dan Muslim 106).

Didalam hadits ini kita bisa melihat Dua Makhluk terbaik, Jibril sebagai Malaikat terbaik dan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam sebagai Manusia terbaik, tidak mengetahui kapan terjadinya hari kiamat secara pasti. Lantas pantaskah kita yang bukan siapa siapa merasa lebih mengetahui tentang kiamat dibanding mereka berdua?

● Syubhat "Meyibukkan diri dengan pembahasan kiamat dapat menjadikan kita Takut kepada Allah"

Tidak sedikit dari mereka yg menjadi pendengar setia "Ustadz Akhir Zaman" beralasan dengan mendengar ceramah mereka dapat menjadikan diri mereka Takut kepada Allah dan rajin beribadah.

Mereka tidak mengetahui bahwasannya landasan dalam beribadah bukanlah didasari dengan rasa takut (Khauf) semata, melainkan harus berkumpul dalam dirinya 3 hal. Sebagaimana yg dijelaskan oleh Sebagian salaf :

من عبد الله بالحب وحده فهو زنديق، ومن عبده بالرجاء وحده فهو مرجئ، ومن عبده بالخوف وحده فهو حروري، ومن عبده بالحب والخوف والرجاء فهو مؤمن موحد

" Barangsiapa yg beribadah kepada Allah dgn Rasa Cinta saja, Maka dia adalah Orang Zindiq. Dan barangsiapa yg beribadah kepada-Nya dgn rasa Harap saja, Maka dia adalah orang Murji'ah. Dan barangsiapa yg beribadah kepada-Nya dgn rasa Takut saja, maka dia adalah orang Haruri (Khawarij). Dan Barangsiapa yg beribadah kepada-Nya dengan Rasa Cinta, Harap, dan Takut, Maka dia adalah seorang Mu'mim yg Bertauhid. (Majmu' alFatawa LiSyaikhil Islam Ibnu Taimiyyah)

● Larangan Menyibukkan diri dengan pembahasan Kiamat

As-Syaikh Abdurrahman As-Sa’di dalam kitabnya Taisir al karimir Rahman ketika menafsirkan ayat diatas, beliau berkata :

“Semata menggali kapan terjadinya kiamat, sudah dekat atau masih jauh, TIDAK MEMILIKI MANFAAT SAMA SEKALI. Yang lebih penting adalah kondisi manusia di hari tersebut, apakah rugi, untung, celaka, ataukah bahagia. Bagaimana seorang hamba mendapatkan adzab ataukah sebaliknya, bisa mendapatkan pahala..” (Taisir Al-Karim Ar-Rahman, 672).

Hal ini sejalan dgn hadits yg diriwayatkan oleh Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu ketika ada seorang arab badui yang bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang kapan kiamat. Di situ, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam justru balik bertanya,

وَيْلَكَ، وَمَا أَعْدَدْتَ لَهَا

Celaka kamu, apa yang telah kamu persiapkan untuk kiamat? (HR. Bukhari, Muslim, At-Turmudzi dan yang lainnya).

"Saudaraku, Kiamat merupakan Hal yg Pasti,
Kapan terjadinya tak seorangpun mengetahui,
Sibukanlah Ilmu dan 'Amal dalam diri,
Bukan dgn mendengar Ramalan dan Prediksi".

Wallahu Ta'ala A'lam

: : :  CINTA YANG TERTOLAK  : : :( BANTAHAN UNTUK LAGU "AISYAH ISTRI RASULULLAH" )"Tak kenal maka tak sayang", yaa itula...
07/04/2020

: : : CINTA YANG TERTOLAK : : :
( BANTAHAN UNTUK LAGU "AISYAH ISTRI RASULULLAH" )

"Tak kenal maka tak sayang", yaa itulah pepatah yg tepat untuk mendeskripsikan sebagian orang yg mengaku cinta kpd Ummul Mu'minin Aisyah Radhiallahu 'Anha dengan lagu dan musik mereka.

Bukankah telah ma'ruf diantara kita pepatah arab yg berbunyi :
كُلٌّ يَدَّعِي وَصَلاً بِلَيْلَى … وَلَيْلَى لَا تُقِرُّ لَهُمْ بِذَاكَا
"Semua orang mengaku punya hubungan cinta dengan Laila…
Namun Laila menolak pengakuan mereka itu…"

Mereka mengaku cinta kpd Ibunda 'Aisyah tetapi secara tidak langsung mereka telah merendahkan dan menghinakan martabat dari Ummul Mu'minin 'Aisyah Radhiallahu 'anha dgn lagu lagu mereka.

Bukan Allah Ta'ala sendiri yg telah mensucikan namanya.
النَّبِيُّ أَوْلَى بِالْمُؤْمِنِينَ مِنْ أَنْفُسِهِمْ وَأَزْوَاجُهُ أُمَّهَاتُهُمْ
“Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri dan istri-istrinya adalah ibu-ibu mereka.” (QS. Al-Ahzab: 6)

Imam Ibnu Katsir Asy Syafii rahimahullah mengatakan, “Istri beliau adalah ibu-ibu orang beriman (ummahatul mukminin) yaitu dari sisi diharamkan untuk dinikahi serta diperintahkan untuk dimuliakan dan diagungkan.” (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, Penerbit Dar Ibnul Jauzi, 6:159

Dan diantara keistimewaan istri nabi yang mulia—Ummahatul Mukminin– :
1. Aisyah rahdiyallahu ‘anha yang diringkaskan menjadi sepuluh poin.

2. Aisyah adalah istri yang paling dicintai oleh Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam.

3. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak menikahi seorang gadis (perawan) kecuali Aisyah.

4. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menerima wahyu ketika sedang berada di dalam selimut Aisyah dan hal itu tidak pernah terjadi pada istri beliau yang lain.

5. Aisyah itu wanita yang tetap ingin hidup apa adanya ketika berkeluarga dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tatkala istri-istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam diberi pilihan untuk tetap bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan kehidupan apa adanya atau diceraikan lalu akan mendapatkan gantian dunia, Aisyah adalah orang pertama yang menyatakan tetap ingin bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bagaimana pun kondisi beliau.

6. Allah menyucikannya dari tuduhan berzina. Ini menandakan ia benar-benar wanita mulia dan menjaga kesucian dirinya.

7. Aisyah itu dikenal keluasan ilmunya. Banyak dari kalangan pembesar sahabat radhiyallahu ‘anhum jika menghadapi kesulitan dalam masalah agama, mereka meminta fatwa kepada Aisyah. Mereka mendapati ilmu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berada pada ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha.

8. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meninggal dunia di rumah Aisyah, pada giliran harinya, pada malam harinya, dan berada di pangkuannya, lalu dikuburkan di rumahnya.

9. Pernikahan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan Aisyah adalah wahyu dan perintah dari Allah.

10. Banyak orang yang memberi hadiah pada giliran harinya Aisyah yang di sana ada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam agar menjadi dekat dengan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam.

11. Syariat tayamum turun lantaran Aisyah.DLL.,

Diringkas dari :
https://rumaysho.com/23929-7-fakta-lagu-aisyah-yang-menjadi-trending-youtube.html
Yuk Dukung Dakwah kami, dengan cara Share dan Follow Akun Dakwah Kami!

Facebook : Media Al-Hanif
Instagram :
Twitter :
Telegram : t.me/mediaalhanif
Youtube : Media Al-Hanif


06/04/2020

: : : MUROTTAL SURAH AL-MA'ARIJ : : :

Surah Al-Ma'arij (Arab: المعارج, "Tempat-Tempat Naik") adalah surah ke-70 dalam al-Qur'an. Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 44 ayat. Dinamakan Al Ma’aarij yang berarti tempat naik diambil dari perkataan Al Ma’aarij yang terdapat pada ayat ke 3 surat ini. Para ahli tafsir memberikan beberapa penafsiran mengenai hal ini di antaranya langit, nikmat karunia dan derajat atau tingkatan yang diberikan Allah Ta'ala kepada ahli surga.
🎙: Syaikh 'Abdurrahman Al Ausy Hafidzahullah
Yuk Dukung Dakwah kami, dengan cara Share dan Follow Akun Dakwah Kami!

Facebook : Media Al-Hanif
Instagram :
Twitter :
Telegram : t.me/mediaalhanif
Youtube : Media Al-Hanif


: : :     : : :Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang ath-t...
05/04/2020

: : : : : :

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang ath-tha’un (wabah), kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan,

أَنَّهُ كَانَ عَذَاباً يَبْعَثُهُ اللَّهُ عَلَى مَنْ يَشَاءُ فَجَعَلَهُ رَحْمَةً لِلْمُؤْمِنِينَ فَلَيْسَ مِنْ رَجُلٍ يَقَعُ الطَّاعُونُ فَيَمْكُثُ فِى بَيْتِهِ صَابِراً مُحْتَسِباً يَعْلَمُ أَنَّهُ لاَ يُصِيبُهُ إِلاَّ مَا كَتَبَ اللَّهُ لَهُ إِلاَّ كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ الشَّهِيدِ

“Wabah adalah azab yang Allah turunkan pada siapa saja yang Allah kehendaki. Namun, wabah itu dijadikan oleh Allah sebagai rahmat untuk orang beriman. Ketika terjadi wabah, siapa pun tinggal di dalam rumahnya dalam keadaan sabar, mengharap pahala dari Allah, ia tahu bahwa tidaklah wabah itu terkena melainkan dengan takdir Allah, maka ia akan mendapatkan pahala syahid.” (HR. Ahmad, 6:251).

DR. Sholih az-Zubaidiy hafizhahullah berkata :

‏‎حفظكم الله
الحديث في الصحيح والمسند من طرق عدة وكلها بلفظ "يمكث في بلده)
فلعل لفظة (بيته) وهم أو شذوذ او تعاد للفظ المشهور
"Semoga Allah menjagamu, hadits yang ada di kitab ash-Shahih dan al-Musnad dari beberapa jalan dengan lafazh "tinggal di NEGERINYA", bisa jadi lafazh "DI RUMAHNYA" adalah kekeliruan atau syadz atau menyelisihi riwayat yang masyhur."

Sisi wahm atau syadz-nya adalah perowi Abdus Shomad bin Abdul Warits - dinilai oleh Al Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah (at-Taqriib) sebagai perawi "shoduq, tsabat dalam meriwayatkan dari Syu'bah - menyelisihi rekan-rekannya dalam meriwayatkan dari gurunya Dawud bin Abil Furaat - perawi tsiqoh (at-Taqriib)

Meskipun demikian Syaikh Syuaib Al-Arnauth memberikan catatan pada hadits ini, beliau mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih sesuai syarat imam Al Bukhari.

Wallahu Ta'ala A'lam

Yuk Dukung Dakwah kami, dengan cara Share dan Follow Akun Dakwah Kami!

Facebook : Media Al-Hanif
Instagram :
Twitter :
Telegram : t.me/mediaalhanif
Youtube : Media Al-Hanif


04/04/2020

: : : HUKUM BELAJAR ILMU AGAMA DEMI MENDAPATKAN GELAR : : :
🎙 : Asy-Syaikh DR. Shalih Fauzan bin Abdullah Al Fauzan Hafdazhullahu Ta'ala
Yuk Dukung Dakwah kami, dengan cara Share dan Follow Akun Dakwah Kami!

Facebook : Media Al-Hanif
Instagram :
Twitter :
Telegram : t.me/mediaalhanif
Youtube : Media Al-Hanif


: : : WAJIBNYA MENUNTUT ILMU AGAMA : : :Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَ...
03/04/2020

: : : WAJIBNYA MENUNTUT ILMU AGAMA : : :

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

”Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim”. (HR. Ibnu Majah. Dinilai shahih oleh Syaikh Albani dalam Shahih wa Dha’if Sunan Ibnu Majah no. 224)

Yuk Dukung Dakwah kami, dengan cara Share dan Follow Akun Dakwah Kami!

Facebook : Media Al-Hanif
Instagram :
Twitter :
Telegram : t.me/mediaalhanif
Youtube : Media Al-Hanif


07/01/2020

: : : UNTUKMU YANG TERTIMPA MUSIBAH : : :
🎙: Ustadz Hafidzahullahu Ta'ala
Yuk Dukung Dakwah kami, dengan cara Share dan Follow Akun Dakwah Kami!

Facebook : Media Al-Hanif
Instagram :
Twitter :
Telegram : t.me/mediaalhanif
Youtube : Media Al-Hanif


: : : HUKUM MERAYAKAN MALAM TAHUN BARU : : :Perayaan tahun baru masehi memiliki sejarah panjang. Banyak di antara orang-...
31/12/2019

: : : HUKUM MERAYAKAN MALAM TAHUN BARU : : :
Perayaan tahun baru masehi memiliki sejarah panjang. Banyak di antara orang-orang yang ikut merayakan hari itu tidak mengetahui kapan pertama kali acara tersebut diadakan dan latar belakang mengapa hari itu dirayakan. Kegiatan ini merupakan pesta warisan dari masa lalu yang dahulu dirayakan oleh orang-orang Romawi. Mereka (orang-orang Romawi) mendedikasikan hari yang istimewa ini untuk seorang dewa yang bernama Janus, The God of Gates, Doors, and Beeginnings. Janus adalah seorang dewa yang memiliki dua wajah, satu wajah menatap ke depan dan satunya lagi menatap ke belakang, sebagai filosofi masa depan dan masa lalu, layaknya momen pergantian tahun. (G Capdeville “Les épithetes cultuels de Janus” inMélanges de l’école française de Rome (Antiquité), hal. 399-400)

Dalam Islam, hari raya besar itu cuma dua, yaitu hari raya Idul Fithri (1 Syawal) dan Idul Adha (10 Dzulhijjah).
Anas radhiyallahu ‘anhu berkata, “Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam datang ke Madinah, penduduk Madinah memiliki dua hari raya untuk bersenang-senang dan bermain-main di masa jahiliyah. Maka beliau berkata, “Aku datang kepada kalian dan kalian mempunyai dua hari raya di masa Jahiliyah yang kalian isi dengan bermain-main. Allah telah mengganti keduanya dengan yang lebih baik bagi kalian, yaitu hari raya Idul Fithri dan Idul Adha (hari Nahr)” (HR. An Nasai no. 1556 dan Ahmad 3: 178)

Ibnu Hajar Al Asqalani juga menjelaskan:
وَاسْتُنْبِطَ مِنْهُ كَرَاهَةُ الْفَرَحِ فِي أَعْيَادِ الْمُشْرِكِينَ وَالتَّشَبُّهِ بِهِمْ
“diambil istinbath (kesimpulan hukum) dari hadits ini bahwa terlaranTERLARANGNYA bersenang-senang di hari raya kaum Musyrikin dan TASYABBUH (menyerupai) kebiasaan mereka” (Fathul Baari, 2/442).

Umar bin Khathab radhiallahu’anhu juga mengatakan:
اجْتَنِبُوا أَعْدَاءَ اللَّهِ فِي عِيدِهِمْ
“Jauhi perayaan hari-hari raya musuh-musuh Allah” (HR. Bukhari dalam At Tarikh Al Kabir no. 1804).

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menegaskan,
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Abu Daud no. 4031 dan Ahmad 2: 92)

Abdullah bin Amr bin Ash mengatakan,
من بنى بأرض المشركين وصنع نيروزهم ومهرجاناتهم وتشبه بهم حتى يموت خسر في يوم القيامة
“Siapa yang tinggal di negeri kafir, ikut merayakan Nairuz dan Mihrajan (hari raya orang majusi), dan meniru kebiasaan mereka, sampai mati maka dia menjadi orang yang rugi pada hari kiamat.”

Allah berfirman menceritakan keadaan ‘ibadur rahman (hamba Allah yang pilihan),
و الذين لا يشهدون الزور …
“Dan orang-orang yang tidak turut dalam kegiatan az-Zuur…”

Sebagian ulama menafsirkan kata ‘az-Zuur’ pada ayat di atas dengan hari raya orang kafir. Artinya berlaku sebaliknya, jika ada orang yang turut melibatkan dirinya dalam hari raya orang kafir berarti dia bukan orang baik.
Yuk Dukung Dakwah kami, dengan cara Share dan Follow Akun Dakwah Kami!

Facebook : Media Al-Hanif
Instagram :
Twitter :
Telegram : t.me/mediaalhanif
Youtube : Media Al-Hanif


31/12/2019

: : : MUROTTAL SURAH AL-MULK : : :
Surah Al-Mulk (Arab: الملك,"Kerajaan") adalah surah ke-67 dalam al-Qur'an. Surah ini tergolong surat Makkiyah, terdiri atas 30 ayat. Dinamakan Al Mulk yang berarti Kerajaan di ambil dari kata Al Mulk yang yang terdapat pada ayat pertama surat ini. Surat ini disebut juga dengan At Tabaarak yang berarti Maha Suci.
🎙: Ustadz Abu Usamah Syamsul Hadi Lc. Hafidzahullah
Yuk Dukung Dakwah kami, dengan cara Share dan Follow Akun Dakwah Kami!

Facebook : Media Al-Hanif
Instagram :
Twitter :
Telegram : t.me/mediaalhanif
Youtube : Media Al-Hanif


Address

Barembeng, Bontonompo, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan
Bontonompo
92153

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Media Al-Hanif posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to Media Al-Hanif:

Shortcuts

Share