21/04/2022
Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh
Saat seseorang lalai atau bahkan enggan mengeluarkan zakat, infaq dan sedekah bukan berarti hartanya jadi utuh, terjaga dan tidak berkurang. Ada suatu saat hartanya dikeluarkan pada hal² yang tidak dis**ainya...
Tidak ada angin, tidak ada hujan motornya tiba² susah distarter, tidak bisa dikendarai yang memaksa harus masuk bengkel. Dan ternyata biayanya mahal.
Tiba² rumah yang dihuninya pada salah satu dindingnya, flaponnya ambrol sehingga harus diperbaiki dengan biaya perbaikan yang tidak sedikit.
Tiba² harus berurusan dengan rumah sakit karena 'serangan mendadak'. Tidak cukup sehari dua tiga hari bahkan berbulan², bertahun². Banyak cerita yang akhirnya seluruh aset yg dimiliki ludes dijual untuk membiayai pengobatan sakitnya.😭
Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan,
مَنْ رَغِبَ عَنْ إِنْفَاقِ مَالِهِ فِي طَاعَةِ اللَّهِ ابْتُلِيَ بِإِنْفَاقِهِ لِغَيْرِ اللَّهِ وَهُوَ رَاغِمٌ.
“Siapa yang tidak s**a meng'infaq'kan hartanya dalam ketaatannya kepada Allah, maka ia akan ditimpa (musibah) dengan menghabiskan hartanya untuk yang selain Allah dalam keadaan ia tidak menyukainya."
وَكَذَلِكَ مَنْ رَغِبَ عَنِ التَّعَبِ لِلَّهِ ابْتُلِيَ بِالتَّعَبِ فِي خِدْمَةِ الْخَلْقِ وَلَا بُدَّ.
Demikian juga siapa yang tidak s**a keletihan untuk Allah, maka ia akan ditimpa dengan keletihan untuk melayani makhluk, mau tidak mau..
وَكَذَلِكَ مَنْ رَغِبَ عَنِ الْهَدْيِ بِالْوَحْيِ، ابْتُلِيَ بِكُنَاسَةِ الْآرَاءِ وَزِبَالَةِ الْأَذْهَانِ، وَوَسَخِ الْأَفْكَارِ.
Demikian juga siapa yang tidak s**a dengan petunjuk yang berasal dari wahyu, maka ia akan ditimpa dengan pendapat yang kotor, sampah pikiran, dan limbah pemikiran..
فَلْيَتَأَمَّلْ مَنْ يُرِيدُ نُصْحَ نَفْسِهِ وَسَعَادَتَهَا وَفَلَاحَهَا هَذَا الْمَوْضِعَ فِي نَفْسِهِ وَفِي غَيْرِهِ.
Oleh karena itu, siapa saja yang menginginkan kebaikan, kebahagiaan, dan keberuntungan untuk dirinya, hendaklah ia memperhatikan hal ini pada dirinya dan pada orang lain..”
[ Madarijus Salikin – 1/184 ]