10/07/2022
-Dzulhijjah-
Telah maklum diantara umat muslimin, bahwasanya pada kalender Hijriyyah terdapat 12 bulan dalam setahun, dan di akhir kalender Hijriyyah terdapat 1 bulan yang sangat mulia yang termasuk bulan haram, dan bulan itu ialah bulan Dzulhijjah.
Bulan Dzulhijjah bisa dibilang termasuk ke dalam jajaran bulan-bulan paling suci dalam kalender Islam, 10 hari pertamanya merupakan hari-hari yang penuh dengan keberkahan, di bulan ini juga terdapat ibadah terbesar dalam Islam yaitu ibadah Haji ke Baitullah, dan di bulan ini p**a terdapat lebaran ke-2 bagi kita yaitu Idul Adha.
Di tahun 10 Hijriyyah, Rasulullah yang telah memasuki usia sepuhnya, mengumumkan kepada seluruh umat muslimin bahwa beliau akan berangkat untuk berhaji yang pertama kali walaupun beliau adalah pemimpin tertinggi umat Islam. Seruan telah disebar, datanglah seluruh umat Muslim yang mampu dari semua penjuru Jazirah Arab untuk menemani Sang Rasul berhaji. Ribuan orang dengan pakaian serba putih berangkat bersama sama bagaikan arus samudra menuju Mekkah, tanpa adanya segregasi, rasisme, dan marginalisasi. Semua berjalan di bawah komando Rasulullah yang menyatukan hati mereka di bawah bendera Islam setelah fanatisisme Jahiliyyah dicabut oleh Rasulullah.
Dalam sejarah, haji ini dikenal dengan Haji Akbar yang berarti Haji Besar atau Haji Wada' yang berarti Haji Perpisahan.
Tepat di tanggal 9 Dzulhijjah, Rasulullah menyampaikan khutbah-khutbah terakhirnya kepada seluruh hadirin yang ada, yang khutbahnya ini tetap relevan hingga sekarang dan menjadi dasar bagi keislaman kita. Diantara ucapannya yang paling terkenal ialah, "Wahai kaumku, aku berwasiat kepada kalian. Bertakwalah kepada Allah dan laksanakan segala perintah-Nya. Wahai umatku, camkan baik-baik apa yang aku sampaikan karena bisa jadi aku tidak akan bertemu kalian lagi setelah tahun ini di tempat ini. Di tempat aku menginjakkan kedua kakiku saat ini. Sesungguhnya darah dan harta kalian semuanya suci bagi kalian sebagaimana sucinya hari ini, bulan ini, dan di negeri ini. Semua akan kalian pertanggungjawabkan keharibaan Allah SWT"
Dari ucapan beliau ini terlihat betapa beliau menyayangi umatnya dan beliau sadar bahwa ajalnya akan segera datang menjemputnya, beliau sangat menekankan kesakralan darah antara sesama muslim karena sesungguhnya mereka adalah satu saudara dan satu tubuh yang sama. Rasulullah telah merusak sekat-sekat yang memisahkan kita bersama, beliau telah menyatukan kita semua, sehingga kita bisa bersama-sama berjalan menuju Tuhan dengan membawa persatuan, persaudaraan, dan empati satu sama lain.
Selain melalui khutbahnya, Rasulullah juga mengajarkan kita kebaikan melalui praktek seperti menyembelih kurban di tanggal 10-13 Dzulhijjah. 4 hari telah Allah khususkan untuk penyembelihan kurban untuk diri-Nya yang mana nantinya daging-daging itu akan dibagikan kepada seluruh umat Islam sebagai wujud syukur kepada Allah Tuhan Semesta Alam.
Maka hendaknya, kita sebagai muslim tetap memegang teguh wasiat Rasulullah ini untuk selalu bersaudara dan menolong satu sama lainnya, jika kita belum bisa berkurban hewan untuk Allah, maka berkurbanlah tenaga dan hartamu untuk Allah di kesempatan yang lain, jika masih belum bisa menghadiri haji di Mekkah, maka datanglah ke rumah-rumah Allah yang ada disekitar kalian, ramaikanlah rumah-rumah itu dengan dzikir, shalat, bacaan Quran, dan ilmu.
Maka dari itu, kami, segenap pengurus Yayasan Baitul Hikmah Al-Imraniyyah, mengucapkan selamat merayakan Idul Adha 1443 H. Semoga amal ibadah kita sepanjang tahun ini diterima oleh Allah dan semoga di tahun mendatang kita mampu untuk berkurban kembali dan mampu untuk menghadiri seruan Allah untuk hadir di Arafah dan melaksanakan haji disana.
Twibbon: https://twb.nz/bhiiduladha