28/08/2013
- Sahabatku, diamnya orang mu'min adalah dzikir, tafakkaur, & muhasabah, kalaupun bicara, bicaranya santun, mulia & berisi dakwah, hatinya "husnudzon" baik sangka & selali mendoa'akan, melihat suami istri berjalan, ia do'akan semoga rumah tangganya sakinah, melihat orangtuanya, ia do'akan semoga husnul khotimah, melihat anak-anak kecil ia do'akan semoga menjadi anak-anak sholeh sholehah, melihat pemimpinnya, ia do'akan semoga menjadi pemimpin amanah, melihat faqir miskin setelah ikhtiarnya menolong, ia do'akan semoga Allah hiasi dg kesabaran & Allah balas kesabarannya dg ridho & syurgaNYA, mendengar dirinya dipergunjing, ia balas dg do'a kasih sayang semoga Allah memaafkannya, melihat yg berbeda dg keyaqinan, ia do'akan semoga hidayah Allah selalu bersama nya, melihat saudaranya dianiaya di Gaza Palestina, di Afghan, di Irak, di Suriah, di Mesir, di Rohingya hatinya perih, ia pun maksimalkan jihadnya, dg do'a air matanya dipenghujung malamnya
"Ya Allah, tolong lindungi dan selamatkan saudara-saudara kami, menangkan para mujahidin, muliakan mrk yg wafat sbg syuhada."
Hal ini dilakukan tanpa ia melupakan mendo'akan keberkahan negerinya, sahabatnya, juga sahabat FBnya & keluarganya. Sungguh dunia ini menjadi "Taman Syurga" bagi hamba yg sungguh-sungguh taat dan selalu berbaik sangka.
Sumber: Majelis Ta'lim Hidayatul Islamiyah