SMA Negeri 4 Bojonegoro

SMA Negeri 4 Bojonegoro

Share

SMA Negeri 4 Bojonegoro
Jl. AKBP.M. SUROKO NO. 30 BOJONEGORO

15/05/2020

Ditengah-tengah wabah pandemi covid-19 ini, tidak menyurutkan semangat siswa - siswi SMA Negeri 4 Bojonegoro dalam mengikuti Kegiatan Pondok Romadhon SMA Negeri 4 Bojonegoro. Walaupun kegiatan berlangsung di rumah masing-masing, siswa - siswi SMAPA masih semangat dalam mengerjakan tugas - tugas yang diberikan, salah satunya dengan membuat vidio mengaji dirumah.




11/05/2020

TikTok SMAPA | Kreasi Siswa-Siswi SMAPA | Dirumah Saja | Kami Rindu Sekolah

19/03/2020

Pembelajaran kontekstual adalah terjemahan dari istilah Contextual Teaching Learning (CTL). Kata contextual berasal dari kata contex yang berarti “hubungan, konteks, suasana, atau keadaan”. Dengan demikian contextual diartikan ”yang berhubungan dengan suasana (konteks). Sehingga Contextual Teaching Learning (CTL) dapat diartikan sebagi suatu pembelajaran yang berhubungan dengan suasana tertentu.

Pembelajaran kontekstual didasarkan pada hasil penelitian John Dewey (1916) yang menyimpulkan bahwa siswa akan belajar dengan baik jika apa yang dipelajari terkait dengan apa yang telah diketahui dan dengan kegiatan atau peristiwa yang terjadi disekelilingnya.

Pengajaran kontekstual sendiri pertama kali dikembangkan di Amerika Serikat yang diawali dengan dibentuknya Washington State Consortum for Contextual oleh Departemen Pendidikan Amerika Serikat. Antara tahun 1997 sampai tahun 2001 sudah diselenggarakan tujuh proyek besar yang bertujuan untuk mengembangkan, menguji, serta melihat efektifitas penyelenggaraan pengajaran matematika secara kontekstual. Proyek tersebut melibatkan 11 perguruan tinggi, dan 18 sekolah dengan mengikutsertakan 85 orang guru dan profesor serta 75 orang guru yang sudah diberikan pembekalan sebelumnya.

Penyelenggaraan program ini berhasil dengan sangat baik untuk level perguruan tinggi sehingga hasilnya direkomendasikan untuk segera disebarluaskan pelaksanaannya. Untuk tingkat sekolah, pelaksanaan dari program ini memperlihatkan suatu hasil yang signifikan, yakni meningkatkan ketertarikan siswa untuk belajar, dan meningkatkan partisipasi aktif siswa secara keseluruhan.

17/03/2020

Gerakan Cuci Tangan Bersih yang diperagakan oleh siswa - siswi SMA Negeri 4 Bojonegoro guna mengingatkan kita betapa pentingnya hidup sehat yang di awali dengan melakukan Cuci Tangan secara rutin

15/03/2020

UJIAN PRAKTIK SMA NEGERI 4 BOJONEGORO

KELAS XII - MIPA 2

SENI TEATER
"R A M A Y A N A"

PEMAIN
1. M. RINDAM MUZAKHTAFI FADHLI sebagai RAMA
2. SYALWA KAMILA sebagai SHINTA
3. ANDRI FITRIAN PUTRA sebagai LAKSMANA
4. ARJUNA DIFA AL FATH SYAHPUTRA sebagai RAHWANA
5. NI'MATUS SHOLIHAH sebagai DAYANG
6. DIMAS YOPI NUR ROHMAN sebagai JATAYU GARUDA
7. ARIF DWIANTORO sebagai ANOMAN
8. APRILIA VIRANDA SARI sebagai BU HAJI

PENARI
1. EKA NOVIA NUR ANGGRAENI
2. LAILA SHOLAKATHUL
3. ULFIANA SHAFIRA

NARATOR
1. DILLA NIHA FEBRIYANTI PUTRI

PEMAIN MUSIK
1. BONANG - DWI AJI KHANIFUDDIN FUAD
2. KENDANG - FAJAR SETYO UTOMO
3. SARON - FIKRI ALVI RAMADHAN
4. GONG - M. FERI DWI AFFANDI
5. SARON - NENCYA FI ROUDHOTIL JANNAH
6. DEMUNG - RAIHAN FIQRI NOOR ALFIAN
Pemilihan Drama ini terinspirasi oleh kisah cinta dari Rama dan Shinta yang sangat familiar bagi kita, berupa perjuangan Rama yang memperebutkan Shinta kembali dari tangan Rahwana. Pemilihan drama ini juga dikarenakan ceritanya yang memiliki pesan moral yang sangat baik bagi para pejuang cinta, bahwa cinta itu tidak dapat dipaksa dan cinta tumbuh dari hati ke hati

09/03/2020

UJIAN PRAKTIK SMA NEGERI 4 BOJONEGORO

KELAS XII - MIPA 1

PENAMPILAN PERTAMA
"SENI MUSIK OKLIK"

PEMAIN :
- OKLIK
1. DAVID ANGGI TYANANDA
2. MOCH. FIKRI GHOLI JAUHARI
- GAMBANG
MOCH. REZKY MAULANA
- SARON
SATRIA ABDHIE MAULANA
- DRUM & SENER
YUANGGI WINATA RAMA
- SIMBAL
MOCHAMAD CHOIRUL ANAS
- KETIPUNG
ALFIN IRSYAD FIDDAROIN NUZLA
- KENONG
WAHYU EKA YANUAR
- QUARTO
ARRORI ASHAR HIDAYAD

Kesenian oklik merupakan bentuk seni musik yang menggunakan alat musik dari bambu. Para pelaku mempertahankan kesenian tradisional itu dengan cara menyesuaikan perkembangan zaman pada saat ini.

Kesenian oklik biasanya dibawakan dengan minimal empat orang yang memukul alat musik bambu. Alat musik bambu itu dibunyikan dengan cara di pukul. Empat alat musik ini memiliki karakteristik suara yang berbeda-beda. Seperti, tinthel kerep (pukulan cepat), (klik) tinthel arang (pukulan jarang), (klok) gedhug, (gluk) klor (bass).

Kesenian musik tradisional oklik pada zaman dulu sempat berkembang dan hampir dimainkan menyebar di wilayah Kabupaten Bojonegoro. Namun, setelah adanya peristiwa G30SPKI hanya beberapa pelaku yang berani mempertahanannya. Salah satunya, berada di Desa Sobontoro, Kecamatan B***n.

Salah satu pelaku seni oklik yang masih bertahan hingga saat ini adalah Darminto. Darminto, menjadi pelaku oklik dan menyebarkan kesenian tersebut agar bisa tetap lestari. Pada sekitar tahun 1980, akhirnya Djagat Pramudjito juga ikut mempelajari musik tersebut. Dia kemudian juga mengaplikasikan kepada para siswanya dalam aktifitas belajar mengajar di sekolah.

PENAMPILAN KEDUA

SENI TARI KREASI
"TARI KREASI BANG-BANG WETAN"

Tari Bang-bang Wetan merupakan tarian yang menceritakan semangat juang putra-putri daerah Jawa Timur dalam mengusir penjajahan. Oleh karenanya, tarian ini disuguhkan dengan "aroma" jawa timuran yang rancak dan gagah. Ciri lain dari tarian ini adalah nuansa warna yang mencolok pads kostum penarinya.

Bang-bang wetan dapat diartikan sebagai "abang-abang ing sisih wetan" (semburat merah di ufuk timur). Semburat warna merah ini merupakan pertanda akan datangnya pagi. Pagi merupakan waktu yang digunakan manusia untuk mewujudkan mimpi membumi, menjadikan harapan menjadi kenyataan.

Tari Bang-bang Wetan merupakan kreasi Raff Dance Company. Sanggar Edi Peni Pacitan menarikan tarian ini pada Festival Tari Tingkat SMP se-Kabupaten Pacitan tahun 2005. Dalam festival ini, Sanggar Edi Peni berhasil menggondol predikat terbaik dan didapuk untuk mewakili kabupaten Pacitan dalam ajang Majapahit Travel Fair (MTF) se-provinsi Jawa Timur. (PK)

29/02/2020

UJIAN PRAKTIK SMA NEGERI 4 BOJONEGORO

KELAS XII - MIPA 4
Parade Tari Nusantara, Banyuwangi Punya Cerita
"TARI NISKALA SEBLANG"

PENARI :
1. Frisca Amelia Devi
2. Rifky Adhelia Putri
3. Wulan Ayu Permatasari
4. Elsa Lovita Nugroho
5. Aishna Bela Ahdi Maharani

Tari Seblang adalah salah satu tari tradisional yang berasal dari daerah Banyuwangi, Jawa Timur. Tepatnya di desa Olehsari dan Bakungan kecamatan Glagah. Tari ini diadakan setahun sekali sebagai bagian dari upacara adat atau Ritual Bersih Desa Suku Osing Banyuwangi.

Seblang dianggap sebagai tarian sakral karena ketika menari, penarinya dalam keadaan tidak sadarkan diri atau trance. Mereka kerawuhan atau kejiman (kemasukan unsur kekuatan gaib). Penarinya adalah putri keturunan penari Seblang yang berumur 10 tahun hingga remaja.

Dalam proses penyajiannya, Tari Seblang tidaklah menampilkan tema atau cerita dalam susunan gerakannya. Namun, melalui susunan gerak tersebut seperti ada sesuatu yang diungkapkan atau memiliki makna yang hanya bernilai simbolik.

Adapun melalui bentuk fisik penari Seblang dapat terlihat ungkapan sifat-sifat seorang wanita yang luwes, kenes, tregel dan cenderung “erotis”. Nuansa seperti in cukup kentara terutama pada adegan nundik, ketika penari Seblang berpasangan dengan penonton.

Tari Seblang juga seperti tari tradisional Banyuwangi lainnya yang terdiri dari motif gerak, pola gerak dan vokabuler. Vokabuler atau sekaran-sekarannya dilatarbelakangi dari nama gendhing (lagu), wujud gerak serta atas dasar tiruan gerak dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam Tari Seblang ada sejumlah sekaran seperti egol, sapon, celeng mogok dan daplang. Dalam hal ini egol dan sapon yang lebih ditonjolkan. Sedangkan celeng mogok dan daplang hanya dilakukan pada bagian tertentu, yaitu pada gendhing celeng mogok dan sondra dewi.

05/02/2020

UPACARA PERINGATAN HARI SUMPAH PEMUDA
SMA NEGERI 4 BOJONEGORO
28 Oktober 2019

Want your school to be the top-listed School/college in Bojonegoro?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Telephone

Address


Bojonegoro
62111

Opening Hours

Monday 06:45 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00