22/07/2026
Anak anda lambat bicara, Coba baca ini.
____
Salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko speech delay pada usia 0–1 tahun adalah paparan layar (screen time) yang berlebihan, terutama jika anak menonton tayangan dalam bahasa yang berbeda dari bahasa yang digunakan orang tua, serta minimnya interaksi langsung dengan pengasuh.
Risiko tersebut dapat bertambah bila anak sering diberi obat penenang tanpa indikasi medis yang jelas.
Berikut Penjelasan ilmiahnya:
Otak bayi belajar bahasa melalui interaksi dua arah, bukan sekadar mendengar suara. Penelitian menunjukkan bahwa bayi lebih efektif mempelajari bahasa melalui kontak mata, ekspresi wajah, respons timbal balik, dan percakapan langsung (serve and return interaction). Tayangan video, terlebih dalam bahasa asing, tidak memberikan kualitas interaksi tersebut.
Paparan bahasa asing melalui layar pada usia 0–1 tahun tidak terbukti mempercepat kemampuan bahasa. Justru bila menggantikan interaksi dengan orang tua, hal itu dapat mengurangi jumlah kosakata yang dipelajari dan meningkatkan risiko keterlambatan bicara.
American Academy of Pediatrics (AAP) menganjurkan agar bayi di bawah 18 bulan tidak diberikan screen time, kecuali untuk video call, karena perkembangan bahasa dan sosial paling baik terjadi melalui interaksi langsung dengan manusia.
Obat penenang bukan solusi untuk anak yang aktif. Penggunaan obat penenang tanpa indikasi medis dan tanpa pengawasan dokter berpotensi menurunkan kewaspadaan, mengurangi interaksi anak dengan lingkungan, dan menghambat stimulasi yang sangat dibutuhkan otak pada masa emas perkembangan. Namun, hingga saat ini belum ada bukti ilmiah kuat bahwa obat penenang sendiri secara langsung menyebabkan speech delay; dampaknya lebih berkaitan dengan berkurangnya kesempatan belajar dan interaksi.
Speech delay umumnya bersifat multifaktorial. Faktor yang telah didukung penelitian meliputi kurangnya interaksi verbal dengan orang tua, paparan screen time berlebihan, gangguan pendengaran, kelainan perkembangan saraf, faktor genetik, dan lingkungan yang miskin stimulasi. Karena itu, komunikasi aktif, bermain, membacakan buku, dan mengajak anak berbicara sejak lahir merupakan stimulasi terbaik untuk perkembangan bahasa.