11/01/2024
Serial Pendidikan Anak
Betapa sering kita mendengar orang tua yang pusing tujuh keliling, akibat tingkah polah anaknya yang selalu membuat gara-gara. Padahal dulunya semasa kecil dia begitu sehat dan amat menggemaskan. Bukan sekali atau dua kali kita menyaksikan orang tua yang semasa mudanya bekerja keras membanting tulang memeras keringat, demi masa depan anaknya. Namun, di penghujung usia, justru tidak segan-segan si anak membentak orang tuanya, seperti membentak seekor binatang yang hina. Atau mencampakkan tumbuh renta itu ke panti jompo, tanpa perasaan bersalah atau berdosa. Na’udzubillah min dzalik...
Itu baru di dunia...
Belum jika kita berbicara tentang alam akhirat. Akankah seabreg prestasi duniawi dan sederet gelar yang disandang anak, membantu nasib kita di hadapan Allah? Terlebih bila ternyata mereka bukanlah generasi salih, yang setia untuk mendoakan kedua orang tuanya.
Sebelum itu semua terjadi, mari kita tilik kembali usaha apa yang telah kita lakukan untuk melahirkan anak-anak yang salih dan salihah?
Ketahuilah bahwa mendidik anak itu membutuhkan kesungguhan, Memerlukan pengorbanan, Menuntut keikhlasan dan kesabaran, serta yang paling penting adalah membutuhkan ilmu yang memadai juga taufik dari Allah ta’ala...
Persiapan materi saja tidak cukup, jika kita menginginkan generasi yang handal. Sebab, betapa banyak hal-hal yang tidak bisa dibeli dengan materi.
Maka, mari kita terus berusaha untuk berbekal ilmu yang memadai. Tidaklah berlebihan bila dikatakan bahwa ilmu pendidikan anak adalah cabang ilmu khusus yang harus dikuasai setiap orang tua, bahkan sebelum mereka berpredikat sebagai orang tua. Agar kita betul-betul menjadi orangtua yang sebenarnya, bukan sekedar orang yang lebih tua dari anaknya
✍️ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga,17 Shafar 1434 / 31 Desember 2012
Disadur oleh Abdullah Zaen, Lc, MA dari buku “Mencetak Generasi Rabbani” karya Ummu Ihsan Choiriyyah dan Abu Ihsan al-Atsary (hal. 1-4) dengan beberapa perubahan.