24/08/2026
Bekerja di laboratorium bukan cuma soal ketelitian uji sampel, tapi juga tentang bagaimana mengendalikan risiko bahaya di setiap prosesnya
Mulai dari paparan bahan kimia berbahaya, risiko kontaminasi biologis, potensi ledakan/kebakaran, hingga penanganan limbah B3, laboratorium menyimpan potensi bahaya yang cukup tinggi jika tidak dikelola dengan benar.
Di sinilah peran penting seorang Pelaksana K3 Laboratorium. Kualifikasi dan kompetensi K3 Lab menjadi benteng utama untuk memastikan seluruh analis, teknisi, dan personel lab bisa bekerja produktif tanpa mengabaikan faktor keselamatan.
Kompetensi kunci yang wajib dikuasai Pelaksana K3 Lab:
✔️ Identifikasi Potensi Bahaya (HIRADC): Memetakan risiko bahan kimia, alat uji, dan alur kerja laboratorium.
✔️ Pengelolaan MSDS/CSDS & APD: Memastikan penanganan bahan kimia dan kelayakan alat pelindung diri sesuai standar.
✔️ Kesiapsiagaan Tanggap Darurat: Sigap menangani insiden tumpahan bahan kimia, luka bakar, hingga kebakaran skala kecil.
✔️ Pengelolaan Limbah Laboratorium: Menjaga alur pembuangan limbah sisa pengujian agar tidak mencemari lingkungan.
✔️ Kepatuhan Standar Mutu: Mendukung pemenuhan syarat K3 dalam penerapan standar laboratorium (seperti ISO/IEC 17025).
Pelajari ulasan lengkap pentingnya kompetensi K3 Lab di artikel terbaru kami: https://mkacademy.id/2026/08/24/kompetensi-pelaksana-k3-lab-bekal-penting-untuk-menjaga-keselamatan-di-laboratorium/
Ingin membekali tim Anda dengan sertifikasi dan pelatihan K3 Laboratorium yang terstandar?
Konsultasikan kebutuhan pengembangannya bersama MK Academy!
Hubungi Kami:
0813-9575-1279
www.mkacademy.id