Berikut ini saya akan memposting beberapa bab tentang adab belajar dan mengajar alquran yg syaa ambil dari kitab attibyan fi adabi hamalatil quran.
Yg saya posting pertama adalah adab seorang guru terfiri dari 9 pasal
ﻫﺬا اﻟﺒﺎﺏ ﻣﻊ اﻟﺒﺎﺑﻴﻦ ﺑﻌﺪﻩ ﻣﻘﺼﻮﺩ اﻟﻜﺘﺎﺏ ﻭﻫﻮ ﻃﻮﻳﻞ ﻣﻨﺘﺸﺮ ﺟﺪا ﻓﺈﻧﻲ ﺃﺷﻴﺮ ﺇﻟﻰ ﻣﻘﺎﺻﺪﻩ ﻣﺨﺘﺼﺮﺓ ﻓﻲ ﻓﺼﻮﻝ ﻟﻴﺴﻬﻞ ﺣﻔﻈﻪ ﻭﺿﺒﻄﻪ ﺇﻥ ﺷﺎء اﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ
Bab ini serta dua bab setelahnya merupakan maksud dari penulisan kitab ini, yang merupakan pembahasan yang panjang lebar. Saya meringkasnya dengan memberi sub judul agar lebih mudah dihafal secara cepat dan tepat, insya Allah.
[ ﻓﻀﻞ]
ﺃﻭﻝ ﻣﺎ ﻳﻨﺒﻐﻲ ﻟﻠﻤﻘﺮﺉ ﻭاﻟﻘﺎﺭﺉ ﺃﻥ ﻳﻘﺼﺪا ﺑﺬﻟﻚ ﺭﺿﺎ اﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ
Adab Bagi Pengajar Al Qur'an
1
Berniat Mengharap Ridha Allah Semata
Pertama sekali yang seharusnya dilakukan oleh qori' (orang yang belajar qiro'ah) dan muqori' (orang yang mengajar qiro'ah) adalah meniatkan aktivitasnya ini dalam rangka mencari ridho Allah SWT
ﻗﺎﻝ اﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ
وَمَآ أُمِرُوٓا۟ إِلَّا لِيَعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ حُنَفَآءَ وَيُقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤْتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ ٱلْقَيِّمَةِ
"Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus."
Surat Al-Bayyinah : 5
ﻭﻓﻲ اﻟﺼﺤﻴﺤﻴﻦ ﻋﻦ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: ﺇﻧﻤﺎ اﻷﻋﻤﺎﻝ ﺑﺎﻟﻨﻴﺎﺕ ﻭﺇﻧﻤﺎ ﻟﻜﻞ اﻣﺮﺉ ﻣﺎ ﻧﻮﻯ
Diriwayatkan dari Rasulullah SAW dalam Shahihain :
"Sesungguhnya amal itu bergantung pada niat dan sesungguhnya seseorang akan mendapatkan balasan sesuai dengan niatnya"
ﻭﻫﺬا اﻟﺤﺪﻳﺚ ﻣﻦ ﺃﺻﻮﻝ اﻹﺳﻼﻡ
Hadits ini merupakan prinsip dari agama islam
Rumah Belajar Mumtaza
Tempat berbagi ilmu dan pengalaman, saling menularkan kepandaian antar sesama muslim. insya Allah berkah!!
07/04/2020
https://youtu.be/xGT2CygNFLA
Materi tentang shalat Ied
Materi 2 Salat Ied Penjelasan materi keagamaan kelas 4 Bab Fiqih tentang Salat Ied SDI Anugerah Insani
07/04/2020
https://youtu.be/rtefJuf2P8Y
Kedudukan ruku dalam shalat dan tatacaranya
Materi keagamaan 1 tentang ruku Pembelajaran untuk siswa kelas 4 Materi Keagamaan SDI Anugerah Insani. Kalo ada yg salah dalqm penjelasan Mohon rqlat dikomentar. Terimakasih
19/05/2019
Sepatutnya orang yg sudah mengalami hal berikut menyudahi kesia-siaan & kemaksiatannya
- Umurnya sudah 40 tahun
- Kepalanya sudah beruban
- Sudah naik haji, atau
- Sudah berkeluarga
Dosa yg dilakukan setelah hal2 tsb lebih berat daripada sebelumnya.
Tanbihul Mughtarrin, hlm. 80
Makhluk terburuk
Ada sebuah kisah sufi yang pernah diceritakan oleh seorang guru kepada para santri-santrinya. Sang guru yang sedang berada di dalam surau dengan para santrinya di waktu matari membuka mata, ia yang sudah bisa dikatakan tak muda lagi duduk dengan bersila dan tatapan yang lembut kepada seluruh santrinya itu. Ia akan memulai ceritanya dengan menarik nafasnya sedalam mungkin, dan ia keluarkan perlahan. Kini ia akan memulai ceritanya.
"anak-anakku, kini saya sebagai abah kalian ingin bercerita sebuah kisah yang sangat amat menakjubkan. kisah ini adalah kisah yang di mulai oleh dua orang shalih, yaitu saat ayah yang sangat bertaqwa kepada allah, dan puteranya yang shalih dan amat taat kepada orang tua."
"suatu hari sehabis sholat subuh, sang ayah setelah menjadi imam subuh memanggil puteranya itu. sang putra merasa heran, mengapa tiba-tiba sang ayah memanggilnya sehabis sholat subuh, sungguh tak pernah sang ayah itu memanggilnya pada waktu seperti itu. Namun, tanpa berfikir panjang, sang putera pun pergi memenuhi panggilan sang ayah itu. sesampainya di hadapan sang ayah ia pun bertanya kepada sang ayah, mengapa ia di panggil sehabis sholat subuh itu ? Sang ayah pun menjawab dengan tersenyum, "ayah sangat merindukan wajah shalih putera ayah ini, bolehkan ayah memandang wajah menawan ini anakku?" puteranya itu pun tersenyum lembut kepada ayahnya. Dan ia bertanya kepada sang ayah "ada perlu apakah ayah kepadaku sehingga memanggilku sepagi ini? tak lama setelah sang anak bertanya, sang ayah pun menjawab "aku ingin meminta sesuatu anakku, aku ingin engkau mencarikan aku makhluk ciptaan Allah yang sangat buruk yang pernah di ciptakan, carilah dan bawa ia kehadapanku sesegera mungkin" mendengar permintaan sang ayah, sang putera itu pun mengiyakan perintah sang ayah itu, meski sang putera merasa heran dengan permintaan sang ayah itu, namun tanpa berfikir panjang ia pun segera pergi untuk mencari apa yang ayahnya inginkan itu."
“hari demi hari berlalu, terhitung sejak kepergian sang putera yang shalih itu sudah 4 hari berlalu. Hingga sampai di suatu tempat yang ramai akan pengunjung sang putera itu pun berhenti melanjutkan perjalanan. Di tempat itu sang putera mengamati berbagai macam manusia yang ada disana, ia mengamati barangkali ada kriteria seperti yang ia cari. Mulai dari laki-laki dan perempuan ia amati, ada yang bekerja sebagai penjaga keamanan, ada yang sebagai pedagang dan yang terakhir, yang menarik perhatiannya adalah seorang pelacur. Saat itu pun benaknya berkata “mungkinkah ini makhluk ciptaan yang terburuk yang ada?”. Tepat saat ia akan pergi ke sang pelacur itu, hatinya pun berkata “ahh... tidak, pelacur bukanlah makhluk ciptaan yang buruk. Siapa tahu suatu saat ia akan mendapatkan hidayah, dan ia akan bertaubat?.” Dengan perkataan dalam hatinya itu sang putera itu pun mengurungkan niatnya untuk pergi kepada sang pelacur. Dan ia pun pergi melanjutkan perjalanannya itu.”
“dalam perjalanan selanjutnya, sang putera itu pun bertemu dengan seorang pengemis. Pengemis yang buruk rupa dan hanya bisa meminta-minta. Maka kembali ia berfikir “mungkinkah ini makhluk tuhan yang terburuk? Yah, pasti ini.” Hingga akan menemui sang pengemis hatinya pun kembali berkata “Ahh.. tidak, dia ini bukanlah makhluk ciptaan yang terburuk, dia mengemis karena ia tidak mempunyai pekerjaan, dan siapa tahu suatu saat ia mendapatkan pekerjaan layak dan berhenti menjadi pengemis. Tentu dia bukanlah makhluk ciptaan yang paling buruk.” Maka sang putera itu pun mengurungkan niatnya untuk pergi dan membawa sang pengemis kehadapan sang ayah.”
“berhari-hari dari kepergiannya tetap saja sang putera itu pun tidak menemukan apa yang sedang ia cari. Di setiap ia bertemu dengan manusia ataupun makhluk ciptaan yang lainnya yang sangat buruk, tetap saja hatinya selalu berpikiran positif. Mulai dari bertemunya ia dengan pencuri, orang penderita kusta, dan lain lain. Dan ia meneruskan perjalanannya ke setiap desa dan dusun, ia telusur-telusur desa dan dusun itu, tetap saja ia tidak menemukan apa yang ia cari. Sampai pada suatu sungai ia menemukan seekor anjing hitam yang sedang sakit. Akhirnya ia hampiri si anjing hitam itu, dan ia obati anjing itu, dan kembalilah ia berfikir bahwa ini adalah sang ciptaan yang terburuk itu, dan kali ini ia sangatlah yakin pada keputusannya. Ia menganggap anjing adalah makhluk ciptaan yang terburuk dikarenakan ia adalah makhluk yang haram di makan dan juga merupakan hewan yang menyebarkan najis. Maka di ikatlah sang anjing hitam itu dan dengan secepat mungkin sang putera itu membawa p**ang anjing hitam itu.”
“tampak sebentar lagi ia akan sampai di halaman rumahnya dengan membawa apa yang di perintah oleh ayahnya sang putera pun tersenyum kegirangan. Namun, kurang dari beberapa meter lagi sang anjing hitam itu lepas dari ikatan yang di pegang oleh sang putera itu, dan sang anjing hitam itu pergi jauh meninggalkan sang putera itu. Akhirnya sang putera pun hanya bisa melihat dari kejauhan bahwa anjing hitam itu pergi darinya. Dan akhirnya ia terpaksa kembali ke rumahnya tanpa membawa apa-apa. Tampak di halaman rumahnya sang ayah menanti kedatangan sang putera tercinta itu. Dan sesampainya sang putera di hadapan sang ayah dengan wajah tertunduk dan rasa lelah yang berlebihan ia mendapatkan pertanyaan dari sang ayah. “mana pesananku nak? Bukankah aku menyuruhmu untuk membawa makhluk terburuk di dunia? Kemana dia sekarang? Kulihat kau tak membawanya, bukankah sudah kusuruh engkau jangan pernah kembali sebelum menemukan makhluk terburuk yanga ada di dunia?” dengan wajah tertunduk pun sang putera itu menjawab segala pertanyaan ayahnya itu. “ayah, aku sudah pergi berhari-hari, berbagai desa dan di setiap sudut desa maupun dusun sudah ku kucari namun aku tak menemukan makhluk terburuk yang ada, yang seperti permintaan ayah. Namun, kini aku menemukan makhluk terburuk itu ayah. Aku telah menemukannya, akulah makhluk terburuk yang ada di dunia itu. Akulah yang di ciptakan dengan keburukan ayah. Aku hanya bisa melihat kejelekan orang lain dari pada kejelekanku sendiri. Aku terlalu buta untuk melihat diriku sendiri, aku terlalu memperhatikan kesalahan orang lain dari pada diriku sendiri ayah. Aku ini adalah makhluk yang terburuk ayah, akulah makhluk itu ayah, dan kini sudah kubawakan makhluk itu kehadapanmu ayah.” Sang ayah yang melihat jawaban sang putera yang shalih itu tersenyum dan segera ia merangkul serta memeluk puteranya itu. Dan ia berkata “anakku, engkau bukanlah makhluk terburuk yang ada di dunia ini, melainkan engkau adalah anugerah, engkau adalah surga dunia bagi ayahmu ini nak.” Maka dengan mendengarkan perkataan sang ayah itu, sang putera pun membalas pelukan ayahnya dan menangis dengan senangnya.
“itulah cerita abah tentang kehidupan sang ayah yang sangat bertaqwa dan juga puteranya yang shalih. Anak-anakku sekalian, betapa hebatnya kisah ini jika kita mau memahaminya. Kita bisa mengambil berbagai hikmah dalam kisah ini, bagaimana cara kita mengintropeksi diri sendiri. kita lihat diri kita dahulu sebelum kita mau menilai orang lain. Seberapa burukkah diri kita dari pada orang lain?. Sebaiknya buka mata kita, hati kita, seberapa besar keburukan kita dari pada orang lain. Sungguh kisah ini sangatlah luar biasa anak-anakku. Manfaat lain dari kisah ini adalah, kita bisa berfikir husnudzon kepada kehidupan orang lain, meskipun ia buruk, seperti seorang pelacur tadi, meski ia seorang pelacur tetapi sang putera itu tetap berpikir positif pada pelacur itu, ia meyakinkan dirinya bahwa nanti suatu saat pasti sebuah hidayah akan hadir pada diri pelacur itu. Subhanallah.. sungguh kisah ini sangat penuh makna jika kita mau memahaminya lebih dalam.”
Dan itulah sebuah kisah yang di ceritakan sang guru kepada para santrinya. Sungguh cerita itu sangat dalam maknanya seperti apa yang diktakan sang guru tersebut. Dan dalam kisah ini, bisa kita tangkap pesan yang terdapat di dalamnya. Yaitu jangan pernah menilai orang lain itu buruk sebelum kita membaca keburukan kita sendiri, dan selain itu, yakinlah bahwa seburuk-buruknya seseorang dalam kesehariannya, pasti suatu saat ia akan menjumpai hidayah. Dan berdo’alah agar seseorang yang berbuat buruk itu cepat-cepat diberi hidayah oleh Allah SWT. Jadi ini kisah sang guru kali ini, semoga kisah ini memberi manfaat bagi pembaca sekalian, dan untuk kisah sang guru selanjutnya,, ya silahkan ditunggu deh !!! pasti tidak akan kalah menarik dengan kisah yang satu ini.
Wassalam....
Biarlah kita kehilangan SESUATU karena Allah,
Yang terpenting jangan pernah kita kehilangan ALLAH karena Sesuatu..
28/11/2017
praktek KBM PAI Praktek Kegiatan Belajar Mengajar pelajaran PAI kelas 4 Bab Bersuci dari hadas besar dan hadas kecil
SAMPAH HATI.
Seorang laki-laki yang berbeda paham dengan seorang Guru Spiritualnya mengeluarkan kecaman dan kata-kata kasar, dan meluapkan kebenciannya kepada Sang Guru yang bijak.
Sang Guru hanya diam, mendengarkannya dengan sabar, tenang dan tidak berkata sepatah kata pun.
Setelah lelaki tersebut pergi, si murid yang melihat peristiwa itu dengan penasaran bertanya: "Mengapa Sang Guru diam saja tidak membalas makian lelaki tersebut..?"
Sesaat kemudian Sang Guru pun berkata kepada si murid:
“Apakah jika seseorang memberimu sesuatu, tetapi kamu tidak mau menerimanya, lantas menjadi milik siapa kah pemberian itu..?”
“Tentu saja menjadi milik si pemberi," jawab si murid dengan lugas.
Betul...Begitu p**a dengan kata-kata kasar tersebut, tukas Sang Guru.
Karena aku tidak mau menerima kata-kata itu, maka kata-kata tadi akan kembali menjadi miliknya. Dia harus menyimpannya sendiri.
Dia tidak menyadari, karena nanti dia harus menanggung akibatnya di dunia atau pun akhirat; karena energi negatif yg muncul dari pikiran, perasaan, perkataan, dan perbuatan hanya akan membuahkan penderitaan hidup."
Kemudian, lanjut Sang Guru:”Sama seperti orang yg ingin mengotori langit dengan meludahinya. Ludah itu hanya akan jatuh mengotori wajahnya sendiri."
"Demikian halnya, jika di luar sana ada orang yg marah marah kepadamu... biarkan saja … karena mereka sedang membuang SAMPAH HATI mereka:"Jika engkau diam saja, maka sampah itu akan kembali kepada diri mereka sendiri, tetapi kalau engkau tanggapi, berarti engkau menerima sampah itu.....”
“Hari ini begitu banyak orang di jalanan yg hidup dengan membawa sampah di hatinya ( sampah kekesalan, sampah amarah, sampah kebencian, dan lainnya) … maka jadilah kita orang yg BIJAK”
Sang Guru melanjutkan nasehatnya:
“Jika engkau tak mungkin memberi, janganlah mengambil”
“Jika engkau terlalu sulit untuk mengasihi, janganlah membenci”
“Jika engkau tak dapat menghibur orang lain, janganlah membuatnya sedih”
“Jika engkau tak bisa memuji, janganlah menghujat”
“Jika engkau tak dapat menghargai, janganlah menghina”
“Jika engkau tak s**a bersahabat, janganlah bermusuhan”
Inilah saatnya kita melatih diri untuk membuang semua sampah yg ada di hati kita...
Semoga manfaat..
Maaf lahir bathin...
TETAP TERSENYUMLAH☺️
Habib Hud Alatas
Istri sholehah adalah Harta yg paling berharga...
Menjaga Sepuluh Mutiara Paling Berharga yang akan di ambil oleh malaikat Jibril dari bumi sepeninggal Rosululloh
Sepeninggal Rasulullah SAW, Malaikat Jibril akan tetap turun ke bumi. Tidak untuk menurunkan wahyu lagi, tetapi guna mengambil sepuluh mutira yang paling berharga dalam kehidupan manusia.
الحمد لله أحمده وسبحانه وتعالى على نعمه الغزار, أشكره على قسمه المدرار, . أشهد ان لا اله الا الله وحده لا شريك له. واشهد ان سيدنا محمدا عبده و رسوله النبي المختار. اللهم صل على سيدنا محمد وعلى أله الأطهار وأصحابه الأخيار وسلم تسليما كثيرا. أما بعد فياأيها الناس اتقوالله حق تقاته ولاتموتن الا وأنتم مسلمون.
Marilah kita kembali menambah kadar ketaqwaan kita kepada Allah swt dengan menghindar berbagai larangan-Nya dan juga menjauhi berbagai perkara yang dibenci Rasul-Nya. Sesungguhnya hanya dengan taqwalah kita akan menghadapi kehidupan ini secara sempurna.
Memang tidak selayaknya kita membicarakan keburukan demi keburukan yang terjadi di muka bumi ini. Apalagi keburukan yag terjadi di sekitar kita, yang kerap kali melibatkan orang-orang dekat kita. Alangkah baiknya jikalau kita mulai melangkah menyelesaikan dan membenahi keburukan itu, tidak sekedar membicarakannya.
Tindak korupsi yang tidak kunjung surut, pasar narkoba yang semakin meluas, kriminalitas yang kian tinggi, norma dan nilai moral yang telah bergeser. Begitu merosotnya keadaan di sekitar kita, hingga berbagai fatwa ulamapun dianggap angin lalu.
Guna berbenah itulah kita harus tahu persis akar permasalahan dari keburukan itu. Agar treatmen yang akan diberikan tidak salah sasaran. Nampaknya hadits Rasulullah saw ketika berdialog dengan Malaikat Jibril dapat dijadikan pegangan sebagai indikasi juga sebagai solusi.
1. Barokah di bumi
Ketika Rasulullah saw dalam keadaan sakit yang menghantarkan belaiu wafat, malaikat Jibril datang menemuinya. Setelah berbincang sejenak Rasulullah saw bertanya kepada Jibril “Jibril, apakah kamu nanti masih akan sering turun ke bumi ketika aku sudah meninggal? Jibril menjawab “masih Rasul, saya akan turun sepuluh kali lagi ke bumi, saya turun untuk mngambil sepuluh mutiara dari bumi ini sepeninggalmu”. Rasulullah saw pun penasaran, lalu bertanya kembali “mutiara macam apa yang igin kau ambil itu? jibril menjawab “لأَوَّلُ) أَرْفَعُ البَرَكَةَ مِنَ الأَرْضِ)” mutiara pertama yang akan saya ambil dari muka bumi ini adalah barokah.
Para kyai biasa memaknai barokah dengan ziyadatul khair. Yang secara bahasa dapat diartikan ‘tambah baik’. Artinya, sesuatu itu dianggap memiliki kebarokahan jika memang dapat melahirkan kebaikan yang lain. Misalkan berdagang yang berkah itu akan menjadikan pedagangnya makin banyak bersedekah dan tambah rajin beribadah. Begitu p**a ilmu yang barokah itu akan menjadikan pemiliknya berperilaku semakin baik, tidak malah semakin buruk. Ilmu akuntansi yang barokah tidak akan disalah gunakan oleh pemiliknya untuk korupsi.
2. Rasa Cinta dari hati manusia
Mutiara kedua yang diambil oleh Jibril dari bumi adalah rasa cinta dari hati manusia وَالثَّانىِ) أَرْفَعُ المَحَبَّةَ مِنْ قُلُوْبِ الخَلْقِ) jika demikian, maka yang tersisa hanyalah rasa benci. Lihatlah sekarang di sekitar kita apakah masih ada cinta dalam hati penguasa yang membuat rakyat dan para petani hidup makin sengsara. Bagaimana ada cinta jikalau mereka tega mengimpor bahan baku dan menghancurkan harga local? Apakah itu cinta? Saya kira kita sudah bisa menilia dan menjawabnya.
3. Rasa Sayang di antara keluarga
Mutiara yang ketika yang akan diambil Jibril dari bumi ini adalah rasa sayang diantara keluarga (وَالثَّالِثُ) أَرْفَعُ الشُّفْقَةَ مِنْ قُلُوْبِ الأَقاَرِبِ jikalau harimau tidak akan memangsa anaknya sendiri, tetapi sering kali kita temukan anak dan orang tua saling membunuh, bahkan seorang ibu tega menjual bayinya. Atau bahkan seorang anak menjual bapaknya. Bahkan dalam dunia politik yang semakin menghangat karena musim pilkada berapa saudara yang telah berubah menjadi musuh? Sepertinya rasa sayang antar keluarga semakin menipis. Namun demikian semoga Allah tetap melindungi kita semua.
4. Keadilan Pemimpin
Mutaiar keempat yang akan diambil oleh Jibril dari bumi ini keadilan di hati pemimpin وَالرَّابِعُ) أَرْفَعُ العَدْلَ مِنَ الأُمَراَءِ) rasa-rasanya mengenai hal ini kita bersama telah pandai menilai. Apakah kekuasaan di sekitar kita masih mengandung keadilan? Dapatkah disebut ke adilan jika terjadi tebang pilih dalam penegakan hukum? Na’udzubillah min dzalik.
5. Rasa Malu pada Kaum Perempuan
Mutiara kelima yang akan diambil oleh Jibril dari bumi ini adalah وَالخاَمِسُ) أَرْفَعُ الحَياَءَ مِنَ النِّساَءِ) rasa malu dari perempuan. Rasa malu itu kini telah dirubah menjadi rasa bangga. Bangga menjadi perempuan simpanan. Bangga menjadi gadis gratifikasi seksual, bahkan sebagian menggunakan alasan seni demi menutupi kemaluan yang telah hilang. Semoga kita semua terhindar dari yang demikian ini.
6. Kesabaran Kaum Faqir
Mutiara keenam yang akan diambil oleh Jibril dari bumi adalah وَالسَّادِسُ) أَرْفَعُ الصَّبْرَ مِنَ الفُقَراَءِ) kesabaran dari para fakir. Perlu diakui bahwa factor yang mengondisikan negara miskin dan berkembang tetap aman dan tertata adalah kesabaran para fakir dalam menerima bagian mereka. Namun, ketika golongan fakir miskin ini tidak sabar dengan nasib mereka, maka kesenjangan social bisa berubah menjadi kekacauan fisik. Inilah yang tergambar dalam prosesi premanisme di berbagai kota.
7. Waro' dan Zuhud dari Ulama
Mutiara ketujuh yang diambil oleh Jibril dari bumi adalah وَالسَّابِعُ) أَرْفَعُ الوَرَعَ وَالزُهْدَ مِنَ العُلَماَءِ) wirai dan zuhud dari para ulama. Wira’i adalah menjaga diri dari yang syuhbat dan yang haram, sedangkan zuhud itu tidak mementingkan harta-dunia, keduanya merupakan karakter para ulama. Akan tetapi jika wira’i dan zuhud telah hilang dari ulama maka nilai keulamannyapun mulai berkurang. Nampaknya inilah yang terjadi pada ulama kita. wajarlah jika akhir-akhir ini berbagai fatwa mereka tidak di dengar lagi oleh masyarakat. Pengajian-pengajiannya hanya dianggap sebagai tontonan.
8. Kedermawanan orang kaya
Mutiara ke delapan yang diambil oleh Jibril dari bumi adalah وَالثَّامِنُ) أَرْفَعُ السَّخاَءَ مِنَ الأَغْنِياَءِ) kedermawanan bagi orang kaya. Diantara unsur yang dapat melanggengkan sirkulasi kehidupan ekonomi dan social di suatu masyarakat adalah kesabaran fakir dan kedermawanan orang kaya. Keduanya akan saling mengisi. Namun jikalau semua itu lenyap, maka harmonisme dalam satu masyarakat dapat hilang tergantikan dengan unharmonism.
9. Al Qur'an
Mutiara ke Sembilan yang diambil oleh Jibril dari bumi adalah وَالتَّاسِعُ) أَرْفَعُ القُرْآنَ) mengangkat al-Qur’an, tepatnya menghilangkan ruh al-Qur’an itu sendiri sebagai tuntunan dalam kehidupan. Memang, kemajuan teknologi kini makin mempermudah telinga kita mendengarkan lanutnan ayat-ayat al-Qur’an. melalui mp3, DVD, online bahkan juga tafsirnya pun dapat diperoleh dengan mudah p**a. Akan tetapi semangat qur’an itu sendiri sekarang makin pudar bersama dengan makin mudahnya mendengarkan al-qur’an. Meski demikian kita harus tetap berusaha memohon kepada Allah Yang Maha Kuasa agar Jibril tidak mengambil mutiara ini.
10. Dan terakhir, mutiara yang diambil oleh Jibril dari bumi adalah iman. العاَشِرُ) أَرْفَعُ الإِيْماَنَ) mungkin ini adalah mutiara paling berharga diantara sembilan mutiara lainnya. Atau bisa saja ini adalah urutan mutiara yang paling akhir yang akan diambil oleh Jibril. Sebagaimana struktur teks hadits ini yang memposisikannya paling belakang. Iman itu ada di hati semoga Allah menetapkannya dalam hati kita masing-masing.
( sumber: NU Online, Khutbah Jumat)
Kisah Luqmanul hakim dan seekor keledai
(Dari buku pai kelas 5)
Suatu hari luqmanul hakim dan anaknya pergi ke pasar dengan membawa seekor keledai. Karena keledai tidak sekuat kuda. Maka mereka pun bergantian menaikinya. Disepakatilah ayahnya menaik keledai terlebih dahulu sementara anaknya berjalan dibelakang keledainya. Ditengah perjalanan mereka berjumpa kerumunan orang. Terdengar bisik bisik diantara mereka. 'Dasar ayah kejam, tidak tau diri, masa dia enak2an diatas keledai sementara anaknya berjalan dibelakangnya.
Kemudian luqmanul hakim turun dan menaiki anaknya keatas keledai kemudian beliau berjalan dibelakangnya. Ketika melewati kump**an orang lagi, ada diantara mereka berkata; 'hai lihat, masa ayahnya berjalan kaki sementara anaknya asyik diatas keledai. Dasar anak tidak tau sopan santun dan adab terhadap orang tua.'
Setelah beberapa lama, setelah mendengar perkataan orang tadi, kemudian lukmanul hakim turut naik keledai bersama anaknya. Tak lama kemudian terdengar teriakan dari orang yang melihatnya. "Kasihan sekali keledai itu, sepertinya ia tidak mampu menahan beban dua orang diatasnya.betapa teganya kedua orang itu kepada keledainya.
Akhirnya lukmanul hakim dan anaknya pun turun dari keledainya dan berjalan sambil menuntun keledai. Tapi kemudian ada lagi yang berteriak; "hei lihat betapa bodohnya mereka, masa ada kendaraan tapi hanya dituntun dan tidak dinaiki."..
Ketika Luqman dan anaknya dalam perjalanan p**ang ke rumah, Luqman al-Hakim menasihati anaknya tentang sikap orang-orang dan keusilan mereka tadi.
Luqman berkata, “Sesungguhnya kita tidak bisa terlepas dari gunjingan orang lain.”
Anaknya bertanya, “Bagaimana cara kita menanggapinya, Ayah?”
Luqman meneruskan nasihatnya, “Orang yang berakal tidak akan mengambil pertimbangan melainkan hanya kepada Allah Swt. Barang siapa mendapat petunjuk kebenaran dari Allah, itulah yang menjadi pertimbangannya dalam mengambil keputusan.”
Kemudian Luqman Hakim berpesan kepada anaknya, katanya, “Wahai anakku, carilah rizki yang halal supaya kamu tidak menjadi fakir. Sesungguhnya orang fakir itu akan tertimpa tiga perkara, yaitu tipis keyakinannya (iman) tentang agamanya, lemah akalnya (mudah tertipu dan diperdayai orang) dan hilang kemuliaan hatinya (kepribadiannya). Lebih dari sekedar tiga perkara itu, orang-orang yang s**a merendah-rendahkan dan menyepelekannya.”
dari kisah diatas semoga kita bisa mendapat pelajaran yang berharga, selama apa yang kita lakukan itu diiringi niat baik, keikhlasan dalam berproses dan tidak melanggar syari'at, maka omongan orang tentang apa yang kita perbuat tidak usah diambil hati dan tidak perlu khawatir. bahkan jangan sampai omongan negatif orang pada kita mendorong kita menjadi malas melakukan pekerjaan, minder / rendah diri, tidak bersemangat lagi dan mendorong kita melakukan hal-hal yang tidak terpuji lainnya. jadikan semua itu sebagai batu ujian yang bisa kita jadikan pijakan untuk melangkah lebih jauh lagi. Kalaupun khawatir, khawatirlah jika yang kita lakukan itu jelek dimata Allah dan mengundang murka Allah, naudzubillah....
wallohu "alam bisshowab...
semoga bermanfaat..:)
Click here to claim your Sponsored Listing.
Location
Category
Address
Bogor
16913