14/08/2018
6 AMALAN UTAMA di AWAL DZULHIJJAH
Credit :https://rumaysho.com
Pertama: Puasa
Disunnahkan untuk memperbanyak puasa dari tanggal 1 hingga 9 Dzulhijah karena Nabi shallallahu โalaihi wa sallam mendorong kita untuk beramal sholeh ketika itu dan puasa adalah sebaik-baiknya amalan sholeh.
Dari Hunaidah bin Kholid, dari istrinya, beberapa istri Nabi shallallahu โalaihi wa sallam mengatakan,
ุนููู ุจูุนูุถู ุฃูุฒูููุงุฌู ุงููููุจูููู -ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
- ููุงููุชู ููุงูู ุฑูุณูููู ุงูููููู -ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
- ููุตููู
ู ุชูุณูุนู ุฐูู ุงููุญูุฌููุฉู ููููููู
ู ุนูุงุดููุฑูุงุกู ููุซููุงูุซูุฉู ุฃููููุงู
ู ู
ููู ููููู ุดูููุฑู ุฃูููููู ุงุซููููููู ู
ููู ุงูุดููููุฑู ููุงููุฎูู
ููุณู.
โRasulullah shallallahu โalaihi wa sallam biasa berpuasa pada sembilan hari awal Dzulhijah, pada hari โAsyuraโ (10 Muharram), berpuasa tiga hari setiap bulannya[9], โฆโ[10]
Di antara sahabat yang mempraktekkan puasa selama sembilan hari awal Dzulhijah adalah Ibnu โUmar. Ulama lain seperti Al Hasan Al Bashri, Ibnu Sirin dan Qotadah juga menyebutkan keutamaan berpuasa pada hari-hari tersebut. Inilah yang menjadi pendapat mayoritas ulama. [11]
Kedua: Takbir dan Dzikir
Yang termasuk amalan sholeh juga adalah bertakbir, bertahlil, bertasbih, bertahmid, beristighfar, dan memperbanyak doโa. Disunnahkan untuk mengangkat (mengeraskan) suara ketika bertakbir di pasar, jalan-jalan, masjid dan tempat-tempat lainnya.
Imam Bukhari rahimahullah menyebutkan,
ููููุงูู ุงุจููู ุนูุจููุงุณู ููุงุฐูููุฑููุง ุงูููููู ููู ุฃููููุงู
ู ู
ูุนููููู
ูุงุชู ุฃููููุงู
ู ุงููุนูุดูุฑู ุ ููุงูุฃููููุงู
ู ุงููู
ูุนูุฏููุฏูุงุชู ุฃููููุงู
ู ุงูุชููุดูุฑูููู . ููููุงูู ุงุจููู ุนูู
ูุฑู ููุฃูุจูู ููุฑูููุฑูุฉู ููุฎูุฑูุฌูุงูู ุฅูููู ุงูุณููููู ููู ุฃููููุงู
ู ุงููุนูุดูุฑู ููููุจููุฑูุงูู ุ ููููููุจููุฑู ุงููููุงุณู ุจูุชูููุจููุฑูููู
ูุง . ููููุจููุฑู ู
ูุญูู
ููุฏู ุจููู ุนูููููู ุฎููููู ุงููููุงููููุฉู .
Ibnu โAbbas berkata, โBerdzikirlah kalian pada Allah di hari-hari yang ditentukan yaitu 10 hari pertama Dzulhijah dan juga pada hari-hari tasyriq.โ Ibnu โUmar dan Abu Hurairah pernah keluar ke pasar pada sepuluh hari pertama Dzulhijah, lalu mereka bertakbir, lantas manusia pun ikut bertakbir. Muhammad bin โAli pun bertakbir setelah shalat sunnah.[12]
Catatan:
Perlu diketahui bahwa takbir itu ada dua macam, yaitu takbir muthlaq (tanpa dikaitkan dengan waktu tertentu) dan takbir muqoyyad (dikaitkan dengan waktu tertentu).
Takbir yang dimaksudkan dalam penjelasan di atas adalah sifatnya muthlaq, artinya tidak dikaitkan pada waktu dan tempat tertentu. Jadi boleh dilakukan di pasar, masjid, dan saat berjalan. Takbir tersebut dilakukan dengan mengeraskan suara khusus bagi laki-laki.
Sedangkan ada juga takbir yang sifatnya muqoyyad, artinya dikaitkan dengan waktu tertentu yaitu dilakukan setelah shalat wajib berjamaโah[13].
Takbir muqoyyad bagi orang yang tidak berhaji dilakukan mulai dari shalat Shubuh pada hari โArofah (9 Dzulhijah) hingga waktu โAshar pada hari tasyriq yang terakhir. Adapun bagi orang yang berhaji dimulai dari shalat Zhuhur hari Nahr (10 Dzulhijah) hingga hari tasyriq yang terakhir.
Cara bertakbir adalah dengan ucapan: Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa ilaha illallah, Wallahu Akbar, Allahu Akbar, Walillahil Hamd.
Ketiga: Menunaikan Haji dan Umroh
Yang paling afdhol ditunaikan di sepuluh hari pertama Dzulhijah adalah menunaikan haji ke Baitullah. Silakan baca tentang keutamaan amalan ini di sini.
Keempat: Memperbanyak Amalan Sholeh
Sebagaimana keutamaan hadits Ibnu โAbbas yang kami sebutkan di awal tulisan, dari situ menunjukkan dianjurkannya memperbanyak amalan sunnah seperti shalat, sedekah, membaca Al Qurโan, dan beramar maโruf nahi mungkar.
Kelima: Berqurban
Di hari Nahr (10 Dzulhijah) dan hari tasyriq disunnahkan untuk berqurban sebagaimana ini adalah ajaran Nabi Ibrahim โalaihis salam. Silakan baca tentang keutamaan qurban di sini.
Keenam: Bertaubat
Termasuk yang ditekankan p**a di awal Dzulhijah adalah bertaubat dari berbagai dosa dan maksiat serta meninggalkan tindak zholim terhadap sesama. Silakan baca tentang taubat di sini.
Intinya, keutamaan sepuluh hari awal Dzulhijah berlaku untuk amalan apa saja, tidak terbatas pada amalan tertentu, sehingga amalan tersebut bisa shalat, sedekah, membaca Al Qurโan, dan amalan sholih lainnya.[14]
Sudah seharusnya setiap muslim menyibukkan diri di hari tersebut (sepuluh hari pertama Dzulhijah) dengan melakukan ketaatan pada Allah, dengan melakukan amalan wajib, dan menjauhi larangan Allah.[15]
Alhamdulillahilladzi bi niโmatihi tatimmush sholihaat. Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna.
Sedang Cari Hunian/Investasi Syariah?
Klik :
http://www.alfatihproject.info/
http://www.alfatihproject.info/
http://www.alfatihproject.info/