08/02/2022
Assalaamu'alaikum wr. wb.
Ayah, Bunda, Bapak, Ibu, barangkali ada yang memiliki anak, keponakan, saudara yang memiliki keahlian dan pengalaman di bidang keperawatan...
Kami undang untuk bergabung dengan tim Rumah Sehat DAWA...
Wa'alaikum salaam wr. wb.
17/11/2020
Alhamdulillah 1 lagi unit usaha DAWA baru di launcing kemarin, semoga menjadi penambah dukungan DAWA dalam memberikan pendidikan terbaik bagi para Santri penghafal Alquran yang berakhlakul karimah, cerdas, mandiri dan sukses...aamiin yaa Rabbal 'aalamiin
01/01/2018
"Resolusi 212"
Dipenghujung hari di tahun 2017
Kenapa banyak orang membuat Resolusi ?
Bisa jadi karena Resolusi adalah proses perubahan menjadi lebih baik dari waktu ke waktu.
Lebik baik dari sisi pemanfaatan waktu, pemberdayaan diri serta kontribusi kemanfaatan.
Baginda Rasulullah SAW adalah contoh terbaik dalam membuat Resolusi. Beliau bersabda "Barang siapa hari ini lebih baik dari hari kemarin maka Ia menjadi Orang yang beruntung, barang siapa hari ini sama dengan hari kemarin maka Ia Orang yang sia-sia dan barang siapa hari ini lebih buruk dari hari kemarin maka Ia Orang yang merugi.
Betapa Allah SWT telah menganugerahkan kepada kita kehidupan di 2 alam, yaitu alam ruh dan juga alam rahim. Saat ini dengan RahmatNYA juga kita dianugerahi mengarungi 1 alam yaitu alam Fana yang bernama alam dunia. Tidak lama lagi kita akan dianugerahi 2 alam yang masanya lebih lama, panjang dan kekal abadi yaitu alam barzakh dan alam akhirat.
Sudahkah bagian dari kita masing-masing membuat Resolusi terbaik untuk memasuki 2 alam tersebut ?
Panduan dari Baginda Rasulullah dalam beresolusi menjadi lebih baik dari waktu ke waktu adalah dengan mengingat Allah dan bersyukur kepadaNYA serta selalu ingat akan kematian...
13/12/2017
Alhamdulillah...pendidikan Kepanduan juga diberikan dan diterapkan di PADS.
Semangat terus ya Ananda tercinta...
Persiapkan diri Kalian jadi generasi penerus bangsa yang ber-Iman, ber-Taqwa, Disiplin, Mandiri, Berdaya Guna serta S**a Menolong sesama ya...
08/12/2017
Disela-sela kesibukan mengajar, mendidik dan memotivasi Ananda Santri... Para Asatidz menyempatkan memantaskan diri di depan kamera dengan Seragam Baru nya....
26/09/2017
Assalaamu'alaikum wr. wb.
Ayah Bunda yang dirahmati Allah, mohon do'a nya pagi ini PPDS akan disurvey oleh Diknas Pemkab Bogor dalam rangka Perijinan Penyelenggaraan Pendidikan resmi.
Semoga survey nya berjalan lancer dan PPDS mendapatkan Ijin Resmi Sekolah Islam lalu dilanjutkan dengan Akreditasi...
Aamiin yaa Rabbal 'aalamiin....😇😇😇
Wassalaamu'alaikum wr. wb.
25/09/2017
Di tengah gencarkan polemic nonton bareng film G30S/PKI, bersama Ananda tercinta Santri PPDS kami nonton bareng film Muhammad The Messengger of GOD untuk menambah wawasan sejarah pembawa Risalah Islam....
Sebelum dimulai seperti biasa diawali dengan sebuah pertanyaan singkat "Siapa panutan ummat Islam ?" "Sejauh mana pengetahuan kalian tentang Baginda Nabi Muhammad Rasulullah SAW ?"
Dan nonton bareng pun dimulai, sambil menikmati jajanan Para Santri menikmati dengan seksama. Walau film nya berbahasa Arab namun dengan diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia oleh Narator menambah antusias mereka menonton film ini selama 2 jam setengah.
Ada yang terlelap karena lelah setelah bersih-bersih Ponpes, ada yang terus bertanya-tanya itu siapa, itu di mana, perangnya kapan dan seterusnya... membuat suasana nonton bareng semakin mengasyikkan...
Setelah film selesai, sebelum bubar ditutup dengan sebuah pertanyaan singkat "Pelajaran terbaik apa yang kalian semua dapatkan wahai Anak-anakku saying ?"
Dijawab dengan lantang "Akhlak yang baik dan terpuji Ustad".
Subhanallah...Alhamdulillah... mereka cukup cerdas untuk menyimak dan mengambil pelajaran dari nonton bareng kali ini.
Yaa Allah, Semoga Engkau menganugerahkan kepada anak-anak Santri PPDS ini menjadi generasi Qurani yang shaleh-shalehah, berakhlaqul karimah dan berilmu pengetahuan serta membawa Rahmatan lil 'aalamiin bagi masyarakat dimana saja mereka berada kelak... Aamiin yaa Rabbal 'aalamiin...
18/08/2017
"Me Merah-Putihkan bumi Daarus Shofwah"
Hubbul wathon minnal iman, hadist ini yang mendasari para Dewan Guru dan Santri PPDS melaksanakan Upacara Memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-72.
Sangat Semarak, meriah, penuh hidmat serta keceriaan dan kebahagiaan bersama menikmati aneka lomba-lomba
Karena kami INDONESIA !
Karena kami CINTA Tanah Air dan Bangsa !
Karena Negara Kita adalah Anugerah dari Allah SWT yang begitu besar...
Mari Kita rawat dan jaga bersama-sama...
Merdeka !
Merdeka !
Merdeka !
Allahu Akbar !
25/07/2017
Syukur alhamdulillah... Ponpes Daarus Shofwah lahir dari niat baik Gurunda Ustazah Bahijah Hamid dan Kyai Ahmad Yazid Ramli, Lc yang dimatangkan dengan proses Coaching dipandu oleh Coach Anitawati Seman dan Coach Anto Pratikno sebagai Alumni dari Vanaya Coaching Institute dan Erickson Coaching International College 3 tahun silam.
Hingga saat ini metode Coaching terus disemaikan di Ponpes ini. Dewan Pembina, Dewan Pengurus, Pimpinan dan Dewan Guru sudah merasakan manfaat dari Coaching tersebut dan masih terus akan merasakan dengan menjadikan Coaching bagian dari Pengajaran dan Pembelajaran.
Ponpes Daarus Shofwah dengan dukungan dari Coachnesia (Para Coach Alumni Vanaya Coaching Institute) insya Allah menjadi Trend Setter Pondok Pesantren di Indonesia dengan pendekatan Coaching.
Pondok Pesantren Anda juga ingin merasakan bagaimana dicoaching lalu belajar mengcoaching ?
Silahkan kunjungi Ponpes Daarus Shofwah ya...
--------------------------------------------------------------------------------------
Vanaya Coaching Institute
Kemarin pukul 12:19
"Kami di perusahaan, sering melihat salah kaprah mengenai coaching, dimana ketika mereka telah 5 tahun atau 10 tahun di perusahaan maka mereka akan menjadi coach, dan melakukan coaching, tanpa mengetahui bahwa apa yang mereka lakukan itu mungkin adalah mentoring, pitching, or just helping, tapi bukanlah coaching, itu yang mungkin miss concept yang paling banyak ditemukan di korporasi saat ini, kami menganggap kami melakukan coaching setiap hari, tapi saya tidak begitu yakin apakah benar itu coaching, maka dari itu saya telah mendaftarkan diri untuk mengtikuti program sekolah coaching di Vanaya Coaching Institute selanjutnya" papar bapak W***y Saelan didampingi Wagub DKI Jakarta yang baru Pak Sandiaga Uno, diikuti tepuk tangan dan tawa dari para coach yang hadir.
HBH COACHNESIA - 15 Juli 2017
--------------------------------------------------------------------------------------
24/07/2017
Assalaamu'alaikum wr. wb. Ayah-Bunda yang di-Rahmati dan di-Cintai Allah SWT... Saya sharingkan tulisan yang bagus perihal filosofi Anak Baik dan Anak Nakal sebagai pembelajaran kita bersama ya... Semoga berkenan...
Bagaimana cara memutus siklus Anak Nakal ?
(Catatan seorang saudara)
Saat ngopi bareng mas Dodik Mariyanto di teras belakang rumah, iseng-iseng saya buka obrolan dengan satu kalimat tanya:
"Mengapa anak baik biasanya semakin baik, dan anak nakal biasanya semakin nakal ya mas?"
Mas Dodik Mariyanto mengambil kertas dan spidol, kemudian membuat beberapa lingkaran-lingkaran.
"Wah s**a banget, bakalan jadi obrolan berbobot nih", pikir saya ketika melihat kertas dan spidol di tangan mas Dodik.
Mas Dodik mulai menuliskan satu hadist:
رِضَى الرَّبِّ فِي رِضَى الوَالِدِ، وَسَخَطُ الرَّبِّ فِي سَخَطِ الْوَالِدِ
“Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua dan murka Allah tergantung pada murka orang tua”
Artinya setiap anak yang baik, pasti membuat ridho orangtuanya, hal ini akan membuat Allah Ridho juga.
Tapi setiap anak nakal, pasti membuat orangtuanya murka, dan itu akan membuat Allah murka juga.
"Kamu pikirkan implikasi berikutnya dan cari literatur yang ada untuk membuat sebuah pola", tantang mas Dodik ke saya.
Waaah pak Dosen mulai menantang anak baik ya, s**a saya.
Setelah membolak balik berbagai literatur yang ada, akhirnya saya menemukan satu tulisan menarik yang ditulis oleh kakak kelas mas Dodik, yaitu mas Dr. Agus Purwanto DSc, disana beliau menuliskan bahwa anak nakal dan anak baik itu bergantung pada ridho dan murka orangtuanya.
Akhirnya kami berdua mengolahnya kembali, membuatnya menjadi siklus anak baik (lihat gambar siklus 1) dan siklus anak nakal ( lihat siklus 2)
Siklus Anak Baik ( siklus 1)
Anak Baik -> orangtua Ridho -> Allah Ridho -> keluarga berkah -> bahagia -> anak makin baik
Siklus Anak nakal ( siklus 2)
Anak Nakal -> orangtua murka -> Allah Murka -> keluarga tidak berkah -> tidak bahagia -> anak makin nakal
Kalau tidak ada yang memutus siklus tersebut, maka akan terjadi pola anak baik akan semakin baik, anak nakal akan semakin nakal.
Bagaimana cara memutus siklus Anak Nakal? Ternyata kuncinya bukan pada anak melainkan pada ORANGTUANYA.
Anak Nakal -> ORANGTUA RIDHO ->Allah Ridho -> keluarga berkah -> bahagia -> anak jadi baik.
Berat? iya, maka nilai kemuliaannya sangat tinggi. Bagaimana caranya kita sebagai orangtua/guru bisa ridho ketika anak kita nakal?
ini kuncinya:
َإِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ“
"Bila kalian memaafkannya... menemuinya dan melupakan kesalahannya...maka ketahuilah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayan".
(QS 64:14).
Caranya orangtua ridho adalah menerima anak tersebut, memaafkan dan mengajaknya dialog, rangkul dengan sepenuh hati, terakhir lupakan kesalahannya.
Kemudian sebagai pengingat selanjutnya, kami menguncinya dengan pesan dari Umar bin Khattab:
"Jika kalian melihat anakmu/anak didik mu berbuat baik, maka puji dan catatlah, apabila anakmu/anak didikmu berbuat buruk, tegur dan jangan pernah engkau mencatatnya".
(Umar Bin Khattab)
Tidak ada anak nakal, yang ada hanyalah anak belum tau.
Tidak ada anak nakal, yang ada hanyalah orang tua yang tak sabar.
Tak ada anak nakal, yang ada hanyalah pendidik yang terburu-buru melihat hasil.
Semoga bermanfaat...