Al Khidmah Bogor

Al Khidmah Bogor

Share

Majlis Dzikir ,Yasin, Tahlil, & Maulidurrasul Muhammad Shallallahu'alaihi wasallam Email : [email protected]
Twitter : @alkhidmahbogor

Majlis kebersamaan dalam :

* Berdzikir kepada Allah SWT
* Membaca qiroatul quran
* Bersolawat kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW
* Membaca manaqib lisultonul auliya' Syekh Abdul Qodir Al Jailani r.a
* Berdo'a mendokan kedua orang tua para leluhur, guru- sampai arwahul muslimin wal muslimat al akhya'i minhum wal amwat, fi jami' il jihad.

Photos 03/12/2019

Majlis Dzikir MalidurRasul SAW Jamaah Al Khidmah Bogor


t.me/publikasialkhidmah

Live Dzikir Fida' Al Fithrah 2019 06/04/2019

https://youtu.be/O4Mpa4_6gpA

Live Streaming Majlis Dzikir WA Maulidurrasul SAW Dan Haul Akbar

Di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya

Jangan Lupa Like Comment serta Subcribe dan tekan tombol lonceng untuk mendukung channel ini
Ikuti terus rangkaian live streaming Al Wava Documentasi semoga dapat mengobati rindu kita di majlis majlis beliau amin.
🙂🙂😇🙂🙂

Live Dzikir Fida' Al Fithrah 2019 Majlis Dzikir wa Khotmil Qur'an Pon. Pes. Assalafi Al Fithrah tahun 2019

28/11/2018

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

Mengundang dan mengajak untuk bersama-sama hadir dalam Majlis Dzikir wa Maulidurrosul SAW dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, yang akan dilaksanakan pada:

📆 Kamis, 29 November 2018
🕦 18.30 (ba'da maghrib-selesai)
🏡 Perumahan Cijujung Permai, Blok A, Kav 2. Jl. Siliwangi, Desa Cijujung, Sukaraja, Bogor. (Depan Alfamart)

Semoga kita diberi nikmat kemudahan hati, kemudahan rezeki dan waktu untuk hadir dalam majlis ini.
Terima kasih 😊🙏

Wassalamulaikum Wr. Wb.
Pengurus Al-Khidmah Bogor

P/s
Diharapkan hadir sebelum maghrib, majlis akan langsung dimulai setelah sholat maghrib.

16/07/2018

Bagian akhir dari dawuh Beliau RA ini adalah salah satu ajaran dan nilai hidup yang penting untuk diterapkan: toleran dan menghargai sikap/pilihan orang lain. Semoga bisa...

16/07/2018

Q(uestion) & A(nswer) About Khushushi 2

Q: KENAPA dalam prosesi khushushi, shalawat yang dipilih untuk dibaca adalah shalawat ummiyah (Allahumma shalli 'alaa sayyidinaa Muhammadin Nabiyyil ummiyyi wa 'alaa -aalihii washahbihi wasallim)?.

A: DIDAWUHKAN dalam sebuah dawuh bahwa semua pintu (untuk menuju ke hadiratNya) tertutup kecuali melalui Rasulullah SAW terlebih dahulu. Caranya tentu saja adalah dengan (banyak) membaca shalawat kepada Beliau. Dalam pengajian yang lain (Sowanan Terakhir), secara implisit Beliau RA juga pernah dawuh bahwa seseorang tidak akan bisa makrifat kepada Allah SWT sebelum ia makrifat terlebih dahulu kepada Nabi Muhammad SAW. Karena biar bagaimanapun dan sehebat apa pun kualitas spiritual seseorang yang sedang menempuh jalan sufistik, muara atau ujung dari perjalanan spiritualnya tersebut harus melewati serta melalui (jalur) Rasulullah SAW sebagai kekasih Allah SWT yang paling kinasih.

Sudah banyak tulisan atau ceramah yang membahas keutamaan dari membaca shalawat. Jadi dalam tulisan ini, kiranya hal tersebut tak perlu lagi untuk diperpanjang. Yang agak sedikit mengusik rasa penasaran mungkin memang terletak pada pemilihan dari shalawat ummiyah itu sendiri sebagai –sebut saja— ‘official’ shalawat atau shalawat ‘resmi’ yang dipakai dalam majlis khushushi. Padahal sebagaimana kita tahu, sebenarnya banyak sekali redaksi-redaksi shalawat yang secara isi atau makna maupun fadlilahnya (secara khusus) sangat luar biasa dan dicetuskan oleh para ulama yang juga tak kalah luar biasanya. Beberapa literatur kitab yang mengulas tentang shalawat juga menyebutkan bahwa shalawat yang paling afdlal bukan shalawat ummiyyah ini, namun shalawat Ibrahimiyah yang selalu kita baca saat tahiyat akhir dalam shalat. Tapi kenapa pilihan itu kemudian tetap ‘jatuh’ pada shalawat ummiyyah?.

Dalam pengajian yang lain, ketika membahas gelar Nabi SAW yang Ummiy ini, Yai Rori RA secara tak langsung juga pernah menyinggungnya. Disampaikan di sana bahwa dari sekian banyak gelar yang bagus-bagus dan kesemuanya disematkan kepada Nabi SAW, gelar “Al Ummiy” ini mungkin salah satu gelar yang sifatnya –sebut saja— ‘anomali’, minimal jika dibandingkan dengan gelar Beliau lainnya seperti “Al Amin”, “Shiddiq”, “Fathanah” dan yang semisal dengannya. Kalau seandainya kita boleh mengklasifikasikan gelar-gelar tersebut menjadi dua, kiri dan kanan, maka gelar seperti “Al Amin” (dapat dipercaya), “Shiddiq” (jujur), “Fathanah” (cerdas) dan yang semisalnya tentulah akan masuk ke klasifikasi “gelar kanan”. Sedangkan gelar “Al Ummiy” yang (menurut salah satu pendapat) dimaknai sebagai “buta huruf”, tentu masuk ke dalam klasifikasi “gelar kiri”. Dan dalam konsep maqamat di dunia tasawuf pun, ada yang namanya maqam khauf dan raja-. Terang saja gelar “Al Ummiy” tersebut masuk ke dalam kategori maqam khauf.

Itu artinya, dengan membaca shalawat ummiyah tersebut, selama khushushi –karena mulai awal khushushi sampai akhir, kita memang terus merepetisi dan mengulangi membaca shalawat ummiyah--, kita (seolah memang) disetting untuk lebih banyak berada pada maqam khauf daripada raja-. Jadi, dengan mengulang-ulang shalawat ummiyyah yang kasarannya ngomong ‘hina’ tersebut –sebab “Al ummiy” salah satunya bermakna “buta huruf”--, diharapkan perasaan-perasaan (dalam maqam) khauf seperti rendah diri, rendah hati, iftiqaar (sangat butuh kepadaNya), inkisaar (perasaan hancur-lebur tak berdaya dan merasa serba kurang dalam diri), serta idlthiraar (mepet-kepepet) bisa lebih mudah terbangun serta terkondisikan. Istilah anak muda zaman sekarang, agar chemistrynya mudah didapat.

Dan ketika seorang hamba sudah merasa hina, papa, bukan siapa-siapa, merasa mepet dan kepepet, serta berbagai ekspresi ketidak berdayaan lainnya, maka peluang doanya akan didengar serta dikabulkan oleh Allah SWT yang Maha Perkasa akan semakin besar. Seperti firmanNya dalam QS. An Naml: 62, “Amman yujiibul mudltharra idzaa da’aah”. (Atau, siapakah yang mengabulkan doa seorang yang kepepet (idlthiraar) apabila ia berdoa kepadaNya?). Wallahu a'lam.



05/04/2018
10/09/2017

Ya Allah, mudah-mudahan kami senantiasa dilindungi dan diberikan keselamatan dunia akhirat oleh Mu Ya Robb...aamiin

Photos 08/09/2017
Photos from Al Khidmah Bogor's post 01/09/2017

Selamat hari raya idul adha..
Hakikat qurban adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Maka kita harus belajar dari kisah yang ada dibalik perintah berqurban.
Semoga kita dapat memaknai setiap nikmat yg kita terima dg syukur serta menghamba kepada Allah SWT dengan rela dan ikhlas.

Ingat Qurban hewan sesuai syariat islam..
jangan sampai kamu cuma Qurban perasaan 😁😁😁

Ttd

Admin fanpage

Want your school to be the top-listed School/college in Bogor?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Address


Kelurahan Balumbang Jaya No9 Rt1RW 05, Babakan Lebak, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor
Bogor
16680