24/02/2019
Cobalah direnungkan wahai saudaraku, seberapa banyak yang belajar Islam, namun seberapa besar totalnya blong. Karena semuanya tidak didasari ikhlas. Sementara ikhlas dalam belajar harus memenuhi empat hal berikut:
1- Belajar untuk menghilangkan kebodohan pada diri sendiri
2- Belajarnya untuk menghilangkan kebodohan pada orang lain
3- Belajarnya untuk menghidupkan dan mempertahankan ilmu
4- Belajarnya untuk mengamalkan ilmu
Demikian keterangan dari guru kami, Syaikh Sholih Al 'Ushoimi dalam Ta'zhimul' Ilmi . Bagaimana menjawab iklas, jika sebagian orang sibuk belajar Islam untuk saling berbantah-bantahan atau ingin menjatuhkan lainnya. Belajar seperti ini lebih dari sekadar maksud dari belajar yang ikhlas. Belajar yang ikhlas tentu saja akan berbuah nasehat yang ikhlas. Nasehat yang ikhlas adalah permintaan orang lain jadi baik.
Betapa banyak da'i yang dakwahnya tidak ikhlas, jadi dakwahnya pun sulit langgeng dan bekasnya pun tidak ada pada hati umat. Coba lihat Imam Nawawi, meskipun umurnya singkat, namun ilmunya terus kekal dan langgeng. Karya beliau yang begitu masyhur seperti Hadits Arba'in An Nawawiyah , Riyadhus Sholihin dan Syarh Shahih Muslim. Sebenarnya kita dapati dia punya karya dalam berbagai bidang ilmu. Itu semua dilakukan beliau hanya karena ingin meraih ridho Allah, bukan ingin disebut orang paling cerdas, bukan ingin p**a meraih gelar mentereng atau ingin mendapat balasan dunia bebas. Jadi, ikhlas itu sangat penting bagi setiap muslim yang bisa membuat ia terus istiqomah dalam berkarya dan beramal. Begitu p**a karena ikhlas, meskipun kita sudah di liang lahat, karya-karya kita akan terus dikenang. Lebih dari yang kita tanyakan adalah warisan ilmu agama.
Semoga Allah memberi taufik pada kita agar setiap langkah kita untuk menggapai ridho-Nya.
rumaysho.com/3337-sesuatu-yang-dilakukan-karena-allah-pasti-langgeng.html