Lafadz cinta untuk calon imamku

Lafadz cinta untuk calon imamku

Share

Cinta adalah sebuah amalan hati yg akan terwujud dalam (amalan) lahiriah,
Apabila cinta itu sesuai degan apa yg diridhai Alloh,
maka ia akan menjadi ibadah

Photos from Lafadz cinta untuk calon imamku's post 01/04/2025

Eid Mubarak 1446 H 🙏

23/03/2025
Photos from Lafadz cinta untuk calon imamku's post 12/02/2025

Masya Allah Tabarakallah

29/01/2025

Nak,

Jika kelak, air matamu jatuh dan tak ada yang membasuh wajahmu... ke sini Nak. Pulanglah ke sini. Akan selalu ada seseorang yang akan menghapus air mata itu dan mengubahnya menjadi senyuman.

Tidak akan Nak, tidak akan pernah kau dapati ibumu ini meninggalkanmu barang sedetikpun. No matter what. Bagaimanapun hidupmu dan bagaimanapun keadaanku, kamu selalu memiliki ruang yang bisa kau gunakan kapanpun kau mau. Kau bisa melepaskan tangis dan tawamu di sana.

Aa dan adik
Ku lahirkan kalian atas amanah Allah Azza wa Jalla. Maka akan ku jaga kalian juga berdasarkan amanah-Nya. akan berjalan bersama kalian di seluruh sisa hidupku, selama kita tetap ada di garis iman yang sama.

Jangan pernah melakukan sesuatu yang menghantarkan harus memilih antara kamu dengan Allah dan Rasul-Nya. Jangan pernah Nak. Karena bukankah kita telah bersepakat, bahwa seterpuruk apapun kita terjerembab, kita hanya akan berjalan di atas jalan yang Allah ridhai.

Maka ku wasiatkan kepadamu Nak sebagaimana Lukman berwasiat kepada keturunannya, janganlah bersekutu dengan apapun selain Allah Ta'ala, Hiduplah hanya untuk-Nya, matilah juga di atas keridhoan-Nya.

Aku, tak pernah meminta agar kelak kau berbakti kepadaku. Karena setelah ku hantarkan kau di depan gerbang juangmu dengan segala perbekalan yang kuberikan, maka selesailah tugasku. Pergilah...

💗

Photos from Lafadz cinta untuk calon imamku's post 26/01/2025

We need the muslim armies to save palestine!

Berharap menjadi saksi pembelaan kami di hadapannya kelak, bahwa kami tidak diam saja sebagain penonton melainkan ikut berjuang untuk membebaskan Palestina

Photos from Lafadz cinta untuk calon imamku's post 12/09/2024

Peran Pemuda Sebagai Agent Of Change 

Potensi generasi muda sangat besar untuk berperan aktif dan memberi kontribusi dalam membangun serta membangkitkan sebuah peradaban.

xi

Photos from Lafadz cinta untuk calon imamku's post 11/07/2024

Guru Ummat

seorang muslim bisa berdakwah tanpa memiliki ilmu agama? Jawabannya, tidak bisa. Ini karena ia akan lebih banyak melakukan kesalahan (merusak) daripada menyampaikan kebenaran (memperbaiki). Sesungguhnya, seorang juru dakwah juga merupakan guru umat yang mengajarkan berbagai ilmu agama, serta menunjuki mereka pada jalan Islam nan gemilang.

Allah Swt. berfirman, “Katakanlah, ‘Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujah yang nyata.’” (QS Yusuf: 108).

Oleh karena itu, seorang guru umat semestinya giat menuntut ilmu agar memiliki tsaqafah Islam yang akan memudahkannya berinteraksi dengan umat. Apalagi ia juga dituntut mampu berpikir politis agar dapat mengurai berbagai problem dan kerusakan akibat penerapan sistem sekularisme. Jika guru umat sedang dirundung rasa malas dalam menuntut ilmu, bagaimana cara mengatasinya?

Menepis Rasa Malas
Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan para guru umat saat rasa malas melanda. Pertama, memurnikan niat hanya ditujukan kepada Allah Taala. Seorang yang ikhlas menuntut ilmu hanya karena Allah Swt., ia akan mendapatkan balasan pahala dari-Nya. Hal ini juga akan mengantarkan setiap muslim menjadi umat dengan derajat yang tinggi.

Firman-Nya, “Dan barang siapa yang menaati Allah dan Rasul-Nya, mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi, shiddiqin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah sebaik-baik teman.” (QS An-Nisa: 69).

Kedua, berada dalam lingkaran persahabatan yang mencintai ilmu. Memiliki teman yang saling mengingatkan dalam perkara agama merupakan rezeki yang sangat besar dari Allah Taala. Menjadi teman yang saling menyemangati dan menasihati, juga teman berdiskusi. Dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Seseorang akan mencocoki kebiasaan teman karibnya. Oleh karenanya, perhatikanlah siapa yang akan menjadi teman karib kalian.” (HR Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ahmad).

Ketiga, bersabar dan disiplin terhadap diri sendiri.

Photos from Lafadz cinta untuk calon imamku's post 16/06/2024

SHOLAT IEDUL ADHA DI LAPANGAN SEMPUR, BOGOR

10 Zulhijjah 1445 (versi Makkah) = 16 Juni 2024



Photos from Lafadz cinta untuk calon imamku's post 26/05/2024

Pelepasan peserta didik angkatan 14 🎓

Photos 16/04/2016

Lomba menulis cerpen Bertema Al-Ummu Madrosatul ula (Ibu adalah sekolah utama) dirindukan surga Bersama Majelis Pena Inspirasi dan penerbit Andita Mediatama (Deadline 11 Mei 2016 pukul 23.59 WIB).

Assalammu’alaikum wr.wb

Dari tangan ibu lah yang akan membantunya menorehkan warna dalam kehidupannya. Sekolah pertama ini yang akan menentukan nasib anak-anak kita ke depan. Sudahkah kita memiliki bekal itu? Penuhilah hidupnya dengan karakter serta pemikiran yang baik. Ajarilah anak kita agar menjadi anak yang shalih, sebab anak yang shalih adalah investasi bagi kedua orangtuanya. Buatlah cerpen semenarik mungkin dan tentu nya membuat pembaca menikmati tulisanmu. Maka dari itu, saya sebagai PJ Event bekerjasama dengan Penerbit Andita Mediatama mengadakan lomba menulis cerpen dengan tema “Al-Ummu Madrosatul ula (Ibu adalah sekolah utama) dirindukan surga”

Cek syarat dan ketentuannya, ya.
1. Syarat :
• Peserta merupakan Warga Negara Indonesia;
• Lomba terbuka untuk umum dan tidak ada batasan usia;
• Karya yang dikirimkan merupakan karya sendiri, belum pernah dipublikasikan, dan bukan saduran atau jiplakan;
• Cerpen ditulis dengan rapi, sesuai EYD dan tanda baca. Tidak diperkenankan memakai gaya menulis SMS (Alay)
• Add akun facebook Penerbit Andita Mediatama II
• Add akun pj Event Selvi Tridayani
• Like FansPage Majelis Pena Inspirasi
• Share info event ini di dinding pribadimu dan tag min. 25 teman literasimu.
• Deadline tanggal 11 Mei 2016, pukul 23.59 WIB

• Naskah tidak menyinggung SARA, tidak plagiat, tidak ada unsur pornografi, tidak bersifat merusak, tidak bersifat menyimpang dan menyesatkan pembaca, asli karya penulis sendiri, tidak sedang diikutsertakan dalam lomba dan belum pernah dipublikasikan di media manapun.
• Naskah cerpen diketik rapi dalam Ms. Office Word 2003/2007, kertas A4, margin 3-3-3-3 tiap sisi, Times New Roman 12, spasi 1,5 pt, pengaturan teks justify(Ctrl+J).
• Format penulisan :
JUDUL
NAMA PENULIS
ISI NASKAH
BIODATA NARASI (Minimal 50 kata)
• Panjang naskah cerpen antara 3-5 halaman A4 dan disertai biodata narasi dengan mencantumkan akun Facebook, alamat Email. (Biodata narasi diletakkan di halaman terpisah).
3. Sistem penilaian:
• Berisi nilai inspiratif
• Naskah sesuai prosedur/ketentuan
• Penggunaan EyD Bahasa Indonesia yang baik dan benar
• Kreatifitas pada naskah/memiliki unsur pembaruanPengiriman naskah
4. Pengiriman naskah:
• Subjek dan nama file ditulis : AUMU_Judul naskah_Nama penulis
• Naskah dikirim ke e-mail [email protected] berupa attachment/lampiran
1.

4. Reward :
a. Juara1 : Mendapatkan Pulsa sebesar Rp 20.000 + E-Sertifikat Juara 1.
b. Juara2 : Mendapat Pulsa sebesar Rp 10.000 + E-Sertifikat Juara 2.
c. Semua kontributor akan mendapatkan E-Sertifikat sebagai penghargaan dari kami karena telah berpartisipasi.

Note:
• Update naskah dilakukan setiap seminggu sekali di FansPage Majelis Pena Inspirasi
• Tidak diperbolehkan merevisi naskah (mengirim ulang) melalui email, jadi harap diperhatikan baik-baik sebelum mengirimkan naskah supaya tidak ada nama yang sama.
• Peserta hanya boleh mengirimkan satu naskah terbaiknya
• Naskah yang tidak memenuhi syarat (nama file dan subjek email salah) akan di diskualifikasi.
• Mohon untuk membaca dengan teliti ketentuannya dan tidak menanyakan hal yang sudah tercantum.
penamu

PJ Event,

Selvi Tridayani

26/02/2016

Surat Terbuka Untuk LGBT Dari Muslimah Bercadar
---------------------------------------------------------------------
Bismillah..
Kemarin pagi saya membaca di linimasa akun facebook saya yang sedang ramai membicarakan tayangan Indonesia Lawyer Club yang tayang pada tanggal 16 Februari kemarin di TVOne. Karena penasaran, akhirnya saya klik tautan rekaman tayangan tersebut di youtube. Durasi totalnya sekitar 2 jam 45 menit. Saya simak benar-benar setiap perkataan narasumber. Lalu ketika narasumber dari komunitas LGBT membuka suara menuntut agar tidak mendapatkan diskriminasi alih-alih karena Hak Asasi Manusia, saya jadi penasaran, memang diskriminasi apasih yang mereka dapatkan?
Setelah mereka berbicara panjang lebar respon saya cuma satu, “Lho, jadi cuma gitu doang?” Kata mereka diskriminasi yang mereka dapat berupa bully, dilarang kerja di perusahaan tertentu, dilarang kuliah di kampus tertentu. Wah itu sih bagi saya hal sepele banget. Kalau hanya se sepele itu saya dan kawan-kawan saya lainnya yang bercadar juga gampang saja lapor KOMNAS HAM karena didiskriminasi.
Saya seorang mahasiswi dan bercadar dalam keseharian saya, baik ke kampus atau pergi ke mana pun. Mungkin saya adalah salah satu muslimah bercadar yang beruntung dibandingkan dengan teman-teman saya lainnya yang mengenakan cadar, keluarga saya mendukung saya dan kampus saya juga mengizinkan untuk bercadar. Banyak teman-teman saya yang bercadar mendapat pertentangan dari orang tuanya.
Tidak perlu sampai ke tahap mengenakan cadar, yang mengenakan jilbab syar’i (yang lebar) saja pun banyak yang mendapat pertentangan keras dari keluarganya. Ada yang sampai dikurung dan tidak boleh keluar-keluar. Ada yang kalau p**ang ke rumah dan ketahuan punya pakaian syar’i, pakaiannya digunting-gunting lalu dibakar oleh keluarganya, itu baru keluarga inti, keluarga yang paling dekat, bagaimana sekeluarga besar? Itu baru diskriminasi dari pihak keluarga belum dari pihak masyarakat.
Di masyarakat sendiri, kami pun sering mendapatkan perlakuan diskriminatif. Dipandang secara sinis, dicaci, dimaki, dikata-katai, dipermalukan di depan umum. Ketika menjadi pembeli kami tidak mendapat perlakuan yang manis dari para pelayan, dan masih banyak lagi, di antaranya:
1. Ketika saya berada di Rumah Sakit di salah satu kawasan di Yogyakarta, ada seorang bapak yang mencaci saya dengan mengatakan “Dasar Setan” dengan intonasi dan nada penuh kebencian.
2. Bulan lalu saya diteriaki oleh seorang sales disebuah pusat perbelanjaan “WOI ISIS”. Saya juga pernah diteriaki “TERORIS” ketika sedang berjalan di tengah keramaian Malioboro.
3. Ketika saya sedang naik Commuter Line, saya malah dijadikan bahan ancaman oleh seorang ibu-ibu untuk menakut-nakuti anaknya agar anaknya diam, “Kalau kamu gak mau diam, Ibu kasih kamu ke dia.” Memangnya saya semenyeramkan itu?
4. Ketika di bandara saya diperiksa dengan pemeriksaan super ketat yang itu TIDAK DILAKUKAN KEPADA CALON PENUMPANG PESAWAT LAINNYA. Ketika masuk Mall tas saya diperiksa padahal pengunjung yang lain tidak.
5. Saya juga pernah dikatai oleh seorang Waria di Sunmor UGM, “Iii ada Mbak Ninja”, lha kaum kalian teriak-teriak tidak mau didiskriminasi lho kok malah mendiskriminasi orang lain?
Lalu sang narasumber ILC juga menyampaikan bahwa banyak kaum LGBT yang dilarang bekerja di suatu perusahaan tertentu dan dilarang kuliah di kampus tertentu. Walah, hal yang seperti ini tidak hanya kalian yang merasakan, kami para muslimah bercadar dan/atau berjilbab lebar pun demikian.
Seandainya dibuat sebuah penelitian tentang mana yang lebih banyak jumlah diskriminasi, terhadap kaum LGBT ataulah terhadap muslimah bercadar dan/atau berjilbab lebar, saya yakin hasilnya perusahaan yang membolehkan pekerjanya dari kaum LGBT lebih banyak daripada perusahaan yang membolehkan karyawatinya bercadar.
Dalam ranah universitas pun, masih banyak universitas-universitas yang melarang Mahasiswinya bercadar. Banyak sekali. Bahkan teman-teman saya memakai masker untuk menutup wajah pun dilarang sampai pihak kampus memerintahkan petugas keamanan untuk memberi peringatan kepada mahasiswi yang berjilbab panjang dan mengenakan masker untuk menanggalkan maskernya.
Ada p**a teman saya yang disindir oleh dosennya, “Kamu pake masker karena keimanan yang kamu percaya atau karena sakit? Kalau karena imanmu, semoga kamu masuk surga deh.”
Salah satu narasumber dari pakar komunikasi UI, Bapak Ade Armando, menyampaikan bahwa ada mahasiswanya yang ketika ia berangkat dari rumahnya ia harus mengenakan pakaian laki-laki, lalu ditengah jalan ia berganti pakaian menjadi pakaian wanita, dan ketika di kampus ia berdandan seperti wanita, padahal aslinya ia adalah pria. Pak Ade, kasus seperti ini juga banyak sekali kami alami. Bahkan terjadi kepada mahasiswi bapak juga.
Teman-teman saya ketika liburan kuliah dan p**ang ke rumah terpaksa menanggalkan cadarnya, atau memendekkan jilbabnya agar tidak dicap ekstremis oleh orang tua dan tetangga-tetangganya di kampung. Lalu ketika kembali lagi ke kota tempatnya menimba ilmu, di tengah jalan ia harus berganti pakaian juga.
Diskriminasi lainnya yang tidak akan para LGBT rasakan dan hanya kami yang merasakan adalah sulitnya mau keluar negeri karena berbelit-belit di imigrasi, diinterogasi panjang lebar, dituduh sebagai teroris dan sebagainya. Tentu berbeda dengan kalian yang mudah saja ketika mau ke luar negeri. Jika kalian tidak diterima di negeri ini, kalian masih bisa ke luar negeri karena di luar negeri, khususnya negara barat, bisa menerima kalian. Tetapi berbeda dengan kami. Kami tetap saja menjadi bahan 'bullying' baik dalam negeri maupun luar negeri.
Barangkali kalian pun tidak pernah masuk ke tempat-tempat umum seperti mall atau bandara lalu diperiksa dengan pemeriksaan super ketat, bukan? Kami sering mengalaminya! Seakan-akan kami ini selalu dicurigai membawa bom atau akan melakukan aksi teror.
Dan satu lagi, jika kalian hanya akan di-bully saat menunjukkan "identitas" kalian, lain halnya dengan kami. Kami para muslimah bercadar dan/atau berjilbab lebar ini jadi korban bully sepanjang waktu.
Jelas apa yang kami dapatkan itu adalah bentuk-bentuk diskriminasi. Tapi apakah ada yang dengan gigih membela kami dari kalangan aktivis HAM? Mengapa justru membela sesuatu yang jelas-jelas menyimpang seperti LGBT?
Para aktivis HAM, ketika bicara tentang ajaran Islam, maunya islam dengan konsep Islam Nusantara, alasannya karena kearifan lokal. Namun ketika bicara urusan LGBT, maunya seperti luar negeri seperti Amerika, alasannya karena persamaan hak. Standar Ganda.
Intinya tidak perlu berlebihan. Kalian merasa menjadi pihak yang paling terzalimi sejagad Indonesia Raya dan merasa yang paling banyak mendapatkan perlakuan diskriminatif dibanding rakyat Indonesia lainnya. Masih banyak orang lain yang diperlakukan diskriminatif lebih parah daripada kalian, hanya saja mereka tidak koar-koar di media dan tidak menuntut belas kasih KOMNAS HAM.
Lagip**a jika kalian mendapatkan perlakuan yang berbeda, itu wajar dan sah-sah saja. Karena LGBT adalah penyakit, ancaman, penuh propaganda, menular, dan bertentangan dengan segala macam tinjauan baik secara medis, psikologis, agama, sosial, kemanusiaan, maupun tinjauan akal sehat manusia sehingga perlu mendapatkan perlakuan berbeda ketika muncul di tengah masyarakat. Adapun kami sebagai muslimah bercadar dan berjilbab, diskriminasi yang kami terima semata karena beberapa elemen masyarakat belum teredukasi dengan aturan ajaran Islam tentang jilbab. Cadar dan jilbab yang kami kenakan bukanlah sebuah penyakit, bukan p**a ancaman, tidak mengandung propaganda, tidak menular, tidak p**a bertentangan dengan tinjauan apapun baik sosial, medis, psikologis, apalagi agama.
Kami yang semestinya tidak pantas diperlakukan diskriminatif hanya karena lembaran kain gelap yang kami kenakan tidak mengemis belas kasihan masyarakat luas, apalagi Komnas HAM, agar bersikap wajar terhadap kami. Adapun kalian kaum LGBT, perlakuan diskriminatif masyarakat terhadap kalian memang sudah sewajarnya demi kebaikan kalian sendiri agar kembali menjadi manusia yang berorientasi seksual yang normal sehingga tidak lagi menjadi ancaman bagi masyarakat.
Selama kalian menyalahi fitrah kalian sebagai pria atau wanita yang diciptakan oleh Allah secara heteroseksual, jangan pernah berharap masyarakat akan sepenuhnya menerima kondisi kalian yang secara nyata telah menjadi ancaman dan bertentangan dengan berbagai tinjauan apapun.
Hadanillahu wa iyyakum. Semoga Allah memberi hidayahNya kepada saya dan kita semua.
Yogyakarta, 19 Februari 2016
Sheren Chamila Fahmi
Via Moslem Channel

Want your school to be the top-listed School/college in Bogor?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Address


Jalan Beringin 1 No.1 , Gadog - Pandansari, Bogor
Bogor