Bening Indonesia Foundation

Bening Indonesia Foundation

Share

Yayasan Bening Indonesia adalah yayasan yang bergerak dibidang pendidikan dan peningkatan keahlian buat masyarakat

Yayasan Bening Indonesia dibangun pada tahun 2001 sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian kami kepada masyarakat terutama kaum dhuafa. Yayasan Bening Indonesia adalah sebuah yayasan yang bergerak di bidang Pendidikan dan Ekonomi bagi kaum dhuafa. Saat ini Yayasan Bening Indonesia telah memiliki 6 sekolah PAUD yang tersebar di Kota Bogor dan Bali. Selama hampir 9 tahun berjalan, kami berusaha

Photos from Bening Indonesia Foundation's post 16/02/2021

Literasi adalah....

Kita bisa 'menemukan' makna keterampilan literasi salah satunya adalah saat ananda memiliki keterampilan menemukan makna dari bahasa teks dan nada sehingga mampu menuangkannya ke dalam bahasa bentuk lain.

Adakah yang bisa menjelaskan, apa hubungan antara judul lagu nasional dengan lukisan di sebelahnya?

Lalu jika literasi terus diasah dengan model yang tepat agar berkembang sesuai usia dan kebutuhannya, bisakah Kita bayangkan ketrampilan ananda ini kelak saat ia di usia setara SMP, SMA dan Pendidikan Lanjutan lain?

*(grafis judul lagu adalah milik lembaga lain sedangkan lukisan adalah salah satu luaran kelas peserta daring Taman Bahasa Indonesia Bogor 1 usia 9 Tahun😊)

Niken Larasati
Kepala Taman Bahasa Indonesia

Photos from Bening Indonesia Foundation's post 15/02/2021

Mari Berkisah

Berkisah memiliki kedudukan penting dalam penanaman akidah. Unsur -unsur berkisah meliputi pengambilan Ibroh, tashdiq quran (konfirmasi kebenaran), tafsil (penjelas segala sesuatu) serta hudan yaitu sebagai pedoman hidup.

Edisi Pojok Berkisah akan memberikan bekal kepada orang tua dalam wujud, cerita, konsep keislaman (akidah, ibadah dan manhaj) dan cara mengamplikasikan dalam pengasuhan.

Acara terdiri dari 3 bagian yaitu
1. Kisah,
2. Konsep dan
3. Urutan menerapan pada pengasuhan.

Selamat menyaksikan di hari Selasa via zoom dan channel yutube kami.

03/02/2021

Belajar saat Pandemik

Afra Diar Kinanti_Walikelas 4 SD Bening

"π‘Šπ‘Žβ„Žπ‘Žπ‘– π‘šπ‘Žπ‘›π‘’π‘ π‘–π‘Ž! π‘€π‘Žπ‘˜π‘Žπ‘›π‘™π‘Žβ„Ž π‘‘π‘Žπ‘Ÿπ‘– (π‘šπ‘Žπ‘˜π‘Žπ‘›π‘Žπ‘›) π‘¦π‘Žπ‘›π‘” β„Žπ‘Žπ‘™π‘Žπ‘™ π‘‘π‘Žπ‘› π‘π‘Žπ‘–π‘˜ π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘‘π‘’π‘Ÿπ‘‘π‘Žπ‘π‘Žπ‘‘ 𝑑𝑖 π‘π‘’π‘šπ‘– π‘‘π‘Žπ‘› π‘—π‘Žπ‘›π‘”π‘Žπ‘›π‘™π‘Žβ„Ž π‘˜π‘Žπ‘šπ‘’ π‘šπ‘’π‘›π‘”π‘–π‘˜π‘’π‘‘π‘– π‘™π‘Žπ‘›π‘”π‘˜π‘Žβ„Ž-π‘™π‘Žπ‘›π‘”π‘˜π‘Žβ„Ž π‘ π‘’π‘‘π‘Žπ‘›. π‘†π‘’π‘›π‘”π‘”π‘’β„Ž, π‘ π‘’π‘‘π‘Žπ‘› 𝑖𝑑𝑒 π‘šπ‘’π‘ π‘’β„Ž π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘›π‘¦π‘Žπ‘‘π‘Ž π‘π‘Žπ‘”π‘–π‘šπ‘’." (Q.S.2:168)

Saat bertanya kepada muridku,
"Apa itu makanan halal?"

Ada anak yang menjawab:
"Makanan yang ada label halalnya, Bu."

Bu guru nyengir aja mendengar jawaban anak-anak yang sangat konkrit 😁. Saya menjelaskan bahwa ada juga sesuatu yang bisa dimakan, tapi tidak memiliki label/cap halal.

Dimulai dari pembahasan makanan halal, munculah ide untuk memberi proyek mengenal ikan kepada anak-anak karena kami juga sedang membahas tentang hewan. Tentu saja bukan hanya dengan memperlihatkan gambar ikan lalu menjelaskan "Anak-anak ini namanya ikan. Ikan punya sirip, insang, ekor."

Banyak orang tidak menyadari bahwa melalui ikan, anak bisa memiliki pengalaman hidup yang bermakna. Dimulai dari nama ikannya, bentuk, tekstur, bagian-bagian tubuh hewan, habitat, berat, panjang, dan lain-lain. Selain itu, ada banyak ilmu, keterampilan hidup, juga hikmah yang bisa dipelajari dari ikan. Beberapa panca indera pun terstimulasi. Merasakan licinnya badan ikan, sisik, serta mencium aroma.

Kegiatan belum cukup hanya dengan mengenal bagian tubuhnya, anak-anak juga memiliki tanggung jawab untuk membersihkan dan mengolah ikan untuk dikonsumsi bersama keluarga tercinta.

Sungguh,
Aku mengajar di sekolah ini, tapi juga merasa dan ingin terus menjadi siswa di dalamnya. Namanya, Sekolah Dasar Bening Bogor.

Saat ini kami masih membuka penerimaan siswa baru loh, yuk gabung yuk!

More info:
www.sekolahbening.sch.id

Photos from Bening Indonesia Foundation's post 03/02/2021

Jangan - jangan...

Ditulis oleh Niken Larasati _ Kepala Taman Bahasa Indonesia

gambar gambar yang saya sertakan disini bukan hak milik saya karena punya orang lain
gambar gambar ini untuk stimuli ketrampilan membaca dan menulis level terampil yang bahkan mereka usia 16 tahun atau setara sma belum bisa melakukannya dengan cepat dan tepat. apakah anda atau anak anak perlu ikut taman bahasa gampang kok menentukannya silakan rangkai kalimat menggunakan gambar gambar ini menggunakan kaidah spok
Eit tapi tunggu dulu kalau anda terlambat menyadari ada yang salah dengan tulisan saya ini mungkin sebaiknya ikutkan anak anda berkegiatan di taman bahasa supaya bisa berbicara runut membaca bermakna dan menulis dengan runut menggunakan kaidah tanda baca dan ejaan yang tepat sehingga nantinya tidak membuat postingan yang membingungkan seperti ini

*Tantangan menemukan kesalahan apa saja yang ada pada tulisan di atas, dimulai sekarang!πŸ˜„πŸ˜„

Informasi lebih lanjut mengenai Taman Bahasa Indonesia Bogor, program, jadwal, dan instruktur, silakan menghubungi PJ di 087838370557 ya.
Ada 9 kursi lagi tersisa. Mulai dari usia 2 sampai lebih dari 12.

Photos from Bening Indonesia Foundation's post 29/01/2021

MANA DULU?
_Niken Larasati, Kepala Taman Bahasa Indonesia_

Tulisan ini, masih terkait dengan postingan Saya tentang rejeki sekolah 3N.
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=3622018101219701&id=100002346396760)

Hampir dua bulan belakangan cukup sering pesan Wa masuk bertanya tentang Taman Bahasa Indonesia Bogor.
Ya, Bening Indonesia Foundation tidak hanya punya SPS dan SD, tapi juga SMP HS, Rumah Quran dan, yang terkini dan kebetulan sedang cukup sibuk, adalah Taman Bahasa Indonesia Bogor.

Mulanya, model yang dipakai untuk kepentingan internal ini, difokuskan sebagai operasionalisasi konsep Sekolah Bening sebagai "Sekolah Berbasis Adab dan Literasi". Namun dalam waktu cukup singkat dan terkait situasi pembelajaran masa pandemi, model ini ternyata diminati para orangtua luar Sekolah Bening. Maka dibukalah Taman Bahasa Indonesia Bogor.

Agar bisa dijangkau lebih mudah , maka Taman Bahasa Indonesia Bogor dibuka di tiga lokal, yaitu Baranangsiang Indah, Mutiara Bogor Raya, dan terbaru, di Taman Yasmin.

Apa itu Taman Bahasa Indonesia Bogor? Mengapa sekarang yang berjalan, siswanya di rentang usia 2 sampai > 12 tahun? Kenapa kok anak teman saya bisa terlihat lebih mudah paham instruksi yang diberikan guru kelas?

Nah, Lebih baik wa saja ya. Insya Allah saya balas walaupun agak sore. Maklum meski digawangi 7 instruktur, Allhamdulillaah semua mulai penuh jadwal mengajarnya. Lagi p**a, hal terkait program dan perkembangan siswanya amat beragam, dan semua, - - atas ijin Allah tentu-- amat menginspirasi. Tak muat ditulis di sini. Karena kalau secara verbal pun 45 menit belum tuntas sampai diingatkan sama Ketua Yayasan.. πŸ˜…

Ya jadi, segera hubungi kami ya. Untuk. Mendapatkan jadwal profiling dan jadwal instruktur. Kalau menghubungi kami langsung, akan terjawab pertanyaan " keterampilan mana yang lebih dulu penting dikuasai siswa : menyimak, atau baca tulis?" " atau " Anakku udah bisa baca sih, tapi marah kalau disuruh nulis" atau " Anakku udah bisa baca dari TK A tapi sekarang kalau ditanya di zoom tadi belajar apa jawabnya 'Taaauuk ah'" atau "Anakku sudah mau kelas 2, tapi kok ya masih terpatah ya kalau baca... Bahaya nggak?"

Peringatan :
Seringkali terjadi, para orangtua yang telah dapat jadwal tatap muka atau diskusi daring dengan para instruktur, tak sadar memakan waktu cukuo lama, bisa sampai 1 jam... Biasanya karena para orangtua makin lama makin penasaran. Jadi nanti, kalau dapat jadwal dari kami, jangan lupa bawa kudapan ☺️

Nah kan. Panjang.

21/01/2021

Nyantri

Bismillah, kegiatan Nyantri SMP Homescooling Bening dimulai hari ini.

Nyantri_adalah proses pendidikan yang dilakukan dengan memberi kesempatan seseorang untuk belajar pada Kyai (Ahli di bidangnya) di pesantren (tempat ahli bekerja). Apa yang dipelajari? Pola hidup Kyai dan santrinya, kemandirian, kedisiplinan serta sikap tawadhu terhadap seorang Kyai dan para santri.

Tema Nyantri saat ini mengangkat kajian surat Ar Rum : 41 - 42 _Air sebagai sumber kehidupan. Tujuan dari kajian ini adalah agar siswa dapat memahami peran kekhalifahan yang Allah amanahkan kepada manusia untuk memakmurkan bumi. Mengangkat sub tema tentang peran irigasi dalam pembagian air serta kajian hutan wakaf.

Berhari-hari menyatu dengan masyarakat desa Kampung Rawa ini tujuannya adalah membangun suasana belajar dengan membangunkan jendela-jendela informasi melalui semua panca indera. Berhari-hari di alam rasanya puas mengulas pelajaran literasi bahasa, literasi agama, literasi matematika, IPA dan IPS yang isi materi biasanya hanya dilihat di buku pelajaran. Belajar sesungguhnya adalah apabila diri menggunakan seluruh panca indera sebagai jendela masuknya informasi. Dingin, letih, bergerak, melihat, mengamati, mengobservasi, mencium aroma .

Selamat belajar nak. Hidup 4 hari tanpa sinyal itu adalah luar biasa.


20/01/2021

Belajar.
Oleh: Rasyid Dwi Cahyo

Belajar dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki pengertian berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu/berlatih/berubah tingkah laku atau tanggapan yang disebabkan oleh pengalaman.

Agama Islam sangat konsen dan menaruh perhatian bagi hambaNya yang senantiasa belajar, Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

"... niscaya *Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.* Dan Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan."
(QS. Al-Mujadilah 58: Ayat 11)

Pandemik saat ini adalah masa belajar tentang rasa. Saat kemajuan teknologi dinilai bisa menghapus jarak, ruang dan waktu, pandemik justru mengajarkan kami belajar merasakan RINDU. Rindu untuk duduk di dalam kelas belajar bersama. Murid-murid rindu belajar dan bermain bersama guru. Guru rindu mengajar dan suasana kelas yang riuh oleh suara murid-murid. Orangtua rindu rutinitas antar jemput anak dan diskusi perkembangan anaknya bersama guru sekolah.

Rasa rindu juga yang menjadi motivasi kami guru-guru SDIT Bening untuk menyajikan pembelajaran dengan suasana layaknya belajar di kelas. Mulai dari murojaah bersama, belajar bersama, hingga tertawa bersama saat berdiskusi.

Alhamdulillah banyak hikmah yang kami rasakan melalui kata RINDU. Berawal dari kata inilah in Syaa Allah kami akan berusaha saling menjaga, saling mendukung dan berinovasi serta berdamai dengan kondisi. Mari bersama-sama dengan kami belajar menjadi pembelajar sepanjang hayat.



30/10/2020

Menanam_SMP HS Bening

Dalam surat An-Nahl ayat 10-11 Allah SWT berfirman, ''Dialah yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu, sebagiannya menjadi minuman dan sebagiannya (menyuburkan) tumbuh-tumbuhan, yang pada (tempat tumbuhnya) kamu mengembalakan ternakmu. Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanaman-tanaman; zaitun, kurma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan.''

Sungguh pekerjaan yang dilakukan pertama saat Nabi Adam hadir di muka bumi adalah menanam. Saat tumbuhan adalah makhluk Allah yang tidak mampu bergerak untuk berpindah tempat, padahal Allah menciptakan bumi itu luas dan pada hakekatnya membutuhkan tumbuhan untuk melangsungkan hidup, maka menanam adalah bagian peran manusia sebagai khalifatul'ard. Bahkan hewan ternak pun hidup karena memakan tumbuhan. Lalu dikonsumsilah semua itu oleh manusia.

Saat Allah menurunkan air hujan yang menyebabkan tumbuhan itu tumbuh. Ada tumbuhan yang memang hadir langsung tanpa usaha manusia. Namun ada p**a tumbuhan yang perlu penanaman, perawatan hingga tumbuhan tersebut dapat memenuhi gizi manusia.

Maka, menanam bukan sekedar menumbuhkan. Menanam adalah bagian dari perintah Allah dan bagian dari risalah kenabian agar keberlangsungan sebuah peradaban tetap terjaga

23/10/2020

Pendidikan dan Pengajaran
Oleh: Sumarti M Thahir

Ada dua istilah yang saling berdekatan, saling terkait, namun dalam praktik dan dampaknya jauh berbeda maknanya. Pendidikan dari kata didik yang berarti menanam untuk waktu yang lama. Konsekuensinya, pendidikan bisa dilakukan oleh orang yang punya daya tahan, keuletan dan kemampuan bertahan terhadap pilihan ini.

Pengajaran dari kata ajar yang berarti tular kecakapan. Ketika seseorang tidak bisa mengemudikan mobil, ia akan berkata: tolong ajari saya mengemudikan mobil. Pilihan kata yang terucap adalah ajari bukan tolong aku dididik mengemudikan mobil. Demikian jua saat anak tidak bisa matematika, fisika, yang keluar adalah kata ajar bukan didik.

Siapa yang mengajar? Seseorang yang kompeten di bidang ajar ini ia akan dapat melakukan. Berapa lama? Sampai seseorang dirasa bisa dan paham polanya.

Lalu di mana posisi guru? Siapa dia?

Kita akan kembali pada istilah guru. Pada filsafat Jawa guru itu berasal dari kesifatan akan profesi tersebut yaitu dapat digugu yang artinya dapat dipercaya, dan ditiru yang berarti dapat diteladani. Digugu mengacu kepada kemampuan terhadap bidang ilmu yang akan diajarkan. Guru digugu karea keilmuannya yang benar dan kemampuannya mengajarkan ilmu tersebut dengan cara yang mudah, tepat dan dapat dimengerti. Belajar dan terus menggali ilmu yang ditekuni, adalah keniscayaan bagi seorang guru.

Ditiru mengacu kepada persona yang bersifat tampilan perilaku. Ikhlas, jujur, rajin, ramah, menghargai dan semua kebaikan yang tampak akan dengan mudah ditiru oleh murid. Dalam hal ini murid bukan hanya terbatas pada siswa di kelas. Keluarga, tetangga dan masyarakat dapat meniru perilaku mulia yang tampak.

Pada diri guru terpancar dua kompetensi yang tidak bisa dipisahkan, yaitu kompetensi mendidik dan kompetensi mengajar. Guru akan mendidik adab, akhlak, perilaku kepada semua muridnya. Guru akan mengajarkan ilmu yang benar dengan cara yang tepat kepada semua muridnya.

Siapa yang disebut guru? Semua orang yang memiliki indikator bisa digugu dan ditiru dialah guru. Ada banyak guru di sekitar kita. Guru yang terdekat adalah orang tua di rumah. Ayah mendidik anak dan istrinya agar menjadi hamba yang salih, takut kepada Allah, meneladani perilaku Rasulullah saw. bersikap ikhlas dan jujur. Ayah akan mengajarkan kepada anak dan istrinya untuk mandiri, mampu mengelola waktu, menyusun kegiatan yang bermanfaat untuk kehidupan sekarang dan akan datang. Ibu adalah pendidik bagi anak anak tentang kepatuhan dan kesetiaan terhadap suami, kasih sayang kepada seluruh umat. Ibu yang akan mengajarkan kepada seluruh anggota keluarga cara berbagi waktu, pekerjaan yang detil mulai dari cara membersihkan diri, membersihkan lungkungan, melakukan pelayanan.

Guru di sekolah akan mendidik muridnya tentang adab belajar dan mengkaji ilmu. Guru akan mengajarkan sesuai dengan bidang yang ditekuni dan level mengajar. Setiap level mengajar mulai dari PAUD hingga universitas akan bersesuaian dengan bidang yang harus dikuasai siswa.

Demikianlah...guru di manapun tempatnya harus melakukan dua hal tersebut di atas yaitu melakukan pendidikan dan pengajaran. Selamat hari guru...

19/10/2020

OPENMIND SEKOLAH BENING INDONESIA
(Taman Bahasa, Paud Reguler dan Homeschooling, SD Reguler dan HS, SMP Homeschooling)

Setiap kejadian Allah berikan hikmah kebaikan yang tak terkira. Masa pandemi yang panjang, memberikan kesempatan kepada orang tua untuk menjalankan fungsi sejatinya, yaitu sebagai guru keluarga.

Tugas Guru Keluarga adalah melaksanakan tugas pendidikan seoptimal mungkin dengan ilmu yang benar dan cara yang tepat.

Hadiri Openmind Sekolah Bening Indonesia dengan tema *Bersama Menjadi Guru Keluarga*.

Silahkan daftar langsung melalui http://bit.ly/openmindBening2020

14/10/2020

Menumbuhkan dan bukan menakuti.
Itulah seharusnya rasa yang dimunculkan dalam beribadah.

SD IT Bening

14/10/2020

Bersama Menjadi Guru Keluarga
Sumarti M Thahir_Direktur Pendidikan Sekolah Bening Indonesia

Setiap kejadian Allah berikan hikmah kebaikan yang tak terkira. Masa pandemi yang panjang, memberikan kesempatan kepada orang tua untuk menjalankan fungsi sejatinya, yaitu sebagai guru keluarga.

Mengapa fungsi sejati orang tua sebagai guru keluarga?
Kita semua tahu, bahwa tugas pertama yang Allah perintahkan kepada Nabi Adam as. adalah mengajarkan nama-nama kepada malaikat. Ada satu riwayat yang menyatakan malaikat dan jin. Jadi mengajar bagi manusia adalah perintah langsung dari Allah yang berarti tugas melekat.

Para Nabi dan Rasul adalah guru bagi keluarganya. Adam menjarkan kepada Hawa tentang nama nama dan cara berburu. Allah yang lamgsung mengajarkan kepada Adam. Mereka berdua mengajarkan anak2nya tentang bersaudara, bercocok tanam dan bermasyarakat.

Nuh as. melanjutkan tugas kerisalahan Adam as. Nuh as. mengajak istri dan anaknya untuk menyembah Allah dan melakukan kebaikan. Nuh as, adalah hamba pilihan Allah yang doanya selalu didengar Allah. Kisah Nuh as. memberikan pelajaran bahwa sebagai guru keluarga tugas orang tua hanyalah mengajak. Pada akhirnya, Allahlah yang menentukam keberhasilan dari proses pendidikan dalam keluarga. Pada diri Nuh as. disematkan kesabaran dan ketangguhan yang sungguh. Selama hampir 900 tahun ia mengajak keluarga dan masyarakatnya untuk menyembah Allah saja. Akan tepi, Allah hanya mengizinkan 9 orang yang mau mengikuti. Bahkan istri dan satu anaknya tidak mau mengikuti arahan Nuh as. Inilah kisah berharga tentang tugas sebagai guru keluarga.

Tugas guru keluarga adalah melaksanakan pendidikan seoptimal mungkin, dengan ilmu yang benar dan cara yang tepat. Upaya yang dilakukan oleh guru keluarga, akan dilihat oleh Sang Pemberi Tugas, apakah perintah dilakukan dengan niat karena ketundukan dan keikhlasan atau dengan tujuan lain. Hasil dari pendidikan, adalah keputusan pada Sang Pemberi Tugas yaitu Allah swt. Kesadaran ini harus ada pada setiap diri guru keluarga, agar saat anak berhasil yang ada adalah bersyukur, berterimakasih kepada Allah Sang Pemberi Tugas. Bersyukur karena telah diberikan kesempatan menjadi guru. Bersyukur karena telah dijaga dan diberi kemudahan dalam menjalankan tugasnya.

Sebaliknya, jika upaya sungguh sungguh menjadi guru keluarga ternyata hasilnya tidak sesuai harapan, sikap yang seharusnya adalah meminta ampun dan berserah diri kepada Allah. Jika kegagalan itu karena keabaian kita, beristighfar adalah jalan terbaik. Siapa yang tahu penyebab kegagalan? Tentunya hanya Allah Sang Pemberi Perintah.

Lalu, Allah mengutus Ibrahim as. menjadi guru keluarga. Ibrahim as. pertama kali mengajar kepada Ayah dan Ibunya untuk menjadi hamba Allah. Tidak menyembah berhala. Apakah Ibrahim as. berhasil? Kepada ayahnya, Allah tidak izinkan untuk mengikuti ajakannya. Kisah ini, mengajarkan kepada kita, bahwa guru kebaikan pada keluarga tidak selalalu dari orang tua. Kita bisa belajar banyak kebaikan kepada anak2 kita. Orang tua sudah selayaknya bersikap rendah hati, bahwa tidak semua kita tahu dan harus tahu. Ada hal2 yang Allah titipkan kepada anak2 untuk belajar.

Ibrahim as. pada saat dewasa menjalankan tugas sebagai guru keluarga keoada istrinya yaitu Sarah. Ibrahim as. mengajarkan beribadah kepada Allah, membaca dan menulis, serta bermasyarakat. Sarah adalah murid yang menyerap ilmu Ibrahim as. dengan sempurna. Maka saat melihat gurunya sudah renta, ia bersedih karena Allah belum memberikan keturunan. Dia memikirkan, siapa pelanjut guru kekuarha nantinya. Maka ia mengusulkan kepada gurunya untuk menikahi wanita terbaik yang juga murid Ibrahim as. yaitu Hajar. Allah memberikan kerurunan Ibrahim as. melalui rahim Hajar dengan lahirnya Ismail as.

Tugas guru keluarga Ibrahim as. bertambah. Ia kini punya satu murid lagi dalam keluarganya yaitu bayi Ismail. Bagaimana Ibrahim as mendidiknya? Allah mengilhamkan kepada Ibrahim as. mendidik Ismail dengan ketaatan sempurna kepada Allah. Hanya bergantung kepada pertolongan Allah. Keberadaannya di Lembah Faron tanda siapa2 siapa adalah pendidikan pertama untuk Ismail as. Ibrahim as yakin Ismail as mampu melaksanakan karena telah disiapkan mentor yang tangguh yaitu Hajar.

Ibrahim as mengajarkan tugas sebagai guru keluarga secara berjenjang. Pertama ia menyiapkan diri sebagai guru dengan karakter mendasar yaitu ikhlas dan tunduk akan perintah Allah. Kedua ia mengajar dan melatihkan karakter tersebut kepada istri dan orang terdekatnya. Ketiga membagi tugas menjadi guru keluarga tidak hanya pada dirinya tapi juga kepada seluruh keluarganya. Ibrahim as. mengontrol hasil didikan dari muridnya dengan berdialog kepada anaknya Ismail. Ketika konsep yang dipahami sama persis antara istri dan anaknya, ia berdoa dan memohon kepada Allah untuk anak dan keturunannya.

Apakah kita cukup hanya menjadi guru keluarga pada keluarga inti kita? Tidak. Allah menurunkan hamba terbaik yang paling dikasihi yaitu Muhammad saw. Sejak Adam diciptakan, Allah telah mengabarkan bahwa kelak akan lahir manusia terbaik sepanjang zaman, yang akan merenda seluruh kesalihan umat manusia. Muhammad saw. disiapkan dari keturunan yang mulia sampai kepada Nabi Adam as.

Sejak diberikan wahyu, orang pertama yang diajar adalah istrinya Khadijah. Lalu dia mengajar anak dan sepupunya Ali ibn Thalib. Selanjutnya keluarga besar dan teman2 dekatnya. Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali adalah murid terbaiknya. Murid2 ini mengajar lagi keluarganya, demikian seterusnya.

Jadi, bagi kita menjadi guru keluarga adalah tugas yang telah diwariskan para Nabi dan Rasul.

Jika ada yang meungkapan menjadi orang tua tidak ada sekolahnya? Bisa, jadi ungkapan tersebut lahir karena anggapan bahwa rumah bukan sekolah. Bisa juga lahir karena pemahaman orang tua sebagai pengasuh bukan guru. Menjadi orang tua adalah perjalanan ilmu. Kita bersyukur Allah berikan kesempatan untuk terus bergerak. Mari memfungsikan lagi orang tua menjadi guru keluarga....mari kita bergerak. Bismillahirrahmanirrahim...

Want your school to be the top-listed School/college in Bogor?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Telephone

Address


Jalan Baranangsiang Indah Blok E. V. No. 23
Bogor
16141