03/02/2025
Assalamualaikum utk alumni besok masih di tunggu utk pengambilan ijazah dari jam 8 sd 15.00 di TU ke pak iin 🙏🏻
SMA Negeri 1 Gunungputri beralamat di Sanding 2,Gunungputri Bogor Mercedes Benz, Aqua, Kota Wisata, Kota Legenda, Puri Cikeas kediaman SBY, dan lain-lain.
SMA Negeri 1 Gunungputri berdiri tahun 2006, pada saat itu mempunyai siswa sebanyak 154 siswa dan untuk PJS dan guru diperbantukan dari SMAN 1 Cileungsi dan SMPN 1 Gunungputri, Untuk Tahun 2007/2008 Mempunyai siswa sebanyak 265 Siswa untuk 5 Kelas tahun 2008/2009 mempunyai siswa sebanyak 272 siswa dengan jumlah kelas yang sama.Sebagaimana sekolah yang berada di daerah perkotaan yang merupakan daer
03/02/2025
Assalamualaikum utk alumni besok masih di tunggu utk pengambilan ijazah dari jam 8 sd 15.00 di TU ke pak iin 🙏🏻
Assalamualaikum
informasi utk alumni pengambilan ijazah bisa di ambil di hari sabtu dari jam 9 sd 13.00 di TU ditunggu.
karna masih banyak yang belum mengambil 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Info : Bu Ergiana
10/06/2024
KAMI segenap keluarga besar SMA Negeri 1Gunungputri turut Berduka cita atas wafatnya guru tercinta kami.
Semoga husnul khatimah, diterima iman dan Islam-nya, di ampuni segala dosa dan kesalahan nya. -Fatihah 🤲🤲
Nashihat Jum'at
Bismillah, Assalamu'alaikum Wa rahmatullahi Wa barokatuh
Bagaimana jikalau hendak berpuasa Syawwal apa boleh tidak berturut-turut(beruntun)?
Jawaban M***i Saudi Arabia Asy Syaikh 'Abdul 'Aziz Ibn Baaz:
“Puasa 6 hari di bulan Syawal adalah sunah yang sahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Boleh dikerjakan secara berurutan atau terpisah karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan keterangan secara umum terkait pelaksanaan puasa Syawal, dan beliau tidak menjelaskan apakah berurutan ataukah terpisah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Barang siapa yang berpuasa Ramadan, kemudian diikuti puasa enam hari bulan Syawal ….‘ (Hadis riwayat Muslim, dalam Shahih-nya)
Wa billahit taufiiq ….” (Majmu’ Fatwa wa Maqalat Ibni Baz, jilid 15, hlm. 391)
Ulama berselisih pendapat tentang tata cara yang paling baik dalam melaksanakan puasa enam hari di bulan Syawal.
Pendapat pertama, dianjurkan untuk menjalankan puasa Syawal secara berturut-turut, sejak awal bulan. Ini adalah pendapat Imam Syafi’i dan Ibnul Mubarak. Pendapat ini didasari sebuah hadis, namun hadisnya lemah.
Pendapat kedua, tidak ada beda dalam keutamaan, antara dilakukan secara berturut-turut dengan dilakukan secara terpisah-pisah. Ini adalah pendapat Imam Waki’ dan Imam Ahmad.
Pendapat ketiga, tidak boleh melaksanakan puasa persis setelah Idul Fitri karena itu adalah hari makan dan minum. Namun, sebaiknya puasanya dilakukan sekitar tengah bulan. Ini adalah pendapat Ma’mar, Abdurrazaq, dan diriwayatkan dari Atha’. Kata Ibnu Rajab, “Ini adalah pendapat yang aneh.” (Lathaiful Ma’arif, hlm. 384–385)
Wabillahit Taufiq
Akhukum Rahmatullah
Hasil Seleksi Akhir PPDB 2016-2017
https://kabbogor.siap-ppdb.com/?force_desktop=1 #!/030001/hasil/seleksi/p/32020053-1000/1/simple
Selamat yang sudah terpilih :D
28/06/2016
Assalamualaikum,
Perkenalkan Mojang Jajaka kita ditahun 2016 :)
Mojang : Ajeng Syifa (XI IPA 3)
Jajaka : Syaifudin (XI IPA 2)
Sebelumnya ada Arif Wahyudi (Jajaka 2015) dan Annisa Prabawati (Mojang 2015)
Semoga Sekolah Kita Sukses Kedepannya,
26/06/2016
Assalamualaikum Wr. Wb
Informasi Mengenai PPDB Tahun Pelajaran 2016/2017.
Jalur Akademik dilaksanakan tanggal 27 s/d 30 Juni 2016.
Terima Kasih ☺☺
Butuh admin baru...mudah-mudahan ada yang mau meluangkan waktunya untuk menulis fanspage ini baik jadwal ujian, agenda tahunan, serta tanggal pendaftaran dikarenakan sibuknya admin yang ada.
Nashihat Jum'at
Bismillah, Assalamu'alaikum Wa rahmatullahi Wa barokatuh
Rekan yang buruk (ahlu maksiat) mau tidak mau akan tetap mempengaruhi kalian
Hidup di tengah-tengah ahlul maksiat dapat mematikan hati seseorang, lalu bagaimana halnya jika hidup di tengah-tengah orang-orang kafir! Kekufuran mereka pada awalnya hanya membuat goresan dan jejak pada hati yang dari waktu ke waktu akan menjadi ukiran dan pahatan yang hampir tidak mungkin untuk dihilangkan. Mereka dapat menghancurkan fitrah seseorang menuju sebuah titik yang mana tidak bisa kembali lagi, jadi keraguan dan hasrat dari hatinya akan sepenuhnya membelenggu dirinya.
Dalam hadits tentang seorang pria yang telah membunuh Sembilan puluh Sembilan orang dan kemudian memutuskan untuk bertaubat, seorang ulama berkata kepadanya, “Pergilah menuju sebuah negeri ini dan ini, karena didalamnya terdapat orang-orang yang senantiasa beribadah kepada Allah. Maka Beribadahlah kamu kepada Allah bersama mereka dan jangan pernah kembali ke negerimu, karena negerimu itu adalah negeri yang buruk(jahat).” [Sahih Muslim].
Jarīr Ibn ‘Abdillāh (radiyallāhu ‘anh) berkata bahwa Rasulullah (sallallāhu ‘alayhi wa sallam) bersabda, “Aku berlepas diri dari setiap Muslim yang hidup di tengah-tengah orang-orang Musyrik. Tidak akan terkumpul dua api mereka berdua.” [Hasan – Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan At-Tirmidzi]
Bahkan jika seseorang selalu menghabiskan waktunya di masjid untuk sholat, dzikir dan belajar ilmu agama, sementara dia hidup bersama (komunitas) kaum Muslimin yang hidup berdampingan dengan orang-orang kafir dan meninggalkan jihad, maka orang seperti ini hanya akan membangun hujjah(bukti) yang paling kuat (untuk menjatuhkan dirinya sendiri di hari Kiamat) atas dirinya dan dosa-dosanya.
Jadi, teman yang buruk (ahlu maksiat) mau tidak mau akan tetap mempengaruhi kalian. Dan dosa yang paling berat pada zaman ini adalah qu’ud (meninggalkan jihad), dikarenakan hukum jihad sekarang adalah Fardhu ‘ayn (Wajib atas setiap individu). Lalu bagaimana bisa seseorang merasa senang bersama teman-teman yang meninggalkan jihad?
[DABIQ Magazine Issue 3, Hal. 32]
Nashihat Jum'at
Bismillah, Assalamu'alaikum Wa rahmatullahi Wa barokatuh
Ikutilah Ulama yang berada di front-front jihad bukan ulama yang duduk-duduk dan seenaknya memvonis sesat/teroris yang berjihad...
Ketika terjadi banyak fitnah(keburukan-keburukan) akhir zaman seperti ini dimana banyak orang ternyata dirinya tidak sadar melakukan perbuatan yang mengeluarkannya dari Ke-Islaman, maka janganlah ikuti 'Ulama yang terlihat dekat dengan penguasa dan menjadi tangan kanannya, apalagi 'ulama yang dekat dengan mush-musuh Allah dan anti terhadap jihad...
Berkata Syaikh Abdullah 'Azzam "rahimahullah"
Sufyan bin Uyainah salah seorang Ulama salaf berkata : Jika di akhir zaman nanti kalian mendapati perselisihan di antara umat, maka wajib bagi kalian memegang fatwa Ulama Ahluts Tsughur.
Apa yang dimaksud dengan Ahluts Tsughur?
Ahluts Tsughur adalah Ahlul Jihad, para ulama yang berada di front-front jihad…
Atsar ini berasal dari para Tabiin , ketika Sufyan ibnu `Uyainah berkata kepada Ibnul Mubarak:
Kalau engkau melihat manusia telah berselisih hendaklah engkau bersama mujahidin dan ahluts tsughur karena sesungguhnya Allah telah berfirman: ” Benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka (jalan-jalan mereka).” (Tafsir Al-Jami li Ahkamil Quran, 13/365)
Admin Ibnu Ahmad
Nashihat Jum'at
Bismillah, Assalamu'alaikum Wa rahmatullahi Wa barokatuh
Inilah dia bendera yang Islam telah mengangkatnya untuk menyelamatkan anak manusia dari penyakit-penyakit fanatisme
Asy-Syahid (insya Allah) Sayyid Quthb –rahimahullah- didalam tafsir Fie Zhilaalil Qur’an berkata :
Ras dan kebangsaan, bahasa dan tanah air, dan semua makna-makna di atas tak punya bobot sama sekali dalam timbangan Allah. Sesungguhnya di sana ada satu timbangan yang dengan timbangan itu dapat didefiniskan nilai-nilai dan dapat diketahui keutamaan manusia:__ إن أكرمكم عند الله أتقاكم__"Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah yang paling takwa di antara kalian". Kemuliaan yang hakiki adalah kemuliaan menurut pandangan Allah, dan Dia menimbang bobot kalian dengan pengetahuan dan pengertian-Nya terhadap nilai-nilai dan timbangan-timbangan tersebut __إن الله عليم خبير __ "Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengerti".
Demikianlah gugurlah semua pemisah-pemisah, gugur semua nilai-nilai, dan naik satu timbangan dengan satu nilai, dan kepada timbangan ini anak manusia berhukum, dan kepada nilai ini, persengketaan di antara manusia akan kembali dalam timbangan tersebut.
Demikianlah tersembunyi semua sebab-sebab pertikaian dan permusuhan di muka bumi, dan menjadi murah semua nilai-nilai yang digandrungi manusia, dan nampak sebab besar dan nyata bagi persatuan dan ta’awun:Yakni, Uluhiyah/ketuhanan Allah bagi semua manusia, dan diciptakannya mereka dari satu asal, sebagaimana naik satu bendera, yang semuanya harus berlomba-lomba agar bisa berdiri di bawahnya: Yakni bendera takwa di bawah naungan Allah. Inilah dia bendera yang Islam telah mengangkatnya untuk menyelamatkan anak manusia dari penyakit-penyakit fanatisme bangsa, fanatisme bumi, fanatisme kabilah, fanatisme rumah, yang mana semuanya berasal dari jahiliyah dan bermuara kepadanya. Yang berbaju dengan berbagai macam baju, dan menamakan diri dengan berbagai nama, tapi semuanya jahiliyah, telanjang dari Islam."
Admin Ibnu Ahmad
Nashihat Jum'at
Bismillah, Assalamu'alaikum Wa rahmatullahi Wa barokatuh
Akan datang kepada manusia, suatu masa ketika orang beriman menjadi umat paling hina
“Islam bermula dalam keadaan asing, dan akan kembali asing seperti keadaan semula. Maka beruntunglah al-ghurabaa` (orang-orang yang asing.” (Shahih Muslim (232).)
Pahamilah! Menjelaskan hadits di atas, Al Imam Al-Auza’i Rahimahullahu berkata, “Adapun Islam,ia tidak akan pergi, akan tetapi Ahlussunnah yang akan pergi, sehingga tidak tersisa di sebuah negeri melainkan satu orang saja.”( Kasyfu Al-Kurbah fi Washfi Ahli Al-Ghurbah (hlm. 37).)
Ibnu Mas’ud Radhiyallahu Anhu berkata, “Akan datang kepada manusia, suatu masa ketika orang beriman menjadi umat paling hina. Sesungguhnya orang beriman menjadi hina dikarenakan keterasingannya di antara orang-orang yang rusak dari kalangan para pengusung syubhat (kerancuan/penyimpangan) dan syahwat. Semua orang akan membenci dan menyakitinya, dikarenakan jalan yang ditempuhnya menyelisih jalan mereka, dan tujuannya menyelisihi tujuan mereka, serta perbedaannya dengan kondisi mereka.”
Ibnu Taimiyah Rahimahullahu berkata, “Demikianlah, permulaan Islam adalah asing, namun senantiasa menguat hingga menyebar luas. Begitulah Islam menjadi asing di kebanyakan tempat dan masa, lalu kemudian berjaya, sampai akhirnya Allah ‘Azza wa Jalla mengokohkannya. Di dalam kitab Sunan disebutkan, “Sesungguhnya Allah akan mengutus untuk umat ini di setiap penghujung seratus tahun seorang pembaharu pada agamanya.” Pembaruan (revival) acapkali terjadi setelah pemusnahan, yaitu terasingnya Islam. Hadits ini mengandung pengertian bagi seorang muslim; bahwa dirinya tidak perlu bersedih disebabkan sedikitnya orang yang memahami hakikat Islam. Jangan sampai hal tersebut menjadikan dadanya terasa sesak. Jangan sampai dirinya merasa ragu, tatkala kondisi (Islam) terjadi sebagaimana awal kemunculannya. Allah berfirman, “Maka jika kamu (Muhammad) berada dalam keragu-raguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca kitab sebelum kamu,” (Yunus: 94), serta banyak ayat dan bukti lainnya yang menunjukkan validitas Islam. (Majmu’ Al-Fatawa (18/297).)
Imam Asy-Syathibi Rahimahullahu menerangkan, “Demikianlah sunnatullah (ketentuan Allah) bagi makhluk-Nya; sesungguhnya pengusung kebenaran sangatlah sedikit di bandingkan pengusung kebatilan. Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala: “Dan sebahagian besar manusia tidak akan beriman - walaupun kamu sangat menginginkannya,” (Yusuf: 103). Allah juga berfirman, “Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang berterima kasih,” (Saba`: 13).
Allah memenuhi janji-Nya kepada Nabi Muhammad akan berulangnya gambaran al-ghurbah (keterasingan) kepadanya. Sejatinya al-ghurbah tidaklah terjadi melainkan dengan semakin berkurang dan sedikitnya para pengusung kebenaran, yaitu ketika hal baik (makruf) disebut sebagai sebuah kemungkaran, dan kemungkaran disebut sebagai kebaikan. Pun demikian, ketika As-Sunnah disebut sebagai bid’ah, dan bid’ah disebut sebagai As-Sunnah. Sehingga Ahlussunnah mendapatkan kecaman dan celaan, namun jamaah Ahlussunnah haruslah konsisten sampai datang keputusan Allah, dan mereka –dikarenakan kerapnya tikaman dari kelompok-kelompok sesat kepada mereka, serta reaksi permusuhan dan kebencian, mengajak kita untuk mengikuti mereka—senantiasa terlibat dalam jihad dan konflik serta pembelaan diri, sepanjang siang dan malam. Namun demikian, Allah akan melipatgandakan pahala-Nya dan melimpahkan balasan besar kepada mereka.” (Al-I’tisham (1/18).)
Admin Ibnu Ahmad