07/09/2020
Reposted from .
Sungguh pada zaman era milenial ini kebanyakan orang-orang disibukkan dengan gadget. Apapun itu keadaannya, dimana, dan pada saat apa, kita selalu sibuk dengan benda 1 ini. Apalagi ketika ada acara keluarga, bukannya berkumpul atau ngobrol..tapi pada sibuk dengan gadgetnya masing-masing. Gimana mau menjalin tali silaturahmi klo begitu. & manfaatkanlah gadgetmu untuk hal-hal yg bermanfaat, bukan hal yg membawa pada kemaksiatan.
Terlalu seringnya kita menggunakan gadget akhirnya waktu pun terbuang sia-sia, dan tidak ada waktu untuk membaca Al-Qur'an bahkan ada yang malas untuk membacanya. Setidaknya taruh/matikan gadgetmu dan luangkan waktumu untuk membaca Al-Qur'an
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :
وَقَالَ الرَّسُولُ يَا رَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هَٰذَا الْقُرْآنَ مَهْجُورًا
“Berkatalah Rasul: “Wahai Rabbku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Qur’an ini suatu yang TIDAK DIACUHKAN/DITINGGALKAN”. (QS. Al Furqan: 30)
Syaikh Abdurrahman As-Sa’diy menjelaskan bahwa bentuk meninggalkan Al-Quran dalam segala bentuk, mulai dari membaca, mentadabbur, mempelajari tafsirnya dan mengamalkannya. Beliau berkata,
قد أعرضوا عنه وهجروه وتركوه مع أن الواجب عليهم الانقياد لحكمه والإقبال على أحكامه، والمشي خلفه
“Mereka telah berpaling dan meninggalkan Al-Quran, padahal mereka wajib untuk patuh dan menerima terhadap hukum di dalamnya serta berjalan dengan petunjuk Al-Quran.” [Tafsif As-Sa'diy]
Hendaknya seorang muslim berusaha membaca Al-Quran setiap hari. Berusahalah membacanya walaupun hanya beberapa ayat dalam sehari, karena kita terlalu banyak melakukan maksiat setiap hari. Maksiat membuat hati keras dan Al-Quran lah obatnya. Membaca Al-Quran membuat hati menjadi lembuh dan mudah menerimah hidayah serta mudah melakukan ibadah dan kebaikan yang bermanfaat bagi manusia. Al-Quran adalah obat bagi penyakit hati kita.
👤 Design :
📲 Edited : PixelLab Android
🔁 Free share & repost