30/04/2017
Dalam hal urusan dunia, mungkin mereka tak seberuntung Kita. Tapi dalam hal urusan akhirat, bisa jadi Kita tak seberuntung mereka.
MARI KITA SALING MELENGKAPI. :)
Ketika Dirimu Mulai Sering Mengeluh, Ingatkan Kembali Untuk Bersyukur
Dalam menjalani hidup ini, Kita pasti pernah merasa bahwa hidup kita tak sebahagia orang lain. Membandingkan apa yang kita miliki dengan apa yang orang lain miliki. Kita melihat seolah hidup mereka penuh dengan kebahagiaan dan hidup kita penuh dengan kekurangan.
Seolah tak seberuntung orang lain, parahnya bahkan mungkin kita pernah menganggap diri kita itu termasuk orang-orang yang tak bahagia. Hal itu justru membuat semakin sering mengeluh, hari-hari pun seolah terasa begitu berat. Serasa terlalu banyak hal yang kurang dalam hidup, serta terlalu berandai-andai memiliki kehidupan seperti orang lain.
Hal itu lah yang justru sering membuat kita tak bisa menikmati hidup kita sendiri. Terlalu sering melihat ke atas, jarang sekali melihat ke bawah. Jangankan menengok ke bawah, menoleh saja untuk sebentar mungkin sudah ogah. Kita terlalu melihat orang-orang yang hidupnya lebih wah.
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam bersabda:
ุงูุธุฑูุง ุฅูู ู
ู ูู ุฃุณูู ู
ููู
ููุง ุชูุธุฑูุง ุฅูู ู
ู ูู ููููู
ุ ููู ุฃุฌุฏุฑ ุฃู ูุง ุชุฒุฏุฑูุง ูุนู
ุฉ ุงููู ุนูููู
โPandanglah orang yang berada di bawahmu (dalam masalah harta dan dunia) dan janganlah engkau pandang orang yang berada di atasmu (dalam masalah ini). Dengan demikian, hal itu akan membuatmu tidak meremehkan nikmat Allah padamu.โ (HR. Bukhari dan Muslim)
Terkadang kita pun tak mau dikatakan sebagai orang yang mengeluh, kita tak mau dikatakan sebagai seseorang yang tak bersyukur. Seperti itu lah alasan kita, kita kadang juga tak menyadari bahwa diri kita sedang tak mensyukuri hidup kita sendiri. Kita justru menyalahkan orang lain yang coba menasehati kita tuk bersyukur.
Kenapa harus menunggu kita akan jadi seperti mereka, baru kita bilang akan bahagia. Kenapa tak sekarang saja, dengan menikmati apapun yang kita punya. Bukankah mereka yang terlihat bahagia itu karena mereka bisa menikmati hidup mereka masing-masing.
Apakah kita terlalu memikirkan diri kita sendiri? mungkin juga demikian. Kita terlau fokus memikirkan kekurangan kita, dan bandingannya justru adalah orang lain yang penuh kelebihan. Saat kita mengeluh, jarang kita memikirkan betapa indahnya hidup kita dibanding orang lain.
Padahal hakikatnya setiap orang itu bisa bahagia, jika dia mau menikmati hidup yang dia punya.
โJangan menunggu bahagia baru tersenyum, tapi tersenyumlah, maka kamu akan bahagia.โ
"Jangan Menunggu Kaya Baru Bersedekah. Karena miskin dan kaya hanyalah masalah mental."
Coba kita perhatikan nasehat suri tauladan kita, Nabi Muhammad shallallahu โalaihi wa sallam. Beliau bersabda:
ููููุณู ุงููุบูููู ุนููู ููุซูุฑูุฉู ุงููุนูุฑูุถู ุ ููููููููู ุงููุบูููู ุบูููู ุงููููููุณู
โKaya bukanlah diukur dengan banyaknya kemewahan dunia. Namun kaya (ghinaโ) adalah hati yang selalu merasa cukup.โ (HR. Bukhari no. 6446 dan Muslim no. 1051)
Lanjutkan membaca : http://bit.ly/MariBersyukur
**************************
Ada 30 anak santri yang tinggal di asrama dgn fasilitas seadanya. Mereka. Belum ada lemari pakaian, selimut maupun alas tidur. Makanpun baru bisa 1x sehari, hanya setelah isya saja. Selebihnya mereka makan di luar asrama. Tak terasa sudah lebih dari 4 bulan mereka tinggal di asrama, setiap malam mereka tidur di atas lantai yg hanya dilapisi karpet biasa yang tipis & sering tanpa selimut.
Kami, para pengurus merasa sudah saatnya mencarikan mereka alas tidur yang bisa menahan dinginnya udara di kaki Gunung Salak, Bogor ini. Karena kami khawatir mereka akan terkena gangguan paru-paru dan tulang yang dapat menghambat mereka dalam menghafal AlQuran.
Alas tidur yg dibutuhkan adalah alas yang berbahan "spons eva", yg biasa digunakan untuk membuat sandal dengan ketebalan 10-15mm. Ukuran standar spon ini adalah 120 cm x 220 cm/lembar dgn harga kisaran Rp. 150.000, bisa untuk 2-3 santri.
Rekening Donasi Alas Tidur: BNI (kode bank 009) 0356187119 a.n Muhammad Badrul Ulum
Spon ini memang tidak terlalu empuk, bahkan cenderung keras. Tapi bahan seperti ini mudah dibersihkan sehingga dapat mengantisipasi adanya penularan penyakit kulit yang biasa terjadi dalam kehidupan anak-anak yang tinggal di asrama.
Kami mengajak rekan-rekan semua untuk turut serta membantu para penghafal AlQuran ini sesuai dengan kapasitas masing-masing.
Yang bisa membantu dgn financial, bahan makanan atau materi lainnya bisa dikirimkan langsung ke asrama santri atau kami jemput.
Yang bisa membantu dgn do'a, kami juga sangat berharap disebut dalam do'a rekan-rekan semua.
Syukron wa jazaakumullahu khoiro.
Akhukum Fillah, Tamam
089660335008 (WA only),
085773222212 (Call/SMS)
Nomor rekening:
Donasi Oprasional Umum: BSM (kode bank 451) 7094601368 a.n Yayasan Sahabat Al-Qur'an
Donasi Alas Tidur: BNI (kode bank 009) 0356187119 a.n Muhammad Badrul Ulum