Sudah lama tidak bersua.
Gimana kabarnya kawan semua..?
Pesantren Quran Kota Bogor
Program2 :
Tahsin >> memperbaiki bacaan Alquran
Tahfidz >> menambah dan memperkuat hafalan Al-Quran
Musabaqah hifdzil Qur'an >> Lomba Hifdzil Qur'an
Program-Program :
1. Program bimbingan perbaikan bacaan al-qur'an untuk dewasa
2. program bimbingan menambah hafalan al-qur'an untuk dewasa dan remaja
3. tahfidz for kids
Presiden Kami
Tatapan matanya tajam. Pembicaraan dengan struktur runtut. Tak ada getar dan ragu sedikit pun. Kepedulian tanpa basa-basi. Pengorbanan yang tak hanya ada di retorika. Wajah yang menyatukan antara kelembutan, ketenangan dan ketegasan. Kemarahan yang tidak merusak persaudaraan. Singa kepemimpinan. Lawan yang melihat akan tertunduk, kawan yang mendengar akan semakin cinta. Tak kecewa yang memberinya kepercayaan, tak rugi yang menitipkan ketaatan. Dan...
Al Quran adalah kosa katanya. Tak terpisah di aliran darah dan hembusan nafasnya. Sentuhan tadabburnya menandakan ia tak terpisah dari wahyu Robbnya.
Ismail Haniyya حفظه الله تعالى ورعاه رعاية الشهداء والصالحين, mujahid siyasi asli Gaza. Menjadi perdana menteri Palestina tahun 2006 setelah Hamas menang secara telak dalam pemilu yang diadakan. Tapi diturunkan oleh kaum munafikin. Lulusan sastra Arab Universitas Islam Gaza itu kini menjadi kepala biro politik Hamas setelah dipilih tahun 2017. Di usianya sekarang tepat 60 tahun, Ismail Haniyya adalah orang yang masih terus konsisten di jalan jihad dan dakwah.
Persatuan dunia ulama muslimin mengadakan pertemuan tanggal 6-11 Januari tahun ini merespon keadaan yang tengah terjadi di Gaza dengan tema: Badai Al Aqsha dan peran umat. Dengan semboyan: Kita tegakkan agama kita, kita bangkit bersama umat kita dan kita bela tempat-tempat suci kita.
Di antara pembicara utama di pertemuan itu adalah DR. Ismail Haniyya. Dalam tayangan Al Jazeera TV orasi Ismail Haniyya berdurasi 40 menit.
Karena ini bukan sebatas orasi. Bukan p**a sambutan tanpa rasa dan tenaga. Ini pemimpin yang bicara dengan hati yang menyertai akal dan amal. Maka saya merasa sangat amat perlu untuk meringkaskannya.
https://youtu.be/LlmUxKx37c8?si=z3vCmMfjiwjxN1G4
Ismail Haniyyah membuka pidatonya dengan keutamaan syahid di jalan jihad. "Tidak mengherankan kalau kebanyakan sahabat Nabi dikuburkan di luar Mekah, di luar Madinah dan mungkin di luar Jazirah Arab. Karena mereka memimpin futuhat (penaklukan wilayah) dan mereka panglima jihad....
Ulama adalah tinta dan darah. Dulu dan kini."
Di hadapan para ulama yang datang dari berbagai dunia, Ismail Haniyya menyampaikan beberapa poin.
Pertama, Mengapa Thufan Al Aqsha ini terjadi?
Karena ada tiga perkembangan yang terjadi sebelumnya. Yaitu:
- Marjinalisasi tema Palestina di level internasional. Mereka menganggap bahwa permasalahan Palestina adalah permasalahan internal Israel.
- Di tengah masyarakat zionis muncul pemerintahan bahaya dan radikal secara agama ataupun negara. Salah satu target terbesarnya adalah menuntaskan perang Al Quds, Al Aqsha, meyahudikan Tepi Barat dan terus mengepung Gaza bahkan mereka berencana memindahkan rakyat kami dari Tepi Barat ke Yordania dan dari Gaza ke Mesir. Dan mereka mulai menjalankan perencanaan mereka ini. Gaza sendiri telah mereka kurung selama 17 tahun.
- Yang ketiga ini berbahaya yaitu politik di belakang garis; berupa normalisasi dan menggabungkan Israel menjadi bagian di regional ini, memperlakukan mereka sebagai kekuatan legal dengan mengorbankan permasalahan Palestina, hak-hak dan tsawabit. Dengan klaim membangun perdamaian regional. Gerbong normalisasi ini sudah sampai di berbagai ibu kota penting di wilayah regional.
Maka untuk menghadapi hal-hal tersebut tidak bisa menggunakan cara yang biasa, klasik dan dengan cara bertahan. Tetapi harus dilawan dengan firman Allah ta'ala:
ادْخُلُوا عَلَيْهِمُ الْبَابَ فَإِذَا دَخَلْتُمُوهُ فَإِنَّكُمْ غَالِبُونَ
"Serbulah mereka dengan melalui pintu gerbang (kota) itu, maka bila kamu memasukinya niscaya kamu akan menang." (Al Maidah: 23)
Maka Thufan Al Aqsha pun terjadi.
Kedua, Mereka melakukan berbagai kejahatan di Gaza seperti yang telah diketahui oleh semua. Ada 3 target mereka sejak awal perang:
- Menghancurkan perjuangan di Gaza
- Mengembalikan tawanan yang ada di para pejuang
- Ini yang bahaya: mengosongkan Gaza dan memindahkan penduduknya ke Mesir
Tiga target ini diumumkan dan diikuti oleh Israel, Amerika dan sekutu Barat. Ini bukan kejahatan Israel yang didukung Amerika, tetapi kejahatan Amerika yang didukung Israel. Mereka menggunakan berbagai kekuatan, kekejaman dan tindak n**i. Lebih dari 70.000 Ton bom dijatuhkan di Gaza. Jumlah ini setara dengan bom yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki.
Mereka menggunakan 4 fase perang:
- Membombardir dari udara
- Perang darat
- Perang dengan fokus hanya memerangi para pejuang dan pemimpinnya
- Langkah politis; Gaza setelah Hamas dan hari kedua setelah perang selesai tanpa Hamas.
Pertanyaannya setelah hampir 100 hari, apakah mereka berhasil.
Dengan keutamaan Allah, walau harganya mahal yang harus kami bayar, mereka gagal pada semua targetnya.
Walau pesawat-pesawat pengintai tercanggih di dunia diterbangkan di atas Gaza untuk mencari tawanan, mereka tidak berhasil mendapatkan walau hanya satu tawanan.
Dan kami katakan hari ini: Mereka tidak bisa mengambil tawanan mereka, kecuali setelah mereka mengosongkan penjara-penjara mereka dari saudara-saudara kami yang ditawan.
Ketiga, bagaimana keadaan hari ini dan bagaimana sikap kita?
Gaza sekarang berperang dengan dua kekuatannya. Benar sekarang terpusat di Gaza, tetapi saudara kami di Tepi Barat pun mereka diserang; sudah lebih dari 350 orang syahid.
Gaza sekarang berperang dengan berbagai kelompok pejuang; Al Qassam, Saraya dan semua kelompok pejuang.
Gaza juga berperang dengan kekuatan sipilnya.
Peran umat terhadap perlawanan militer dan perlawanan keamanan besar sekali. Peran ulama adalah peran penting terhadap dua bentuk perlawanan tersebut. Sekarang telah tiba waktunya jihad dengan lisan dan senjata.
Momentum ini jangan sampai lepas. Sangat sulit menjumpai zaman sedermawan ini memberikan momentum bersejarah. Karena kalau momentum ini terlepas, entah perlu berapa dekade lagi untuk kita mendapatinya.
Keempat, apa yang harus kita lakukan dan apa yang kami inginkan.
Ada pergerakan di seluruh dunia. Tentu ini membanggakan dan harus diapresiasi. Keteguhan masyarakat Palestina dan peristiwa 7 Oktober ini wajib kita jadikan pondasi untuk kita membangun di atasnya.
Ada beberapa hal yang harus kita lakukan:
- Pengumuman Doha -semoga Allah menjaganya dan menjaga negeri-negeri Islam- tentang gabungan kemanusiaan adalah sesuatu yang menarik pandangan, tapi perlu ini perencanaan, strategi, program, sarana, pergerakan agar tidak hanya jadi pengumuman belaka
- Para ulama bisa membentuk kelompok-kelompok dan utusan-utusan untuk mendatangi berbagai petinggi negeri dan menggerakkan umat di negeri-negeri. Perlu membuat pertemuan dengan para pemimpin negara-negara Arab dan Islam untuk menyampaikan tentang Palestina dan Gaza
- Ajakan untuk jihad dengan harta. Ini bukan hanya masalah donasi, tetapi tentang fikih jihad; dengan harta dan jiwa. Kita harus menghidupkan fikih jihad.
- Buatkan risalah khusus untuk penduduk Gaza walau hanya satu halaman, untuk menghibur mereka, menguatkan para mujahidnya untuk menunjukkan bahwa para ulama umat ini bersama mereka. Kemudian seruan untuk untuk menyelematkan masyarakat Gaza.
Salam hormat untuk keluarga para syuhada
Salam hormat untuk semua yang terluka
Salam hormat untuk mereka para pahlawan yang sedang ditawan
Salam hormat untuk para mujahid yang membela kehormatan umat
Salam hormat untuk seluruh umat ini dan orang-orang merdeka di dunia
Itulah isi kalimat Ismail Haniyya di hadapan para ulama Islam seluruh dunia yang sedang berkumpul di Doha. Dan kami pun ingin berkata:
Salam hormat untuk pemimpin kami Ismail Haniyya dan para pemimpin yang memiliki mimpi yang sama dengan para mujahid di lapangan jihad, yang memanggul kegundahan umat di pundak mereka.
02/04/2022
11/12/2021
Tiap hari sholat, baca surat Alfatihah.
Pernah ga ngerasain saat baca alfatihah hati tidak khusyu’?
Ini salah satu solusi agar setiap membaca alfatihah hati kita khusyu…
Ya kita perlu memahami apa yang kita baca.
Untuk itu kami sarankan anda menyimak penjelasan kandungan dari ayat ketiga surat alfatihah berikut..
Adapun Penjelasan ayat yang lainnya bisa disimak di channel youtube tersebut…
Selamat belajar..
Kajian Tadabbur Surat Al Fatihah ayat ke 3 Kajian Tadabbur surat Al Fatihah ayat ke-3"Arrohmanirrohiim" Bersama Al Ustadz Ali Shodiqin, LcSemoga menjadi ilmu yang bermanfaat. mari siapkan perangkat u...
Berkah AlQuran untuk kehidupan...
Tunggu apalagi ayo merapat gaes..
PENDIDIKAN DI BULAN RAMADHAN
Ramadhan adalah kesempatan yang sangat bagus untuk melakukan perubahan: Memungkinkan untuk mengubah pola pendidikan negatif di antara orang tua, dan mengubah perilaku negatif pada anak-anak, karena faktor kelaparan dan kesabaran serta daya tahannya membantu mempengaruhi anak-anak dan membuat hati mereka lebih mudah menerima nasihat...
*Hikmah Qur'an*
Khalifah umar bin abdul aziz rahimahullah memiliki kebiasaan jika disibukkan oleh urusan kenegaraan, ia berusaha membaca AlQur'an disela-selanya.
Ketika Ditanya ,
"Mengapa engkau melakukan semua ini?"
Beliau menjawab
*"Aku melakukan ini agar aku tidak termasuk orang yang meninggalkan Al-Qur'an"*
Subhanallah
Jawaban yang dijiwai dari firman Allah swt
وقال الرسول ياربّ انّ قومى اتخذوا هذا القرآن مهجورًا
"Berkatalah Rasul : " Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al-Qur'an itu sesuatu yang ditinggalkan" (Alfurqan:30)
Mari kuatkan interaksi dengan AlQur'an...
Asuransi Terbaik
(Oleh Ust Budi Ashari, Lc)
Dalam buku Alfu Qishshoh wa Qishshoh oleh Hani Al Hajj dibandingkan tentang dua khalifah di jaman Dinasti Bani Umayyah: Hisyam bin Abdul Malik dan Umar bin Abdul Aziz.
Keduanya sama-sama meninggalkan 11 anak, laki-laki dan perempuan. Tapi bedanya, Hisyam bin Abdul Malik meninggalkan jatah warisan bagi anak-anak laki masing-masing mendapatkan 1 juta Dinar. Sementara anak-anak laki Umar bin Abdul Aziz hanya mendapatkan setengah dinar.
Dengan peninggalan melimpah dari Hisyam bin Abdul Malik untuk semua anak-anaknya ternyata tidak membawa kebaikan. Semua anak-anak Hisyam sepeninggalnya hidup dalam keadaan miskin.
Sementara anak-anak Umar bin Abdul Aziz tanpa terkecuali hidup dalam keadaan kaya, bahkan seorang di antara mereka menyumbang fi sabilillah untuk menyiapkan kuda dan perbekalan bagi 100.000 pasukan penunggang kuda.
Apa yang membedakan keduanya? KEBERKAHAN.
Kisah ini semoga bisa mengingatkan kita akan bahayanya harta banyak yang disiapkan untuk masa depan anak-anak tetapi kehilangan keberkahan.
1 juta dinar (hari ini sekitar Rp 2.000.000.000.000,-) tak bisa sekadar untuk berkecukupan apalagi bahagia. Bahkan mengantarkan mereka menuju kefakiran.
Melihat kisah tersebut kita juga belajar bahwa tak terlalu penting berapa yang kita tinggalkan untuk anak-anak kita. Mungkin hanya setengah dinar (hari ini sekitar Rp 1.000.000,-) untuk satu anak kita.
Tapi yang sedikit itu membaur dengan keberkahan. Ia akan menjadi modal berharga untuk kebesaran dan kecukupan mereka kelak. Lebih dari itu, membuat mereka menjadi shalih dengan harta itu.
Maka ini hiburan bagi yang hanya sedikit peninggalannya.
Bahkan berikut ini menghibur sekaligus mengajarkan bagi mereka yang tak punya peninggalan harta. Tentu sekaligus bagi yang banyak peninggalannya.
Ketika Umar bin Abdul Aziz telah dekat dengan kematian, datanglah Maslamah bin Abdul Malik. Ia berkata, “Wahai Amirul Mu’minin, engkau telah mengosongkan mulut-mulut anakmu dari harta ini. Andai anda mewasiatkan mereka kepadaku atau orang-orang sepertiku dari masyarakatmu, mereka akan mencukupi kebutuhan mereka.”
Ketika Umar mendengar kalimat ini ia berkata, “Dudukkan saya!”
Mereka pun mendudukkannya.
Umar bin Abdul Aziz berkata, “Aku telah mendengar ucapanmu, wahai Maslamah. Adapun perkataanmu bahwa aku telah mengosongkan mulut-mulut anakku dari harta ini, demi Allah aku tidak pernah mendzalimi hak mereka dan aku tidak mungkin memberikan mereka sesuatu yang merupakan hak orang lain.
Adapun perkataanmu tentang wasiat, maka wasiatku tentang mereka adalah: ((إِنَّ وَلِيِّيَ اللَّهُ الَّذِي نَزَّلَ الْكِتَابَ وَهُوَ يَتَوَلَّى الصَّالِحِينَ)).
Anaknya Umar satu dari dua jenis: shalih maka Allah akan mencukupinya atau tidak sholeh maka aku tidak mau menjadi orang pertama yang membantunya dengan harta untuk maksiat kepada Allah.” (Umar ibn Abdil Aziz Ma’alim At Tajdid wal Ishlah, Ali Muhammad Ash Shalaby)
Begitulah ayat bekerja pada keyakinan seorang Umar bin Abdul Aziz. Ia yang telah yakin mendidik anaknya menjadi shalih, walau hanya setengah dinar hak anak laki-laki dan seperempat dinar hak anak perempuan,
Tetapi dia yakin pasti Allah yang mengurusi, menjaga dan menolong anak-anak sepeninggalnya. Dan kisah di atas telah menunjukkan bahwa keyakinannya itu benar.
Umar bin Abdul Aziz sebagai seorang khalifah besar yang berhasil memakmurkan masyarakat besarnya. Tentu dia juga berhak untuk makmur seperti masyarakatnya. Minimal sama, atau bahkan ia punya hak lebih sebagai pemimpin mereka.
Tetapi ternyata ia tidak meninggalkan banyak harta. Tak ada tabungan yang cukup. Tak ada usaha yang mapan. Tak ada asuransi seperti hari ini.
Tapi tidak ada sedikit pun kekhawatiran. Tidak tersirat secuil pun rasa takut. Karena yang disyaratkan ayat telah ia penuhi. Ya, anak-anak yang shalih hasil didikannya.
Maka izinkan kita ambil kesimp**annya:
Bagi yang mau meninggalkan jaminan masa depan anaknya berupa tabungan, asuransi atau perusahaan, simpankan untuk anak-anak dari harta yang tak diragukan kehalalannya.
Hati-hati bersandar pada harta dan hitung-hitungan belaka. Dan lupa akan Allah yang Maha Mengetahui yang akan terjadi.
Jaminan yang paling berharga –bagi yang berharta ataupun yang tidak-, yang akan menjamin masa depan anak-anak adalah: keshalihan para ayah dan keshalihan anak-anak.
Dengan keshalihan ayah, mereka dijaga.
Dan dengan keshalihan anak-anak, mereka akan diurusi, dijaga, dan ditolong Allah.
26/07/2018
Pulang sekolah ngapain???
Les??itu mah biasa
nih program luarbiasa
yang bikin kamu makin keren
Tahsin Tahfizh Athfal
program Al-Qur'an anak berstandar sanad
program keren didedikasikan untuk anak-anak indonesia
- menjadi hafizh qur'an
- menjadi qori yang memiliki bacaan yang sesuai kaidah tajwid
- makin sholih & sholihah disayang orangtua
- menjadi sebaik-baik orang sesuai sabda Nabi saw.
"sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur'an dan mengajarkannya" H.R Bukhori
cattat waktunya
setiap rabu, jum'at dan sabtu
jam 12.00 s.d 14.30 (p**ang sekolah)
Pendaftaran
Rp 100.000
benefit :
> Juz 'Amma versi Rumah Tahfizh Syathibiyyah
> Modul Tahsin
> buku Mutaba'ah
Informasi :
datang langsung ke alamat Rumah tahfizh syathibiyyah
atau hubungi via WA / telp 0815-8616-6683
Pendidikan AlQur'an merupakan pendidikan terbaik sepanjang jaman.
Setuju ya.... ???
Click here to claim your Sponsored Listing.
Location
Category
Contact the school
Website
Address
Jalan Ir. H. Juanda
Bogor