Nurul Ilmi

Nurul Ilmi

Share

Pondok Pesantren, Majelis Ta'lim, TPA dan PAUD "NURUL-ILMI". Rek.Bank Syariah Mandiri (BSM) 003-7056-530 a/n H.Faisal
2. Rek.

Program
1.Penyelenggaraan Pendidikan Formal dan Non Formal.
2.Pengajian Kaum Bapak, Ibu, Anak-anak dan Remaja. 3.Pelatihan Keterampilan Kerja
4.Gerakan Peduli Dhu'afa dan Yatim
5.Mengelola Taman Baca. Karena kami masih dalam tahap Pembangunan dan menyediakan segala fasilitas yang diperlukan, maka Kami masih MENERIMA BANTUAN BAPAK/IBU, DONATUR DAN DERMAWAN yang d

PP Nurul Ilmi Bojonggede Bogor | Instagram, Facebook | Linktree 20/01/2023

*8 Ciri orang baik ....*

1. Lebih banyak tersenyum
2. Menanamkan pikiran positif
3. Menyapa lebih dulu
4. Tidak ingin menunjukkan bahwa dia baik
5. Pintar mengendalikan emosi
6. Membagikan hal2 yg bermanfaat
7. Berkata maaf,tolong dan terimakasih
8. Mengakui kelebihan orang lain

👉🏻 Memang baik menjadi orang penting......Tapi jauh lebih penting menjadi orang baik.

👉🏻 Pondok Pesantren Nurul Ilmi Bojonggede Bogor Membuka *Pendaftaran Santri Baru*
Tahun Ajaran:
2023 - 2024

*Untuk MTs dan Madrasah Aliyah*

Info selanjutnya silahkan buka 👇👇

PP Nurul Ilmi Bojonggede Bogor | Instagram, Facebook | Linktree اهلا وسهلا ومرحبا بكم في معهد نور العلم الاسلامي

Profil Singkat Pondok Pesantren Nurul Ilmi Bojonggede - Bogor 14/11/2022

Assalamu Alaikum ww,

Pondok Pesantren Nurul Ilmi Bojonggede Bogor telah membuka kembali Pendaftaran Santri Baru untuk thn Ajaran 2023 - 2024:

➡️ Madrasah Tsanawiyah (MTs)

➡️ Madrasah Aliyah (MA)

*PROGRAM UNGGULAN*
Kurikulum Kementrian Agama RI dengan Unggulan:

1. Tahfidz al-Qur'an minimal 2 Juz/Tahun

2. Penguasaan Bahasa Arab & Inggris secara Aktif

3. Mengadakan Kajian Kitab Kuning / Turots

Informasi ttg Profile Pondok Pesantren Nurul Ilmi Bojonggede Bogor 👇

https://youtu.be/IAa_h2Je6sc

dan 👇

https://youtu.be/irlX_7WgySM

Website Pondok Pesantren Nurul Ilmi Bojonggede Bogor: 👇

www.nurulilmibojonggedebogor.com

Atau lebih lengkapnya silahkan buka: 👇

https://linktr.ee/ponpesnurulilmibojonggedebogor

Hubungi Tlp/WA:
➡️ 0813 10002163
➡️ 0812 12832065
➡️ 0821 23194286
➡️ 0812 9975059

Syukron 🙏🙏

Profil Singkat Pondok Pesantren Nurul Ilmi Bojonggede - Bogor Salam silaturahim dari Pondok Pesantren Nurul Ilmi Bojonggede Bogor:Ini Profile kami:https://youtu.be/O810AIbzlQwDan Website kami:https://www.nurulilmibojon...

28/07/2022

*Makna Akhlaq*
Oleh: Dr Hamid Fahmy Zarkasyi

“It’s better to be moralist rather than religious”. Lebih baik moralis daripada religious. Itulah salah satu cara orang liberal-sekuler-humanis membunuh agama. Di Barat sana agama memang pernah menjadi sumber fundamentalisme dan kekerasan. Disini, di negeri-negeri Islam tidak. Tapi untuk bisa diberi cap yang sama, agama direkayasa agar melakukan kekerasan. Ini misinya.

Caranya agama dihancurkan dari konsep dasarnya. Salah satunya adalah makna akhlaq. Yang sekuler berupaya mensekulerkan maknanya. Maka ber-akhlaq itu sama dengan bermoral. Yang liberal dan humanis berusaha menghapus konsepnya. Bagi mereka “Muslim tidak perlu ber-akhlaq, berbuat baik pada sesama itu lebih mulia”. Masalahnya apa bedanya moral dan akhlaq serta apa p**a makna karakter dan etika itu.

Akhlaq adalah kata jama’ dari kata khulq. Akar katanya serumpun dengan khalaqa (menciptakan). Artinya adalah sifat jiwa yang melekat (malakah) dalam diri seseorang sesuai dengan asal mula diciptakannya (ahsanu taqwim).

Alasannya jelas, jiwa manusia itu diciptakan Allah dengan fitrah-Nya (fitratallah alliti fatarannas alaiha). Maka ber-akhlaq adalah berpikir, berkehendak dan berperilaku sesuai dengan fitrah (nurani) nya.

Lalu mengapa manusia melawan fitrahnya? Karena kerja orang tua. Orang tua menanam benih kejahatan pada anaknya. Jika ia tanam benih kebaikan, maka sempurnakan fitrah anaknya.

Hadis Nabi jelas, orang tua berkuasa membuat anaknya Muslim atau kafir. Agar fitrah manusia itu sempurna Allah menurunkan fitrah yang lain yaitu al-Qur’an. Ibn Taymiyyah menyebutnya fitrah munazzalah. Dengan al-Qur’an fitrah manusia akan berkembang sempurna.

Fitrah manusia yang berkembang mengikuti al-Qur’an adalah Nabi Muhammad. Karena itulah maka pribadinya menjadi teladan umatnya. Jiwanya memancarkan cahaya. Perilakunya menjadi hukum dan tata etika. Nafasnya adalah dzikir yang berirama. Kalamnya meluncur penuh hikmah bijaksana.

Itulah makna kesimp**an Aisyah bahwa akhlaq Nabi adalah al-Qur’an (Khuluquhu al-Qur’an). Sebab jiwa Nabi tidak saja sesuai tapi tenggelam dalam samudera kebaikan dan kesempurnaan al-Qur’an.

Bagaimana al-Qur’an bisa menjadi akhlaq, bisa dijelaskan. Fakhruddin al-Razi. Misalnya, menulis buku Kitab al-Nafs wa al-Ruh, Fi ‘ilm al-Akhlaq. Didalamnya terdapat 32 pasal tentang akhlaq dan penyembuhan penyakitnya.
Jiwa manusia (nafs), misalnya, terbagi menjadi tiga tingkatan. Yang pertama adalah mereka yang tenggelam dengan Nur Ilahi disebut al-Muqarrabun. Kedua adalah mereka yang berorientasi ke langit dan terkadang ke bumi untuk urusan dunianya yang dinamakan al-Muqtasidun atau golongan kanan (ashab al-yamin).

Terakhir, dan terendah adalah yang tenggelam dalam cengkeraman hawa nafsu dan kenikmatan jasmani, disebut al-Zalimun atau golongan kiri (ashab al-syimal). Ilmu untuk mencapai yang pertama adalah olah batin (riyadah ruhaniyah). Ilmu untuk mencapai yang kedua adalah ilmu akhlaq. Makna akhlaq dilacak dari sumber perilaku manusia yang berupa aql, ruh, nafs, qalb dan cara kerjanya.

Berbeda dari akhlaq, istilah “moral” dalam Oxford English Dictionary dan kamus-kamus lain diartikan sebagai perilaku baik-buruk manusia. Prinsip-prinsipnya disebut etika atau filsafat moral. Ketika moral menjadi semangat atau sikap masyarakat ia disebut “etos”. Itu semua, termasuk baik buruk yang pastinya bersumber dari kesepakatan manusia (human convention).

Bahkan apa yang disebut “hukum moral” atau dharma dalam agama Hindu juga berasal dari kebiasaan sosial. Maknanya moral dan etika menjadi longgar. Jadi bermoral artinya berperilaku sesuai dengan aturan masyarakat, yang tidak selalu bersifat ilahi dan religious.

Orang ber-akhlaq dalam arti yang benar pasti bermoral, tapi tidak semua yang bermoral itu ber-akhlaq. Pemimpin yang tidak zalim, pembela kaum lemah, tidak korup dan sebagainya. bisa dianggap bermoral. Tapi ia tidak berakhlaq jika ia seorang lesbi/homo, pezina, korup, “peminum”, penjudi dan sebagainya. Saudagar kaya raya yang dermawan, zakatnya milyaran, pekerjanya ribuan, peran sosialnya lumayan, bisa dianggap bermoral tinggi. Tapi jika ia adalah pengusaha narkoba atau prostitusi, atau rentenir ia tidak ber-akhlaq.

Kini akhlaq juga diganti dengan istilah “karakter” (Yunani: kharakter). Character diartikan sebagai ciri yang membedakan seseorang karena kekuatan moral atau reputasi. Tapi character juga dimaknai sebagai sifat yang dimainkan seorang aktor dalam sebuah sandiwara, drama atau lakonan.

Berkarakter baik bisa diartikan sebagai ber”peran” baik. Ia bukan sifat yang melekat erat dalam identitas diri. Bukan dorongan jiwa tapi dorongan masyarakat. Mungkin nampak sangat manusiawi, tapi tidak yang mesti berdimensi ilahi.

Maka berkarakter juga tidak mesti berakhlaq. Di masa lalu, misalnya, terdapat seorang gubernur yang dianggap berkarakter tinggi. Ia tegas, berdisiplin tinggi, konsisten, berwibawa dan berwawasan luas. Tapi ia membolehkan perjudian dan pelacuran menjadi sumber APBD. Siapapun menentangnya akan dicemooh. Ia berkarakter tapi tidak ber-akhlaq. Begitulah Muslim bisa bermoral dan berkarakter, tapi tidak mesti ber-akhlaq.

Tapi jika makna ber-akhlaq hanya dibatasi secara sempit maka ia akan sesempit makna moral. Ber-akhlaq yang sempit hanya berpedoman halal-haram atau wajib-sunnah. Hubungannya dengan Tuhan tidak disempurnakan dengan hubungan antar manusia (mu’amalah ma’annas).

Ibadahnya sempurna, pakaiannya sederhana, lidahnya fasih melantunkan ayat-ayatNya. Tapi, tindakan dan ucapannya menyakiti sesamanya atau orang-orang dibawahnya. Inilah makna ber-akhlaq yang salah. Maka jangan heran jika ada tokoh agama terjerumus skandal tahta, harta dan wanita.

Sebaliknya, bagi Muslim sekuler-liberal-humanis, standar halal-haram, wajib-sunnah ditinggalkan. Standar baik-buruk hanya dari kesepakatan manusia.

Akibatnya, meniru akhlaq Nabi pun menjadi aneh kalau tidak utopis. Berjanggut seperti Nabi kini dianggap seperti berpedang atau bersenjata. Menolak ajakan korupsi dianggap “sok suci”. Berdemo sambil bertakbir sama dengan “ngajak” perang. Menghukumi kesesatan dan kemaksiatan dianggap fundamentalis, teroris dan anti HAM. Berdakwah tidak boleh menggurui dan sebagainya.

Begitulah, karena sekularisme, liberalisme dan humanisme maka beragama menjadi tidak mudah, apalagi ber-akhlaq. Padahal Francis Fukyama mengingatkan bahwa ketahanan suatu bangsa tergantung pada keberagamaan masyarakat dan etikanya.

Dengan etika, katanya, ekonomi dan politik akan berfungsi dengan baik. Mungkin maksudnya akhlaq. Jauh sebelum itu ulama arif bijaksana juga telah mengingatkan “Bangsa-bangsa akan kekal jika masih ber-akhlaq. Jika hilang akhlaq-nya maka hilang p**a bangsa itu.

al-Qur’an lebih tegas lagi jika suatu bangsa itu bertaqwa maka akan diturunkan berkah dari langit, dan jika tidak lagi ber-akhlaq maka pasti dihancurkan oleh Allah.

Jadi sesungguhnya bangsa ini sedang dihancurkan. Bukan oleh kekuatan militer. Tapi oleh upaya penghancuran moral dan bahkan akhlaq pemimpinnya, anak mudanya, anggota DPR-nya, hakim-hakimnya dan cendekiawan Muslimnya dan sebagainya.

Semoga bermanfaat amiin

25/07/2022

*PENTING UNTUK KITA KETAHUI TENTANG ANGKA MEDIS DALAM KEHIDUPAN SETIAP MANUSIA*

1. Tekanan darah: 120/80
2. Denyut nadi: 70 - 100
3. Suhu: 36,8 - 37
4. Respirasi: 12-16
5. Hemoglobin: Pria (13,50-18)
Wanita (11,50 - 16)
6. Kolesterol: 130 - 200
7. Kalium: 3,50 - 5
8. Natrium: 135 - 145
9. Trigliserida: 220
10. Jumlah darah dalam tubuh:
Pcv 30-40%
11. Gula: untuk Anak-anak (70-130)
Dewasa: 70 - 115
12. Besi: 8-15 mg
13. Sel darah putih: 4000 - 11000
14. Trombosit: 150.000 - 400.000
15. Sel darah merah : 4,50 - 6 juta..
16. Kalsium: 8,6 - 10,3 mg/dL
17. Vitamin D3: 20 - 50 ng/ml (nanogram per mililiter)
18. Vitamin B12: 200 - 900 pg/ml

Tips bagi yang sudah mencapai Over:*
*40 tahun*
*50*
*60*

*Tips pertama:*
Selalu minum air putih walaupun tidak merasa haus atau membutuhkannya... masalah kesehatan terbesar dan kebanyakan berasal dari kekurangan air dalam tubuh. Minimal 2 liter per hari (24 jam)

*Tips kedua:*
Berolahragalah meskipun Anda sedang berada di puncak keasyikan Anda...tubuh harus digerakkan, meski hanya dengan berjalan...atau berenang...atau olahraga apa pun. Berjalan baik untuk memulai...

*Tips Ketiga:*
Kurangi makanan...

Tinggalkan ngidam makanan yang berlebihan... karena tidak pernah membawa kebaikan. Jangan menghilangkan diri sendiri, tetapi kurangi jumlahnya. Gunakan lebih banyak Makanan Berbasis Protein, Karbohidrat.

*Tips keempat*
Sebisa mungkin, jangan menggunakan Mobil kecuali benar-benar diperlukan... Cobalah untuk mencapai apa yang Anda inginkan ( belanjaan, mengunjungi seseorang ...) atau tujuan apa pun dengan Kaki Anda. Naiki Tangga, daripada menggunakan Lift, Eskalator

*Tips kelima*
lepaskan MARAH...
lepaskan amarah...
lepaskan amarah...
Lepaskan Kekhawatiran .... cobalah untuk mengabaikan hal-hal ...

Jangan melibatkan diri Anda dalam situasi Gangguan ... mereka semua mengurangi kesehatan dan menghilangkan kemegahan jiwa. Pilih pengasuh yang Anda rasa nyaman. Bicaralah dengan Orang yang Positif dan Dengarkan

*Tips keenam*
Seperti yang dikatakan..tinggalkan Uang Anda di Matahari.. dan duduk di Naungan.. jangan batasi diri Anda dan orang-orang di sekitar Anda... uang dibuat untuk hidup Olehnya, bukan untuk hidup Untuk itu.

*Tips ketujuh*
Jangan membuat diri Anda merasa kasihan pada siapa pun, atau pada sesuatu yang tidak dapat Anda capai,
Atau apa pun yang tidak dapat Anda miliki.
Abaikan, Lupakan;

*Tips kedelapan*
Kerendahan hati.. lalu kerendahan hati.. demi Uang, Prestise, Kekuasaan dan Pengaruh... semuanya itu dirusak oleh Kesombongan dan keangkuhan..
Kerendahan hati adalah apa yang membawa orang lebih dekat dengan Anda dengan Cinta.

*Tips kesembilan*
Jika rambut Anda berubah menjadi abu-abu, ini tidak berarti Akhir Kehidupan. Ini adalah bukti bahwa kehidupan yang lebih baik telah dimulai. Jadilah Optimis, hiduplah dengan Kenangan, Perjalanan, Nikmati diri sendiri. Buat Kenangan!

*Ini dapat membantu seseorang ketika Anda membagikannya*

PETUNJUK KESEHATAN UNTUK ORANG TUA SAYA
******************
Betapapun sibuknya Anda, perhatikan semua ini agar tetap sehat:
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
Minum lebih sedikit susu dalam teh Anda. Sebagai gantinya, tambahkan perasan lemon atau jeruk nipis.
~~~~~~~~~~~~~~~~
Di siang hari, minum lebih banyak air; tapi malam hari, minum lebih sedikit.
~~~~~~~~~~~~~~~~
Dalam sehari jangan minum kopi lebih dari 2 cangkir, Disarankan Berhenti Sepenuhnya juga.
~~~~~~~~~~~~~~~~
Makan lebih sedikit makanan berminyak.
~~~~~~~~~~~~~~~~
Waktu tidur terbaik adalah antara jam 10 malam hingga 6 pagi.
~~~~~~~~~~~~~~~~
Di malam hari, makan sedikit atau tidak sama sekali setelah jam 5 atau 6 sore.
~~~~~~~~~~~~~~
Jangan minum obat dengan air dingin tetapi dengan air hangat, dan minum obat setengah jam sebelum tidur. Jangan pernah minum obat dan segera berbaring.
~~~~~~~~~~~~~~~~
Seiring bertambahnya usia, berhentilah minum air dingin tetapi minumlah hanya air pada suhu kamar
~~~~~~~~~~~~~~~~
Usahakan untuk tidur minimal 8 jam per hari.
~~~~~~~~~~~~~~~~
Tidur siang selama satu setengah jam antara siang dan jam 3 sore, untuk menghilangkan stres dan menjaga awet muda dan tidak mudah menua.

~~~~~~~~~~~~~~~~
Setelah baterai ponsel Anda hanya tersisa satu batang, jangan melakukan panggilan lagi, karena radiasi dan gelombang berbahaya satu kali lebih tinggi daripada baterai yang terisi penuh.
~~~~~~~~~~~~~~~~
Gunakan telinga kiri Anda untuk menjawab panggilan, telinga kanan akan langsung melukai otak Anda. Lebih baik lagi menggunakan earphone untuk menjawab panggilan.
~~~~~~~~~~~~~~~~
Dua hal yang harus diperiksa sesering mungkin:
(1) Tekanan darah Anda
(2) Gula darah Anda.
~~~~~~~~~~~~~~~~
Enam hal yang harus dikurangi seminimal mungkin pada makanan Anda:
(1) garam
(2) Gula
(3) Daging dan makanan yang diawetkan
(4) Daging merah terutama yang dipanggang
(5) Produk susu
(6) Produk bertepung
~~~~~~~~~~~~~~~~
Empat hal yang perlu ditingkatkan dalam makanan Anda:
(1) Sayuran/sayuran
(2) Kacang
(3) Buah
(4) Kacang
~~~~~~~~~~~~~~~~
Tiga hal yang perlu Anda lupakan:
(1) Usia Anda
(2) Masa lalumu
(3) Kekhawatiran/Keluhan Anda 👍🏽

~~~~~~~~~~~~~~~~
Empat hal yang harus Anda miliki, tidak peduli seberapa lemah atau seberapa kuat Anda:
(1) Teman yang benar-benar mencintaimu
(2) Keluarga yang peduli
(3) Pikiran positif
(4) Rumah yang hangat.
~~~~~~~~~~~~~~~~
Tujuh hal yang perlu Anda lakukan untuk tetap sehat:
(1) Menyanyi
(2) Menari
(3) Puasa
(4) Tersenyum/tertawa
(5) Perjalanan/olahraga
(7) Kurangi berat badan Anda.
~~~~~~~~~~~~~~~~
Enam hal yang tidak perlu Anda lakukan:
(1) Jangan menunggu sampai Anda lapar untuk makan
(2) Jangan menunggu sampai Anda haus untuk minum
(3) Jangan menunggu sampai Anda mengantuk untuk tidur
(4) Jangan menunggu sampai kamu merasa lelah untuk beristirahat
(5) Jangan menunggu sampai Anda sakit untuk melakukan pemeriksaan kesehatan jika tidak, Anda hanya akan menyesal di kemudian hari
(6) Jangan menunggu sampai ada masalah baru berdoa kepada Tuhan.
~~~~~~~~~~~~~~~~
Satu hal yang harus Anda lakukan setelah membaca tips kesehatan ini:
(1) Teruskan ini ke orang yang Anda cintai dan teman-teman, dan saat Anda melakukannya, semoga Tuhan memberkati U.
===================
Saat menjalankan bisnis normal Anda, ingatlah untuk selalu memeriksa tubuh kita untuk mengetahui seberapa bugar Anda. Kesehatan adalah kekayaan.

KEBUGARAN MEDIS

BP TINGGI
----------
120/80 -- Normal
130/85 --Normal (Kontrol)
140/90 -- Tinggi
150/95 -- V.Tinggi
---------------------------

SUHU
-----------------
98,4 F (Normal)
99,0 F Di Atas (Demam)

Tolong bantu Kerabat, Sahabat dengan membagikan informasi ini....

Serangan jantung- - -
Minum Hangat
Air:

Ini adalah artikel yang sangat bagus. Tidak hanya tentang air hangat setelah makan,
tapi tentang Serangan Jantung. Orang Cina dan Jepang minum teh panas dengan
makanan, bukan air dingin, mungkin sudah saatnya kita mengadopsi
kebiasaan minum mereka saat
makan. Bagi yang s**a minum air dingin, ini
artikel berlaku untuk
Anda. Sangat Berbahaya Jika Minum/Air Dingin Saat Makan. Karena,
air dingin akan memadatkan hal-hal berminyak yang Anda
baru saja dikonsumsi. Itu akan
memperlambat pencernaan. Sekali 'lumpur' ini
bereaksi dengan asam, itu akan rusak dan menjadi
diserap oleh usus lebih cepat daripada makanan padat. Ini akan melapisi usus. Segera, ini akan berubah menjadi lemak
dan menyebabkan kanker. Yang terbaik adalah minum sup panas
atau air hangat setelah makan.

Kentang goreng dan burger
adalah musuh terbesar kesehatan jantung. Coke setelah itu memberi lebih banyak kekuatan untuk
setan ini.
Hindari mereka untuk
Jantung & Kesehatan Anda.

Minumlah satu gelas air hangat tepat saat Anda hendak pergi tidur untuk menghindari penggumpalan darah di malam hari agar terhindar dari serangan jantung atau stroke.

Seorang ahli jantung mengatakan jika semua orang yang membaca ini pesan mengirimkannya ke 10 orang, Anda dapat yakin bahwa kami akan menghemat setidaknya
satu kehidupan. ...

Jadi, jadilah sahabat sejati dan kirimkan artikel ini ke orang-orang yang Anda sayangi

19/07/2022

*SIAPAKAH PENGIKUT ULAMA SALAF SEBENARNYA:*

1) Imam Hanafi lahir: 80 hijriah
2) Imam Maliki lahir: 93 hijriah
3) Imam Syafie lahir: 150 hijriah
4) Imam Hanbali lahir: 164 hijriah
5) Imam Asy’ari lahir: 260 hijriah

Mereka ini semua ulama Salafus Sholeh atau dikenali dgn nama ulama SALAF.

Apa itu salaf?

Salaf ialah nama zaman yaitu merujuk kpd golongan ulama yg hidup antara kurun zaman kerosulan Nabi Muhammad hingga 300 HIJRAH. 3 kurun pertama itu 3 Abad pertama (0-300 H).

1). Golongan generasi pertama dari 300 tahun hijrah tu disebut “Sahabat Nabi” karena mereka pernah bertemu Nabi SAW

2). Golongan generasi kedua p**a disebut “Tabi’in” yaitu golongan yg pernah bertemu Sahabat nabi meski tdk pernah bertemu Nabi

3). Golongan generasi ketiga disebut sbg “Tabi’ tabi’in” yaitu golongan yg tak pernah bertemu nabi dan sahabat tapi bertemu dengan tabi’in. Jadi Imam Abu Hanifah (pencetus mazhab Hanafi) merupakan murid Sahabat Nabi maka beliau seorang TABI'IN

Imam Malik, Imam Syafi’i, Imam Hanbali (Ahmad bin Hanbal), Imam Asy’ari p**a berguru dgn tabi’in maka mereka adalah golongan TABI’IT TABI’IN. Jadi kesemua Imam2 yg mulia ini merupakan golongan SALAF YG SEBENARNYA

Dan pengikut mazhab mereka lah yg paling layak digelar sbg "Salafiyah" kerana “salafi” maksudnya “pengikut golongan SALAF”.

Wallahu a'lam

13/07/2022

*Salah Kaprah Saat Bertanya “DALILNYA MANA?”*

Sering ada yang bertanya: ini mana dalilnya? Di balik pertanyaan ini kerap kali terjadi kesalahpahaman tentang dalil. Dengan merujuk pada kitab Ushul al-Fiqh al-Islamiy karya Syekh Wahbah az-Zuhaili (jilid 1, halaman 417-419) seperti yang saya skrinshoot di sini, mari kita kaji ulang dimana letak salah pahamnya.

Para ulama biasanya membahas masalah dalil ini dalam topik mashadir al-ahkam (sumber-sumber hukum) atau al-adillah asy-syar’iyyah (dalil-dalil syara’). Secara umum yang disebut sebagai dalil itu tidak hanya terbatas pada al-Qur’an dan Hadits saja. Dengan demikian, *Inilah kesalahan pertama* dibalik pertanyaan mana dalilnya, yaitu menganggap seolah dalil itu hanya ayat al-Qur’an dan Hadits.

Syekh Wahbah mengutip Hadits riwayat Sayidina Muaz bin Jabbal. Ketika Muaz Radhiyallah ‘Anhu akan berangkat ke Yaman sebagai utusan Nabi, Nabi bertanya kepada Muaz: “Hai Muaz, jika umat bertanya padamu tentang sesuatu masalah, dalil apa yang engkau gunakan?”
Maka Muaz menjawab: “dengan al-Qur’an”
Nabi bertanya:”Jika tidak terdapat dalam al-Qur’an, bagaimana?”
Maka Muaz menjawab:”dengan sunnahmu”
Nabi bertanya:”Jika tak ada dalam sunnahku dan al-Qur’an?”
Maka Muaz menjawab: “dengan ijithadku”
Nabi menyetujui dan memuji jawaban ini.

Syekh Wahbah juga menjelaskan bagaimana Sayidina Abu Bakar mencari petunjuk di dalam al-Qur’an dan Hadits, tapi begitu tidak diperolehnya maka beliau mengumpulkan para sahabat Nabi lainnya untuk bermusyawarah. Kemudian beliau kumpulkan pendapat para sahabat dan lantas memutuskan perkara berdasarkan hal tersebut. Metode ini juga dilakukan oleh Sayidina Umar dan para sahabat lainnya.

Nah, *kesalahpahaman yang kedua* adalah cepat-cepat menolak suatu perkara hanya karena tidak terdapat di dalam al-Qur’an dan Hadits. Padahal para sahabat utama seperti Sayidina Abu Bakar dan Sayidina Umar akan mengajak berdiskusi dulu dan bertukar pikiran. Di sinilah peranan ijtihad.

*Kesalahan ketiga* adalah menolak menghukumi sesuatu perkara berdasarkan akal. Seolah akal itu sesuatu yang tercela. Padahal sekian banyak ayat al-Qur’an meminta kita untuk menggunakan akal pikiran. Syekh Wahbah az-Zuhaili menjelaskan ada pembagian dalil naqli dan dalil aqli. Contoh dalil aqli yang sah digunakan untuk memutus perkara itu qiyas (analogi), pertimbangan kemaslahatan, dan lainnya. Dalil naqli seperti al-Qur’an dan Hadits tidak bisa dipahami kecuali melalui pertimbangan akal, perenungan dan pandangan yang sahih.

Jadi, keliru besar kalau serta-merta menolak penggunaan akal dalam urusan dalil. Ambil contoh, penggunaan qiyas (analogi) jelas bertumpu pada logika. Meski demikian qiyas juga harus bersandar pada petunjuk dalam al-Qur’an atau Hadits karena kita tidak bisa melalukan analogi tanpa ada pokok (ashal) perkaranya terlebih dahulu.

Artinya, dalam kajian metodologi hukum Islam, peranan akal bukannya dilarang digunakan, tapi justru diatur dan dibahas dengan jelas aturan mainnya. Bukan sekadar akal-akalan, bukan p**a untuk mengakali, tapi justru digunakan sesuai kaidah yang telah digariskan para ulama.

Al-Qur’an, Hadits, Ijma’ dan Qiyas adalah empat dalil yang disepakati penggunaannya. Sedangkan dalil lainnya seperti mashalih mursalah, istihsan, istishan, qaulus shahabi, ‘urf (adat), dan lainnya itu diperdebatkan penggunaannya oleh para ulama.

Saya hendak tambahkan bahwa selain dalil, *ada juga namanya analisa terhadap dalil*. Dalam bahasa ushul al-fiqh, ini disebut sebagai *istidlal*. Contohnya: ayat al-Qur’an memerintahkan kita untuk mengusap kepala saat berwudhu (wamsahu bi ru’usikum). Timbul pertanyaan, berapa banyak yang harus kita basuh. Apa semuanya? Atau sebagian saja?

Ayat al-Qur’an tidak menjelaskan dengan pasti batasanya, maka para ulama menganalisa dalil ini. Ditemukanlah huruf “bi” pada ayat tersebut. Ada ulama yang menganalisa bahwa fungsi “bi” pada ayat di atas bermakna sebagian (li tab’id). Ulama lain memberikan analisanya bahwa huruf “bi” bergungsi lil iltishaq (keseluruhan).

Akibat perbedaan analisa terhadap *wajah istidlal* maka kesimp**annya bisa berbeda-beda meski dalilnya sama. Mazhab Syafi’i dan Hanafi mengatakan cukup sebagian saja kepala yang dibasuh. Sedangkan Maliki dan Hanbali mengatakan harus seluruhnya.

Nah, *kesalahan terakhir* adalah seringkali dianggap kalau sudah ada dalilnya maka kemudian tidak akan lagi ada perbedaan pendapat. Faktanya, para ulama justru berbeda pendapat akibat menganalisa dalil tersebut. Perbedaan pendapat bukan disebabkan ketiadaan dalil. Dalil ada, analisa berbeda, kesimp**an pun bisa jadi berbeda-beda.

*Ringkasnya, salah kaprah soal dalil itu karena gagal memahami bahwa:*

1. Dalil itu tidak hanya al-Qur’an dan Hadits.
2. Kalau tidak terdapat petunjuk di dalam al-Qur’an dan Hadits, maka gunakan ijtihad
3. Akal itu juga diakui sebagai dalil. Namanya dalil aqli. Contohnya mayoritas ulama sepakat memakai Qiyas (analogi)
4. Para ulama berbeda pendapat bukan karena tidak ada dalil tapi karena berbeda menganalisa dalil, sehingga kesimp**annya pun bisa berbeda-beda.

Jadi, sebelum kita bertanya, “mana dalilnya?”, pahami terlebih dahulu, paling tidak, keempat point di atas. Biar gak salah kaprah.

Wa Allahu a’lam bis shawab.

13/07/2022

📝 KITA WAJIB KEMBALI KEPADA AL-QURAN DAN HADITS (SUNNAH)....!!!
~~~~~~~~~~~~~~~~
✅Ucapan dan Slogan ini memang benar, tapi racunnya sangat mematikan jika tidak digunakan secara benar, tepat, dan niat yang benar. Kenapa demikian ? Di sini mari kita berpikir jernih dan ilmiyyah....

➡1. Memangnya para imam madzhab seperti imam Syafi’i, Hanbali, Maliki dan Hanafi tidak kembali kepada al-Quran dan Sunnah ketika mengkaji fiqih-fiqihnya ?

➡2. Memangnya mayoritas umat Islam yang belajar kitab-kitab fiqih, tidak kembali kepada al-Quran dan Sunnah ?

➡3. Memangnya kitab-kitab fiqih para ulama tidak merujuk kepada al-Quran dan Sunnah ?

➡4. Jika slogan ini kita fatwakan dan koar-koarkan dengan membabi buta, apa jadinya kehidupan dunia ?

- Kaum awam akan langsung merujuk kepada al-Quran dan hadits ketika ada satu persoalan
- Kaum yag bukan ahlinya akan melontarkan fatwa dan hujjah sesuai pemahamannya masing-masing terhadap al-Quran dan hadits yang ia baca dan kaji.
- Seluruh kaum muslimin, akan disibukkan dengan tugas ini, semua individu muslim akan sibuk menggali hukum dari al-Quran dan hadits, sehingga terbengkalai lah tugas mereka di dalam mencari penghidupan (nafkah dan lainnya).
- akan muncul ratusan bahkan ribuan, aliran-aliran sesat, akibat salah paham di dalam mengkaji kandungan al-Quran dan hadits.
- dan lain sebagainya....

➡5. Dalam urusan duniawi saja, kita tidak boleh berijtihad meracik obat menurut pemikiran kita sendiri ketika kita mengalami sakit tanpa ada ilmu dan keahlian. Atau kita tidak boleh datang kepada orang yang bukan ahlinya di dalam mengobati sakit kita. Apa jadinya jika setiap orang sakit harus meracik obat sendiri sesuai pemahamannya atau datang kepada orang yang bukan ahlinya ??

➡6. Bukankah ketika kita sakit, kita datang ke dokter umum yang sudah mengetahui ilmunya dan punya keahlian itu ? bahkan terkadang pergi ke dokter specialis / khusus yang lebih menguasai ilmu tertentu yang terkait penyakit tertentu ???

Begini wahai saudaraku, kembali kepada al-Quran dan Hadits atau sunnah memanglah kewajiban umat Islam saat ada permasalahan, ini memang perintah Allah dan Rasulnya dibanyak ayat-ayat al-Quran yang menjelaskannya. Tetapi proses penggalian hukum dari al-Quran dan Hadits, bukan dibebankan kepada setiap orang muslim.

Bukankah Allah dan Rasulnya telah mengecam bagi orang yang memahami al-Quran tapi bukan ahlinya ?

Nabi telah bersabda :

ﻣَﻦْ ﻓَﺴَّﺮَ ﺍْﻟﻘُﺮْﺁﻥَ ﺑِﺮَﺃْﻳِﻪِ ﻓَﻠْﻴَﺘَﺒَﻮَّﺃْ ﻣَﻘْﻌَﺪَﻩُ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻨَّﺎﺭ

“ Barang Siapa yang menafsirkan Al Qur'an dengan pemikirannya sendiri maka hendaknya dia menempati tempat duduknya yang terbuat dari api neraka".(HR. Ahmad, At Tirmidzi dan Ibnu Abi Syaibah) .

Para ulama mengomentari, “ Walaupun ternyata penafsirannya benar “.
Oke, saya kasih beberapa contoh kecilnya saja :

Contoh pertama;

لَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَفْرَحُونَ بِمَا أَتَوْا وَيُحِبُّونَ أَنْ يُحْمَدُوا بِمَا لَمْ يَفْعَلُوا فَلَا تَحْسَبَنَّهُمْ بِمَفَازَةٍ مِنَ الْعَذَابِ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

“ Janganlah sekali-kali kamu mengira bahwa orang yang gembira dengan apa yang telah mereka kerjakan dan mereka s**a dipuji atas perbuatan yang tidak mereka lakukan, jangan sekali-kali kamu mengira bahwa mereka akan lolos dari adzab, mereka akan medapat adzab yang pedih “. (Al-Imran : 188)

Jika kita artikan sesuai dhahirnya (tekstual/literal) saja maka kita pahami bahwa kita semua akan kena adzab Allah yang pedih, kenapa ? karena kita semua pasti merasa senang dengan apa yg kita perbuat dan selalu ingin dipuji atas karya kita.

Namun sangat berbeda jika kita pahami ayat tersebut dengan sesuai ilmunya yaitu sebagaimana tafisran Ibnu Abbas Ra dalam shohih Bukhari dan Muslim berikut :

“ Ayat tersebut turun kepada Ahlul kitab ketika Nabi Saw bertanya pada mereka tentang sesuatu, lalu mereka menyembunyikannya dan memberitahukannya dengan selainnya dan mereka berkata bahwa mereka telah memberitahukan pada nabi dan mereka minta dipuji atas demikian itu “. (HR. bukhari dan Muslim)

Contoh kedua :
Allah Berfirman :

لَيْسَ عَلَى الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ جُنَاحٌ فِيمَا طَعِمُوا

“ Tidak berdosa bagi orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan tentang apa yang mereka makan “ (Al-Maidah : 93)

Dengan ayat ini Utsman bin Madh’un dan Amr bin Ma’ad berkata “ Khomr itu mubah bagi kita “.

Padahal pemahaman yang benar bukanlah demikian jika mengetahui sebab nuzulnya yaitu “ Bahwa orang-orang berkata saat khomr itu diharamkan “ Bagaimana dengan orang-orang yang wafat di jalan Allah dan mereka minum khomr ?” Maka turunlah ayat tsb. Artinya Allah memaafkan perbuatan yang dilakukan pada masa dahulu yang belum diturunkannya pelarangan khomr.

Contoh ketiga :

افرايت من اتخذ الهه هواه

“ Sudahkah engkau melihat orang yang menjadikan Tuhannya sebagai hawa nafsunya (keinginannya) ? ” (Al-Furqan : 43)

Ayat tsb jika kita lihat secara dhahirnya, maka akan menimbulkan bahwa tidak boleh menjadikan Tuhan sebagai keinginannya dan ini sungguh bertentangan dengan perintah-perintah ayat lainnya. Artinya tidaklah mengapa menjadikan Tuhan sebgai keinginannya dan ini hal terpuji.

Namun maksud ayat tsb bukanlah demikian, maka ayat tsb mengandung Taqdimul kalam wa takhirihi, makna yang sebenarnya adalah :

افرايت من اتخذ هواه الهه

“ Apakah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya ? ”

Inilah maksud yang sebenarnya. Lafadz ilahahu merupakan taqdim dan lafadz hawahu merupakan ta'khir. Artinya mereka menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhan. Yang selalu mematuhi perintah-perintah nafsunya.

Dan tak akan habis jika saya beberkan contoh lainnya belum lagi contoh beratnnya, karena setiap contoh akan terikat dengan fan ilmu yang berkaitan dengannya. Demikian p**a dalam memahami hadits-hadits Nabi Saw, sangat dibutuhkan ilmu alat karena ucapan Nabi Saw merupakan syarah dari ayat-ayat al-Quran yang memiliki kesempurnaan bahasa.

Kitab-kitab tafsir dan fiqh para ulama merupakan sumbangsih bagi umat muslim di dalam memahami makna ayat-ayat al-Quran yang sesuai maksud Allah dan Rasul-Nya.

Sehingga memahami al-Quran tidak cukup dengan hanya mengandalkan terjemah tanpa mau merujuk tafsiran para ulama salaf yang berkompeten dibidang tafsir, agar kita tidak jauh memahami makna ayatnya dari pemahaman yang sebenarnya. Sehingga sebuah keharusan mengikuti / taqlid pada pemahaman ulama salaf.

Bagaimana kita bisa memahami al-Quran yang berbahasa arab tanpa memepelajari bahasa arab ? Terjemahan al-Quran yang ada merupakan hasil dari pemahaman bahasa arab pada al-Quran itu sendiri. Namun tidak cukup memahami terjemahan lafadz per lafadznya saja tanpa menjelaskan maksudnya. Nah maksud ayat al-Quran dibutuhkan penafsiran sedangkan penafsiran butuh pada ilmu yang berkaitan dengannya. Dan para ulama tafsirlah yang mampu melakukan ini semua, kita hanya tinggal menikmati hasilnya.

Dan kitab-kitab tafisr merupakan hasil dari penafsiran para ulama yang berkompeten di bidangnya. Untuk kita yang berbangsa ajami (non Arab), membutuhkan penerjemahannya ke dalam bahasa masing-masing penduduk. Atau mempelajari ilmu bahasa arab untuk mempelajari kitab-kitab tafsir tersebut. Namun masih dibutuhkan seorang guru yang benar-benar menguasai ilmu bahasa Arab agar kita tidak salah paham dalam memaknainya. Dan seorang guru yang memiliki sanad (mata rantai) keilmuan yang bersambung sampai pada ulama pengarang kitab tafsirnya, agar tidak menyimpang dari pemahaman yang dimaksud oleh para ulama tsb.

Tidak semua kaum muslimin berkecimpung dalam ilmu bahasa arab atau ilmu alat dan ilmu tafsir. Mereka memiliki tahapannya masing-masing.
Semisal, anak kecil yang baru baligh, maka kita tidak ajarkan ilmu alat melainkan kita ajarkan ilmu fiqih yang berkaitan pada kewajibannya semisal sholat dan puasa ramadhan di samping ia juga membaca al-Qurannya. Dan itu pun sama dengan dia mempelajari al-Quran, sebab ilmu fiqih merupakan ilmu yang dihasilkan dari al-quran dan al-Hadits yang telah di racik oleh para ulama.

Bisa juga melalui pengajian-pengajian, majlis-majlis ilmu atau majlis mauidzhah, atau lainnya. Ini mrupakan salah satu media untuk memahami ilmu al-Quran dan hadits Nabi Saw. Karena materi yang disampaikan sipenceramah merupakan suguhan matenganya yang telah diracik dari al-Quran dan hadits. Ibaratnya pergi ke warung untuk makan, maka dia tidak perlu membuat hidangan makan sndiri yang butuh bahan-bahan dan meraciknya sendiri.

Namun juga harus hari-hati, karena bias jadi hidangan di warung terdapat racun atau unsure ksengajaan untuk mencelakakan org lain.

Setelah lebih dewasa dan memahami tentang ilmu fardhu ainnya, maka ia mnginjak tahapan selanjutnya, yaitu berusaha memahami ilmu fardhu ainnya dengan dalil-dalilnya.

Kemudian tahap selanjutnya memahami wasilah atau perantara dalam memahami dalil-dalil ilmu tersebut yaitu ilmu alat. Apalgi yang berhubungan lansgung dengan ayat al-Qurannya atau nash haditsnya.

Seandainya umat muslim tanpa tahapan-tahapan ini, maka bias dibayangkan bagaimana jadinya agama Islam ini. Karena akan banyak timbul pemahaman-pemahamn keliru, salah bahkan mennyimpang dari maksud yang sebenarnya, dan hal ini telah banyak kasusnya dalam alairan-aliran sempalan Islam.

Ibnu Taimiyyah berkata :

ولو سقط علم النحو لسقط فهم القرآن، وفهم حديث النبي ولو سقط لسقط الإسلام

“ Seanadainya ilmu nahwunya jatuh (apalagi tdk mau mempelajarinya), maka akan jatuh juga pemahaman al-Quran dan pemahaman hadits, dan seandainya pemhaman alquran dan hadits jatuh, maka jatuhlah Islam “

Bahkan Ibnu Taimiyyah sendiri pun lebih mengetatkannya dalam hal ini, sampai-sampai ia melarang umat muslim membawakan ayat al-Quran tanpa bahasa arab, misalnya dengan huruf latinnnya. Berikut pendapatnya :

واما الاتيان بلفظ يبين المعنى كبيان لفظ القرأن فهذا غير ممكن وعلى هذا كان ائمة الدين على انه لا يجوز ان يقرأ بغير العربية لا مع القدرة و لا مع العجز لان ذالك يخرجه عن ان يكون هو القرأن المنزل

“ Membawakan Al-Quran dengan lafadz yang menjelaskan makna Al-Quran, ini tidaklah mungkin bisa dilakukan. Oleh karena itu para imam Agama berpendapat tidak boleh membaca Al-Quran tanpa bahasa arab, walaupun dia mampu atau pun tidak mampu membaca arabnya. karena yang demikian itu akan mengeluarkan al-Quran dari Al-Quran yang diturunkan sebenarnya ". “

✅*Jawaban ringkas untuk orang yang mengajak kembali pada Qur'an dan Sunnah saja: tanya kembali kepada nya, 'kembali pada manthuq atau mafhum nya Qur'an dan Sunnah?' Kalau ia tidak bisa menjawab atau tidak bisa membedakan manthuq dan Mafhum, maka tinggalkan orang tsb, karena ia seorang yang jahil.
والله أعلم بالصواب
~~~~~~~~~~~~~~
Semoga bermanfaat,
Salam Silaturahim

Want your school to be the top-listed School/college in Bogor?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Website

Address


Pondok Manggis Kincir Air RT 02 RW 02 No 103, Desa. Bojong Baru, Kec. Bojong Gede
Bogor
16320