Ummi Sybil

Ummi Sybil

Share

Ummi Kreatif ditambah Mainan Edukatif-Interaktif jadikan Anak Semakin Prestatif!

7 Ciri-ciri Orangtua yang Salah Mendidik Anak, Apakah Kita Termasuk? 09/02/2017

Ayah bunda, yuk kita introspeksi diri :)
Bukan anak saja yg bisa salah, tapi kita sebagau orangtua pun pasti banyak salahnya. Semoga Allah senantiasa membimbing kita dan keluarga... Aamiin

7 Ciri-ciri Orangtua yang Salah Mendidik Anak, Apakah Kita Termasuk? Sahabat Ummi, apakah kita termasuk orangtua yang salah mendidik anak? Coba kita simak beberapa ciri-ciri berikut ini, semoga bisa menjadi bahan introspeksi karena sejatinya anak adalah titipan Allah

30/07/2016

♣♣ SOLUSI KEBELET PIPIS DI JALAN❗ ♣♣

Jangan Tahan Pipis Anda Jika Tak ingin Sakit Parah!
Anda pasti pernah terjebak macet dan kebelet pipis.
Pada saat itu, Anda bingung mencari toilet karena rest area masih sangat jauh. Namun ketika akhirnya Anda menemukan toilet, ternyata toiletnya begitu kotor dan menjijikan.

✿✿ Memperkenalkan Toilet Portable ✿✿
Toilet Praktis, Tanpa Takut Tumpah, Bocor, atau pun Bau.
Cocok dibawa traveling, camping, perjalanan dengan mobil keluar kota / mudik. Dan dapat digunakan untuk laki-laki maupun perempuan dari anak-anak hingga orang tua.

Toilet Portable ini dapat menampung Urin hingga 600 cc (dapat dipakai berulang hingga kantung penuh). Di dalamnya terdapat makromolekul khusus yang akan membuat cairan lansung berubah menjadi gel hanya dalam hitungan detik. Makromolekul ini juga akan membuat bau urin menjadi hilang sehingga Anda tak perlu khawatir akan bau pesing.

Info dan Pemesanan Hubungi:
☎ invite PIN BBM : 5B84 C918
☎ SMS/Whatsapp : 0823 1230 9690
----------------------------
⚠⚠ TUNGGU DULU!! ⚠⚠
Ingin Mendapatkan Subsidi Ongkir dan GRATIS ongkir ke Kota-kota Tertentu? Lakukan 3 langkah berikut:
Langkah #1: LIKE/SUKA Postingan ini.
Langkah #2: Ketikkan "Mau Toilet Mini" di komen postingan ini.
Langkah #3: ☎ sms/WA ke 0823 1230 9690
atau invite PIN BB : 5B84 C918
----------------------------
Khusus bagi Anda untuk pengguna Android :
☎ Klik untuk BBM Otomatis: http://goo.gl/j9FxnC
☎ Klik untuk WA Otomatis: http://goo.gl/I7Hj3I

⬇⬇ WAJIB DIBACA ⬇⬇
KAMI MEMBERI GARANSI JIKA DALAM 18 HARI BARANG TIDAK SAMPAI (DIBUKTIKAN DENGAN RESI), MAKA UANG KEMBALI 100%

05/04/2016

Siapa yang bisa lihat video ini?
Anak Anda pasti akan s**a dengan ini.
==
Penasaran dan Berminat sama Kartunya ? Add Kontak saya ya Ayah & Bunda
➡ invite PIN BBM : 5B84 C918
➡ SMS/whatsapp : 0823 1230 9690


Nb : Ada Bonusnya loohh... Bonusnya adalah Kartu Makanan..
Misalkan ada kartu "Gajah" dan kartu "Rumput" dilihat bersamaan lewat kamera Smartphone, maka si Gajah akan Menghampiri Rumput dan memakannya.. Keren Banget
Yuk di Order, karena stok Saya cuma 10 Lusin saja, Jangan Sampai Kehabisan..
(Cocok juga untuk Kado atau Hadiah)

Add Kontak saya ya Ayah & Bunda
➡ invite PIN BBM : 5B84 C918
➡ SMS/whatsapp : 0823 1230 9690

05/04/2016

Anak Anda akan s**a dengan ini 😍
✿ WOW KEREEN ❗❗ Izin Share Cerita Pribadi ya Ayah & Bunda

Saya punya anak laki-laki umurnya 5 tahun, Syibil namanya. Anaknya Pintar, Lucu, dan menggemaskan sama seperti buah hati kesayangan Ayah & Bunda yaa..

Namun ada sedikit kekhawatiran, Anak Saya kalau sudah Nonton Youtube bisa berjam-jam. Terkadang saya batasi hanya boleh menonton youtube 30 menit, tetapi Syibil s**a Nangis sekeras-kerasnya.

Kekhawatiran lainnya adalah, Syibil hidup di Zaman Modern, dimana smartphone dan gadget sudah jadi mainan biasa. Berbeda dengan zaman kita kecil yah Bunda :) . Entah tau dari temannya, atau kakak-kakaknya, Syibil selalu saja bisa mengoperasikan Aplikasi di Smartphone yang Saya pun belum tentu bisa mengoperasikanya

Saya dan Suami pun sepakat berkonsultasi dengan Ahlinya, kebetulan saya punya Sepupu di Malaysia yang merupakan seorang pendidik Usia dini. Dan kebetulannya lagi, sepupu saya pernah Mengalami kasus yang serupa.

Sepupu Saya berkata bahwa Memang zaman sekarang tidak akan lepas dari gadget, mau tidak mau suatu saat akan bertemu dengan smartphone. Jangan dilarang, tapi batasi dan Arahkan.

Kemudian saya dikirimi sebuah Kartu AJAIB seri Binatang. Bagaimana tidak ajaib ?
Coba Bayangkan, bagaimana gambar Kelinci, Rusa, Kucing, dan lainnya keluar dari sebuah kartu jika dilihat dari smartphone.

Iya, kartu tersebut kartu biasa, namun jika dilihat dari Smartphone, akan keluar gambar Binatang bergerak sesuai nama pada Kartunya

Misal kartu 'Elephant' kita arahkan pada Smartphone, maka akan keluar gambar Gajah yang bergerak. Kita bisa putar Gajah tersebut sehingga terlihat nyata 3 dimensi

Bukan Hanya Gambar, di Smartphone Anda juga akan keluar Suara "Elephant" . Sehingga bukan hanya sekedar bermain, tapi juga sambil Belajar mengenal Binatang, Huruf, dan kata dalam Bahasa Inggris. Lengkap yaa bunda..

Coba Play Lagi dan tonton videonya sampai habis

Penasaran dan Berminat sama Kartunya ? Add Kontak saya ya Ayah & Bunda
➡ invite PIN BBM : 5B84 C918
➡ SMS/whatsapp : 0823 1230 9690


Nb : Ada Bonusnya loohh... Bonusnya adalah Kartu Makanan.. Misalkan ada kartu "Gajah" dan kartu "Rumput" dilihat bersamaan lewat kamera Smartphone, maka si Gajah akan Menghampiri Rumput dan memakannya.. Keren Banget
Yuk di Order, karena stok Saya cuma 10 Lusin saja, Jangan Sampai Kehabisan..
(Cocok juga untuk Kado atau Hadiah)

Add Kontak saya ya Ayah & Bunda
➡ invite PIN BBM : 5B84 C918
➡ SMS/whatsapp : 0823 1230 9690

Kiddle, Aman Untuk Anak? 15/03/2016

Satu bulan terakhir banyak Broadcast tentang mesin pencari yang ramah untuk Anak, yaitu Kiddle. Beberapa saat kemudian muncul juga broadcast yang mengatakan bahwa kiddle ternyata malah menampilkan konten yg 'tidak ramah' anak.

Penasaran, saya pun mencoba sendiri apa benar yg dikatakan berita tersebut. Ternyata saat saya coba, hasil pencarian yang ditampilkan kiddle tidak seperti apa yang dikatakan pada broadcast yang menyatakan kiddle menampilkan konten dewasa.

Kesimp**an saya, mungkin pada awal peluncuran mesin pencarian ini, memang belum semuanya tersaring, tapi seiring dengan waktu berjalan, pihak yang bersangkutan pun mencoba memperbaikinya.

Menurut saya pribadi, kiddle telah membantu menghilangkan sedikit kekhawatiran para orangtua yang anaknya sedang tumbuh di era serba digital ini.
Selamat mencoba Ummi Abi :)

http://informatika.uc.ac.id/2016/03/kiddle-search-engine-aman-untuk-anak/

Kiddle, Aman Untuk Anak? Kiddle? amankah buat anak-anak? Beberapa saat terakhir berbagai media sosial menampilkan sebuah search engine yang diklaim sebagai search engine yang aman untuk dipergunakan oleh anaka-anak. Apakah…

Photos 13/03/2016

Pentingnya Faktor Lingkungan dalam Mendukung Perkembangan Anak

Sumber: sahabatnestle.co.id

Perkembangan seseorang adalah hasil dari faktor bawaan dan lingkungan (nature vs nurture). Setiap individu adalah makhluk yang unik dan setiap tahap perkembagnan memiliki karakteristik yang khas.

Faktor bawaan mencakup ciri-ciri fisik, kecerdasan, bakat, temperamen (yang akan menentukan bagaimana seseorang bertindak, bereaksi, bersikap dari satu situasi ke situasi lain yang sifatnya relatif menetap). Faktor lingkungan sangat berperan untuk melakukan perubahan, dalam artian memaksimalkan potensi yang dimiliki anak, dan hal-hal yang kurang berkembang. Juga untuk meminimalkan hal-hal yang negatif pada diri anak (temperamen “sulit”, gangguan perkembangan/hendaya yang diidap oleh anak).
Peran lingkungan adalah mengoptimalkan dimensi perkembangan mencakup faktor biologis (fisik, motorik), kognitif (bahasa, berpikir, daya nalar, daya ingat, dll), psikososial ( kemandirian, bagaimana anak bersikap, berperilaku, kesadaran akan diri, harga diri, percaya diri, dll). Sebagai contoh, anak akan belajar bagaimana mencintai orang lain kalau mereka dicintai oleh (terutama) orangtuanya.

Konteks dimana anak dibesarkan sangat besar pengaruhnya, kalau anak dibesarkan dalam konteks kekerasan, maka perilaku kekerasan akan menjadi bagian dari dirinya. Sebaliknya kalau anak dibesarkan dalam konteks yang positif, dimana hubungan antar anggota keluarga harmonis, memberikan contoh perilaku yang positif, memfokuskan pada tiga dimensi pengembangan anak secara seimbang, peka terhadap hal yang terjadi di lingkungannya, maka anak akan berkembang lebih positif. Aktivitas anak disesuaikan dengan tahapan usia, kemampuan, dan keunikan anak.

Perhatian, kasih sayang, sensitivitas dan responsivitas orang tua sangat berperan. Orangtua peka akan kebutuhan anak, mengapa anak berperilaku tertentu untuk menarik perhatian orangtuanya. Dari sinilah anak akan merasa dirinya sebagai orang yang penting, diperhatikan (bukan dimanjakan), memiliki harga diri dan rasa percaya diri yang tinggi.

Orang tua tahu kapan membolehkan anak menjatuhkan pilihannya sendiri dan kapan tidak. Pada anak usia Balita, dalam aspek psikososial, anak perlu belajar benar-salah, boleh dan tidak boleh. Hal ini berkaitan dengan karakteristik anak usia Balita yang biasanya negativistik, mengapa demikian? Karena dia sudah sadar akan eksistensi dirinya yang berbeda dari orang lain. Dari sini p**a akan berkembang autonomi, jadi seni dalam mendidik anak adalah bagaimana menimbang-nimbang sampai batas mana anak dibolehkan dan sampai batas mana tidak dibolehkan. Bagaimana mengalihkan keinginan anak yang tidak dibenarkan dan memberikan alternatif sehingga autonomi anak tidak sampai dimatikan.

Di usia Balita. Fokus utama untuk mengembangkan dimensi kognitif adalah dalam hal bahasa dan memfokuskan perhatian pada apa yang sedang berlangsung. Mengapa bahasa penting? Karena bahasa adalah alat untuk berkomunikasi, mengarahkan pikiran seseorang, ekspresi diri yang paling utama dalam komunitas manusia. Kalau anak tidak paham bahasa dan tidak dapat mengungkapkan idenya melalui bahasa, bagaimana dia akan mempelajari hal-hal lainnya?

Fokus utama dalam aspek psikososial adalah menumbuhkan keyakinan diri sebagai anak yagn mampu berbuat sesuatu terhadap lingkungannya sehingga anak merasa percaya diri. Yang melandasi hal ini adalah perlakuan orang tua sejak dia bayi. Anak merasa ada orang yang bisa dia andalkan untuk memenuhi semua kebutuhannya, lekat dengan ibu-ayahnya (sebisa mungkin orangtua). Kalau anak merasa dirinya lekat secara aman dengan prangtuanya, hal ini akan berdampak jangka panjang, misalnya keinginan untuk meraih prestasi yang baik, memilih pasangan hidup, dst.

Photos 04/03/2016

**INILAH 7 KARAKTER ORANGTUA CALON PEMILIK ANAK SUSKES, ANDA MASUK KATEGORI NOMOR BERAPA?** :)

Orangtua mana yang tak mengharapan anaknya sukses? Semua orang tentu saja mengidamkan anaknya sukses dimasa kini dan masa depan.

Sesungguhnya tidak ada resep parenting khusus dalam membesarkan seorang anak agar menjadi orang yang sukses hingga mampu menjadi seorang yang sukses. Namun para psikolog menemukan adanya beberapa faktor yang bisa memperkirakan kesuksesan seorang anak. Yang mengejutkan, faktor itu ternyata ada pada orang tuanya.

Seperti dikutip dari sayangianak.com dari businessinsider, Jumat (4/maret/2016), berikut adalah 7 karakter orang tua calon pemilik anak sukses:

1. MENGAJARKAN ANAK KEAHLIAN SOSIAL

Peneliti dari Pennsylvania State University and Duke University menelusuri lebih dari 700 anak usia TK sampai 25 tahun dan menemukan hubungan erat antara kemampuan sosial semasa TK menentukan sukses di usia dewasa dua dekade mendatang.

2. MEMBIASAKAN ANAK MENGERJAKAN PEKERJAAN RUMAH

Mantan Dekan Freshmen dari Universitas Stanford AS, Julie Lythcott Haims menganggap anak yang dibiasakan mengerjakan tugas rumah akan menjelma menjadi pegawai yang bisa bekerjasama dengan rekannya. Mereka juga bisa memiliki rasa empati tinggi dan mampu mengerjakan tugas secara mandiri.

3. MEMILIKI EKSPEKTASI TINGGI

Menggunakan data survei 6.600 anak yang lahir di tahun 2001, Profesor Neal Halfon dari UCLA menemukan ekspektasi orang tua terhadap anaknya bisa berdampak pencapaian yang besar.

“Orangtua yang berharap anaknya mencapai kuliah terlihat berusaha mengatur agar anaknya bisa mencapai tujuan itu dengan pendapatan mereka atau kekayaan yang dimiliki,” kata Halfon.

4. MEMILIKI HUBUNGAN HARMONIS

Studi dari Universitas Illinois AS menemukan anak yang berasal dari keluarga penuh konflik, apakah kekerasan atau perceraian, berpotensi menghadapi masa depan lebih suram dibandingkan mereka yang memiliki orang tua harmonis.

5. MEMPUNYAI TINGKAT PENDIDIKAN TINGGI

Dalam Survei tahun 2014 dari University of Michigan, Psikolog Sandra Tang menemukan jika ibu yang menamatkan kuliah sampai kuliah cenderung jejaknya diikuti oleh anaknya. Sementara anak yang lahir dari ibu menikah sangat muda, cenderung tak menamatkan sekolah SMA.

6. MINIM STRES

Menurut penelitian yang dikutip dari Brigid Schulte dari Washington Post, jumlah jam yang disediakan ibu dengan anak berusia antara 3-11 tahun bisa memprediksi perilaku, kebahagiaan, dan pencapaian seorang anak. Penelitian lain menyebut, ibu yang stres karena harus bertaruh antara pekerjaan dan mencari waktu bersama anak akan berdampak buruk bagi anaknya.

7. MENGHARGAI USAHA DARIPADA MENILAI KEGAGALAN

Jika seorang anak diberitahu mereka lolos tes karena kepintarannya, itu akan menciptakan pikiran yang stagnan. Namun jika mereka sukses karena usahanya, alam pikiran mereka akan berkembang dengan pesat.

Sumber: http://sayangianak.com

Photos 01/03/2016

**AYAH BUNDA, YUK BERTEMAN DENGAN ANAK DI MEDIA SOSIAL**

Sumber: www.liputan6.com

Remaja zaman kini tentu mengenal berbagai media sosial tak seperti orangtuanya. Meski orangtua kalah dari anaknya, penelitian menunjukkan, orangtua tak boleh menghindar dari media sosial. Melainkan mengirimkan permintaan pertemanan ke Facebook atau di twitter, instagram, dan platform sosial lainnya.

Profesor Brigham Young University Sarah Coyne dan Laura Padilla Walker menemukan, remaja yang terhubung dengan orangtuanya di media sosial merasa lebih dekat dengan orangtuanya di kehidupan nyata.

Penelitian itu melibatkan hampir 500 keluarga dan menemukan remaja yang berinteraksi dengan orangtuanya di media sosial memiliki perilaku prososial yang lebih tinggi, lebih murah hati, lebih baik dan bermanfaat untuk orang lain.

Penulis penelitian Sarah Coyne melakukannya dengan Q & A untuk temuannya. Temuan itu diterbitkan Cyberpsychology, Behavior, and Social Networking. Berikut beberapa pertanyaan dan jawaban yang diajukan dalam penelitian seperti dikutip phys, Rabu (17/7/2013).

Q: Bagaimana media sosial membantu keluarga merasa lebih terhubung?

A: Anda bisa melakukan banyak hal di media sosial. Anak Anda bisa memasukkan foto, dan Anda bisa memberikan dukungan dengan menyukainya atau membuat komentar yang bagus, atau status terkini juga mendapatkan tanggapan yang sama. Ini memberikan orangtua banyak kesempatan untuk memberikan umpan yang positif atau menunjukkan rasa sayang.

Media sosial memberikan Anda menjadi intim di kehidupan remaja Anda. Ini memungkinkan orangtua tahu apa yang anak-anaknya lakukan, apa yang dianggap teman-temannya keren atau menyenangkan, dan membantu orangtua lebih terhubung dengan anaknya. Ini memberikan sebuah jendela kecil yang bagus.

Q: Apa keterlibatan keluarga di media sosial?

A: Studi kami bertanya seberapa sering mereka berinteraksi di media sosial. Setengah dari remaja di penelitian kami melaporkan berada di situs jejaring sosial dengan orangtuanya dan 16 persen berinteriaksi dengan orangtua setiap hari melalui media sosial.

Q: Apakah lebih seirng berinteraksi berhubungan dengan lebih dekat dengan keluarga?

A: Ya, semakin sering orangtua menggunakan media sosial untuk berinteraksi dengan remajanya, semakin kuat hubungannya.

Q: Orangtua bisa mengambil langkah terlalu jauh. Apakah Anda melihat itu dalam studi Anda?

A: Ini adalah jenis hal yang Anda dapat mengambil terlalu jauh. Orangtua perlu cerdas tentang menggunakannya. Saya pikir itu adalah alat yang sangat bagus untuk berhubungan dengan anak-anak Anda. Tapi sama seperti segala sesuatu yang lain, itu harus digunakan dalam moderasi.

Anda tidak ingin menjadi orangtua yang posting foto anak Anda yang memalukan sepanjang waktu atau membuat komentar kasar. Anda harus tetap pada tingkat yang sesuai dan menghormati apa yang diinginkan remaja juga.

Q: Apa sesuatu yang mengejutkan Anda di dalam penelitian ini?

A: Kami juga menemukan bahwa jaringan sosial secara keseluruhan, terlepas dari penggunaan orangtua, dikaitkan dengan hasil negatif tertentu untuk remaja. Mereka lebih agresif dan memiliki perilaku internalisasi yang lebih tinggi. Itu sedikit mengejutkan bagi saya.

Kita cenderung berpikir jejaring sosial relatif tidak berbahaya, dan untuk sebagian besar itu benar. Tapi anak-anak yang sering menggunakannya- kami memiliki beberapa anak-anak dalam penelitian yang menggunakan lebih dari 8 jam sehari - beberapa dari mereka menunjukkan masalah dalam hal agresi dan depresi.

Photos 19/02/2016

**ANAK PERIANG DI RUMAH, TAPI PENDIAM DI SEKOLAH. MENGAPA?
BAGAIMANA MENGATASINYA?**

Sumber: www.parenting.co.id

Meski di rumah anak periang dan banyak bicara, menurut gurunya, di sekolah ia temasuk pendiam. Apakah ia merasa tidak nyaman di TK-nya? Belum tentu, Ma.

Ketika berada di lingkungan baru, anak perlu waktu untuk menyesuaikan diri. Suasana di sekolah memang sangat berbeda dengan di rumah. Kalau di rumah, ia sudah sangat familier dengan siapa pun yang ada di rumah. Sedangkan di sekolah, masih banyak yang perlu ia pelajari dan banyak orang belum ia kenal dengan baik. Tak heran kalau ia belum terlalu nyaman, dan itu bisa membuat ia menjadi lebih pendiam.

Nah, anak-anak yang ‘jago kandang’ seperti itu umumnya terbiasa menjadi pusat perhatian di rumah. Sementara di sekolah, ada banyak anak lain sehingga ia merasa kesulitan bersaing dengan teman-temannya dan merebut perhatian guru.

Jadi, bersabarlah, Ma. Berikan dukungan dengan tidak terlalu banyak menuntut. Setiap anak adalah pribadi yang unik. Meskipun perilakunya berbeda dengan teman-temannya, tidak akan selamanya seperti itu. Hanya soal waktu saja sampai ia benar-benar bisa aktif dan ceria seperti di rumah.

*Tips Berbicara dengan Anak Pendiam

Di luar gangguan perkembangan kemampuan bahasa, anak yang pendiam umumnya dipengaruhi faktor tidak terbiasa ekspresif atau sifatnya tertutup. Meski begitu, tetap perlu ada tindakan dari orang tua karena anak harus belajar mengekspresikan pikiran/perasaan (terutama jika dia butuh bantuan atau ada yang meresahkannya).

Untuk itu, sediakan waktu khusus berdua saja bersama anak. Lakukan secara bergantian dengan pasangan. Berdua saja berarti tidak ada saudara yang lain (kakak/adik). Kenapa ? Agar anak lebih leluasa mengekspresikan diri dan menjadi dirinya sendiri. Buatlah jadwal ‘kencan’ ini secara rutin, yakni cukup 10 - 15 menit setiap kalinya. Anda bisa bermain, ngobrol santai, dll. Hindari terlalu banyak pertanyaan tentang sekolah karena bisa membuat anak merasa tidak nyaman, hanya memberi jawaban standar, serta tidak menikmati waktu khusus itu.

Jadi, mulailah dengan diri sendiri, yakni Anda/pasangan mulai bercerita tentang keseharian atau apa pun yang ringan serta menyenangkan untuk dibicarakan dengan anak. Misalnya, kejadian tadi pagi di kantor atau jalanan. Lakukan ini terus sampai akhirnya anak merasa nyaman dan mulai membuka diri. Memang dibutuhkan kesabaran dari orang tua untuk menjalaninya.

Namun, ketika anak sudah merasa nyaman untuk berbicara, jagalah sikap. Tetaplah tenang dan tidak terburu-buru menasehati/memojokkan anak. Beri anak kesempatan bercerita. Bisa juga, Anda membiasakan anak untuk mengutarakan pendapatnya tentang berbagai hal. Misalnya, adakan rapat kecil untuk menentukan tujuan liburan. Ketika anak mengutarakan pendapatnya, dengarkan dan hargai pendapatnya. Hindari menyalahkan/memojokkan anak atas pendapat/pilihannya.

Jika anak sudah bersekolah, bekerja samalah dengan guru. Guru bisa membantu mendorong anak untuk lebih berani bicara di kelas dan memberi apresiasi apa yang bisa membuatnya menjadi lebih percaya diri untuk bicara. Bila Anda menemui kesulitan dan kondisi anak tidak menunjukkan kemajuan setelah semua usaha dilakukan, berkonsultasilah dengan psikolog anak agar bisa ditemukan penanganan yang tepat.

Photos 15/02/2016

**TIPS MENDIDIK ANAK DI ERA DIGITAL**

Semakin majunya era digital akan membuat sebagian tugas-tugas manusia bisa dikerjakan dengan cepat. Segala informasipun juga akan semakin mudah diakses dan cepat beredar baik itu informasi positif ataupun negatif. Dengan pesatnya kemajuan era digital, pembentengan terhadap keluarga terutama anak juga harus diperkuat agar pembentukan dan pendidikan anak yang berkualitas bisa tercapai.

Di era digital, membangun imunitas terhadap anak mutlak dilakukan agar anak tidak terkena dari dampak buruk majunya teknologi terutama teknologi informasi. Di sekeliling kita banyak kita temui informasi-informasi tidak sehat dan beredar sangat cepat. Hal ini sangat berbahaya untuk perkembangan dan pertumbuhan anak jika anak tidak dibekali dengan imunitas yang baik.

Ada beberapa hal yang mesti kita lakukan untuk membekali anak kita agar proses pembentukan anak yang cerdas, berakhlaq mulia dan berkompeten bisa tercapai di tengah-tengah era digital.

Tips mendidik anak di era digital dan internet

1. Memupuk keimanan anak sejak usia dini

Orang tua harus bisa memberikan contoh yang baik di dalam keluarga terutama dalam ketaatan beribadah. Tujuannya adalah agar anak bisa mencontoh dan meniru apa yang dilakukan orang tuanya. Selain itu pemberian pendidikan akan ilmu agama hendaknya diperhatikan dengan baik. Memasukkan anak ke TPQ ataupun yang sejenisnya merupakan salah satu cara untuk memupuk keimanan anak.

2. Membangun kedekatan dengan anak

Banyak hal positif yang bisa dapatkan jika kita bisa membangun kedekatan dengan anak. Salah satunya adalah anak tidak akan segan menyampaikan segala permasalahannya kepada orang tuanya. Hal ini akan lebih baik daripada anak harus curhat kepada orang lain. Bisa jadi dunia maya akan menjadi pelampiasannya jika orang tua tidak mampu menampung segala permasalahan yang dialami anak.

3. Perlunya sistem pendidikan yang berkarakter

Pendidikan yang berkarakter sangat diperlukan anak. Karena pendidikan yang berkarakter akan lebih mampu mencetak generasi yang bertaqwa, berkepribadian, cerdas, berprestasi dan kompeten. Oleh karena itu pemilihan tempat sekolah yang bermutu sangat penting untuk menunjang pesatnya dan semakin majunya dunia era digital.

4. Mendampingi anak ketika di depan internet

Mendampingi anak ketika berada di depan internet merupakan hal yang sangat penting. Karena disini kita akan bisa mengajarkan kepada anak apa saja yang boleh diakses dan apa saja yang tidak boleh diakses. Anak harus diberi pengetahuan baik itu kontak, konten yang sebaiknya dihindari dan anak juga harus diajarkan bagaimana berakhlaq ketika berada di dunia maya. Para orang tua harus menyadari apa yang dilakukan anaknya ketika mereka menggunakan internet.

5. Menempatkan fasilitas digital dengan sebaik-baiknya

Komputer ataupun gadget harus diperhatikan dengan baik terutama penempatannya. Hindari penempatan fasilitas tersebut di tempat yang cenderung lebih privat agar pengontrolan mudah dilakukan.

Era digital baik itu pengaruh baik ataupun buruknya akan senantiasa bergerak dan berubah. Sosial media yang juga terus berkembang tak akan mampu kita hentikan dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Keluarga merupakan benteng yang harus terus kita bangun agar anak-anak tetap aman dari serangan predator dunia era digital. Perkuat imunitas anak agar anak mampu bertahan meskipun tanpa ada kita sebagai pendampingnya.

Sumber: www.al-maghribicendekia.com

Want your school to be the top-listed School/college in Bogor?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Telephone

Address


Bogor
16143

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00
Saturday 09:00 - 13:30