Guru Pengasuh Balita : Early Childhood Teacher

Guru Pengasuh Balita : Early Childhood Teacher

Share

Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Guru Pengasuh Balita : Early Childhood Teacher, Bogor.

balita rewel 28/05/2010

WAH REWEL AMAT, SIH...!

Menghadapi
batita yang rewel, orang tua harus ekstrasabar karena ia mudah sekali
menangis.












Tak
jarang terjadi, si kecil yang berusia batita menjadi begitu rewel.
Sampai-sampai dalam melakukan kegiatan sehari-hari ia pun selalu
mengawali
dengan menangis terlebih dahulu. Ada beberapa penyebab yang
tergolong
sering jadi pencetus kerewelan pada anak (lihat boks).
Selain itu, kerewelan si
batita ada p**a
yang berhubungan dengan temperamennya. Umumnya temperamen anak
dibagi
menjadi 3, yakni mudah, sulit, dan lambat (slow to warm up).
Untuk
mengetahui seperti apa temperamen anak kita, orang tua sudah bisa
melihat
ciri-ciri mudah, sulit, dan lambat ini semenjak anak masih bayi.
Anak yang tergolong
bertemperamen mudah
sangat mudah beradaptasi dalam menghadapi situasi yang baru,
tidurnya
teratur, termasuk buang airnya. Sebaliknya anak yang tergolong
bertemperamen sulit akan sulit beradaptasi dengan menunjukkan
reaksi yang
keras bila dikenalkan pada lingkungan baru.
Sedangkan anak-anak yang
tergolong
bertemperamen lambat butuh rentang waktu tertentu untuk
menyesuaikan diri.
Biasanya setelah merasa nyaman, ia akan dapat segera menyesuaikan
diri.
Nah, umumnya anak-anak yang tergolong rewel adalah anak-anak yang
bertemperamen slow to warm up hingga sulit.


PENYEBAB

REWEL & CARA MENGATASINYA

1. KONDISI
FISIK YANG TAK NYAMAN

Anak yang mengantuk,
kepanasan,
kedinginan, kelaparan, kehausan umumnya menjadi rewel.
Sikap Orang Tua:
Cari tahu penyebab rewelnya
dan
selesaikan permasalahan itu. Umumnya bila disebabkan masalah
fisik, anak
akan segera kembali ceria jika dirinya sudah kembali nyaman.

2. MENCARI
PERHATIAN
Kadang si batita rewel
sekadar untuk
mencari perhatian. Ini kerap terjadi karena umumnya orang tua
banyak
memberikan perhatian kepadanya saat sedang rewel saja. Sementara
saat
sedang bersikap manis si kecil kurang mendapat perhatian.
Akibatnya, si
batita telanjur "belajar" bahwa keinginannya akan dipenuhi
dengan cara merengek-rengek sambil menangis. Bahkan ada p**a yang
sampai
tantrum.

Sikap Orang Tua:

*
Jangan
berikan perhatian khusus pada saat si batita rewel. Bila perlu
jangan
penuhi permintaannya sehingga ia menyadari bahwa cara yang telah
dilakukan
tidaklah benar. Tindakan ini dapat sekaligus untuk mengajari si
batita
mengendalikan diri.

*
Ajak si batita berkomunikasi, sampaikan bahwa cara yang dilakukan
adalah
salah. Misal, "Kalau ngomong-nya sambil menangis,
Bunda
tidak tahu apa yang kamu inginkan. Coba tenang dulu, ngomong yang

baik."

*
Biasakan untuk memberi perhatiaan kepada anak setiap saat,
terutama saat
ia bersikap manis. Bentuk perhatian itu cukup berupa kalimat
seperti,
"Bunda bangga, lo, karena Tia tidak sulit diajak mandi."

3. INGIN
MENUNJUKKAN KEKUATANNYA

Batita memiliki kecenderungan
menolak. Ia
sesungguhnya hanya mau menunjukkan bahwa dirinya pun punya
keinginan atau
pendapat. Jadi tak perlu kaget bila dalam banyak hal si batita
kerap
menolak dan lebih menyenangi pilihannya sendiri. Bila keinginannya
tidak
terpenuhi, hal ini menyebabkannya menjadi rewel. Apalagi banyak
orang tua
yang malah bersikap memaksakan kehendak karena merasa dirinyalah
yang
paling berhak terhadap anaknya. Semakin menjadilah kerewelan si
batita.
Sikap Orang Tua:
Jangan paksakan keinginan
Anda. Cobalah
untuk berstrategi dengan cara melontarkan pilihan semu, yaitu
pilihan-pilihan yang tetap memiliki tujuan akhir yang sama.
Melalui cara
ini, anak diharapkan dapat sekaligus belajar untuk mengambil
keputusan
sehingga dapat memupuk rasa percaya dirinya p**a. Contoh, bila
ajakan
mandi kita ditolaknya, cobalah lontarkan tawaran, "Adik mau mandi
dengan air hangat atau air dingin?" Melalui tawaran ini, tujuan
mandi
tetap dapat tercapai dan anak pun bisa mengambil keputusan dari
dua
pilihan itu sehingga tak terkesan dipaksa.

4. TERLUKA
PERASAANNYA

Biasanya ini terjadi bila si
batita habis
dimarahi. Buntutnya ia akan rewel dan kerap tanpa sadar
mengucapkan
kata-kata yang menyakitkan, seperti, "Aku benci sama Mama."
Ungkapan itu sesungguhnya hanya sekadar untuk menunjukkan rasa
sedihnya.
Namun, mendengar ucapan itu banyak orang tua yang terpancing dan
balik
memarahi.
Sikap Orang Tua:
Jangan terpancing. Rangkullah
si batita
dan ucapkan kalimat yang menenangkan seperti, "Mama sayang banget,
lo, sama Adik. Nangis-nya sudah ya nanti capek." Dengan
rangkulan dan kalimat yang menenangkan akan membuat si batita
merasa
nyaman. Perasaan nyaman dan terlindungi, niscaya tak akan membuat
si
batita jadi rewel berkepanjangan.

5. KETIDAKMAMPUAN
MENGERJAKAN SESUATU

Orang tua tanpa sadar sering
menuntut
anaknya untuk mampu melakukan sesuatu dengan ukuran orang dewasa.
Dalam
hal makan, misalnya, tanpa sadar terkadang orang tua meminta
kepada si
batita untuk bisa makan dengan cepat dan rapi, padahal si batita
belum
mampu melakukannya. Buntutnya, untuk menutupi ketidakmampuan itu,
si
batita malah jadi rewel.
Sikap Orang Tua:
Jangan paksa anak melakukan
sesuatu yang
memang belum mampu dilakukannya. Untuk memacu semangatnya
sekaligus
membangun rasa percaya diri, berikan penghargaan walaupun
kemampuan yang
dicapai sangatlah kecil. Contoh, "Wah, Adek senang makan sayur
ya...
sayurnya tinggal sedikit tuh." Intinya, penghargaan itu diberikan
hanya pada saat anak mampu melakukan sesuatu yang positif.


5
SIKAP
POSITIF ORANG TUA MENCEGAH KEREWELAN

1.
Berpikir
positif
Orang tua hendaknya tak mudah
putus asa
bila melihat si batita misalnya tergolong bertemperamen slow to
warm
up, yang membutuhkan waktu cukup lama untuk menyesuaikan diri.
Tumbuhkan saja pikiran positif bahwa saya dapat membentuknya
menjadi anak
yang baik. Dengan keyakinan ini, interaksi anak-orang tua yang
terbentuk
niscaya akan baik.

2. Tidak
mengalah pada kerewelan anak
Cara orang tua berinteraksi
dengan si
batita dapat memengaruhi sikapnya. Misal, si batita yang memiliki
kecenderungan rewel dapat jadi bertambah rewel saat memahami rewel
dapat
dijadikan sebagai senjata bagi dirinya. Apalagi bila orang tua
selalu
memenuhi atau mengalah saat ia bersikap rewel. Namun bila orang
tua
bersikap tidak mudah lunak dengan sikap rewelnya yang dijadikan
sebagai
senjata, maka bisa jadi ia tidak menjadi rewel karena ia sudah
mengalami
bahwa cara itu bukanlah cara efektif untuk meminta. Jadi interaksi
yang
benar bakal memengaruhi sikap anak.

3.
Tidak
memberikan
label
Pemberian label pada anak
malah akan
menyebabkannya menjadi tak percaya diri. Bahkan bisa jadi lambat
laun ia
menjadi anak seperti yang dilabelkan selama ini. Umpama, diberi
label si
rewel dan si cengeng. Bisa jadi anak memilih bersikap rewel
sepanjang
waktu.

4.
Fokus pada
sikap anak
Untuk membangun sikap positif
anak,
tangkap-basahlah sikap manisnya dan berikan penghargaan. Jangan
hanya
memberikan perhatian saat anak sedang bersikap buruk. Contoh,
"Wah,
hari ini kamu oke, deh." Sambil menunjukkan satu jempol ke
arahnya.
Ini dapat membangun rasa percaya diri anak.
5.
Tidak
membandingkan-bandingkan
Setiap anak memiliki
kelebihan dan
kekurangan. Tugas orang tua adalah memaksimalkan kelebihan setiap
anak dan
meminimalkan kekurangannya. Hal itu dapat menumbuhkan rasa percaya
si
batita bahwa dirinya memang memiliki keistimewaan.
Utami Sri Rahayu. Ilustrator:
Pugoeh
Konsultan
Ahli:
Dra.
Rozamon Anwar, Psi., MSi.,

balita rewel 28/05/2010

PERTOLONGAN PERTAMA BILA BALITA REWEL
Tubuhnya yang rentan membuat bayi tidak pernah lepas dari berbagai
gangguan. Meskipun ringan, jika dibiarkan berlarut-larut gangguan yang
diderita si kecil bisa memburuk. Sebelum membawanya ke dokter, tak ada
salahnya bila Anda melakukan pertolongan pertama.
Berikut cara tepat menangani berbagai gangguan yang umum menyerang.
KolikKolik disebabkan oleh angin yang
terperangkap dalam saluran cerna. Akibatnya, bayi Anda merasa tidak
nyaman dan lebih rewel. Untuk mencegah terjadnya gangguan ini, sesaat
setelah diberi minum atau makan, sebaiknya si kecil ditepuk-tepuk supaya
bersendawa.
Tapi bila ia terlanjur kolik, berilah obat tetes anti kolik, sesuai
petunjuk dokter. Obat tetes kolik dapat dibeli diapotek.



Ruam popokKulit bayi umumnya sangat sensitif.
Tak mengherankan jika banyak bayi yang menderita ruam popok. Biasanya
ruam timbul karena si kecil alergi terhadap amoniak yang terkandung
dalam urinnya, atau bisa juga karena ia alergi terhadap bahan dasar
popok.
Pada kebanyakan kasus, ruam dapat disembuhkan dengan salep kulit yang
diberikan oleh dokter. Akan tetapi, untuk menghindari ruam popok, tidak
ada salahnya bila si kecil memakai popok berulangkali pakai yang
terbuat dari kain tetra. Bukan hanya itu, Anda juga harus rajin
mengganti popoknya yang basah.
Gusi bengkakUmumnya si kecil mulai tumbuh
giginya ketika berusia 7 bulan. Pada waktu giginya menembus gusi,
biasanya timbul rasa tak nyaman yang disebabkan oleh gusinya yang
meradang. Akibatnya si kecil pun rewel.
Sebenarnya gangguan ini dapat diatasi dengan memberinya jel atau
sirop penghilang rasa sakit. kalau pertumbuhan gigi bayi Anda juga
disertai demam, jangan lupa berikan obat penurun panas. Jika panasnya
terus berlanjut, segera hubungi dokter Anda.
PilekBayi sangat rentan terhadap pilek. Umumnya
pilek ringan akan sembuh dengan sendirinya setelah 2-3 hari, sekalipun
tidak diobati. Tetapi, bayi yang terkena pilek biasanya rerwel dan sulit
makan, karena ia tidak leluasa bernapas melalui hidungnya. kalau sudah
begini, gunakan obat anti pilek sesuai anjuran dokter. Jika pilek
disertai demam, biasanya dokter menyarankan agar ia diberi obat
berbentuk sirup yang mengandung parasetamol.
Obat-obatan yang Wajib ada di RumahSekedar untuk berjaga-jaga,
tak ada salahnya jika Anda juga menyediakan obat-obatan ini di rumah.
Obat penurun panas. Pilihlah obat penurun panas berbentuk sirup
dengan rasa buah. Obat diare. Untuk diare atau buang air besar terus-menerus, sediakan
garam oralit. Bila si kecil tidak mau minum larutan itu, buatkan
campuran air tajin dengan garam dan gula merah. Obat anti gatal. Seringkali bayi atau balita Anda digigit nyamuk
atau serangga lain, sehingga timbul benjolan dan rasa gatal. Untuk
menguranginya, sediakan salep anti gatal atau obat-obatan yang
mengandung calamine. Obat perangsang muntah. Obat perangsang muntah sangat dibutuhkan
seandainya racun tertelan bayi. karena cara terbaik untuk mengeluarkan
racun adalah memuntahkannya kembali.
Sumber: Balita Anda

gizi balita 13/05/2010

Kebutuhan Gizi Balita
Usia dibawah 5 tahun atau balita merupakan usia penting dalam
pertumbuhan dan perkembangan fisik anak. Pada usia ini, anak masih rawan
dengan berbagai gangguan kesehatan, baik jasmani maupun rohani. Secara
psikologis, rentang usia ini sangat menentukan karakter anak. Jika anak
sering diejek atau dicemooh, kemungkinan besar akan tumbuh menjadi anak
yang tidak mempunyai kepercayaan diri. Anak yang selalu dimanja akan
tumbuh menjadi anak yang selalu bergantung kepada orang lain. Demikian
juga anak yang selalu ditekan dengan ancaman, anak akan tumbuh dengan
ketakutan bahkan sampai depresi. Sebaliknya, anak yang dididik dengan
pujian dan arahan yang benar, akan tumbuh menjadi anak yang percaya diri
karena sejak kecil dia merasa dihargai oleh lingkungan terdekatnya,
yaitu keluarga.



Demikian p**a dengan cara orang tua memberi makan kepada anak. Jika
dengan paksaan, anak semakin tidak menyukai makanan tersebut dan
cenderung semakin menolak. Selain itu, jika melarang makanan tertentu
yang tidak baik seperti permen tetapi tidak diikuti dengan memberi
pemahaman jelas, juga akan menimbulkan rasa untuk memberontak.
Pemberontakan tersebut biasanya diwujudkan dengan semakin menyukai
makanan tersebut, dan dengan sembunyi-sembunyi makan dalam jumlah yang
banyak karena takut ketahuan.Salah satu faktor yang menentukan
daya tahan tubuh seorang anak adalah keadaan gizinya. Pertumbuhan anak
pasa masa balita sangat pesat, sehingga membutuhkan zat gizi yang
relatif lebih tinggi daripada orang dewasa. Disisi lain, alat
pencernakan usia ini belum berkembang sempurna. Selain itu, anak balita
sangat rentan terhadap penyakit gigi sehingga menyulitkan makannya.
Gigi susu telah lengkap pada umur 2-2,5 tahun, tetapi belum dapat
digunakan untuk mengerat dan mengunyah makanan yang keras. Karena itu,
pengaturan makanan dan perencanaan menu harus hati-hati dan sesuai
dengan kebutuhan kesehatannya.Makanan yang tidak dis**ai anak
juga tidak perlu dipaksakan. Namun, sayuran tetap dianjurkan untuk
selalu diberikan meskipun si anak sering tidak menyukainya. Pemberian
sayuran juga disiasati dengan cara dibuat jus yang dikombinasikan dengan
buah-buahan sehingga rasanya lebih enak. Misalnya, sawi hijau bisa
dikombinasikan dengan nanas yang sudah direbus. Anak usia balita belum
dianjurkan diberi sayuran mentah karena enzim pencernaannya belum
berkembang sempurna.Rasa dan cara penyajian makanan sangat
mempengaruhi kemauan anak untuk makan. Jika rasa jus tidak enak dan anak
menolak, kita bisa membuat variasi jus lain yang lebih dis**ai anak.
Namun, ada beberapa jenis buah berserat tinggi dan mengandung zat-zat
berbahaya bagi saluran pencernakan balita yang sebaiknya tidak
diberikan. Misalnya rambutan, manggis, nangka, sawo, dan durian.

gizi balita 13/05/2010

GIZI ANAK BALITA
Perlunya perhatian lebih dalam tumbuh kembang di
usia balita didasarkan fakta bahwa kurang gizi yang terjadi pada masa
emas ini, bersifat irreversible (tidak dapat pulih).
sebagai oarng tua tentu kita menginginkan anak anak balita kita
tumbuh sehat dan cerdas.kuat imun.
Menurut Prof. Ali, untuk membedakan balita kurang gizi dan gizi buruk
dapat dilakukan dengan cara berikut. Gizi kurang adalah bila berat badan
menurut umur yang dihitung menurut Skor Z nilainya kurang dari -2, dan
gizi buruk bila Skor Z kurang dari -3. Artinya gizi buruk kondisinya
lebih parah daripada gizi kurang.
Balita
penderita gizi kurang berpenampilan kurus, rambut kemerahan (pirang),
perut kadang-kadang buncit, wajah moon face karena oedema
(bengkak) atau monkey face (keriput), anak cengeng, kurang
responsif. Bila kurang gizi berlangsung lama akan berpengaruh pada
kecerdasannya.
Penyebab utama kurang gizi pada balita adalah kemiskinan sehingga
akses pangan anak terganggu. Penyebab lain adalah infeksi (diare),
ketidaktahuan orang tua karena kurang pendidikan sehingga pengetahuan
gizi rendah, atau faktor tabu makanan dimana makanan bergizi ditabukan
dan tak boleh dikonsumsi anak balita.
kurang gizi pada anak balita dapat mempengarui tumbuh
kembang mental si anak itu sendiri.si anak akan kelihatan lebih pendek
dan lebih kurus,kurang gesit di bandingkan dengan anak2 balita
seusianya.nah,bagaimana dengan anak anak anda…???
Sumber: Kompasiana

balita makan 13/05/2010

Memberi Makan Balitaa
Pasti banyak ibu-ibu muda bingung, kapan kita memulai memberikan
makanan padat dan apa yang harus diberikan untuk si buah hati. Di
toko-toko di negara-negara maju banyak terjual botol-botol kecil berisi
bubur buah-buahan diperuntukan bayi berumur mulai dari 4 bulan. Mungkin
di Jakarta hal seperti ini sudah mulai banyak. Ya, cuma (menurutku)
harganya cukup mahal.
Ketika anakku berumur 4 bulan, seperti biasa aku bawa dia untuk
kontrol ke dokter, karena di Perancis, anak umur 0-6 bulan wajib kontrol
setiap bulannya, selanjutnya ketika anak berumur 9 bulan dan 23 bulan.
Karena dia tidak sakit, ya acaranya bermain sama dokter sambil
diperiksa, ditimbang berat badanya, diukur tinggi badan dan lingkar
kepala. Setelah itu dokter periksa buku kesehatan dan memberikan resep
untuk mengambil paket vaksinasi di apotik. Jadi bulan depan acara
vaksinasi.
Karena banyak orang yang menyarankan Vicky harus diberi makanan
tambahan, maka aku tanyakan hal ini ke dokter sewaktu konsultasi.
Menurut dokter : acara makan perlu ditunda dulu hingga Si Vicky berumur 6
bulan karena aku masih memberi ASI dan sampai saat itu tidak ada
masalah pada pertumbuhan badannya. Banyak bayi yang terkena alergi
gara-gara makanan tambahan termasuk susu fomula, lanjutnya lagi. Kasihan
bukan?
Jadi aku bisa memanfaatkan waktuku (karena aku putuskan tidak kerja
sampai anakku umur 3th) untuk membina hubungan antara ibu dan anak.
Selain itu hemat dan praktis lagi, ujarnya.
Sewaktu dia umur 6 bulan, barulah aku beri pisang ambon. Kontrol 7
bulan, dokter memperbolehkan Vicky diberi sup diblender halus tanpa
garam. Dia boleh makan keju, anehnya keju sebau apapun anak bayi s**a
dan itu saya buktikan.
Setiap umurnya bertambah 1 bulan, makanannya bertambah kasar
sedikit. Kini dia berumur 1th 1 minggu, dia sudah bisa makan nasi lunak
(nasi yang dibuat dari 1 takar beras dan 2 1/4 takar air), daging
cincang, potongan wortel yang dia bisa ambil dan makan sendiri atau
sayur cincang lainnya. Menu makannya sama seperti yang dewasa cuma
garamnya tidak banyak. Untuk yg lain jika kurang asin tinggal menambah
garam sendiri. Mudah bukan? Kita tidak perlu membuat 2 menu : untuk yg
gede dan yang bayi. Asal yang makanannya tidak pedas saja, jika yang
gede ingin makan pedas buatkah sambal atau gigit cabai saja. Hindari
juga makanan yang bisa membuat gas, seperti : keluarga kubis (kol/kubis,
bunga kol, sawi, dll), ini membuat perut anak menjadi kembung.
Acara makanpun juga harus teratur selagi masih kecil. Bayi umur 6-7
bulan sudah bisa didudukkan di kursi makan bayi. Hati-hati, harus diikat
dengan sabuk pengamannya. Dia sudah bisa diajari makan bersama dengan
keluarga. Jika ibu bekerja dan anak diasuh oleh pembantu atau baby
sitter, suruhlah mereka makan bersama anak-anak mengeliling meja seperti
halnya anda. Jangan biasakan menyuapi anak di depan TV, sambil bermain
atau sambil digendong-gendong. Ingatlah itu bukan kebiasaan yang baik,
jika mereka p**ang kampung, anda sendiri yang akan kecapaian. Sore
harinya, ajaklah makan bersama keluarga walaupun dia sudah makan jam 6
sore bersama pembantu. Kali ini berilah porsi sedikit saja dan biarkan
dia makan sediri. Tidak jadi masalah kalau makannya berantakan,
maklumlah dia baru belajar.

balita nonton tv 08/05/2010

Balita
Bermasalah Saat Sekolah Karena Sering Nonton TV

Tontotan televisi untuk anak-anak
kini makin variatif bahkan ada tv yang khusus untuk anak-anak dan
balita. tapi orangtua diingatkan agar orangtua tidak membiarkan anak
nonton tv terlalu lama karena akan berdampak buruk terhadap kemampuannya
di sekolah.efek buruk menonton tv bagi anak-anak bukan kali ini
saja dikaji. sebelumnya juga ditemukan balita yang dibiarkan nonton tv
berjam-jam akan membuatnya lamban bicara dan kemampuan motoriknya tidak
maksimal.peneliti dari kanada dan amerika serikat melaporkan
bahwa balita yang terlalu banyak menonton televisi kemungkinan nantinya
memiliki nilai matematika yang lebih rendah dan mendapatkan lebih banyak
intimidasi dari teman-teman seusianya.laporan dalam archives
of pediatric and adolescent medicine, peneliti menemukan anak-anak
yang berusia 2 tahun menonton televisi lebih banyak dibandingkan anak
usia 10 tahun. dan biasanya balita nonton televisi ditemani makanan dan
minuman ringan yang lebih banyak."hasil penelitian ini mendukung
kesimp**an penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa anak-anak yang
terlalu dini mengenal televisi bisa mengganggu atau merusak
perhatiannya," ujar linda pagani dari university of montreal, seperti
dikutip dari reuters, selasa (4/4/2010).pagani dan
rekan-rekannya di bowling green university, kentucky dan university of
michigan mengatakan anak-anak yang menghabiskan waktu lebih banyak untuk
menonton televisi dibandingkan dengan bermain bersama teman-temannya,
kemungkinan akan kehilangan kesempatan berharga untuk belajar mengenai
keterampilan bersosialisasi dengan teman-teman sebayanya.peneliti
mendapatkan bahwa setiap tambahan jam menonton televisi mingguan
sebanding dengan penurunan perhatian di kelas sebesar 7 persen dan
penurunan keterampilan matematika sebesar 6 persen.selain itu
setiap kelebihan satu jam menonton televisi setiap minggunya, seorang
balita memiliki kemungkinan 10 persen mengalami intimidasi, sekitar 13
persen kurang beraktivitas, sekitar 5 persen beratnya bertambah dan 10
persen lebih banyak mengonsumsi makanan dan minuman ringan.

anak bermasalah 08/05/2010

Tingkah
Laku Balita Yang Patut Dicurig

Setiap orangtua pasti menginginkan
anaknya lahir dengan sempurna tanpa cacat. tapi beberapa gangguan tubuh
terkadang muncul setelah anak dilahirkan. untuk itu ketahui tingkah laku
anak yang harus dicurigai oleh orangtua.tidak semua orangtua
memperhatikan tingkah laku anaknya. beberapa orang menganggap
keterlambatan perkembangan yang dialami anaknya adalah suatu hal yang
normal dan wajar. padahal ada tingkah laku tertentu dari si kecil yang
menunjukkan adanya gangguan dalam tubuhnya.seperti dikutip dari familydoctor.org,
senin (3/5/2010) ada beberapa tingkah laku anak yang harus dicurigai
terhadap kondisi autis, adhd, bisu dan tuli, yaitu:tingkah laku
anak hiperaktif atau attention-deficit hyperactivity disorder
(adhd):
memiliki kesulitan mengikuti petunjuk atau menjaga perhatia.
konsentrasinya hanya terhadap suatu kegiatan baik di sekolah maupun di
rumah.terlihat seperti tidak mendengarkan orang lain berbicara.tidak bisa memperhatikan segala sesuatu secara mendetail.sering lupa terhadap sesuatu dan mudah terganggu.anak terlihat gelisah dan tidak bisa bermain atau duduk dengan
tenang, senangnya bergerak atau berlari terus.berbicara atau memberikan jawaban secara ceplas ceplos dan sering
menginterupsi orang.biasanya anak-anak ini memiliki gejala seperti itu setidaknya selama
6 bulan.
tingkah laku anak yang memiliki autis
menghindari memeluk atau melakukan kontak mata dengan orang lain.tidak menanggapi atau memberikan respons terhadap suara, bunyi dan
namanya jika dipanggil.tidak berbicara dengan menggunakan bahasa yang benar dan kadang
seperti berteriak.s**a bolak-balik, berputar atau membenturkan kepalanya.memiliki perhatian khusus atau rutinitas tertentu dan menjadi marah
jika kegiatan tersebut diganggu atau berubah.memiliki ekspresi wajah atau gerakan tertentu yang menjadi ciri
khasnya dan tidak takut terhadap bahaya.
tingkah laku anak yang memiliki gangguan pendengaran (tuli)
anak kurang responsif terhadap suara dan keadaan disekitarnya
kecuali bisa dinikmati dengan melihat.saat masih bayi, ia cenderung tidak kaget atau terbangun ketika
mendengar suara yang keras saat tidur.cenderung untuk berusaha melihat wajah lawan bicaranya.anak hanya memberikan respons terhadap suara tertentu atau suara
yang keras saja.sering memberikan jawaban yang salah terhadap suatu perintah atau
pertanyaan dan meminta untuk mengulangi kata-kata.anak berbicara terlalu pelan atau keras serta ucapannya terkadang
sulit untuk dimengerti.memiliki masalah tingkah laku dan juga nilai pelajaran yang
terkadang di bawah rata-rata.
tingkah laku anak yang memiliki gangguan bicara
anak belum bisa mengeluarkan suara untuk menarik perhatian hingga
usia 8-10 bulan.belum mampu mengeluarkan kata seperti 'mama' atau 'dada'.tidak menunjukkan usaha untuk berkomunikasi jika membutuhkan
sesuatu.tidak dapat meniru tingkah laku atau perkataan orang lain.masih gagap dan tidak bisa mengeluarkan kalimat yang dimengerti oleh
orang lain.
jika orangtua melihat ada perilaku anaknya yang seperti itu,
sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter ahli untuk diagnosis lebih
lanjut sehingga kondisi anak bisa ditangani lebih cepat.






attachment : tingkah-anak-dalam-awildride.net.jpg

anak cerdas 24/04/2010

Kecerdasan Majemuk, Kecerdasan Seutuhnya :
Mendidik Anak Cerdas dan Berbakat
Oleh: Dr. Andyda Meliala

Sebagai
orang tua masa kini, kita seringkali menekankan agar anak berprestasi
secara akademik di sekolah. Kita ingin mereka menjadi juara dengan
harapan ketika dewasa mereka bisa memasuki perguruan tinggi yang
bergengsi. Kita sebagai masyarakat mempunyai kepercayaan bahwa sukses
di sekolah adalah kunci untuk kesuksesan hidup di masa depan.
Pada
kenyataannya, kita tidak bisa mengingkari bahwa sangat sedikit
orang-orang yang sukses di dunia ini yang menjadi juara di masa
sekolah. Bill Gates (pemilik Microsoft), Tiger Wood (pemain golf)
adalah beberapa dari ribuan orang yang dianggap tidak berhasil di
sekolah tetapi menjadi orang yang sangat berhasil di bidangnya.
Kalau IQ ataupun prestasi akademik tidak bisa dipakai untuk meramalkan sukses seorang anak di masa depan, lalu apa?
Kemudian, apa yang harus dilakukan orang tua supaya anak-anak mempunyai persiapan cukup untuk masa depannya?
Jawabannya adalah: Prestasi dalam Kecerdasan Majemuk (Multiple Intelligence), dan BUKAN HANYA prestasi akademik.
Kemungkinan anak untuk meraih sukses menjadi sangat besar jika anak dilatih untuk meningkatkan kecerdasannya yang majemuk itu.

9 Jenis Kecerdasan
Dr.
Howard Gardner, peneliti dari Harvard, pencetus teori Multiple
Intelligence mengajukan 8 jenis kecerdasan yang meliputi (saya
memasukkan kecerdasan Spiritual walaupun masih diperdebatkan
kriterianya):

Cerdas Bahasa – cerdas dalam mengolah kata
Cerdas Gambar – memiliki imajinasi tinggi
Cerdas Musik – cerdas musik, peka terhadap suara dan irama
Cerdas Tubuh – trampil dalam mengolah tubuh dan gerak
Cerdas Matematika dan Logika – cerdas dalam sains dan berhitung
Cerdas Sosial – kemampuan tinggi dalam membaca pikiran dan perasaan orang lain
Cerdas Diri – menyadari kekuatan dan kelemahan diri
Cerdas Alam – peka terhadap alam sekitar
Cerdas Spiritual – menyadari makna eksistensi diri dalam hubungannya dengan pencipta alam semesta

Membangun
seluruh kecerdasan anak adalah ibarat membangun sebuah tenda yang
mempunyai beberapa tongkat sebagai penyangganya. Semakin sama tinggi
tongkat-tongkat penyangganya, semakin kokoh p**alah tenda itu berdiri.
Untuk
menjadi sungguh-sungguh cerdas berarti memiliki skor yang tinggi pada
seluruh kecerdasan majemuk tersebut. Walaupun sangat jarang seseorang
memiliki kecerdasan yang tinggi di semua bidang, biasanya orang yang
benar-benar sukses memiliki kombinasi 4 atau 5 kecerdasan yang menonjol.
Albert
Einstein, terkenal jenius di bidang sains, ternyata juga sangat cerdas
dalam bermain biola dan matematika. Demikian p**a Leonardo Da Vinci
yang memiliki kecerdasan yang luar biasa dalam bidang olah tubuh, seni,
arsitektur, matematika dan fisika.
Penelitian menunjukkan bahwa
faktor genetik saja tidak cukup bagi seseorang untuk mengembangkan
kecerdasannya secara maksimal. Justru PERAN ORANG TUA dalam memberikan
latihan-latihan dan lingkungan yang mendukung JAUH LEBIH PENTING dalam
menentukan perkembangan kecerdasan seorang anak.
Jadi, untuk
menjamin masa depan anak yang berhasil, kita tidak bisa menggantungkan
pada sukses sekolah semata. Ayah-Ibu HARUS berusaha sebaik mungkin
untuk menemukan dan mengembangkan sebanyak mungkin kecerdasan yang
dimiliki oleh masing-masing anak.
sumber : balitacerdas.com

anak cerdas 24/04/2010

APAKAH ANAKKU BERBAKAT (10 CARA MENEMUKAN ANAK YANG BERBAKAT)
Gizi yang
baik, lingkungan yang penuh rangsangan dan orang tua yang demokratis
membuka kesempatan bagi lahirnya anak-anak berbakat. Tapi apakah
anak-anak kita memang berbakat? Apa ciri-cirinya? Bagaimana
mengenalinya?


Pertama, apakah Anda
sendiri atau pasangan Anda berbakat? Apakah ada satu atau lebih
kakak/adik/ipar Anda yang berbicara lebih dini dari usianya saat di
bawah 3 tahun? Bisa menunjukkan jalan p**ang ke rumah dengan mudah?
Memiliki ingatan setajam gambar? Kalau ya, maka tendensi itu akan turun
ke anak-anak Anda juga.


Kedua, kelewat
sensitif. Mudah menangis, mudah terharu, gampang tersinggung, mudah
terbangun dari tidur akibat suara yang biasa saja adalah ciri-ciri awal
anak berbakat. Bahkan anak yang terkena iritasi akibat label baju di
tengkuknya, atau sambungan tebal di kaos kakinya, menunjukkan anak itu
berbakat.


Ketiga, skor test IQ
di atas 125. Hanya saja membutuhkan tes terpisah untuk menemukan bakat
sesungguhnya, serta test IQ tidak bisa dilakukan untuk anak dengan umur
di bawah 9 tahun karena tidak akan akurat.


Keempat, dalam
kehidupan sehari-hari anak itu memiliki ciri-ciri memberi perhatian,
amat jeli, teliti dalam taraf yang kelewatan, menunjukkan rasa ingin
tahu yang besar, ingatan tajam, fokus untuk waktu lama, mudah belajar
dengan sedikit pengulangan saja, serta bisa memberikan alasan kuat
untuk segala tindakan dan ucapannya.


Kelima, dalam
penguasaan bahasa, anak yang berbakat cenderung lebih maju kosakatanya
daripada anak sebayanya, memulai aktivitas membaca pada usia dini,
selalu bertanya, “Bagaimana kalau…” atau “Kenapa bukan…”. Ia juga
memperlihatkan kemampuan untuk membaca cepat dan menjangkau topik yang
luas.


Keenam, Secara emosi
dan sosial, ia tertarik pada topik-topik yang tidak lazim, seperti apa
itu kematian, ke mana orang sesudah mati, mengapa orang mati membusuk
dan lain sebagainya. Secara kepekaan, anak seperti ini biasanya sangat
sensitif dan secara fisik mudah diprovokasi untuk melakukan kegiatan
luar ruangan.

Ketujuh, anak seperti
ini juga memiliki selera humor yang baik, bahkan sampai ke level bisa
mentertawakan diri sendiri, sama seperti orang dewasa. Ia juga biasanya
perfeksionis, maunya semua tersusun, terpola dan selesai dengan
sempurna. Anak semacam ini selalu penuh energi, tidak mudah lelah dan
gampang menyesuaikan diri serta dekat dengan orang-orang dewasa.


Kedelapan, ia bisa
berpikir abstrak, misalnya relasi kekeluargaannya yang rumit seperti
sepupu atau ipar atau orangtua dari nenek. Pendeknya yang tidak
berkaitan langsung dengan dirinya, itu sudah abstrak. Ia juga bisa
memahami kerangka waktu di masa lampau dan masa depan, misalnya “waktu
ayah masih kecil…”.


Kesembilan, ia mampu
menggambar, atau membangun sesuatu dengan kompleks dan pola yang tidak
biasa, misalnya dengan medium balok, crayon, cat air, gambar, pasir,
tanah liat dan sebagainya.


Terakhir Kesepuluh,
ada beda yang jelas antara anak berbakat dan anak cerdas. Anak berbakat
cenderung pembosan, gemar main, tidak s**a belajar karena sudah tahu
jawabannya dan bahkan kelewat kritis sehingga mempertanyakan jawaban
yang sudah ada. Anak cerdas s**a belajar, mendengarkan dengan baik,
bisa menjawab pertanyaan dengan baik, memberi perhatian dan menyukai
berada di kisaran usia yang sama. Anak berbakat cenderung memberontak,
agak malas, maunya menang sendiri, s**a mempertanyakan kemapanan, tidak
s**a belajar, unggul dalam test multiple choice karena ia cenderung menebak, tapi ia juga kritis terhadap dirinya sendiri.


Perlu diingat bahwa anak berbakat atau
anak cerdas tak musti berhubungan erat dengan kesuksesan dalam hidup.
Kalau salah didik, ya ia bisa menjadi kriminal yang cerdas dan
berbakat. Di sekolah-sekolah, anak berbakat cenderung diabaikan atau
tidak teridentifikasi sebab biasanya mereka pembuat rusuh, lari ke sana
ke mari, cenderung malas dan dengan standar sekolah umumnya digolongkan
sebagai anak yang tidak mampu sekolah. Tidak jarang mereka dikata-katai
guru sebagai anak nakal, calon penjahat, gak bakal lulus, tidak naik
kelas dan lain sebagainya.
Hal-hal itu secara sosial justru makin
menjauhkan mereka dari sekolah. Selain itu, anak-anak dari kelas sosial
yang lebih miskin dan anak-anak dari kelompok minoritas secara ras,
suku dan agama biasanya juga tidak lolos dalam penyaringan anak
berbakat yang dilakukan di sekolah-sekolah. Itu karena sekolah secara
umum mencari anak yang duduk manis, duduk di bangku paling depan dan
tidak membantah ibu gurunya.




Mas**an ini dipos pada 11 Januari 2009 12:23 AM dan disimpan pada Health, Kebudayaan, Living, Pendidikan dengan kaitan (tags) Child, Education, Familly, Gizi, Hak Anak, Health, InfoGue, IQ, Learning, LintasBerita, Opini, Schooll, Talent, Tips, Wordpress. Anda dapat mengikuti semua aliran respons RSS 2.0 dari mas**an ini
Anda dapat memberikan tanggapan, atau trackback dari situs anda.



Sumber: OmpuNdaru

Want your school to be the top-listed School/college in Bogor?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Telephone

Website

Address


Bogor
16000