Muslim

Muslim

Share

Motifasi Kehidupan

25/08/2025

Wanita-wanita yang disebut sebagai "kekasih Allah" atau Nisa'ul Auliya adalah para wanita salehah dan mulia yang memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah SWT, di antaranya adalah Maryam Binti Imran, Fatimah Binti Rasulullah, Khadijah Binti Khuwailid, dan Asiyah (istri Firaun). Mereka adalah teladan bagi seluruh wanita dan umat Islam karena keimanan, ketaatan, dan perjuangan mereka di jalan Allah.
Karakteristik Umum Wanita Kekasih Allah
Salehah dan Taat:
Mereka adalah wanita yang sangat taat dan beriman kepada Allah SWT, menjalan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Tawakal:
Memiliki kepercayaan penuh dan berserah diri kepada Allah SWT dalam segala urusan.
Bertakwa dan Sabar:
Menunjukkan kesalehan melalui ketakwaan dan kesabaran dalam menghadapi cobaan hidup.
Muhsin:
Berbuat baik kepada sesama dan memiliki semangat untuk mensucikan diri.
Contoh Wanita Kekasih Allah
Beberapa wanita yang termasuk dalam kategori ini adalah:
Maryam Binti Imran:
Ibu dari Nabi Isa AS, dikenal sebagai perempuan yang paling mulia dan satu-satunya perempuan yang namanya disebutkan dalam Al-Qur'an.
Fatimah Binti Rasulullah SAW:
Putri Nabi Muhammad SAW yang memiliki keutamaan dan kedudukan tinggi di sisi Allah.
Khadijah Binti Khuwailid:
Istri pertama Nabi Muhammad SAW yang sangat berjasa dalam mendukung perjuangan Islam.
Asiyah Binti Muzahim:
Istri Firaun yang tetap berpegang teguh pada keimanan meskipun hidup dalam lingkungan yang sangat menentang kebenaran.
Pentingnya Memahami Konsep "Kekasih Allah"
Istilah "kekasih Allah" tidak berarti Allah memiliki pasangan atau pacar, karena Allah jauh dari sifat makhluk. Sebaliknya, ini menunjukkan bahwa Allah SWT sangat mencintai hamba-hamba-Nya yang memenuhi kriteria tertentu. Wanita-wanita ini dipilih karena keimanan dan perjuangan mereka, sehingga mereka bisa menjadi inspirasi dan teladan bagi seluruh umat Islam,

24/08/2025

حافظ الشام شمس الدين محمد بن ناصر، حيث قال: إذا كان هذا كافرا جاء ذمه وتبت يداه في الجحيم مخلدا أتى أنه في يوم الإثنين دائما يخفف عنه للسرور بأحمد فما الظن بالعبد الذي كان عمره بأحمد مسرورا ومات موحدا.

Artinya; Hafidz Syam Syekh Muhammad bin Nasr, beliau berkata: "Jika orang seperti Abu Lahab saja, yang jelas-jelas tercela dan kekal di neraka, setiap hari Senin diringankan siksanya karena ia bergembira dengan lahirnya Nabi Muhammad SAW, maka bagaimanakah dengan hamba yang sepanjang hidupnya bergembira dengan lahirnya Nabi Muhammad SAW dan wafat dalam keadaan Islam”

17/08/2025

Jangan lupa sholat kawan.





17/08/2025

hukum perlombaan secara umum dalam Islam adalah dibolehkan. Bahkan jika di dalamnya tidak ada hadiah yang diperebutkan, maka hukumnya boleh secara mutlak. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Qudamah:

وَأَجْمَعَ الْمُسْلِمُونَ عَلَى جَوَازِ ‌الْمُسَابَقَةِ فِي الْجُمْلَةِ. وَالْمُسَابَقَةُ عَلَى ضَرْبَيْنِ مُسَابَقَةٌ بِغَيْرِ عِوَضٍ وَمُسَابَقَةٌ بِعِوَضٍ. فَأَمَّا ‌الْمُسَابَقَةُ بِغَيْرِ عِوَضٍ فَتَجُوزُ مُطْلَقًا مِنْ غَيْرِ تَقْيِيدٍ بِشَيْءٍ مُعَيَّنٍ كَالْمُسَابَقَةِ عَلَى الْأَقْدَامِ وَالسُّفُنِ وَالطُّيُورِ وَالْبِغَالِ وَالْحَمِيرِ وَالْفِيَلَةِ وَالْمَزَارِيقِ وَتَجُوزُ الْمُصَارَعَةُ، وَرَفْعُ الْحَجَرِ لِيُعْرَفَ الْأَشَدُّ

Artinya: “Ulama Islam ijma’ atas kebolehan perlombaan secara umum. Perlombaan ada dua macam, yaitu perlombaan tanpa ada hadiah dan perlombaan dengan hadiah. Perlombaan tanpa hadiah yang diperebutkan hukumnya boleh secara mutlak tanpa ada ketentuan mengikat, seperti lomba lari, perahu, burung, bighal, keledai, gajah, dan lembing. Begitu p**a boleh lomba gulat dan lomba angkat batu untuk mengetahui siapa yang paling kuat.” (Ibnu Qudamah, Al-Mughni, [Kairo, Maktabah Al-Qahirah: 1968], jilid IX, halaman 240).

Bahkan jika perlombaan tersebut berkaitan dengan ketangkasan seperti dalam konteks untuk keperluan jihad bela negara, maka hukumnya disunnahkan. Hal ini sebagaimana ditegaskan oleh Syekh As-Syirbini:

والمسابقة الشاملة للمناضلة سنة للرِّجَال الْمُسلمين بِقصد الْجِهَاد بِالْإِجْمَاع وَلقَوْله تَعَالَى: وَأَعدُّوا لَهُم مَا اسْتَطَعْتُم من قُوَّة. وَفسّر النَّبِي صلى الله عليه وسلم الْقُوَّة بِالرَّمْي

Artinya: “Perlombaan yang mencakup juga lomba memanah hukumnya sunnah bagi laki-laki Muslim dengan tujuan jihad bela negara secara ijma’. Juga berdasarkan firman Allah: ‘Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kalian sanggupi’ (QS Al-Anfal: 60). Rasulullah saw menafsirkan kata 'kekuatan' dalam ayat makna dengan memanah.” (Al-Khatib As-Syirbini, Al-Iqna’ fi Halli Alfazhi Abi Syuja’, [Beirut, Darul Fikr: 1431 H), jilid II, halaman 596).

Kedua, hukum perlombaan dengan adanya hadiah yang diperebutkan ada tiga, yaitu:

1. Jika hadiah tersebut dari pihak ketiga dan tidak diambilkan dari para peserta, maka hukumnya boleh. Hal ini sebagaimana ditegaskan oleh Imam An-Nawawi:

فَأَمَّا الْمُسَابَقَةُ بِعِوَضٍ فَجَائِزَةٌ بِالْإِجْمَاعِ لَكِنْ يُشْتَرَطُ أَنْ يَكُونَ الْعِوَضُ مِنْ غَيْرِ الْمُتَسَابِقَيْنِ

Artinya: “Perlombaan dengan hadiah hukumnya boleh secara ijma’ akan tetapi dengan syarat hadiah tidak berasal dari para peserta lomba.” (An-Nawawi, Al-Minhaj Syarhu Muslim, [Beirut, Dar Ihyait Turats: 1392 H], jilid XIII, halaman 14).

2. Jika hadiah berasal dari salah satu peserta, maka hal seperti ini juga dibolehkan. Dalam Kitab Nihayatul Muhtaj disebutkan:

وَ يَجُوزُ شَرْطُهُ (مِنْ أَحَدِهِمَا فَيَقُولُ إنْ سَبَقْتَنِي فَلَكَ عَلَيَّ كَذَا وَإِنْ سَبَقْتُكَ فَلَا شَيْءَ) لِي (عَلَيْك) إذْ لَا قِمَارَ

Artinya: “Boleh mensyaratkan hadiah dari salah satu peserta seperti seseorang berkata: "Jika kamu mengalahkan aku, maka kamu akan mendapatkan hadiah sekian dariku. Namun jika aku mengalahkanmu, maka tidak ada tanggungan apa pun atasmu untukku. Lomba semacam ini dibolehkan karena di dalamnya tidak ada unsun judi (qimar).” (Syamsuddin Al-Ramli, Nihayatul Muhtaj, [Beirut, Darul Fikr: 1984], jilid VIII, halaman 168).

3. Jika hadiah berasal dari masing-masing peserta, maka ulama sepakat atas keharamannya, karena termasuk kategori judi (qimar). Hal ini sebagaimana ditegaskan oleh Ibnu Hajar Al-‘Asqalani sebagai berikut:

وَجَوَّزَ اَلْجُمْهُور أَنْ يَكُونَ مِنْ أَحَدِ اَلْجَانِبَيْنِ مِنْ اَلْمُتَسَابِقَيْن وَكَذَا إِذَا كَانَ مَعَهُمَا ثَالِثٌ مُحَلِّلٍ بِشَرْطِ أَنْ لَا يُخْرِجَ مِنْ عِنْدِهِ شَيْئًا لِيُخْرِجَ الْعَقْدَ عَنْ صُورَةِ الْقِمَارِ وَهُوَ أَنْ يُخْرِجَ كُلٌّ مِنْهُمَا سَبَقًا فَمَنْ غَلَبَ أَخَذَ اَلسَّبَقَيْنِ فَاتَّفَقُوا عَلَى مَنْعِهِ

Artinya: “Mayoritas ulama membolehkan adanya hadiah dari salah satu peserta lomba. Begitu p**a hadiah boleh dari kedua peserta jika melibatkan orang ketiga yang menjadi muhallil, dengan syarat orang ketiga tersebut tidak mengeluarkan apa pun dari dari dirinya (untuk dijadikan hadiah) agar akad perlombaan tidak menjadi judi (qimar). Yang dimaksud judi (qimar) adalah masing-masing dari peserta mengeluarkan kontribusi atau harta dengan kesepakatan siapa saja yang menang, maka ia berhak mendapatkan harta yang terkumpul tersebut. Dalam hal ini ulama sepakat melarang praktik judi tersebut.” (Ibnu Hajar Al-‘Asqalani, Fathul Bari, [Mesir, Al-Maktabah As-Salafiyah: 1390 H), jilid IV, halaman 73).

16/08/2025

Dahsyatnya bersedekah akan di hapus dosa nya

وَالصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْخَطِيئَةَ كَمَا يُطْفِئُ الْمَاءُ النَّارَ وَصَلاَةُ الرَّجُلِ مِنْ جَوْفِ اللَّيْلِ

‎ ‎“Sedekah itu memadamkan dosa sebagaimana api dapat dipadamkan dengan air, begitu p**a ‎sholat seseorang selepas tengah malam.” (HR. Tirmidzi no 2616 dan Ibnu Majah no 3973.)

16/08/2025

Dahsyatnya bersedekah akan di do'akan sama dua malaikat.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلَّا مَلَكَانِ يَنْزِلَانِ فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا وَيَقُولُ الْآخَرُ اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا ‏

Dari Abu Hurairah radliallahu anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: "Tidak ada ‎suatu hari pun ketika seorang hamba melewati paginya kecuali akan turun (datang) dua malaikat ‎kepadanya lalu salah satunya berkata; "Ya Allah berikanlah pengganti bagi siapa yang menafkahkan ‎hartanya", sedangkan yang satunya lagi berkata; "Ya Allah berikanlah kehancuran (kebinasaan) ‎kepada orang yang menahan hartanya (bakhil).’’ (HR Bukhari) [No 1442 Fathul Bari] Shahih. ‎

16/08/2025

Dahsyatnya bersedekah akan dijauhkan dari api neraka.

عَنْ عَدِيِّ بْنِ حَاتِمٍ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اتَّقُوا النَّارَ ثُمَّ أَعْرَضَ وَأَشَاحَ ثُمَّ قَالَ اتَّقُوا النَّارَ ثُمَّ أَعْرَضَ وَأَشَاحَ ثَلَاثًا حَتَّى ظَنَنَّا أَنَّهُ يَنْظُرُ إِلَيْهَا ثُمَّ قَالَ اتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ فَمَنْ ‏لَمْ يَجِدْ فَبِكَلِمَةٍ طَيِّبَةٍ ‏

’’Dari Adiyyi bin Hatim mengatakan, Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: "Jagalah diri kalian ‎dari api neraka sekalipun hanya dengan sebiji kurma." Kemudian beliau berpaling dan menyingkir, ‎kemudian beliau bersabda lagi: "jagalah diri kalian dari neraka", kemudian beliau berpaling dan ‎menyingkir (tiga kali) hingga kami beranggapan bahwa beliau melihat neraka itu sendiri, ‎selanjutnya beliau bersabda: "Jagalah diri kalian dari neraka sekalipun hanya dengan sebiji kurma, ‎kalaulah tidak bisa, lakukanlah dengan ucapan yang baik." (HR Bukhari) [No. 6539 Fathul Bari] ‎Shahih.

16/08/2025

Dahsyatnya bersedekah akan diangkat derajatnya dan di tambah kemuliaan nya.

‎عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ وَمَا زَادَ اللَّهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلَّا عِزًّا وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلَّا رَفَعَهُ اللَّهُ ‏ ‎

’’Dari Abu Hurairah dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: "Sedekah itu tidak akan ‎mengurangi harta. Tidak ada orang yang memberi maaf kepada orang lain, melainkan Allah akan ‎menambah kemuliaannya. Dan tidak ada orang yang merendahkan diri karena Allah, melainkan ‎Allah akan mengangkat derajatnya." (HR Muslim) [No 2588 Syarh Shahih Muslim] Shahih.‎

15/08/2025

Siapakah yang didahulukan untuk diberi sedekah, Allah telah ‎menjelaskan dalam Al-Qur’an Surat al-Baqarah Ayat 215:‎

‎ يَسْـَٔلُوْنَكَ مَاذَا يُنْفِقُوْنَ ۗ قُلْ مَآ اَنْفَقْتُمْ مِّنْ خَيْرٍ فَلِلْوَالِدَيْنِ وَالْاَقْرَبِيْنَ وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَابْنِ السَّبِيْلِ ۗ وَمَا تَفْعَلُوْا مِنْ خَيْرٍ فَاِنَّ اللّٰهَ بِهٖ عَلِيْمٌ ‎ ‎

‘’Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang apa yang harus mereka infakkan. ‎Katakanlah, “Harta apa saja yang kamu infakkan, hendaknya diperuntukkan bagi kedua orang tua, ‎kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, dan orang yang dalam perjalanan (dan ‎membutuhkan pertolongan).” Kebaikan apa saja yang kamu kerjakan, sesungguhnya Allah Maha ‎Mengetahuinya.’’‎ ‎

15/08/2025

Dalam Fathul Mu’in Syekh Zainuddin Al-Malibari menyebutkan:

أَفْضَلُ النَّفْلِ عِيْدٌ أَكْبَرُ فَأَصْغَرُ فَكُسُوْفٌ فَخُسُوْفٌ فَاسْتِسْقَاءٌ فَوِتْرٌ فَرَكْعَتَا فَجْرٍ فَبَقِيَّةُ الرَّوَاتِبِ فَجَمِيْعُهَا فَي مَرْتَبَةٍ وَاحِدَةٍ فَالتَّرَاوِيْحُ فَالضُّحَى فَرَكْعَتَا الطَّوَافِ وَالتَّحِيَّةِ وَالْإِحْرَامِ فَالْوُضُوْءُ
Artinya, “Shalat sunah yang paling utama adalah shalat idul adha, lalu idul fitri, lalu gerhana matahari, lalu gerhana bulan, lalu shalat minta hujan, lalu dua rakaat qobliyah subuh, lalu shalat rawathib lainnya, semua rawathib dalam satu tingkatan, lalu shalat tarawih, lalu shalat dhuha, lalu dua rakaat tawaf, tahiyatul masjid dan shalat sunah ihram, lalu shalat sunah wudhu.” (Zainuddin Al-Malibari, Fathul Mu’in, [Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyah: 1998] halaman 54).



15/08/2025

Sunah sebelum sholat Jumat mencakup beberapa amalan yang dianjurkan untuk dilakukan oleh laki-laki muslim. Amalan-amalan ini bertujuan untuk menyempurnakan ibadah sholat Jumat dan mendapatkan keberkahan di hari Jumat.
Berikut adalah beberapa amalan sunnah sebelum sholat Jumat:
1. Mandi Sunnah Jumat:
Mandi sebelum sholat Jumat adalah amalan yang sangat dianjurkan, bahkan dianggap seperti mandi junub.
2. Memakai Pakaian Terbaik:
Mengenakan pakaian yang bersih dan rapi, terutama pakaian berwarna putih, adalah sunnah yang dianjurkan.
3. Memakai Wewangian:
Menggunakan parfum atau wewangian juga termasuk dalam amalan sunnah sebelum sholat Jumat.
4. Potong Kuku dan Kumis:
Memotong kuku dan mencukur kumis sebelum sholat Jumat juga termasuk dalam sunnah yang dianjurkan.
5. Bersiwak:
Membersihkan gigi dengan siwak atau alat pembersih gigi lainnya adalah sunnah yang dianjurkan.
6. Bersegera Menuju Masjid:
Berangkat ke masjid lebih awal untuk mendapatkan tempat sholat yang lebih baik dan memiliki waktu untuk melakukan amalan sunnah lainnya.
7. Masuk Masjid dengan Kaki Kanan:
Memasuki masjid dengan mendahulukan kaki kanan adalah sunnah yang dianjurkan.
8. Sholat Tahiyatul Masjid:
Melaksanakan sholat dua rakaat sebagai bentuk penghormatan terhadap masjid.
9. Membaca Dzikir dan Doa:
Mengisi waktu di masjid dengan dzikir dan doa kepada Allah SWT.
10. Diam dan Fokus:
Menjaga ketenangan dan fokus saat mendengarkan khutbah.
Dengan melaksanakan amalan-amalan sunnah ini, diharapkan seorang muslim dapat lebih khusyuk dalam melaksanakan sholat Jumat dan mendapatkan keberkahan di hari Jumat.

Want your school to be the top-listed School/college in Bogor?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Telephone

Website

Address


Bogor