AKHIR ZAMAN

AKHIR ZAMAN

Share

Tanda Akhir Zaman Peringatan Untuk seluruh Umat Manusia

Donasi Shodaqoh Fakir / Ghorimin
Mandiri : 1290010472997
Hilmansyah

01/11/2021

3 Nasehat Malaikat Jibril Untuk Umat Akhir Zaman Agar Selamat Dunia dan Akhirat.

Suatu hari Malaikat Jibril datang kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam dan kemudian berbicara kepadanya sebagai hamba Allah subhanahuwata'ala lalu.

Jibril memberikan tiga nasehat kepada Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam dan menjadi nasehat juga bagi umatnya yang hidup hingga saat ini.

Nasihat itu merupakan rambu-rambu yang digunakan dalam menjalankan kehidupan di dunia ini agar tidak keluar dari jalan-jalan kebaikan yang diberikan Allah lewat Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Lalu apakah nasehat Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam?

Malaikat Jibril memberikan tiga nasehat kepada Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam dan juga untuk umatnya agar menjadi rambu-rambu dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Nasehat Malaikat Jibril itu tertuang dalam sebuah hadits dari Sahl bin Saad ia berkata Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

"Jibril mendatangi kulalui berkata, 'Wahai Muhammad hiduplah ses**amu karena sesungguhnya kamu akan mati, cintailah apa yang kamu s**a karena sesungguhnya engkau akan berpisah dengannya dan berbuatlah ses**amu karena, sesungguhnya engkau akan diberi balasan karenanya' (Hadis riwayat At thobary)"

Dari nasehat diatas dapat kita ketahui kematian merupakan hal yang pasti dan tidak mungkin makhluk dapat terhindar darinya. Namun sayangnya hanya sedikit manusia yang mau bersiap menghadapinya.

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman, "dimana saja kamu berada kematian akan mendapatkan kamu kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh." (Alquran surat an-nisa ayat 78). Jalan hidup merupakan suatu pilihan menjadi buruk atau baik itu adalah pilihan.

Yang jadi pendosa atau bertakwa itu juga pilihan, menjadi hina atau mulia itu juga merupakan suatu pilihan. Apapun dan bagaimanapun jalan hidup yang kau pilih, ingatlah satu hal engkau akan mati dan tentunya mati bukanlah akhir. Mati adalah awal-awal dimana kita menjalani dunia baru yang tentu sangat berbeda dari kehidupan dunia saat ini.

Nasihat kedua, "cintailah siapa yang kamu s**a karena sesungguhnya engkau akan berpisah dengannya. "Manusia ditakdirkan sebagai makhluk sosial yang tidak bisa hidup dengan sendiri. Manusia diberikan hati untuk saling berkasih sayang baik kepada sesama manusia maupun kepada makhluk lainnya.

Namun sebesar apapun cintamu pada makhluk, ingatlah kamu akan tetap berpisah. Hanya satu cinta yang abadi yakni cinta kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Allah subhanahu wa ta'ala berfirman: "Katakanlah Jika kamu benar-benar mencintai Allah Ikutilah aku niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu Allah maha pengampun lagi maha penyayang." (Alquran surat Ali Imron ayat 31)

Nasihat ketiga, Setiap kebaikan ataupun keburukan amal kita semua akan dipertanggungjawabkan. Allah akan membalasnya baik secara langsung ataupun tidak langsung oleh karenanya perlu diingat bahwasanya tidak ada perbuatan yang sia-sia di muka bumi ini.

Semua akan ada perhitungan atas apa yang kita lakukan, Allah subhanahu wa ta'ala berfirman: "barangsiapa yang mengerjakan kebaikan sebesar Zarah pun niscaya dia akan melihat balasannya dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar Zarah pun niscaya dia akan melihat balasannya p**a Alquran." (Surat az-zalzalah ayat 7-8)

Demikianlah penjelasan mengenai nasehat Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam fan ini juga menjadi acuan bagi kita sebagai ummatnya agar dijadikan sebagai rambu-rambu dalam menjalani hidup dan kehidupan di dunia.

12/07/2021

Kiat Menyikapi Wabah Corona Sesuai Ajaran Islam
Oleh
Abi Abdul Jabbar

Kiat Menyikapi Wabah Corona Sesuai Ajaran Islam
Abi Abdul Jabbar 5 March 2020
Kiat Menyikapi Wabah Corona Sesuai Ajaran Islam
Suasana rumahsakit khusus penderita virus corona di Wihan. (foto:istimewa)

MADANINEWS.ID, JAKARTA — Fenomena wabah virus corona (covid-19) yang muncul di awal tahun 2020 ini semakin lama semakin membuat kekhawatiran di seluruh dunia. Bagaimana tidak, virus yang muncul pertama kali di kota Wuhan provinsi Hubei China ini telah memakan korban lebih dari 2600 nyawa dan menginfeksi sekitar 80.000 jiwa atau lebih.

Virus yang sampai saat ini belum ditemukan penangkalnya telah merambah hampir ke seluruh negara-negara besar di dunia. Mulai dari China, Korea Selatan, Singapura dan lainnya di daratan Asia, hingga ke Italia,Prancis dan lainnya di daratan Eropa. Dan beberapa waktu lalu Presiden Jokowi mengumumkan bahwa kasus virus corona telah menjangkit dua warga Indonesia.

Akibat virus ini, disamping korban yang terus berjatuhan yang mana angkanya telah mendekati hampir ratusan ribu jiwa baik yang meninggal ataupun yang terinfeksi, jutaan manusia lainnya terancam terkena wabah mematikan ini. Di samping itu, tercatat ratusan kota diisolasi, ribuan jalur penerbangan ditutup, bahkan secara khusus Negara Arab Saudi menghentikan sementara kedatangan jamaah umroh guna mengantisipasi tersebarnya wabah ini di dua tanah suci.

Menyikapi epidemi global ini, sebagai seorang muslim hendaklah kita kembali kepada ajaran-ajaran agama kita. Dan berikut ini beberapa kiat-kiat yang dapat kita tempuh sebagai seorang muslim dalam menyikapi wabah virus corona yang sedang mewabah saat ini:

1. Senantiasa meminta perlindungan kepada Allah.

Virus corona adalah makhluk sebagaimana makhluk-makhluk Allah lainnya, dan ia tidaklah bergerak kecuali atas perintah dan izin Allah ta’ala yang menciptakannya. Oleh karenanya, kita berlindung dari wabah ini kepada Allah sebelum kita berlindung kepada kemampuan diri kita sendiri atau kemampuan makhluk lainnya. Ingatlah bahwa Allah adalah sebaik-baiknya pelindung dan sebaik-baiknya penjaga. Allah berfirman:

(فَٱللَّهُ خَيۡرٌ حَٰفِظٗاۖ وَهُوَ أَرۡحَمُ ٱلرَّٰحِمِينَ)
“Maka Allah adalah sebaik-baiknya penjaga dan Dialah Maha Penyayang di antara para penyayang”. (QS Yusuf, Ayat 64).

Berlindung kepada Allah ini bisa dilakukan dengan senantiasa membaca doa-doa pelindung yang bersumber dari Al-Qur’an seperti surat Al-Falaq dan surat An-Nas ataupun dari doa-doa yang bersumber dari Nabi shallallahu alaihi wasallam, seperti doa yang dianjurkan untuk dibaca di pagi dan petang hari:

(بِسمِ اللهِ الَّذِي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهَ شَيءٌ فِي الأَرْضِ وَلاَ فِي السَمَاءِ وَهُوَ السَمِيعُ العَلِيم)
“Dengan nama Allah yang tidak membahayakan dengan namaNya segala sesuatu yang ada di langit dan bumi, dan Ia lah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”.

Doa ini berdasarkan sabda Nabi shallahu alaihi wasallam, bila diamalkan oleh seorang hamba di pagi dan petang hari masing-masing sebanyak tiga kali, maka niscaya tidak akan membahayakannya segala sesuatu apapun yang ada di atas muka bumi ini.

2. Berikhtiar dengan melakukan pencegahan.

Di samping berlindung kepada Allah, tentunya sebagai seorang manusia kita juga harus berikhtiar dengan melakukan usaha-usaha pencegahan agar virus ini tidak menular kepada diri kita atau kepada orang-orang yang kita sayangi. Ikhtiar ini bisa dilakukan dalam skala individu maupun skala berjamaah.

Ikhtiar dalam skala individu dilakukan dengan mengikuti cara-cara yang dianjurkan oleh para ahli dalam bidang ini, seperti rutin menjaga kesehatan, rutin mencuci tangan, rutin memakan dari makanan-makanan yang baik, rutin memakai masker dikeramaian, serta menghindari keluar rumah dan berkumpul di tempat keramaian bila tidak diperlukan.

Adapun ikhtiar dalam skala berjamaah, maka bisa dilakukan dengan cara melakukan pencegahan-pencegahan agar virus ini tidak merambah ke skala yang lebih luas lagi seperti melakukan isolasi kepada mereka-mereka yang terkena virus atau mereka yang tercurigai terkena virus. Dan ikhtiar ini hendaklah dilakukan oleh pihak-pihak yang berwenang. Hal ini berdasarkan makna hadis Nabi shallallahu alaihi wasallam yang berbunyi:

(إذا سَمِعْتُمْ بِهِ بِأرْضٍ، فلاَ تَقْدمُوا عَلَيْهِ، وإذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا، فَلا تخْرُجُوا فِرَارًا مِنْهُ)
“Apabila kalian mendengar tentangnya (wabah penyakit) di sebuah tempat, maka janganlah kalian masuk ke dalamnya, dan bila kalian berada di dalamnya, maka janganlah kalian keluar daripadanya sebagai bentuk lari daripadanya”. (HR.Bukhari dan Muslim)

3. Bertawakkal kepada Allah.

Setelah melakukan ikthtiar-ikhtiar yang ada, maka pada akhirnya semua kita serahkan kepada Allah. Kita tawakkalkan diri kita kepadaNya. Karena hidup dan mati kita sebagai seorang hamba semua berada di tanganNya. Allah berfirman:

(قُلۡ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحۡيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ)
“Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam”. (QS Al-An’am, Ayat 162)

Dan perlu kita ketahui bahwa seorang hamba akan tetap hidup bilamana memang ajalnya belum datang, bahkan bila virus corona ataupun virus lainnya yang lebih ganas daripada itu menjangkitinya, namun bila memang sudah ajalnya, jangankan virus corona atau yang lebih dari itu, bahkan digigit semut pun seseorang bisa mati jikalau memang ajalnya telah tiba.

Ajal seseorang pasti datang, namun pertanyaannya adalah apakah yang telah kita persiapkan dari amalan saleh menyambut ajal tersebut? Semoga Allah menutup hidup kita dengan husnul khotimah.

4. Yakin kepada Allah akan kesembuhan.

Bila ada di antara kita yang ditakdirkan oleh Allah tertimpa penyakit ini, maka yakinlah bahwa Allah adalah sebaik-baiknya penyembuh karena Ia lah Tuhan Yang Maha Penyembuh.

Dan yakinlah juga bahwa tidak ada penyakit yang Allah turunkan, kecuali ada juga obat yang diturunkan bersamanya. Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:

(إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ حَيْثُ خَلَقَ الدَّاءَ خَلَقَ الدَّوَاءَ فَتَدَاوَوْا ) رواه أحمد (12186) وحسنه الألباني.
“Sesungguhnya Allah ketika menciptakan penyakit maka ia menciptakan penyembuhnya, maka berobatlah”. (HR. Ahmad (no:12186) dan dihasankan oleh Imam Albani).

Demikianlah beberapa kiat-kiat dalam menyikapi wabah virus corona ini, dan yang terakhir, mari kita berdoa kepada Allah agar supaya Ia senantiasa menjaga diri kita, keluarga kita, kerabat kita dan orang-orang yang kita sayangi dari terkena wabah virus ini. Mari kita juga berdoa kepada Allah agar Ia senantiasa menjaga negeri kita dan juga negeri-negeri kaum muslimin lainnya dari wabah penyakit mematikan ini. Dan tak lupa juga kita sisipkan doa-doa terbaik kita kepada mereka saudara-saudara kita yang sedang diuji dengan virus ini agar supaya Allah segera menyembuhkan mereka dari penyakit ini.

Sumber : madaninews.id

12/03/2021

Fitnah Besar, Tercampurnya Antara Kebenaran dan Kebatilan

DALAM berbagai kesempatan, Rasulullah Shalallaahu ‘Alahi Wasallam kerapkali memperingati kepada umatnya akan terjadinya berbagai bentuk kekacauan, fitnah, dan bencana sampai terjadinya hari kiamat. Beliau telah menceritakan bahwa salah satu tanda dekatnya kiamat adalah banyaknya fitnah besar yang menyebabkan tercampurnya antara kebenaran dan kebatilan.

Di saat itu iman manusia mudah tergoncang. Bahkan karena beratnya fitnah yang dihadapi manusia, ada di antara mereka yang di waktu pagi dalam keadaan beriman, di sore hari telah menjadi kufur. Di sore hari mereka beriman, ketika masuk waktu pagi mereka telah kufur. Dalam riwayat yang sahih disebutkan bahwa setiap kali muncul sebuah fitnah, seorang mukmin berkomentar, “Inilah yang membawa kehancuranku.” Ternyata fitnah itu berlalu dan digantikan dengan fitnah lain, dan setiap saat seseorang mengira fitnah yang tengah berlangsung tersebut adalah fitnah yang membawa kebinasaan dirinya.

Dari Abdullah bin Amru bin ‘Ash bahwa Rasulullah bersabda,

“Tidak ada seorang nabi pun sebelumku kecuali pasti menerangkan seluruh kebaikan kepada umatnya dan memperingatkan umatnya dari seluruh keburukan. Sesungguhnya umat kalian ini, kesempatannya dijadikan berada pada generasi awal. Ada pun generasi-generasi di akhir zaman akan menghadapi ujian besar dan perkara-perkara yang kalian ingkari.

Akan datang sebuah fitnah, sebagiannya lebih ringan dari sebagian lainnya (maksudnya: beratnya fitnah yang tengah menimpa akan dianggap lebih ringan bila dibandingkan beratnya fitnah yang akan terjadi sesudahnya). Setelah itu datang fitnah yang lain, maka seorang mukmin akan mengatakan, “Inilah yang membawa kebinasaanku.” Namun ternyata fitnah itu akhirnya berlalu dan datanglah fitnah yang lain, sehingga seorang mukmin berkata, ”Barangkali fitnah inilah yang akan membawa kehancuranku… barangkali fitnah inilah yang akan membawa kehancuranku.”(HR.Muslim Kitab Al-Imarah no.3431, An-Nasa’i, Ibnu Majah, dan Ahmad).

Dalam riwayat lain Rasulullah bersabda, ”Sesungguhnya, menjelang terjadinya Kiamat ada fitnah-fitnah seperti penggalan-penggalan malam yang gelap gulita, pada pagi hari seseorang dalam keadaan beriman, tetapi pada sore hari ia menjadi kafir. Sebaliknya pada sore hari seseorang dalam keadaan beriman, namun di pagi hari ia dalam keadaan kafir. Orang yang duduk pada masa itu lebih baik daripada yang berdiri, orang yang berdiri lebih baik daripada yang berjalan, dan orang yang berjalan lebih baik daripada orang yang berjalan cepat. Maka, patahkan busur kalian, putus-putuslah tali kalian, dan pukullah pedang kalian dengan batu. Jika salah seorang dari kalian kedatangan fitnah-fitnah ini, hendaklah ia bersikap seperti anak terbaik di antara dua anak Adam (yakni sikap seperti Habil, jangan seperti Qabil).” (HR.Abu Daud no.4259).

Abu Hurairah meriwayatkan bahwasanya Rasulullah bersabda, “Bersegeralah kalian melakukan amal saleh sebelum datangnya fitnah yang seperti potongan-potongan malam yang gelap gulita. Pagi-pagi seseorang masih beriman, tetapi di sore hari sudah menjadi kafir; dan sore hari seseorang masih beriman, kemudian di pagi harinya sudah menjadi kafir.” (HR. Muslim: Kitab Al-Iman no.169).

Ini merupakan peringatan penting bagi setiap manusia, bahwa banyaknya fitnah yang menyebabkan seseorang murtad, merupakan tanda dekatnya akhir zaman. Untuk skala lokal, barangkali yang paling nyata adalah fenomena fitnah kesulitan hidup, kemiskinan, dan kesengsaraan yang menyebabkan seseorang dengan mudah menukar agamanya. Juga godaan dunia yang dikemas sedemikian menggiurkan bagi siapa pun untuk mencicipinya, sehingga siapa pun yang tidak memiliki ketahanan iman, sangat mungkin mengubah imannya dalam bilangan hari.

Namun di antara berbagai fitnah yang dinubuatkan oleh beliau Shalallaahu ‘Alahi Wasallam, tidak ada satu pun fitnah yang lebih berbahaya, lebih dahsyat, dan lebih keras efek yang ditimbulkannya melebihi fitnah Dajjal. Hal ini sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah,

“Semenjak Allah menciptakan keturunan Adam hingga hari kiamat nanti, tidak ada fitnah yang lebih besar di muka bumi ini dibandingkan fitnah Dajjal.” (HR.Muslim: Kitab Al-Fitan wa Asyrath As-Sa’ah no. 5239).

Demikian fitnah Dajjal, sehingga setiap rasul yang diutus kepada umat manusia senantiasa memperingatkan bahaya fitnah tersebut kepada umatnya, sebagaimana dijelaskan dalam hadits sahih berikut ini,

“Sesungguhnya Allah tidak mengutus seorang nabi, melainkan nabi tersebut telah memperingatkan kaumnya dari fitnah Dajjal. Nabi Nuh telah memperingatkan umatnya akan fitnah Dajjal, demikian p**a para nabi sesudahnya. Ketahuilah, sesungguhnya Dajjal akan muncul di antara kalian (maksudnya pada masa umat ini yang merupakan umat terakhir) dan perkara Dajjal itu tidak lagi samar bagi kalian. Demikian p**a perkara Rabb kalian tidak samar lagi bagi kalian (beliau bersabda demikian sebanyak tiga kali). Sesungghnya Rabb kalian tidak buta sebelah, sedangkan Dajjal adalah makhluk yang buta mata sebelah kanannya, seakan-akan matanya adalah buah anggur yang terapung.” (HR.Muslim).*/Sudirman

Dari buku: Negeri-Negeri Akhir Zaman, penulis: Abu Fatiah Al-Adnani

https://www.hidayatullah.com/kolom/akhir-zaman/read/2017/01/26/110489/fitnah-besar-tercampurnya-antara-kebenaran-dan-kebatilan.html

08/02/2021

Mereka yang Memegang Bara Api
By Muhammad Abduh Tuasikal, MSc

Berpegang teguh dengan ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam saat ini memang amat berat, bagai mereka yang memegang bara api.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يَأْتِى عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ الصَّابِرُ فِيهِمْ عَلَى دِينِهِ كَالْقَابِضِ عَلَى الْجَمْرِ

“Akan datang kepada manusia suatu zaman, orang yang berpegang teguh pada agamanya seperti orang yang menggenggam bara api.” (HR. Tirmidzi no. 2260. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Dijelaskan dalam Tuhfatul Ahwadzi bahwa di zaman tersebut, orang yang berpegang teguh dengan agama hingga meninggalkan dunianya, ujian dan kesabarannya begitu berat. Ibaratnya seperti seseorang yang memegang bara (nyala) api.

Ath Thibiy berkata bahwa maknanya adalah sebagaimana seseorang tidak mampu menggenggam bara api karena tangannya bisa terbakar sama halnya dengan orang yang ingin berpegang teguh dengan ajaran Islam saat ini, ia sampai tak kuat ketika ingin berpegang teguh dengan agamanya. Hal itu lantaran banyaknya maksiat di sekelilingnya, pelaku maksiat pun begitu banyak, kefasikan pun semakin tersebar luas, juga iman pun semakin lemah.

Sedangkan Al Qari mengatakan bahwa sebagaimana seseorang tidaklah mungkin menggenggam bara api melainkan dengan memiliki kesabaran yang ekstra dan kesulitan yang luar biasa. Begitu p**a dengan orang yang ingin berpegang teguh dengan ajaran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam di zaman ini butuh kesabaran yang ekstra.

Itulah gambaran orang yang konsekuen dengan ajaran Islam saat ini, yang ingin terus menjalankan ibadah sesuai sunnah Rasul –shallallahu ‘alaihi wa sallam-, begitu sulitnya dan begitu beratnya. Kadang cacian yang mesti diterima. Kadang dikucilkan oleh masyarakat sekitar. Kadang jadi bahan omongan yang tidak enak. Sampai-sampai ada yang nyawanya dan keluarganya terancam. Demikianlah resikonya. Namun nantikan balasannya di sisi Allah yang luar biasa andai mau bersabar.

Ingatlah janji Allah,

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az Zumar: 10).

Sebagaimana disebut dalam Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim karya Ibnu Katsir, Al Auza’i menyatakan bahwa pahala mereka tak bisa ditimbang dan tak bisa ditakar. Itulah karena saking banyaknya.

Ibnu Juraij menyatakan bahwa pahala mereka tak bisa terhitung (tak terhingga), juga ditambah setelah itu.

SEDANGKAN AS SUDI MENYATAKAN BAHWA BALASAN ORANG YANG BERSABAR ADALAH SURGA.

Wallahu waliyyut taufiq was sadaad.



Referensi:
Tuhfatul Ahwadzi bi Syarh Jami’ At Tirmidzi, Abul ‘Ala Muhammad ‘Abdurrahman bin ‘Abdurrahim Al Mubarakfuri, terbitan Darus Salam, cetakan pertama, tahun 1432 H.

Sumber https://rumaysho.com/10479-mereka-yang-memegang-bara-api.html

14/12/2020

Perjalanan kehidupan manusia silih berganti daripada bermulanya manusia pertama iaitu Nabi Adam AS sehinggalah kepada umat akhir zaman iaitu zaman kita hari ini.

Setiap umat bagi setiap nabi yang dilantik oleh Allah ada tempohnya bermula iaitu selepas Adam, muncul zaman Nabi Nuh, diikuti zaman Nabi Musa, Nabi Isa sehinggalah umat nabi terakhir iaitu nabi kita, Muhammad SAW.

Umat akhir zaman disebut kerana Muhammad ialah nabi terakhir dan penutup segala kenabian dan tidak akan ada nabi lagi yang dilantik oleh Allah selepas itu.

Maka kita pun ada tempohnya iaitu bila kita bermula dan pada zaman mana kita berada dan bila p**a zaman kita akan berakhir atau dengan kata lain iaitu bilakah kiamat akan berlaku.

Mengenai persoalan ini, Rasulullah SAW bersabda:

"Akan datang kepada kalian masa kenabian, dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Kemudian, Allah akan menghapusnya, jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang masa kekhilafahan ‘ala Minhaaj al-Nubuwwah; dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Lalu, Allah menghapusnya jika Ia berkehendak menghapusnya.

"Setelah itu, akan datang kepada kalian, masa raja menggigit, dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Lalu, Allah menghapusnya, jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang masa raja diktator (pemaksa); dan atas kehendak Allah masa itu akan datang; lalu Allah akan menghapusnya jika berkehendak menghapusnya. Kemudian, datanglah masa Khilafah ‘ala Minhaaj al-Nubuwwah (Khilafah yang berjalan di atas kenabian). Setelah itu, Baginda diam,” (HR. Imam Ahmad).
Hadis diatas diriwayatkan Ahmad, 4/273, dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 5).

Dari hadis tersebut, Rasulullah menjelaskan bahawa hidup manusia terbahagi kepada lima zaman.

1. Zaman Nubuwwah - Yakni, zaman kenabian. Dimulai dari zaman Nabi Adam Alaihis Salam sehinggalah kepada baginda Nabi Muhammad.

2. Zaman Khilafah yang memimpin mengikut cara Nabi Muhammad - Pada zaman ini kepemimpinan dipegang oleh sahabat-sahabat Nabi SAW iaitu, saidina Abu Bakar, Saidina Umar, Saidina Uthman dan Saidina Ali ra. Mereka memimpin selama hampir 30 tahun.

3. Zaman “Al-Mulk (kerajaan) yang menggigit” - Membawa dua maksud iaitu menggigit atau mengikut cara nabi SAW memimpin dan kedua menggigit dengan maksud ada sedikit ketidakadilan pada zaman ini dengan bermulanya kerajaan Bani Umayyah kemudian Bani Abbasiyyah dan berakhir dengan kerajaan Bani Uthmaniyyah di Turki yang runtuh pada tanggal 3 Mac 1924.

4. Zaman “Jababiro” - Bermaksud zaman kepimpinan yang zalim. Apabila runtuhnya kerajaan Islam Bani Uthmaniyyah maka lahirlah kepimpinan dunia secara paksaan seperti penjajahan ke atas negara-negara di dunia oleh Pertugis, Belanda, Inggeris, Amerika Syarikat, Jerman, Sepanyol, Perancis dan Jepun secara paksaan ketenteraan.

Ini zaman fitnah yang amat dahsyat dan ia menguji umat Islam akhir zaman yang mana dalam banyak hadis nabi SAW memberikan ingatan kepada kita tentang bahaya zaman ini.

5. Zaman Khilafah ll - Satu zaman yang mana dunia akan kembali dipimpin seperti nabi SAW memimpin oleh seorang khalifah yang diberi gelaran Imam al-Mahdi. Kemunculan Imam Mahdi ini menunjukkan tanda-tanda ia sudah berlaku. Insya Allah akan kita kupaskan dalam siri akan datang.

Pada akhir hadis iaitu selepas zaman kelima ini, nabi SAW diam. Maka ulama mentafsirkan bahawa dunia ini akan berakhir iaitu kiamat pada zaman kelima.

Dalam surah Al-A’raf ayat 187 Allah menegaskan bahawa “ …sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”

Maka bilakah akan berlakunya kiamat manusia tidak mampu memberikan tarikh tetapi manusia boleh mengetahuinya melalui tanda-tanda kiamat sebagaimana diajarkan oleh nabi SAW.

Persoalannya pada zaman mana kita berada sekarang? Maka terbukti kita berada pada zaman keempat.

Tapi bilakah akan berakhirnya zaman keempat ini dan bilakah bermula zaman kelima yang kita tunggu yang mana dunia akan kembali dipimpin oleh Islam dan keadilan akan disebarkan ke atas umat manusia?

Kemuculan zaman kelima apabila umat manusia sudah tidak tahan lagi dengan pelbagai bentuk kezaliman seperti pembunuhan jutaan manusia merata-rata tanpa belas kasihan, rogol di sana-sini, penculikan, penindasan dan sebagainya.

InsyaAllah pada siri akan datang kita boleh meneliti tanda-tanda kedatangan zaman kelima dengan kemunculan Imam al-Mahdi.

*** Ustaz Shams ialah pensyarah di sebuah kolej swasta.

https://www.mstar.com.my/xpose/addin/2019/02/15/akhir-zaman

02/07/2019

MARI CEK SEBERAPA DEKAT KITA DENGAN HARI KIAMAT | FENOMENA AKHIR ZAMAN

Baginda Nabi Muhammad Shallallahu alaihi
wa sallam bersabda : (mafhumnya)

Akan tiba masanya atas ummat ku di mana
ke khusyu'kan dalam shalat akan hilang.

Akan tiba masanya atas ummat ku dimana
banyaknya kematian secara mendadak.

Akan tiba masanya atas ummat ku dimana
banyaknya gempa bumi terjadi.

Akan tiba masanya atas ummat ku dimana
orang jujur didustakan, orang tepercaya
dituduh khianat, dan pengkhianat
dipercayai

Akan tiba masanya atas ummat ku dimana
Jika urusan umat di limpahkan kepada
pemimpin yang bukan ahlinya

Akan tiba masanya atas ummat ku dimana
seseorang muslim itu tidak akan
mengucapkan salam kecuali kepada orang
yang ia kenal saja.

Akan tiba masanya atas ummat ku dimana
banyaknya terjadi pembunuhan sesama
sendiri.

Akan tiba masanya atas ummat ku dimana
banyaknya masjid di bangun megah namun
sepi jamaah nya,

Akan tiba masanya atas ummat ku dimana
banyaknya setiap orang tanpa kecuali akan
makan riba, orang yang tidak makan
langsung, pasti terkena debu debunya.

Akan tiba masanya atas ummat ku dimana
banyaknya seseorang tidak peduli dari
mana hartanya didapat, apakah dari yang
halal atau yang haram.

Akan tiba masanya atas ummat ku dimana
banyaknya manusia saling berbangga-
bangga dengan perbuatan maksiat mereka.

Para sahabat bertanya " kapan hal itu akan
terjadi wahai Rasulullah ?
Rasulullah saw menjawab "Semua itu akan
terjadi di akhir zaman, maka apabila hal itu
sudah terjadi maka tunggulah saat
kedatangan hari kiamat".


Lihat lah Hampir semua yg disebut di atas
itu telah berlaku di zaman kita sekarang ini.

Adalah Hari-hari yang sangat Ganjil.
Ibu-ibu & bapak-bapak hanya
mementingkan makanan yg sedap dan
pakaian yg cantik2 saja terhadap anak-anak
mereka.
Namun mereka lupa menanam ajaran
agama dan akhlak kepada anak-anak
mereka.

Hari-hari yang Ganjil.
Para pekerja tidak ikhlas bekerja dengan
alasan gaji yg diberi tidak mencukupi /
sedikit.
Namun mereka lupa sesungguh nya Allah
memberkahi rezeki yang halal dan
menghilangkan dari rezeki yang haram.

Hari-hari yang Ganjil
Pemuda dan pemudi berjam-jam
menghabiskan waktu mereka jalan-jalan
dan berplesiran di Mall atau di Pasaraya.
Namun mereka merasa letih dan berat
untuk mengerjakan shalat walau hanya dua
rakaat.

Hari-hari yang Ganjil.
Pemuda dan pemudi asik mendengar lagu-
lagu dengan hati yang girang gembira.
Namun jika untuk mendengar firman-firman
Allah, hati mereka menjadi sesak, seolah-
olah mereka hendak naik ke langit sedang
mereka tidak tahu bahwa perkara yang halal
tidak boleh bercampur dengan perkara
yang haram.

Hari-hari sangat Ganjil.
Kita bersungguh2 berusaha sehingga
mampu membeli apa yang kita s**a, yg
enak-enak dan yang bagus-bagus, murah
atau mahal, kita sanggup membayar nya
walaupun dengan berapa harga sekalipun,
namun ketika kita ingin menderma ke dalam
kotak masjid, kita akan memilih uang kita yg
paling kecil sekali untuk di masukkan ke
dalam kotak amal.

Hari-hari yang Ganjil.
Kita set alarm sebelum tidur takut terlambat
bangun untuk pergi kerja. Namun kita lupa
untuk set kan alarm untuk bangun
menghadap Allah ketika shalat subuh.

Hari-hari sangat Ganjil
Kita saling caci dan membicarakan
keburukan makhluk-makhluk Allah, Namun
kita lupa akan firman Allah "Tiada suatu
ucapan pun yang di ucapkannya melainkan
ada di datangi malaikat pengawas yang
selalu hadir" .

Hari-Hari yang Ganjil.
Kita mengeluh dari banyak nya musibah dan
bencana, namun kita lupa akan firman Allah
" Maha Suci Allah yang telah menggerakkan
kendaraan ini untuk kami padahal kami
tiada kuasa menggerakkannya"

Hari-hari yang Ganjil.
Ibu-ibu & bapak-bapak membiarkan saja
istri dan anak perempuan mereka memakai
pakaian dengan menampakkan aurat
bahkan menimbulkan fitnah kepada orang
lain tanpa ada rasa bersalah dan tidak
berani untuk mencegahnya dengan alasan
itu adalah hak asasi manusia, kubur
masing2 dll....

Hari-hari yang Ganjil.
Pada saat pesan ini sampai kepada mu,
maka dengan engkau telah menjadi salah
seorang yang membantu dalam
memberikan peringatan tentang peraturan
serta syariat Allah dan sunnah-sunnah Nabi
Muhammad sollallaahu alaihi wa sallam.

Apa yang kami harapkan darimu adalah
turut serta menghidupkan sebahagian dari
sunnah Nabi saw ini walau hanya dengan
satu perbuatan sunnah saja.

Memelihara Hadis yang mulia dengan
demikian Anda telah bersama2 dengan kami
dalam menyebarkan sunnah-sunnah
Rasulullah sollallaahu alaihi wa sallam.

Jadilah anda salah seorang yang mengajak
kepada kebaikan.

Agar semakin bertambah ganjaran pahala
kita dapat karena sudi berdakwah

Insyaa Allah.
Bumi ini sudah tua soal kapan kiamat tidak
ada yang tau termasuk Rasulullah,Tapi
mengenai umur umat islam Rasulullah
pernah membocorkan bahwa umur umat
islam tidak sampai 1500 hijriah
sedangkan kita sekarang sudah 1440
hijriah,kapan lagi waktu kita untuk berbuat
baik,kapan lagi kita mau memperbanyak
amal jika waktu hidup kita tidak ada yang
tau.
Mudahan kita selamat hidup di dunia yang
sebentar ini...Menuju Akhirat yang kekal
abadi
Saudaraku bila lidahmu tak sanggup menyebarkan kebaikan maka biarkanlah jari jarimu melakukanya
Semoga jari itu akan menjadi saksimu bahwa dia telah membantu dakwah kami dan insya Allah jari itu beserta pemiliknya akan berada di syurga-NYA kelak berkah keikhlasan meramaikan dakwah kami

Tak akan Terjadi Kiamat Sehingga banyak Harj - Islampos 02/04/2019

Tak akan Terjadi Kiamat Sehingga banyak Harj

“Kiamat tidak akan terjadi sehingga banyak harj. “Para sahabat bertanya: “Apakah harj itu, wahai Rasulullah? ‘beliau bersabda: “Pembunuhan, pembunuhan.” (HR. Muslim)

ABAD 20-21 adalah bukti nyata dari hadits Rasulullah SAW yang pernah Beliau katakan 14 abad silam. Saat ini sampai-sampai seseorang tidak mengetahui mengapa dirinya membunuh, sementara yang dibunuh juga tidak tahu mengapa dirinya dibunuh.

Peperangan telah melibatkan ratusan ribu manusia bahkan jutaan jiwa ini telah menyebabkan banyaknya korban jatuh, bukan hanya personil yang yang terlibat dalam peperangan itu, bahkan kebanyakan para warga sipil dan rakyat jelata yang menjadi korban kebiadaban para pemberontak.

Penyebab pembunuhan demi pembunuhan ini tidak lain karena menjelang akhir zaman dunia akan mengalami krisis global yang meliputi ekonomi, politik, kemanusiaan dan energi.

Panjangnya masa kehancuran dan kerusakan ekonomi yang merata diseluruh negeri, terjadinya konflik, perangkat keamanan negara yang tidak berfungsi, karena sudah tidak mendapatkan gaji dari pemerintah akibat utang yang tidak terbayar dan kehancuran ekonomi.

Selain itu berhentinya mesin-mesin produksi dan pabrik-pabrik makanan dan minuman, tidak berfungsinya kantor-kantor pemerintahan dan pelayanan masyarakat, rusaknya teknologi transportasi, komunikasi dan informasi dan beragam kengerian lainnya melahirkan sebuah kengerian baru; berpacunya manusia untuk mempertahankan hidup dengan cara-cara yang keji; membunuh dan merampas serta cara-cara brutal lainnya.

Orang-orang yang kuat akan memangsa yang lemah, hukum rimba akan berlaku dalam kehidupan manusia. Dalam sebuah riwayat disebutkan:

“Sungguh, menjelang terjadinya kiamat ada masa-masa harj.” Para sahabat bertanya: “Apakah harj itu?” Beliau bersabda: “Pembunuhan.” Mereka bertanya: “Apakah lebih banyak jumlahnya dari orang yang kita bunuh? Sesungguhnya kita dalam satu tahun membunuh lebih dari 70 ribu orang?” Beliau bersabda: “Bukan pembunuhan orang-orang musyrik oleh kalian itu, tetapi pembunuhan dilakukan oleh sebagian kalian terhadap sesamanya.” Mereka bertanya: “Apakah pada masa itu Kami masih berakal?” Beliau menjawab: “Akal kebanyakan manusia pada zaman itu dicabut, kemudian mereka dipimpin oleh orang-orang yang tidak berakal, kebanyakan manusia menyangka para pemimpin itu memiliki pegangan, padahal samasekali tidak demikian.” Wallahu’alam bishawab. []

SUMBER: ARRISALAH "https://www.islampos.com/tak-akan-terjadi-kiamat-sehingga-banyak-harj-131846/"

Tak akan Terjadi Kiamat Sehingga banyak Harj - Islampos Orang-orang yang kuat akan memangsa yang lemah, hukum rimba akan berlaku dalam kehidupan manusia.

Want your school to be the top-listed School/college in Bogor?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Website

Address


Bogor
16131