11/01/2021
Reposted from .ahmad Pak merupakan adik dari almarhum Pramoedya Ananta Toer, dari sepuluh bersaudara enam yang menjadi penulis.
Pada usia ke-32 tahun dan sembilan hari setelahnya, romantisme dan dunianya dalam novel KOMPROMI terasa menggairahkan untuk divalidasi.
Seperti Sus, tokoh utama dalam novel tersebut, dia mengungkapkan, "Hidup wanita punya seni tersendiri bagaimana memikat laki-laki. Karena itu, jangan dengar omongannya, tapi carilah artinya."
Usia muda dan sembilan hari adalah kompromi. Berkisah tentang Wonosari, Rusia, gadis-gadis, dan pandangan-pandangan politiknya.
Dari kilometer Cirebon hingga Blora, “Hidup ini memang sesuatu yang tidak bisa direncanakan, ia tumbuh dan mati di luar kemauan manusia itu sendiri”. Tabik.
10/01/2021
Reposted from .id “Aku ingin hidup bercinta seperti dalam dongeng, yang dengan diam-diam mengisi hatiku, dan yang sudah kutunggu-tunggu sejak zaman kanak-kanakku. Buatku, cinta bukan sesuatu yang biasa, seperti mimpi, melainkan ia adalah sesuatu yang luar biasa. Kalau cinta itu seperti mimpi, biarlah mimpi itu satu-satunya, mimpi satu-satunya yang luar biasa…”
09/01/2021
Reposted from Sebuah perjalanan di bersama Pak dalam merawat sejarah yang berusaha direkam pada tiap sudut rumah keluarga Toer.
08/01/2021
Reposted from "Hakikat manusia itu menciptakan nilai lebih; segala pekerjaan itu baik, tapi sifatnya relatif. Sedangkan pemulung, adalah pencipta nilai lebih yang absolut. Dan kenikmatan yang hakiki." Perkataan yang terus diulang Pak saat berkunjung ke Perpustakaan . Penekanan tiap kalimat diucapkan dengan serius, seolah memberi isyarat makna tersirat di setiap kosa kata yang terucap.
Pak juga sering mengulang perkataan "Kalimat saya itu penuh teka-teki." Dan itu semakin membuat diri ini yakin, ada maksud yang tersembunyi.
Namun Pak juga pernah bertutur, "Manusia itu dimulai dari tangannya. Jika ingin selalu ada, pakailah bekerja." Barangkali itu maksudnya. Hmm... atau mungkin itu teka-teki juga? Hmm....
~~~
Maaf, Pak
Banyak janji yang belum terlaksana. Buku Madilog masih menyisakan 3/4 dari halamannya yang belum terbaca. Das Kapital bahkan belum ketemu bukunya, sebab untuk beli, belum ada uangnya. Naskah yang diminta baru tembus 10.000 kata. Dan saya masih belum punya pacar untuk dibawa berkunjung bersama. Hehe, kalau masalah punya pacar bagi saya yang paling susah terlaksana. Apalah daya, Pak.
08/01/2021
Reposted from Putri Kapten,
Penulis: Alexander Pushkin,
Penerjemah: Koesalah Soebagyo Toer,
"... Apapun yang terjadi denganku, percayalah, pikiranku terakhir dan doaku terakhir adalah tentang kamu."
Kisah cinta di tengah peristiwa pemberontakan petani di sebuah kota kecil di Rusia. Di jalan pengarang realisme sosialis ini Anda bisa temui patung pendiri kota terbesar di Rusia itu, Yurii Dolgorukii, penyair ala Chairil Anwar, Mayakovskii, Restoran Peking, Restoran Budapest, Gedung Teater Boneka, Kantor Berita Novosty dan teater Russia. Di hadapan teater inilah terdapat taman sekitar satu hektar dengan patung warna hitam mengilat yang indah dan anggun. Itu adalah patung penyair Aleksander Sergeyevich Pushkin (1799-1837) yang jaya dengan syair-syairnya, namun nestapa dengan kulit berwarnanya.
07/01/2021
Reposted from Segala sesuatu selalu memiliki fungsi, hanya saja terkadang situasi dan kondisi kurang memadai sehingga acap kali mengalami sedikit kesulitan dalam pengaktualisasian diri.
Sebab seburuk-buruknya sampah pun pasti masih bisa didaur ulang kembali.
07/01/2021
Reposted from Yaa... kira-kira hampir dua bulan tidak mereview buku, karena ada kesibukan project, dan kewajiban sebagai mahasiswa tingkat akhir. Sebelumnya, selamat tahun baru 2021 kepada para pembaca buku di mana pun kalian berada.
Buat di awal tahun, gw mau berbagi pengalaman, dari KumCer "Mati Suri Seorang Seniman" Karangan Bang si Juragan Tanah dari Buaran.
Gw pribadi paling s**a sama KumCer yang sedikit selengean bahasanya, kenapa tuh bang ? Karna pas dibaca, jadi gak begitu kaku dan gak ada kesan terlalu menggurui. Jadi, walaupun membaca, rasanya kaya lu lagi ngobrol langsung sambil ngopi atau ngebir sama si penulisnya. Juga, dari bahasa yang selengean itu, kita sebagai pembaca bisa dapet bahasa2 prokem yang lain dari berbagai daerah, kebetulan di KumCer ini, sangat lekat sama kultur Betawi dan Jawa, gimana menarik kan ?
Dan, walaupun KumCer ini khusus pembaca dewasa, tapi menurut gw pribadi, KumCer ini bisa dibaca anak SMA, ya kira2 SMA tingkat akhir lah. Dari salah satu KumCer ini, gw rasa bisa juga digarap buat jadi naskah drama, yang nantinya bisa ditampilin di lenong. Dulu gw, sering tuh bikin lenong2an di sekolah di mata pelajaran PLBJ. Jehehe.
Kayanya segitu cukup dari gw, oiya Btw, buku ini di terbitin sama dan kalo kalian mau beli bisa langsung ke .
Terima kasih
**abaca
06/01/2021
Reposted from "Jatuh cinta itu seperti kerja lembur oleh kehidupan sehari-hari dan manusia menjadi budak-budaknya." - dalam buku ANAK BUNGSU terbitan
01/01/2021
Reposted from Tahun baru dan tetap produktif, segera hadir "TOER" sebuah karya dokumenter produksi dari kawan-kawan kita .a.p dan bekerja sama dengan dan Bapak menarasikan masa lalu dan hari ini tentang rumah masa kecil keluarga Pramoedya Ananta Toer dan saudara-saudaranya.
Terima kasih juga kepada mbak .putri_ dan mas yang sudah membantu sejak awal.
Selamat tahun baru untuk semuanya.
30/12/2020
Bagi yang berada di Tuban selatan dan sekitarnya, monggo...
Reposted from Merayakan tahun baru dengan tadarus buku. Mari datang, ramaikan dan tetap patuhi protokol kesehatan. 🙏
30/12/2020
Reposted from "Orang yang paling melarat di dunia adalah yang hidup tanpa cinta." -
29/12/2020
Reposted from .id "Sesuatu yang paling sulit buat saya adalah menaklukkan diri sendiri. Tapi kalau kamu sudah menemukan diri kamu sendiri, maka harus berani. Karena cuma orang-orang yang berani yang bisa menaklukkan dunia." - di