Berdiri (1927)
SD KATOLIK SANTA MARIA didirikan atas restu Yayasan Yoseph Surabaya yang semula bernama Yoseph STICHTING di bawah Kongregasi Suster Abdi Roh Kudus (S.Sp.S) pada 1 Agustus 1927. Gedung pertama berdiri membujur dari timur ke barat yang terdiri dari 6 ruang kelas, 1 ruang tata usaha, 1 ruang kepala sekolah, dan 1 ruang perpustakaan (yang juga difungsikan sebagai gudang). Sejak awal berdirinya, sekolah ini mewujudkan persatuan kebhinekaan dengan menerima siswa dari kalangan apa pun tanpa membedakan warna kulit, suku, agama, atau golongan elit. Hal tersebut sangat berbeda dengan kebijakan pemerintah Hindia Belanda yang saat itu menjajah dengan melakukan diskriminasi mengenai sekolah, yaitu kaum Belanda dan Eropa lainnya harus memasuki ELS (Europeesche Lagere School), kaum Tionghoa memasuki HCS (Hollandsche Chineesche School), dan kaum Pribumi memasuki HIS (Hollandsche Inlandsche School). Terhenti (1942 – 1945)
Memasuki era penjajahan Jepang antara tahun 1942 – 1945, seluruh suster serta guru yang sebagian besar berasal dari Belanda dan Eropa lainnya diinternir sehingga aktivitas SD Katolik Santa Maria terhenti. Dibuka Kembali (1945)
Setelah penjajahan Jepang usai, pada tahun 1945 SD Katolik Santa Maria dibuka kembali. Siswa yang mendaftar tidak hanya siswa baru, tetapi juga beberapa siswa sebelum tahun 1942. Aktivitas sekolah pada tahun 1945 berjalan dengan lancar selama setahun. Terhenti Lagi (1946)
Pada tahun 1946, SD Katolik Santa Maria ditutup untuk kedua kalinya karena adanya perang agresi hingga awal tahun 1947. Waktu itu sekolah menjadi markas tentara Indonesia untuk melawan tentara NICA. Bangkit (1947)
Setelah agresi reda, SD Katolik Santa Maria dibuka kembali pada tahun pelajaran baru 1947 dengan kepala seklolah Sr. Pada masa ini seluruh kegiatan belajar mengajar dan segala administrasi sekolah dibenahi kembali. Berkembang (1950-an hingga sekarang)
Pada masa pemerintahan Presiden Soekarno, SD Katolik Santa Maria terus mengembangkan diri dengan menambah beberapa ruang kelas di halaman belakang. Tidak hanya sarana fisik, tetapi juga penanaman kedisiplinan yang sangat kental dan pengajaran ketat telah membuat sekolah selalu diperhitungkan di kota Blitar. Sumber: 75 tahun SD Katolik Santa Maria Blitar