16/05/2023
Mugi kulo lan panjenengan sedoyo terhindar dari segala bala' Aamiiin 🤲
Ponpes Roudlotul Mutaalimin (PPRM)
Alamat : Minggirsari Kec Kanigoro
Kab Blitar
16/05/2023
Mugi kulo lan panjenengan sedoyo terhindar dari segala bala' Aamiiin 🤲
HALAL BI HALAL
Asal usul Halalbihalal berasal dari KH Abdul Wahab Hasbullah pada tahun 1948. KH Wahab merupakan seorang ulama pendiri Nahdatul Ulama. KH Wahab memperkenalkan istilah Halalbihalal pada B**g Karno sebagai bentuk cara silaturahmi antar-pemimpin politik yang pada saat itu masih memiliki konflik.
Atas saran KH Wahab, pada Hari Raya Idul Fitri di tahun 1948, B**g Karno mengundang seluruh tokoh politik untuk datang ke Istana Negara untuk menghadiri silaturahim yang diberi judul 'Halalbihalal.' Para tokoh politik akhirnya duduk satu meja.
Mereka mulai menyusun kekuatan dan persatuan bangsa ke depan. Sejak saat itu, berbagai instansi pemerintah di masa pemerintahan B**g Karno menyelenggarakan halalbihalal.
Halalbihalal kemudian diikuti masyarakat Indonesia secara luas, terutama masyarakat muslim di Jawa sebagai pengikut para ulama. Hingga kini Halalbihalal menjadi tradis di Indonesia.
Makna Halal Bihalal
Halalbihalal tidak dapat diartikan secara harfiah dan satu persatu antara halal, bi, dan halal. Istilah 'halal' berasal dari kata 'halla' dalam bahasa Arab, yang mengandung tiga makna, yaitu halal al-habi (benang kusut terurai kembali); halla al-maa (air keruh diendapkan); serta halla as-syai (halal sesuatu).
Dari ketiga makna tersebut dapat ditarik kesimpulan makna halalbihalal adalah kekusutan, kekeruhan atau kesalahan yang selama ini dilakukan dapat dihalalkan kembali. Artinya, semua kesalahan melebur, hilang, dan kembali sedia kala.
Pun ini juga terus menjadi tradisi dilingkungan masyarakat kita, termasuk di Pondok Minggirsari.
Selamat dan sukses.
Jangan lupa mempersiapkan diri ketahap berikutnya, tetap semangat.
dan jangan patah semangat kepada yang belum lolos seleksi, masih ada kesempatan berikutnya.
10/04/2023
Barangsiapa memberi perbukaan (makanan atau minuman) kepada orang yang berpuasa, maka dia akan mendapat pahala seperti pahala orang yang berpuasa itu, tanpa mengurangi sedikitpun pahala orang yang berpuasa tersebut
- HR Ahmad
10/04/2023
Tanda Malam Lailatul Qadar
Malam Lailatul Qadar adalah malam yang sangat istimewa dan mulia bagi Al-Quran. Hal itu disebabkan karena pada malam ini lah Al-Quran pertama kali diturunkan oleh Allah SWT dari Lauh Al-Mahfudz ke Baitul Izzah atau langit dunia.
Adapun tanda-tanda hadirnya malam Lailatul Qadar sebagai berikut:
1. Malam Lailatul Qadar adalah malam yang tenang, damai, dan tidak panas udaranya.
"Sesungguhnya malam itu adalah malam yang lembut, cerah, tidak panas dan tidak dingin. Pada malam itu turun rahmat kepada manusia." (HR. Ahmad)
2. Malam Lailatul Qadar adalah malam yang penuh cahaya, baik di langit maupun di bumi.
"Sesungguhnya malam itu adalah malam yang cerah putih seperti pagi harinya. Tidak ada malam yang menyerupainya." (HR. Ahmad)
3. Malam Lailatul Qadar adalah malam di mana diturunkan malaikat dan Jibril AS ke bumi dengan izin Allah SWT dari segala urusan.
"Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Jibril dengan izin Rabb mereka untuk mengatur segala urusan." (QS. Al-Qadr: 4)
4. Malam Lailatul Qadar adalah malam yang banyak terkabulnya doa.
"Barangsiapa yang shalat pada malam Lailatul Qadar dengan penuh iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Dan barangsiapa yang berpuasa Ramadhan dengan penuh iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim)
5. Malam Lailatul Qadar adalah malam yang ada tanda-tanda di pagi harinya, seperti matahari yang terbit tanpa sinar yang menyilaukan, atau langit yang cerah tanpa awan.
"Sesungguhnya Lailatul Qadar adalah malam yang lembut, cerah, tidak panas dan tidak dingin. Pada pagi harinya matahari terbit bulat merah tanpa sinar." (HR. Muslim)
3 Amalan yang Tidak Terputus Pahalanya Setelah Meninggal Dunia
Ada 3 amalan yang tidak terputus pahalanya setelah meninggal dunia.
Sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim, dikutip dari kitab Syarah Riyadhus Shalihin
Jilid 3 oleh Imam an-Nawawi, dari Abu Hurairah r.a., ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,
إِذَا مَاتَ ابْنُ آدَمَ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ. رَوَاهُ مُسْلِمٌ
Artinya: "Apabila anak adam (manusia) telah meninggal dunia, maka terputuslah amalnya darinya, kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariyah (sedekah yang pahalanya terus mengalir), ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang selalu mendoakannya." (HR Muslim No. 1631).
1. Sedekah Jariyah
Sedekah jariyah adalah sedekah yang dapat membawa manfaat bagi banyak orang. Pahala sedekah jariyah tidak akan terputus meski orang yang bersedekah telah meninggal dunia.
2. Ilmu yang Bermanfaat
Ilmu yang bermanfaat diartikan sebagai ilmu yang memberi manfaat bagi diri sendiri dan orang lain serta membawa kebaikan dan kemaslahatan.
3. Doa Anak yang Sholeh
Doa anak yang sholeh tidak akan terputus pahalanya, bahkan setelah orang yang didoakan meninggal dunia. Anak sholeh adalah anak yang selalu berbakti, mengikuti nasihat orang tuanya selama tidak menuju pada maksiat, serta selalu mendoakan kedua orang tuanya.
Sumber :
https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-6657868/3-amalan-yang-tidak-terputus-pahalanya-setelah-meninggal-dunia
07/04/2023
Ekstrakurikuler Menjahit
Keterampilan menjahit adalah keterampilan yang meliputi pekerjaan menyambung kain, kulit, dan bahan-bahan lain yang bisa di lewati jarum jahit dan benang yang di lakukan dengan tangan memakai jarum tangan atau dengan mesin jahit, terdiri dari tahap dasar pembuatan pola, tahap terampil pemotongan bahan, tahap mahir dalam pekerjaan menjahit.
Dengan adanya ekstra jahit ini sangatlah berguna bagi peserta didik karena tidak hanya digunakan untuk pembelajaran atau keterampilan saja tetapi berguna bagi kehidupan mereka kelak jika sudah berada di lingkungan masyarakat, dan lebih bisa mengembangkan keterampilan yang mereka peroleh dari sekolah.
07/04/2023
Mengi'rob kitab fatkhul qorib
فصل. في بيان ما يحرم إستعماله من الأوانى وما يجوز.
Semoga berkah...aamien.
Waktu-waktu Mustajab Berdoa
1. Setelah Sholat Fardhu
"Dari Abu umamah ra, sesungguhnya Rasulullah SAW ditanya tentang doa yang paling didengar oleh Allah SWT, beliau menjawab. Di pertengahan malam yang akhir dan setiap selesai shalat fardhu.” (HR. Tirmidzi)
2. Saat Berpuasa dan Berbuka Puasa
“Ada tiga doa yang tidak tertolak. Doanya orang yang berpuasa ketika berbuka, doanya pemimpin yang adil dan doanya orang yang terzhalimi” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban)
3. Di Hari Jumat
Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, “Pada hari Jum’at terdapat suatu waktu yang tidaklah seorang hamba muslim yang ia berdiri melaksanakan sholat lantas ia memanjatkan suatu doa pada Allah bertepatan dengan waktu tersebut melainkan Allah akan memberi apa yang ia minta.” Dan beliau berisyarat dengan tangannya akan sebentarnya waktu tersebut. (HR. Bukhari dan Muslim)
4. Saat Sujud dalam Sholat
Rasulullah bersabda, “Seorang hamba berada paling dekat dengan Rabb-nya ialah ketika ia sedang bersujud. Maka perbanyaklah berdoa ketika itu.” (HR. Muslim)
5. Di waktu antara Adzan dan Iqamah
Hal ini sesuai dengan hadis dari Anas bin Malik bahwa ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya doa yang tidak tertolak adalah doa antara adzan dan iqamah, maka berdoalah.” (HR. Ahmad)
04/04/2023
Riyadhul Mustofa
(Group Sholawat Pondok Minggirsari)
pada Festival Shalawat di Kampung Coklat
04/04/2023
Kewajiban bagi setiap Muslim saat Idul Fitri adalah menunaikan zakat fitrah. Kewajiban rukun Islam yang keempat ini mulai berlaku sejak tahun kedua hijriah tepat sebelum disyariatkannya kewajiban puasa Ramadhan.
Baik dalam Al-Qur’an dan hadits, banyak sekali dijelaskan tentang kewajiban membayar zakat. Salah satunya adalah firman Allah swt berikut,
وَأَقِيمُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُواْ ٱلزَّكَوٰةَ وَٱرۡكَعُواْ مَعَ ٱلرَّٰكِعِينَ
Artinya, “Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku'lah beserta orang-orang yang ruku'.” (QS. Al-Baqarah [2]: 43)
Dalam hadits, perintah itu tergambar dari salah satunya sabda Rasulullah berikut,
بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ، وَ إِقَامِ الصَّلَاةِ، وَ إِيْتَاءِ الزَّكَاةِ، وَ حَجِّ الْبَيْتِ، وَ صَوْمِ رَمَضَانَ. رواه البخاري و مسلم .
Artinya: "Islam dibangun di atas lima perkara: persaksian bahwa tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, pergi haji, dan puasa di bulan Ramadhan.” (HR Bukhari dan Muslim) (Musthafa Sa’id al-Khin, Al-Fiqhul Manhaji ‘ala Madzhabil Imamisy Syafi’i, t.t: juz II, h. 11).
Sumber: https://islam.nu.or.id/.../tuntunan-praktis-zakat-fitrah...
Menggosok gigi membatalkan puasa?
Gosok gigi saat berpuasa tidak menyebabkan puasa batal, asal tidak berlebihan dan sengaja menelan air.
Rasulullah Saw pun pernah menggosok gigi/bersiwak, sedangkan beliau tengah berpuasa.
Dari hadis Amir bin Rabi'ah, Diceritakan dalam hadits tersebut bahwa Rasulullah SAW menggosok gigi atau bersiwak pada bulan Ramadan.
وَقَالَ عَامِر بن ربيعة: رَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ ﷺ يَسْتَالُ وَهُوَصَابُ مَا لا أَحْصى وَلا أعُد، أخرجه أحمد والبخاري
Artinya:
"Aku (Amir) melihat Rasulullah SAW sedang menggosok gigi, padahal saat itu beliau shaum (puasa), tidak terhitung dan tak terbilang olehku."
(Diriwayatkan oleh Bukhari, Abu Dawud da Tirmidzi)