04/12/2020
Cahaya Sufi
Syariat, Tarekat, Hakikat dan Makrifat
Asy-Syaikh Al-Arifbillah Al-Mukaram Alm Abuya Muhamamd Muda Waly Al-Khalidi an-Naqsyabandi Qaddasallahu Sirrahu menjelaskakan
Adapun jalan kepada Allah Ta'ala dalam tubuh manusia yaitu empat jalan yaitu:
1. Syariat
2. Tarekat
3. Hakikat dan
4. Makrifat
Syari'at itu perkataan Nabi, tarekat itu jalannya nabi, Hakikat itu kediaman nabi dan Makrifat itu kelakuan nabi.
Syariat itu tubuh kepada kita dan zikirnya
لا إله إلا الله
Tarekat itu hati kepada kita dan zikirnya
الله الله الله
Hakikat itu nyawa kepada kita dan zikirnya
ياالله ياالله ياالله
Makrifat itu rahasia kepada kita dan zikirnya
ياهو حقيقة كنه ذات
Adapun istana syariat itu lidah, istana Tarekat itu hati, istana Hakikat itu nyawa dan istana Makrifat itu meliputi pada sekalian tubuh dan ruh.
Kejadian syariat itu daripada air,
Kejadian tarekat itu daripada angin
Kejadian Hakikat itu daripada bumi
Kejadian Makrifat itu daripada api
Adapun air itu yaitu cahaya nur Muhammad Shalallahu Alayhi Wasallam
Angin itu yaitu nafas Muhammad Shalallahu Alayhi Wasallam
Bumi itu badan Muhamamd Shalallahu Alayhi Wasallam dan
Api itu nazhori/pandangan ilmu Muhamamd Shalallahu Alayhi Wasallam
Ketahuilah,
awwal Muahmmad itu Nurani jiwa kepada kita
Akhir Muhammad itu Ruhani hati kepada kita
Dhahir Muhammad itu Insan tubuh kepada kita
Bathin Muhammad itu Rabbaniyah rahasia kepada kita.
Sesungguhnya Makrifat itu terbagi tiga perkara, yaitu: Makrifat orang syariat, Makrifat orang tarekat dan Makrifat orang Hakikat.
1. Makrifat orang syariat adalah mengenal sekalian hukum' yg dhahir seperti mengenal haram dan halal, sah dan batal, makruh dan mubah, fardhu dan rukun beserta syaratnya.
2. Makrifat orang tarekat adalah mengenal barang yg sia-sia seperti takabur, ujub, riya', sum'ah, dengki dan lain sebagainya dari pada sifat keburukan nafsu yg dicela oleh Syara'. Dan mengenal kasih sayang Allah Ta'ala akan hambaNya dan mengenal baik dan jahat dan Dhahir dan Bathin.
3. Makrifat orang Hakikat adalah antara Tanzih dan Tasybih dan tiada terdinding pandangan yg dhahir akan yg bathin dan tiada terdinding pandangan yg bathin kepada yg dhahir.
Syariat adalah engkau sembah akan Allah dan engkau kerjakan segala perintah Nya dan menjauhi segala laranganNya.
Tarekat adalah engkau sahaja akan Allah dengan ilmu dan amal dan engkau amalkan barang yg engkau ketahui dengna istiqomah dan ikhlas.
Hakikat adalah seperti engkau pandang (Syuhud) Allah Ta'ala dengan cahaya yg di tajalli kan di tengah hatimu.
Makrifat adalah meliputi sekalian badan dari ketiga ilmu itu.
Sesungguhnya hakikat itu tiada bersalahan dengan syari'at. Barangsiapa yg mengatakan ber- salahan hakikat dengna syariat orang itu kafir karena hakikat itu syariat Nabi Saw yg bathin dan syariat itu yakni ilmu fikih yaitu perbuatan nabi yg dhahir.
Dengan sebab itu tiada boleh bercerai antara syariat dan hakikat karena hakikat itu ruh Islam dan syariat itu tubuh Islam. Sebagai mana Kalam para Arifbillah
والشريعة بلا حقيقة عاطلة
والحقيقة بلا شريعة باطلة
Bermula syariat dengna tiada ilmu hakikat hampa Ibarat gelas tanpa air dan hakikat tanpa Syariat batal ibarat air tanpa gelas.
(Kitab Tanwirul Al-Anwaar Idhari khallaf ma'afi Kasyf Asrar, Maktabah Taufiqiyah Sa'ada, hal 28-32).
Untuk memahami ilmu Syaikh Abuya Muda Waly Al-Khalidi maka belajarlah kepada anak dan murid beliau.
Untuk ilmu Syari'at
Bergurulah dengna Abu Tumin Blang Bladeh (murid Abuya Muda waly) atau kepada Abuya Mawardi Waly Al-Khalidi (anak Abuya Muda waly).
Untuk ilmu tarekat dan hakikat
Bergurulah dengan Abuya Syaikh Amran Wali Al-Khalidi (anak Abuya Muda Wali Al-Khalidi)