19/07/2026
– Seorang kakek yang disebut sebagai mantan Kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Badli (65), ditemukan meninggal dunia di sebuah gubuk reyot, di Kawasan hutan Gampong Cot Kumbang, Kecamatan Arongan Lambalek, Kabupaten Aceh Barat. Pemerintah diduga selama ini tutup mata terhadap kehidupan korban yang tinggal sebatang kara.
Keuchik Cot Kumbang, Amiruddin, mengatakan Badli selama ini memilih tetap tinggal di kawasan gampong lama bekas tsunami, bukan di lokasi relokasi. Namanya sempat diusulkan sebagai penerima bantuan langsung tunai (BLT), tetapi dicoret karena tidak bermukim bersama warga lainnya.
“Badli meninggal pada Sabtu, 18 Juli 2026, kawasan dia tinggal kini merupakan pulau yang dibalut hutan belantara. Kami mengetahui beliau meninggal setelah dikabari oleh Iwan yang selama ini sering membantu beliau," kata Amir, Ahad, 19 Juli 2026.
Amir menjelaskan, Badli merupakan mantan GAM yang sempat bermukim dengan berpindah pindah. Korban disinyalir sempat mengalami trauma karena rumahnya pernah diberondong peluru hingga dibakar pada masa konflik dulu.
Amir menyebut sudah pernah mengajukan permintaan untuk pembuatan rumah kepada pemerintah daerah, tetapi tidak ada tindak lanjut. Hingga tutup usia Badli tetap tinggal digubuk reyot yang sewaktu waktu bisa rubuh oleh angin kencang.
“Itu tinggal di tanah sendiri, bekas rumahnya dulu,” sebutnya.
Amiruddin mengatakan Badli tak pernah menerima bantuan pemerintah baik daerah dan pusat. Pada 2025, pemerintah gampong sempat mengusulkan rumah layak huni melalui Dinas Sosial Aceh Barat, tetapi belum terealisasi karena kendala akses ke lokasi yang harus menyeberangi sungai.
“Saya juga sempat usul agar dibantu papan dan seng untuk rehab rumah Badli, hingga kini Badli sudah meninggal tetap tidak ada respons," ujar Amir.
Amir menambahkan, selama ini Badli diketahui bertahan hidup dengan perhatian dari anaknya yang sudah menikah serta berkebun menanam pinang dan cabai di area lahan yang terbatas.
Dinas Sosial Aceh Barat saat dikonfirmasi belum memberikan respons berkaitan dengan kabar abainya pemerintah terhadap warga yang hidup di rumah tak layak huni tersebut