14/10/2014
Kisah nyata, terjadi di Pakistan. Seorang Dr Ahli
Bedah terkenal (Dr. Ishan)
tergesa-gesa menuju airport. Beliau berencana akan
menghadiri Seminar Dunia dalam bidang
kedokteran, yang akan membahas
penemuan terbesarnya di bidang kedokteran.
Setelah perjalanan pesawat sekitar 1 jam, tiba-tiba
diumumkan bahwa pesawat mengalami
gangguan dan harus mendarat di airport terdekat.
Beliau mendatangi ruangan penerangan dan berkata:
Saya ini dokter special, tiap menit nyawa manusia
bergantung ke saya, dan sekarang kalian meminta
saya menunggu pesawat diperbaiki dalam 16
jam? Pegawai menjawab: Wahai dokter, jika
anda terburu-buru anda bisa menyewa mobil,
tujuanmanda tidak jauh lagi dari sini, kira-kira
dengan mobil 3 jam tiba.
Dr. Ishan setuju dengan usul pegawai tersebut dan
menyewa mobil. Baru berjalan 5 menit, tiba-tiba
cuaca mendung, disusul dengan hujan besar disertai
petir yang mengakibatkan jarak pandang sangat
pendek.
Setelah berlalu hampir 2 jam, mereka
tersadar mereka tersesat dan terasa kelelahan.
Terlihat sebuah rumah kecil tidak jauh
dari hadapannya, dihampirilah rumah tersebut
dan mengetuk pintunya.
Terdengar suara seorang wanita tua: Silahkan masuk,
siapa ya?
Terbukalah pintunya. Dia masuk dan meminta
kepada ibu tersebut untuk istirahat duduk dan mau
meminjam telponnya.
Ibu itu tersenyum dan berkata: "Telpon apa Nak? Apa
anda tidak sadar ada dimana? Disini tidak ada listrik,
apalagi telepon. Namun demikian, masuklah
silahkan duduk saja dulu istirahat, sebentar
saya buatkan teh dan sedikit makanan
utk menyegarkan dan mengembalikan
kekuatan anda."
Dr. Ishan mengucapkan terima kasih kepada ibu itu,
lalu memakan hidangan. Sementara
ibu itu sholat dan berdoa serta perlahan-lahan
mendekati seorang anak kecil yang
terbaring tak bergerak diatas kasur disisi
ibu tersebut, dan dia terlihat gelisah diantara tiap
sholat. Ibu tersebut melanjutkan sholatnya dengan
do'a yang panjang.
Dokter mendatanginya dan berkata: Demi Allah,
anda telah membuat saya kagum dengan keramahan
anda dan kemuliaan akhlak anda, semoga Allah
menjawab do'a-do'a anda.
Berkata ibu itu: Nak, anda ini adalah ibnu sabil yang
sudah diwasiatkan Allah untuk dibantu. Sedangkan
do'a-do'a saya sudah dijawab Allah semuanya, kecuali
satu. Bertanya Dr. Ishan: Apa itu do'anya? Ibu itu
berkata: Anak ini adalah cucu saya, dia yatim piatu.
Dia menderita sakit yang tidak bisa disembuhkan
oleh dokter-dokter yang ada disini. Mereka berkata
kepada saya ada seorang dokter ahli bedah yang akan
mampu menyembuhkannya; katanya namanya
Dr. Ishan, akan tetapi dia tinggal jauh dari sini, yang
tidak memungkinkan saya membawa anak ini ke
sana, dan saya khawatir terjadi apa-apa di jalan.
Makanya saya berdo'a kepada Allah agar
memudahkannya.
Menangislah Dr. Ishan dan berkata sambil terisak:
Allahu Akbar, Laa haula wala quwwata illa billah.
Demi Allah, sungguh do'a ibu telah membuat
pesawat rusak dan harus diperbaiki lama serta
membuat hujan petir dan menyesatkan kami, Hanya
untuk mengantarkan saya ke ibu secara cepat dan
tepat. Saya lah Dr. Ishan Bu, sungguh Allah swt
telah menciptakan sebab seperti ini
kepada hambaNya yang mu-min dengan do'a. Ini
adalah perintah Allah kepada saya untuk mengobati
anak ini.
Kesimp**an: Jangan pernah berhenti berdo'a sampai
Allah menjawabnya.