28/08/2021
Salute Sejarawan
Kolinsky di sini
Siapa saja yang muak terhadap suatu pemerintahan atau kebijakan tertentu dari pemerintah setempat pasti akan dikritik melalui media apapun. Hal ini pun lumrah dalam masyarakat dan contohnya kita lihat di *ekhem* Tembok Berlin Jerman.
Sejak sebuah perbatasan Berlin Barat dengan Berlin Timur didirikan, dan dibangun sebuah tembok, orang-orang dari Berlin Barat menyampaikan kekecewaan terhadap Jerman Timur yang hendak memisahkan Jerman yang dari dulu utuh. Sebuah mural pun kemudian menjadi media keluhan dengan tembok sekian kilometer menjadi kanvasnya dan vandalisme di Tembok Berlin mempunyai dua opini di mata kedua belah pihak, sebagai seni yang menyindir keras, dan sebuah vandalisme yang harus disingkirkan.
Penjaga perbatasan Berlin Barat dan Timur seringkali beradu pendapat dan cekcok soal mural-mural ini. Yang dari Jerman Barat menganggapnya sebagai simbol kebebasan berpendapat atas rezim sebelah, dan yang satunya berdalih ingin melindungi tembok dari vandalisme dan menganggap mural tersebut sebagai perusak tembok.
Artis-artis yang menggambar mural-mural tersebut kerap kali dikejar Grenztruppen (penjaga perbatasan Jerman Timur) dan mungkin terjadi baku tembak.
Pada akhirnya, tahun 1989 dan 1990, pemerintah Jerman Timur sepakat untuk membiarkan orang-orang menggambar apa yang mereka mau sebagai media seni dan sebuah warisan opresi dari rezim Komunis bentukan Uni Soviet.
Setelah itu, orang berlomba-lomba untuk memberikan kreatifitas dari kepala mereka sendiri ke sebuah kanvas besar bekas perbatasan. Bedanya, lomba ini bukan balap hapus mural, ya. Hihi.
Akhir kata, selamat malam mingguan.
- Kolinsky
Source:
- Wikipedia: "Berlin Grafitti Art". 31 Maret 2021.
Diakses pada 28 Agustus 2021 melalui link [https://en,m,wikipedia,org/wiki/Berlin_Wall_graffiti_art]
- Upi: "Berlin - Foreign News Briefs". 09 Januari 1987
Diakses pada 28 Agustus 2021 melalui link [https://www,upi,com/Archives/1987/01/09/Foreign-News-Briefs/9799537166800/]
- The Guardian: "Graffiti in the Death Strip: The Berlin Wall's First Street Artist Tells His Story". 03 April 2014.
Diakses pada 28 Agustus 2021 melalui link [https://www,theguardian,com/artanddesign/gallery/2014/apr/03/thierry-noir-graffiti-berlin-wall]
- Grither, Daniel - The Collector: "The Art on the Berlin Wall: Sentiments of East and West Berlin". 19 Februari 2021
Diakses pada 28 Agustus 2021 melalui link [https://www,thecollector,com/art-on-the-berlin-wall/amp/]
- Gambar: dari Bundesarchiv dengan sedikit bumbu