Perpustakaan SMA N 2 LAMBU

Perpustakaan SMA N 2 LAMBU Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Perpustakaan SMA N 2 LAMBU, School, Jalan Lintas Dam Diwu Moro, Sangga-Lambu, Bima.

Hidup adalah serangkaian pilihan. Kita sendiri yang berhak memutuskan pilihan-pilihan untuk hidup dan masa depan kita. D...
12/04/2022

Hidup adalah serangkaian pilihan. Kita sendiri yang berhak memutuskan pilihan-pilihan untuk hidup dan masa depan kita. Dan, kami berharap menjadi pilihan untuk meraih masa depan anda.

Mari bergabung menjadi bagian dari Keluarga Besar SMA N 2 Lambu untuk siswa kelas tiga SMP. Kami akan menyambut anda dengan hati terbuka.




11/04/2022

Untuk meraih masa depan, ada banyak hal yang harus kita raih dan lakukan. Karena itu, mari libatkan kami dalam mewujudkan masa depan anda.

Mari mendaftarkan diri anda dan bergabung menjadi keluarga besar SMA N 2 LAMBU....




Kukejar kaulari... ๐Ÿ™ƒ
15/01/2022

Kukejar kaulari... ๐Ÿ™ƒ




Pagi Sahabat Perpustakaan SMA N 2 Lambu! Bagaimana kabar Sahabat pagi ini? Semoga selalu sehat fisik dan mental, ya. Jan...
04/01/2022

Pagi Sahabat Perpustakaan SMA N 2 Lambu!

Bagaimana kabar Sahabat pagi ini? Semoga selalu sehat fisik dan mental, ya. Jangan hanya kesehatan fisik yang diperhatikan, mental juga ya.

Buat hati selalu senang dan bahagia dengan selalu bersyukur akan pagi yang menyapa.

Tahun baru ini mari kita buka dengan semangat baru, ya. Setelah tahun-tahun sebelumnya yang menempa kita dengan berbagai hal, termasuk bumi kita yang tidak baik-baik saja.

Pustakawan mau tanya, nih, sama Sahabat semuanya, malam pergantian tahun kemarin, apa yang Sahabat lakukan?

Yuk, bagi-bagi pengalaman kalian dalam mengawali tahun baru!



DEMI ANAK, MATI PUN BUKAN APA-APA BAGI IBU**Part I**Karya: X MIPA-I**"Pokoknya saya nggak mau tau, Ibu harus beliin saya...
23/12/2021

DEMI ANAK, MATI PUN BUKAN APA-APA BAGI IBU

**
Part I
**
Karya: X MIPA-I

**

"Pokoknya saya nggak mau tau, Ibu harus beliin saya hape baru. Ibu tau kan, kalau sekarang belajar harus serba internet?! Serba online. Hape jadul kayak gini mana bisa dipake belajar, Bu!"

Gadis tanggung yang baru menginjak usia enam belas tahun itu mengibas-kibaskan ponsel hitam sebesar kepalan tangan, lalu membuangnya ke lantai.

Ponsel itu terbanting jauh hingga pintu kayu rumah mereka, dalam kondisi sedikit retak di pinggirnya.

"Iya, iya, Ibu bakal beliin. Tapi nanti, uangnya belum cukup," sanggah perempuan paruh baya itu sambil mengelus dadanya yang terasa sakit. Alat komunikasi yang ia beli dengan susah payah tiga tahun lalu dilempar putri semata wayangnya.

"Nanti, nanti aja terus. Sudah satu bulan Ibu bilang nanti. Nantinya itu kapan?"

"Ya, nanti kalau Ibu sudah punya uang, Nak!"

"Ah, capek ngomong sama Ibu!"

Ibu parah baya itu, Sulastri namanya. Menatap nanar putrinya yang membalikan badan, keluar rumah dengan raut wajah kesal.

"Hah, kenapa sekarang sekolah harus pakai hape? Kita zaman dulu, punya buku untuk dibaca saja sudah senang. Bisa sekolah saja sudah bersyukur."

Ia menghela napas panjang, jemari kurusnya cekatan menata jualan di atas keranjang yang akan dibawanya berkeliling kampung. Menjadi orang tua tunggal memang sulit, semakin sulit setiap kali putrinya bertambah usia.

Kebutuhan anak gadisnya semakin lama semakin banyak, tapi keuntungan dari hasil jualan kue tetap tidak seberapa.

Pundaknya terasa berat, kepalanya pusing, tapi ia harus tetap keliling kampung siang ini. Kalau tidak, Laura--putrinya akan ketinggalan mata pelajaran.

Cukup dirinya saja yang tidak selesai sekolah, putrinya tidak boleh sama bodohnya dengan dirinya.

***
Siang yang begitu terik, matahari setelah hari hujan memang tidak main-main panasnya. Aspal hitam seperti bara api dengan asap mengepul.

Derit sepeda motor yang melaju kencang terdengar dekat di telinga, memecah hening saat perempuan paruh baya itu menyeberang jalan dengan keranjang kue di atas kepalanya.

Waktu sepersekian detik itu berlalu begitu cepat, Sulastri tidak sempat menghindar saat motor itu melaju tepat ke arahnya tanpa berbelok sedikit pun.

Pengendara itu tersadar saat merasakan siluit seseorang di depannya. Ia berusaha membelokkan motornya, meski tak sepenuhnya berhasil.

Sulastri terserempet motor, terpental setengah meter dari tempatnya berdiri. Keras sekali. Keranjang kuenya jatuh berhamburan. Motor dan pengendaranya jatuh terguling.

Siang yang terik, membakar darah kental yang menggenang di aspal, merembes perlahan di sekitar bungkusan kue-kue itu.

Jalanan sepi, tidak ada siapa-siapa. Pengendara motor itu bangkit pelan-pelan, bergegas menghidupkan mesin motornya setelah menoleh sebentar, menatap perempuan paruh baya itu yang tergeletak di pinggir aspal.

Tidak ada siapa-siapa. Tidak ada siapa yang melihatnya menabrak perempuan itu.

*Bersambung*

***


DASTER MELATI UNTUK IBUKarya : Kelas XI MIPA-II***PART I***Almanak usang tergantung di dinding rumah petak kami, sudah a...
21/12/2021

DASTER MELATI UNTUK IBU

Karya : Kelas XI MIPA-II

***
PART I

***

Almanak usang tergantung di dinding rumah petak kami, sudah akhir tahun, Desember. Tiga hari lagi duapuluh dua Desember, Hari Ibu. Dan, aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan?

"Aku ingin beliin ibu sesuatu apa gitu, tapi kok, ya, duit nggak ada biar seribu. Susah juga jadi orang miskin gini," aku mengeluh pelan.

Kupukul kepalaku sendiri beberapa saat kemudian. Aku tidak boleh mikir nggak bener seperti ini, aku harus cari cara.

Deretan pohon pisang hampir memenuhi setengah halaman belakang rumah. Ada setandan pisang kepok yang terlihat sudah besar-besar di antaranya.

"Aha! Kenapa aku nggak jual pisang aja? Tapi kalau pisang hampir semua rumah punya. Bikin olahan pisang apa, ya?" gumamku pelan.

Sekitarku sepi, ibu sedang di rumah nenek karena ada pengajian. Sore baru p**ang. Aku mengambil belati seukuran setengah lengan di bawah meja dapur, turun ke halaman belakang rumah dan mengambil tangga bambu di samping rumah.

Aku mencukil buah pisang dari tandanya sesisir dua sisir. Bisa gawat kalau ibu sadar buah pisang hilang dari halaman rumah.

Hanya tiga sisir, kalau dua terlalu sedikit.

Aku mengumpulkan semua pisang yang tercecer di tanah, bergegas mencucinya. Mengupas kulitnya yang bercak kekuningan.

Apa yang harus aku lakukan sekarang? Teringat kembali pernah meminjam buku di Perpustakaan Sekolah SMA N 2 Lambu, aku membongkar tas sekolah.

"Di mana kamu buku? Di mana? Jangan sembunyi d**g!" Aku hampir frustasi. Sebentar lagi pukul dua siang, ibu p**ang jam lima sore.

Aku menumpahkan semua isi ransel, buku berwarna coklat itu keluar paling akhir. Buku Olahan Makanan Ringan yang Mudah.

"Cara mengolah pisang... Keripik pisang, deh, biar lebih gampang. Pake bumbu balado."

Aku merasa diriku agak aneh karena bergumam sendiri sejak tadi, tapi siapa yang bisa kuajak bicara saat gundah begini? Rumah temanku berjarak tujuh rumah dari rumahku, jauh.

Kuiris tipis pisang-pisangnya hati-hati seperti petunjuk di buku, merendamnya dalam air yang sudah diberi kapur sirih satu jam, ditiris, lalu ditaburi garam. Terakhir, digoreng.

Aku mencicipi hasil kerjaku yang terlihat lumayan, sambil mencampurnya dengan bumbu balado.

Kusembunyikan keripik pisang di bawah tempat tidurku, lalu membereskan dapur yang berantakan. Jangan sampai ketahuan ibu.

Aku menyambut hari esok dengan perasaan berdebar, mengurung diri di kamar sejak subuh. Aku sibuk membungkus keripik pisang. Akan kujual di sekolah nanti.

"Santi, anak ibu yang cantik, ayo bangun! Sudah jam berapa ini?"

Gawat! Ibu sudah mengetok kamarku. Bisa bahaya kalau ibu menerobos masuk karena mengira aku belum bangun. Jam di dinding sudah menunjukkan pukul setengah tujuh p**a.

Apa yang harus aku lakukan? Keripik pisangnya belum selesai aku bungkus.

*Bersambung*

Apa yang akan terjadi dengan Santi selanjutnya? Apa ia berhasil membungkus semua keripik pisang? Apa ia berhasil membeli hadiah untuk ibunya?

***


Cerita hari ini, Menulis Cerpen Keroyokan dalam rangka meningkatkan literasi sekolah dan menyambut hari Ibu.
13/12/2021

Cerita hari ini,

Menulis Cerpen Keroyokan dalam rangka meningkatkan literasi sekolah dan menyambut hari Ibu.




Selamat Pagi Sahabat SMA N 2 Lambu! Bagaimana sosok guru dalam hati kalian? Apa yang pertama muncul dalam benak kalian s...
22/11/2021

Selamat Pagi Sahabat SMA N 2 Lambu!

Bagaimana sosok guru dalam hati kalian? Apa yang pertama muncul dalam benak kalian saat mendengar kata GURU?

Guru, sosok yang mengajarkan kita banyak hal. Mengajarkan kita membaca, menulis, tentang hidup, tentang bagaimana menjalani kehidupan di tengah masyarakat, menjadi manusia dan memanusiakan manusia lainnya dan pahlawan tanpa tanda jasa.

Menyambut Hari Guru yang jatuh pada tanggal 25 November mendatang, Perpustakaan SMA N 2 Lambu mengadakan lomba menulis Cerpen dan Puisi.

Ungkapkan rasa terimakasih Sahabat kepada Guru dalam bentuk tulisan sederhana. Dengan cerita dan puisi sederhana yang kita tulis dari hati yang paling dalam, bisa menjadi hadiah kecil untuk guru-guru kita.

***


Selamat malam Sahabat Perpustakaan SMA N 2 Lambu!Tahukah Sahabat hari apa ini?Hari Jum'at, ya, tentu saja.Ekhm, pertanya...
12/11/2021

Selamat malam Sahabat Perpustakaan SMA N 2 Lambu!

Tahukah Sahabat hari apa ini?

Hari Jum'at, ya, tentu saja.

Ekhm, pertanyaannya sepertinya agak keliru, ya. Seharusnya, tanggal hari ini diperingati sebagai hari apa, ya?

12 November 2003-12 November 2021, diperingati sebagai Hari Gerakan Membaca Nasional, loh!

Jadi, hari ini bisa dikatakan sebagai hari rayanya para pembaca di seluruh Indonesia.

Bagaimana aroma buku yang tercium di antara tetesan hujan dari balik jendela, Sahabat?

Apa senikmat es boba dikala terik menerpa?

Kalau menurutku, tentu saja lebih nikmat aroma buku.

Yuk, bagi pengalaman membaca Sahabat! Kita tunggu, ya.



Selamat pagi menjelang siang Sahabat Perpustakaan SMA N 2 Lambu!Hari ini kita kedatangan tamu dari kelas X MIA-2...Seman...
11/11/2021

Selamat pagi menjelang siang Sahabat Perpustakaan SMA N 2 Lambu!

Hari ini kita kedatangan tamu dari kelas X MIA-2...

Semangat belajar, ya, adik-adik yang imut... ๐Ÿ™‚๐Ÿฃ



Address

Jalan Lintas Dam Diwu Moro, Sangga-Lambu
Bima

Opening Hours

Monday 07:15 - 13:00
Tuesday 07:15 - 13:00
Wednesday 07:15 - 13:00
Thursday 07:15 - 17:00
Friday 07:15 - 23:15
Saturday 07:15 - 12:30

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Perpustakaan SMA N 2 LAMBU posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category