09/06/2023
Mendampingi Bapak Kepala menghadiri Rakor Kemiskinan Kab/Kota se Provinsi NTB.
Ada dua hal yang menjadi perhatian dalam penaggulangan kemiskinan, pertama masalah data. Sebagus apapun program yang kita gagas, sematang apapun rencana yang tertulis, data adalah syarat utama, siapa sasaran program itu sendiri. Potret dilapangan membenarkan itu, penikmat bantuan pemerintah sering kali kita dapati dari kelompok keluarga yang sebenarnya mampu secara ekonomi.
Kedua adalah, pola pikir dan mental masyarakat. Dalam pencatatan regsosek yang dilakukan oleh teman-teman BPS beberapa hari yang lalu memperlihatkan fakta bahwa masyarakat dengan kondisi ekonomi berkecukupan bahkan masuk dalam daftar kode satu sebagai masyarakat sangat miskin karena 'motif' mendapatkan bantuan sosial.
Sehingga dengan kondisi seperti ini, evaluasi penurunan angka kemiskinan menjadi tidak jujur, karena kita mengukur derajat hidup masyarakat yang sebenarnya mampu, dan masyarakat yg seharusnya dievaluasi tidak tercover didalam data penerima manfaat.
Ini tantangan yg harus diselesaikan secara kolaboratif. Apalagi target nasional penurunan angka kemiskinan ekstrim 0% pada akhir tahun 2024 mendatang.