LEE Course

LEE Course MEMBERIKAN PELAYANAN PENDIDIKAN NON FORMAL

03/09/2022
02/02/2021

DIALOG MANUSIA DENGAN AL QUR'AN TENTANG MUSIBAH (COVID-19)

Manusia bertanya kepada Sang Khaliq :

Ya Allah, apakah gerangan yang sedang menimpa kami saat ini ?

Al Qur'an menjawab :
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepada kalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan” (QS. Al-Baqarah : 155)

Mengapakah kami harus diuji dengan wabah corona seperti ini ?
Al Qur'an menjawab :
“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan : ”Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi ?” (QS. Al-Ankabut : 2)

Untuk apa sesungguhnya ujian ini, ya Allah ?
Al Qur'an menjawab :
“Tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa (seseorang) kecuali dengan izin Allah ; barangsiapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk ke (dalam) hatinya” (QS. At-Taghabun :11)

Namun, mengapa harus terjadi pada kami ?
Al Qur'an menjawab :
“Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta" (QS. Al-Ankabut : 3)

Darimana datangnya musibah ini ya Allah ?
Al Qur'an menjawab :
“Dari mana datangnya ini ?” Katakanlah: “Itu dari dirimu sendiri” (QS. Ali Imran: 165)

Tapi ya Allah, wabah ini sungguh buruk bagi kami….
Al Qur'an menjawab :
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (p**a) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu ; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui” (QS. Al-Baqarah : 216)

Telah sesak nafas kami, berat hidup kami, gara-gara wabah ini….
Al Qur'an menjawab :
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya” (QS. Al-Baqarah : 286)

Kami tidak bisa bekerja ya Allah, kami dikurung di rumah saja, kami tidak bisa berbuat apa-apa….
Al Qur'an menjawab :
“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (p**a) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” (QS. Ali Imran : 139)

Terkadang, wabah ini memberikan tekanan yang demikian dahsyat kepada kami. Rasanya kami telah menyerah kalah. Sebagian dari kami bahkan telah berputus asa.
Al Qur'an menjawab :
“Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir" (QS. Yusuf : 87).
“Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Rabbnya, kecuali orang-orang yang sesat” (QS. Al-Hijr: 56)

Kami menjadi gelisah, tidak tenang, karena beban berat yang kami hadapi akibat wabah ini….
Al Qur'an menjawab :
“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram” (QS. Ar-Ra’du: 28)

Di saat sempit seperti ini, masih adakah jalan keluar bagi kami ? Masih adakah pintu rezeki untuk menyambung hidup kami ya Allah ?
Al Qur'an menjawab :
“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan memberikan baginya jalan keluar (dalam semua masalah yang dihadapinya), dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya” (QS. Ath-Thalaq: 2-3).

“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan menjadikan baginya kemudahan dalam (semua) urusannya” (QS. Ath-Thalaq: 4)

Tapi, perusahaan sudah memotong gaji kami. Bahkan sebagian dari kami, sudah tidak memiliki pekerjaan lagi. Siapa yang akan memberikan rezeki kepada kami ?
Al Qur'an menjawab :
“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya" (QS. Hud: 6)

Sudah selama ini kami menjalani kebijakan Stay At Home. Rasanya sudah tidak kuat untuk terus menerus dikurung di dalam rumah. Lelah ya Allah. Sungguh kami tidak tahu, sampai kapan suasana ini….
Al Qur'an menjawab :
“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.” (QS. Ali Imran : 200)

Mengapa Engkau menyuruh kami untuk bersabar ?
Al Qur'an menjawab :
“Allah mencintai orang-orang yang sabar” (QS. Ali Imran : 146)

Adakah balasan atas kesabaran kami ya Allah ?
Al Qur'an menjawab :
“Sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan” (QS. An-Nahl : 96)

Alhamdulillah. Seberapa banyakkah pahala yang akan Engkau berikan kpd kami ?
Al Qur'an menjawab :
“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas” (QS. Az-Zumar : 10)

Masya Allah… Lalu bagaimana nasib kami kelak di akhirat ya Allah ?
Al Qur'an menjawab :
“Sedang para malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu (surga),(sambil mengucapkan) ‘SeLamat untuk kalian atas kesabaran kalian. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu” (QS. Ar-Ra’du : 23-24)
Alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah...

Sekarang kami tenang ya Allah, kami ridha dengan ketentuan-Mu, kami bersabar dengan ujian-Mu.
Al Qur'an menjawab :
“Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepada-Nya” (QS. Al-Bayyinah : 8)

“Dan keridhaan Allah adalah lebih besar; itu adalah keberuntungan yang besar" (QS. At-Taubah : 72)
~

22/01/2021

Reporter TVRI melakukan aktivitas jurnalistik di Pesantren Ahlus-Shafa Wal-Wafa (30/09/2020) dalam program Jejak Islam. Liputan tersebut mengupas cara dakwah...

19/01/2021

BUKTI SEJARAH KADANG ALLAH SENGAJA TAK MENGHILANGKAN
BUAT PELAJARAN UMMAT MENDATANG

Di Madinah, tidak terlalu jauh dari Masjid Nabawi, ada sebuah properti sebidang tanah dengan sumur yang tidak pernah kering sepanjang tahun. Sumur itu dikenal dengan nama: Sumur Ruma (The Well of Ruma) karena dimiliki seorang Yahudi bernama Ruma.

Sang Yahudi menjual air kepada penduduk Madinah dan setiap hari orang antri untuk membeli airnya. Diwaktu-waktu tertentu sang Yahudi menaikkan seenaknya harga airnya dan rakyat Medinah pun terpaksa harus tetap membelinya. Karena hanya sumur inilah yang tidak pernah kering.

Melihat kenyataan ini, Rasulullah berkata: "Kalau ada yang bisa membeli sumur ini, balasannya adalah Surga".

Seorang Sahabat Nabi bernama Usman bin Affan mendekati sang Yahudi. Usman menawarkan untuk membeli sumurnya. Tentu saja Ruma sang Yahudi menolak. Ini adalah bisnisnya dan ia mendapat banyak uang dari bisnisnya.

Tetapi Usman bukan hanya pebisnis sukses yang kaya raya, tetapi ia juga negosiator ulung. Ia bilang kepada Ruma: "Aku akan membeli setengah dari sumurmu dengan harga yang pantas, jadi kita bergantian menjual air, hari ini kamu, besok saya".

Melalui negosiasi yang sangat ketat, akhirnya sang Yahudi mau menjual sumurnya senilai 1 juta Dirham dan memberikan hak pemasaran 50% kepada Usman bin Affan.

Apa yang terjadi setelahnya membuat sang Yahudi merasa keki.
Ternyata Usman menggratiskan air tersebut kepada semua penduduk Madinah. Pendudukpun mengambil air sepuas puasnya sehingga hari keesokannya mereka tidak perlu lagi membeli air dari Ruma sang Yahudi.
Merasa kalah, sang Yahudi akhirnya menyerah, ia meminta sang Usman untuk membeli semua kepemilikan sumur dan tanahnya.

Tentu saja Usman tidak harus membayar lagi seharga yang telah disepakati sebelumnya.

Sampai sekarang di Madinah, sumur tersebut dikenal dengan nama "Sumur Usman",atau The Well of Usman." Tanah luas sekitar sumur tersebut menjadi sebuah kebun kurma yang diberi air dari sumur Usman. Kebun kurma tersebut dikelola oleh badan wakaf pemerintah Saudi sampai hari ini. Kurmanya dieksport ke berbagai negara didunia, hasilnya diberikan untuk yatim piatu dan pendidikan.
Sebagian dikembangkan menjadi hotel dan proyek proyek lainnya, sebagian lagi dimasukkan kembali kepada sebuah rekening tertua didunia atas nama Usman bin Affan.
Hasil kelolaan kebun kurma dan grupnya yang disaat ini menghasilkan 50 juta Riyal pertahun. (Atau setara 200 Milyar pertahun).

Sang Yahudi tidak akan penah menang. Kenapa? Karena visinya terlalu dangkal. Ia hanya hidup untuk masa kini, masa ia ada di dunia. Sedangkan visi dari Usman Bin Affan adalah jauh kedepan. Ia berkorban untuk menolong manusia lain yang membutuhkan dan ia menatap sebuah visi besar yang bernama:

"Shadaqatun Jariyah, sedekah berkelanjutan". Sebuah shadaqah yang tidak pernah berhenti, bahkan pada saat manusia sudah mati.

Inilah cara memajukan Islam secara cerdas dan barokah dunia akherat.

Rasulullah S.A.W bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)

22/10/2020

*"Kepala Madrasah, Ambang Batas Tertinggi Raihan Prestasi Terbaik Madrasah"*

Halo Ibu Bapak, apa kabar? Semoga selalu sehat sukses berlimpah berkah lahir batin, pun juga untuk Madrasah kita semua, aamiin..

Ibarat sebuah kereta api, salah satu penentu utama, cepat, lambat atau bahkan berhenti nya moda transportasi ini adalah lokomotifnya. Semakin kuat daya tarik dan energi yang dimiliki makin kuat pergerakan yang dihasilkan.

Seperti itu saat Madrasah di analogikan. Kepala madrasah itu lokomotif. Kekuatan dan daya tariknya menentukan apakah gerbong yang dibawa mampu melaju dengan cepat atau tidak. Madrasah bertaruh banyak akan nasibnya kepada sang lokomotif.

Ada tiga urat mesin utama yang jika ada dalam diri sang kepala, dipastikan kualitas Madrasah, perlahan atau cepat melaju ke posisi terbaik, Urat Pembelajar, urat Inovasi dan Urat Visioner.

*Kepala sebagai sang Pembelajar,* mampu hadir flexible dalam memandu organisasi. Keberadaan tak seperti menara gading yang menjulang, yang kaku dan tak goyah. Yang tak bisa menggorkestrasi input terbaik disekitarnya sebagai modal energi mewujudkan visi-visi madrasah. Bukan tipikal selalu memaksa semuanya untuk selalu sama dan anti kritik. Esensi Pembelajar, ada di dua hal, berfikiran terbuka dan cerdas dalam mengelaborasi semua potensi.

*Kepala sebagai urat inovasi.* Penemuan bola lampu bukan sebuah lompatan gradual dari adanya lilin. Ia merupakan wilayah baru dari upaya percobaan membuat mesin cahaya. Kebanyakan masih menganggap bahwa inovasi itu _"Do something new with better way"_ melakukan hal yang baru dengan cara yang lebih baik. Padahal, yang menjadi inti dari inovasi adalah _"Do something better with new ways"_ melakukan sesuatu yang lebih baik dengan cara-cara baru.

Kejelian Kepala dalam melihat peluang dan mengemasnya ulang dengan kemasan Terbaik menjadi salah satu indikator DNA Inovasi ada dalam dirinya

*Kepala sebagai urat visioner.* Tatapan mata elang dalam dirinya, menjadikan energi tersendiri dalam mewujudkan visi yang sudah dicipta di madrasah. Tak bisa dipungkiri, adanya banyak kepala dalam ekosistem yang dipimpinnya, bisa jadi ada kepala yang penuh semangat atau sebaliknya. Urat ini akan memandu kepala memimpin tim untuk terus mampu bergerak maju dan kolaboratif.

Bagaimana di tempat Ibu Bapak? Jika ibu bapak Guru, mari dukung Kepala dengan bersama menjadi bagian terbaik Madrasah menuju visi. Jika Ibu Bapak, Kepala, semoga Allah SWT terus menerus membimbing dan memenuhi hati dengan tiga urat diatas yang di campur keimanan yang kuat yang menyatu disetiap langkah.

*"KEPALA MADRASAH ADALAH AMBANG BATAS TERTINGGI MEWUJUDKAN CITA CITA..

"Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain" (QS. Al-Insyirah 7)

*Mas Rofi*
Principal MTs AL ISHLAH
CEO SmartGen Indonesia
Author Buku School Branding
Certified ESQ 3.0 Coach

Address

Benjeng
62271

Telephone

+6281331425255

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when LEE Course posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category