Paskibra Satya Garuda SMAN 1 BELO

Paskibra Satya Garuda SMAN 1 BELO Paskibra Satya Garuda SMAN 1 BELO

17/08/2021

Simak kisah di balik sejarah pasukan pengibar bendera pusaka atau paskibraka, yang menjadi kebanggaan putra putri pilihan bangsa dalam peringatan kemerdekaan RI

17/08/2021
17/08/2021

Dirgahayu Indonesiaku!

Mari kita saling menguatkan sebagai wujud Indonesia tangguh dan terus bertumbuh untuk mencapai kebebasan dari pandemi ini! 🙏😊

Merdeka!

17/08/2021

Selamat Hari Kemerdekaan Indonesia ke-76 Tahun!

Terus semangat pantang menyerah, demi masa depan yang lebih baik. Terus berjuang bersama untuk menjadi tangguh.
Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh!


16/08/2021

[MENTOR EB]

11 Tips Etika Berkomunikasi Dengan Guru

Beberapa saat lalu, saya dibuat terkesima oleh satu foto di sebuah grup yang kebetulan lewat di timeline saya. Foto tersebut menampilkan screenshoot percakapan guru dengan thread starter yang menurut pengakuannya adalah seorang ketua kelas.

Foto tersebut menarik, karena gaya menulis pelajar tersebut sangat berani, diksi yang saya gunakan untuk memperhalus pemaknaan yang bisa saya berikan untuk menggambarkan betapa kurang sopannya pelajar tersebut ketika berkomunikasi dengan gurunya.

Agaknya tidak terlampau keliru apabila Microsoft pernah merilis survey tentang netizen Indonesia yang meraih ranking tertinggi dalam hal kebarbaran di dunia maya. Lha, kepada guru yang harusnya dihormati saja, diksi dan cara bertuturnya seperti itu, bagaimana kepada orang asing yang di temui di internet?.

Oleh karena itu, di sini saya akan membagikan tips bagaimana cara bijak berkomunikasi dengan guru atau dosen. Tentu saja, tips ini tidak hanya terbatas untuk kegiatan akademik, ketika kita ingin meminta tolong atau bertegur sapa dengan orang lain di dunia maya, kita bisa menggunakan tips ini agar tetap sopan dan membuat lawan bicara lebih friendly kepada kita. So, here we go.

1. Awali Chat Dengan Salam

Kita bisa memulai dengan “Assalamu alaikum” bagi yang beragama Islam, atau dengan salam lainnya sesuai agama yang dianut. Boleh juga menggunakan salam yang standar, seperti selamat pagi, siang, dan seterusnya. Hindari salam dengan model gaul semisal, “Halo guys, David di sini, kita akan...” atau dengan ucapan alay lainnya semisal, “P”. Big no! Bersyukur saja nama kita masih belum dicoret dari absen kelas kalau berani memulai percakapan seperti itu. Ingat, kesan pertama selalu penting, setelahnya terserah anda. Maka, pastikan memulai dengan salam yang baik ketika memulai percakapan.

2. Perkenalkan Diri

Tidak semua guru menyimpan nomer telefon kita. Bahkan meskipun beliau menyimpan, memulai dengan perkenalan diri saat memulai percakapan adalah sebuah langkah yang bijak. Usahakan memperkenalkan diri dengan nama lengkap, atau dengan nama yang dikenal oleh lawan bicara kita. Hindari nama-nama gaul semisal, “Galahad yang tersakiti” atau nama panggilan akrab semisal, “Penjul” atau “Entong”. Kalau memang memungkinkan, sebutkan juga asal kelas kita atau jika perlu nomer absen kita, misalnya “Selamat pagi pak Joni, saya Muhammad Fatahillah Rabbani kelas 12 IPA 1”.

Jangan lupa juga menyebutkan nama guru kita di awal ya, agar selanjutnya kita hanya perlu menyebutkan “Pak” atau “Bu”. Kecuali setelah pergantian hari, baru kita sebaiknya memulai salam kembali dan menyapa dengan menyebutkan nama guru kita. Nah, setelah itu kita bisa menuliskan maksud pembicaraan kita.

3. Hindari Menggunakan Kata Singkatan dan Bahasa Gaul

Guru kita bukanlah kawan karib kita, usia mereka juga lebih tua daripada kita. Jadi hindari menyingkat kata ketika menulis, ataupun menggunakan bahasa yang biasanya kita gunakan ketika berbicara dengan teman kita, misalnya, “Pak, sy gtw harus kepoin narasumbernya bagaimana, ada saran ga?”. Tulis pesan kita secara formal dan menggunakan bahasa yang sopan.

4. Gunakan Bahasa yang Lugas

Biasakan membaca berkali-kali terlebih dahulu pesan yang akan kita kirimkan kepada guru kita. Koreksi apabila terdapat kosa kata ataupun kalimat yang tidak jelas ataupun bisa menimbulkan salah paham, misalnya “Bapak, hasil pengamatan saya, semakin hari semakin panjang anunya dan bagus bentuknya” untuk melaporkan perkembangan kecambah yang semakin besar dan baik, melainkan “Bapak, pertumbuhan kecambahnya semakin besar dan bentuknya sesuai dengan yang diperkirakan”.

Ingat, kita sedang berbicara dengan guru kita, bukan sedang stand up comedy. Guru kita juga bisa jadi bukan seperti gebetan kamu, yang bisa kamu paksa untuk selalu peka dan mengerti kamu. Jadi, gunakan bahasa yang jelas dan lugas ya.

5. Jangan Menggunakan Diksi yang Seolah Memaksa

Hindari kata-kata yang bernada menggurui atau memaksa seorang guru untuk menuruti keinginan kita, apabila kita ingin memberi suatu masukan kepada guru. Gunakan kata-kata “Kiranya bapak berkenan untuk...”

6. Ucapkan Maaf

Boleh jadi, ketika menerima pesan dari kita, guru kita sedang mengerjakan sesuatu, atau dalam perjalanan misalnya. Berbeda dengan kelas offline di sekolah yang memang guru standby di kantor, ketika kelas online bisa jadi kita mengirimkan pesan di saat yang tidak tepat. Oleh karena itu, sebaiknya kita mengucapkan maaf karena telah mengambil waktu guru kita.

7. Ucapkan Terima Kasih

Mengajar memang kewajiban seorang guru. Namun sebagai murid, sudah sewajarnya kita mengapresiasi setiap bantuan yang diberikan oleh guru kita. Apa kata pepatah? Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Ingat selalu hal itu dengan tidak lupa berterima kasih setelah menuliskan pesan kita.

8. Hindari Spam

Tulis pesan kita dalam satu chat yang utuh. Hindari menuliskan salam, perkenalan, dan penutup dalam chat yang berbeda-beda. Spam chat bisa diartikan kurang sopan oleh banyak orang.

9. Ingat Waktu

Jangan pernah menghubungi guru di luar jam kerja, kecuali ada urusan darurat. Meski itu hanya pesan singkat sekalipun, jangan pernah. Usahakan menghubungi guru antara jam 7 pagi sampai 5 sore, setelah itu kalau dirasa urusan kita tidak darurat, sebaiknya kita menghubungi guru kita di keesokan harinya. Tentu saja pengucualian kalau memang sang guru sudah memberi jadwal terlebih dahulu, misalnya untuk batas deadline tugas atau sejenisnya, maka selama tidak melewati batas yang ditetapkan, kita boleh saja menghubungi guru kita di jam tersebut.

Ingat, guru kita juga punya kehidupan sendiri, punya keluarga sendiri yang harus diperhatikan selain tugasnya sebagai guru kita. Jadi, biasakan menghargai quality time guru kita.

10. Hindari Menelepon Guru Kecuali Darurat atau Sudah Janjian terlebih dahulu

Sama seperti poin sebelumnya, ini untuk memastikan guru kita tidak terganggu. Jadi sebelum menelepon, sebaiknya kita meminta izin terlebih dahulu agar guru kita bisa menyiapkan waktu atau tempat yang kondusif untuk berbicara dengan kita.

11. Gunakan emot sakti 🙏🙏🙏

Meski maksud sebenarnya dari emot ini adalah dua tangan yang sedang bertepuk, tapi emot ini sudah jamak difahami sebagai permintaan maaf. Jadi ada baiknya kita menutup chat kita dengan emot ini, agar pesan kita semakin terlihat sopan saat dibaca.

Itu saja, 11 tips etika berkomunikasi dengan guru. Memang rumit, tapi begitulah cara kita menghargai orang yang berjasa mendidik kita. Semoga bisa dipraktikkan dengan baik, kepada guru kita, atau kepada orang yang kita temui di dunia maya. Ingat, dengan menunjukkan rasa hormat, bukan berarti kita tunduk kepada orang tersebut, tapi menunjukkan betapa beradabnya kita sebagai seorang manusia.

Hari Pramuka 14 Agustus 2021, Sejarah Gerakan Kepanduan di Indonesia Sabtu, 14-08-2021TSM-Peringatan Hari Pramuka diperi...
14/08/2021

Hari Pramuka 14 Agustus 2021, Sejarah Gerakan Kepanduan di Indonesia

Sabtu, 14-08-2021
TSM-Peringatan Hari Pramuka diperingati setiap tahun di Indonesia pada tanggal 14 Agustus.

Tahun ini, peringatan Hari Pramuka sekaligus menjadi momentum 60 tahun kiprah Gerakan Pramuka di Indonesia.

Pembentukan Gerakan Pramuka berlandaskan pada Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961 tentang Gerakan Pramuka.

Sementara itu, Hari Pramuka yang diperingati tiap 14 Agustus ditetapkan berdasarkan hari pelantikan Ketua Majelis Pimpinan Nasional Gerakan Pramuka pada 14 Agustus 1961.

Meski Gerakan Pramuka secara resmi baru lahir pada 1961, namun gerakan kepanduan yang menjadi cikal bakal gerakan kepramukaan telah lama hadir, bahkan sebelum kemerdekaan.

Perjalanan gerakan kepanduan

Kemunculan gerakan kepanduan di Indonesia berawal dari dua orang tokoh organisasi kepanduan Belanda, Nederlands Padvinders Organisatie (NPO) yaitu P.Y. Smits dan Majoor de Yager.

Pada 1912, kedua tokoh itu mendirikan cabang NPO di Jakarta, yang awalnya diperuntukkan bagi remaja dan pemuda Belanda yang tertarik dalam kegiatan kepanduan.

Berselang dua tahun, yakni pada 4 September 1914, nama NPO diubah menjadi Nederlands Indische Padvinders Vereniging (NIPV) dan mulai menerima anggota remaja bumiputera.

Setelah itu, pada 1916, berdiri organisasi padvinderij nasional pertama bernama Javaanse Padvinders Organisatie (JPO) yang diprakarsai oleh Mangkunegara VII di Surakarta, Jawa Tengah.

Kelahiran JPO mendorong lahirnya berbagai organiasi sejenis yang bernaung di bawah organisasi kebangsaan dan keagamaan yang ada pada saat itu.

Misalnya Hizboel Wathan di bawah Muhammadiyah, Wira Tamtama di bawah Sarekat Islam, Nationale Padvinderij di bawah Budi Otomo, dan Jong Java Padvinderij di bawah Jong Java Mataram.

Terdapat kesamaan dalam gerakan kepanduan pada masa itu, yakni bersikap pro atau mendukung kemerdekaan Indonesia dari jajahan Belanda.

Akan tetapi, sikap tersebut ditentang oleh pemerintah kolonial Belanda yang akhirnya melarang organisasi kepanduan pro kemerdekaan untuk menggunakan nama "padvinder" dan "padvinderij".

Pada 1928, salah satu tokoh nasional, Haji Agus Salim, akhirnya mengusulkan nama "pandu" dan "kepanduan" untuk menggantikan nama yang dilarang oleh Belanda.

Wacana peleburan

Wacana untuk melebur berbagai gerakan kepanduan di Indonesia menjadi satu wadah sebenarnya sudah ada sejak tahun 1928.

Akan tetapi, karena adanya perbedaan asas masing-masing organisasi, maka upaya peleburan itu selalu menemui jalan buntu.

Meski demikian, terdapat beberapa organisasi yang merupakan gabungan dari beberapa gerakan Kepanduan, seperti Persaudaraan Antar Pandu-pandu Indonesia atau PAPI (1928) dan Kepanduan Bangsa Indonesia atau KBI (1930).

Pada 3 April 1938, PAPI dan KBI menggelar pertemuan di Surakarta, Jawa Tengah, yang kemudian melatarbelakangi terbentuknya Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia (BPPKI).

Tiga tahun berselang, tepatnya pada 19-23 Juli 1941, Perkemahan Kepandoean Indonesia Oemoem (Perkino) I berhasil diselenggarakan di Yogyakarta.

Penyelenggaraan Perkino I kemudian diikuti Perkino II di Jakarta pada 6 Februari 1943, meskipun pada saat itu dilarang oleh pemerintah kolonial Jepang.

Setelah proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945, berbagai organisasi kepanduan di Indonesia mengadakan kongres Kesatuan Kepanduan Indonesia di Surakrta, Jawa Tengah.

Kongres yang digelar pada 27-29 Desember 1945 itu menyepakati terbentuknya Pandoe Rakjat Indonesia pada 28 Desember 1945.

Pada 16 September 1951 lahir suatu federasi kepanduan dengan nama Ikatan Pandu Indonesia (IPINDO) yang bertindak sebagai badan yang mewakili Indonesia di dalam organisasi kepanduan sedunia untuk golongan putra.

Wacana peleburan organisasi kepanduan di Indonesia pun kian menguat, tatkala Presiden Soekarno menyampaikan gagasan tersebut ketika membuka perkemahan nasional federasi kepanduan putri di Desa Semanggi, Ciputat, Kabupaten Tangerang, pada 1959.

Pada 28 Mei 1960, IPINDO, Persatuan Kepanduan Puteri Indonesia (PKPI), dan Persatuan Organisasi Pandu Puteri Indonesia (POPPINDO) sepakat meleburkan diri ke dalam badan federasi baru bernama Persatuan Kepanduan Indonesia (PERKINDO).

Tak berselang lama, pada 3 Desember 1960, sidang MPRS membahas tentang Rencana Pembangunan Nasional Semesta Berencana, khususnya bidang kepanduan.

Hasilnya, terbit ketetapan MPRS No II/1960 yang menyatakan bahwa dasar pendidikan di bidang kepanduan adalah Pancasila dan rencana Pemerintah untuk mendirikan Pramuka.

Kelahiran Pramuka

Pada 9 Maret 1961, para pemimpin organisasi kepanduan di Indonesia dikumpulkan di Istana Merdeka untuk mendengarkan amanat presiden terkait ketetapan MPRS.

Dalam pidatonya, Presiden Soekarno meleburkan semua kepanduan Indonesia ke dalam satu organisasi baru yang diberi nama Gerakan Pramuka.

Tanggal 9 Maret selanjutnya dikenal sebagai Hari Tunas Gerakan Pramuka.

Pada 20 Mei 1961, Keputusan Presiden RI No 238 Tahun 1961 terbit dan ditandatangani oleh Ir Juanda selaku Perdana Menteri Indonesia.

Melalui keputusan tersebut, Gerakan Pramuka ditetapkan sebagai satu-satunya organisasi yang ditugaskan menyelenggarakan pendidikan kepanduan bagi anak-anak dan pemuda Indonesia.

Keppres tersebut juga memuat konsep Anggaran Dasar. Tanggal 20 Mei kemudian disebut sebagai Hari Permulaan Tahun Kerja.

Pada 30 Juli 1961 organisasi kepanduan berkumpul di Gelora Senayan dan berikrar untuk meleburkan diri ke dalam satu organisasi kepanduan yang bernama Gerakan Pramuka.

Tanggal 30 Juli kemudian dikenal sebagai Hari Ikrar Gerakan Pramuka.

Pada 14 Agustus 1961, Gerakan Pramuka resmi diperkenalkan kepada rakyat Indonesia.

Pada hari itu, Presiden Soekarno melantik Majelis Pimpinan Nasional (Mapinas), Kwartir Nasional (Kwarnas, dan Kwartir Nasional Harian (Kwarnari).

Tanggal 14 Agustus selanjutnya ditetapkan sebagai Hari Pramuka. (Jawahir Gustav Rizal)

Posting: Sustiana Herru
Sumber:

Kompas.com - Berita Indonesia dan Dunia Terkini Hari Ini, Kabar Harian Terbaru Terpercaya Terlengkap Seputar Politik, Ekonomi, Travel, Teknologi, Otomotif, Bola

  #2021  🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨
12/08/2021


#2021



🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨

 Penyerahan Bantuan Untuk Para Korban Banjir Bima.
07/04/2021



Penyerahan Bantuan Untuk Para Korban Banjir Bima.



Giat Diklatsar sekaligus pengukuhan Capaskib Satya Garuda SMAN 1 BELO
31/01/2021

Giat Diklatsar sekaligus pengukuhan Capaskib Satya Garuda SMAN 1 BELO


Giat Diklatsar sekaligus pengukuhan Capaskib Satya Garuda SMAN 1 BELO
31/01/2021

Giat Diklatsar sekaligus pengukuhan Capaskib Satya Garuda SMAN 1 BELO


Selamat Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2020.
28/10/2020

Selamat Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2020.


Address

Belo

Telephone

+6285239191558

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Paskibra Satya Garuda SMAN 1 BELO posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category