Hadapilah kendala dengan lemah yang menghasilkan kelembutan, sehingga diri terlindungi secara lemah lembut biarkanlah Al-Latief menyelesaikannya.
Jiwa dan Raga
Simbol Pendidikan hanyalah sekolah/universitas, Dan simbol keduanya terletak do Guru dan Murid. Guru ITU do Gugu dan Ditiru Oleg murid,
BENAK
Benak adalah imam dari jiwa dan raga, saat benaknya keridhoan ilahi atau sebaliknya, yaitu hiasan dunia "dia" akan menuntun untuk meraihnya. Dan itu terserah Anda dengan kompleksitas ragamnya keinginan (hawa nafsu), dan hati hanyalah juru tulis dan penilaian dari hasil pekerjaan "BENAK".
Jiwa kering itu saat mereka selalu berpedoman pada kitab kering, yang kering mudah tersulut amarah, bukankah lebih nikmat saat di tempat basah!
Selesaikanlah masalah satu persatu dengan mengikutsertakan Allah Yang Maha Tunggal, biarkanlah jiwa menyerah dan raga berserah diri diiringi memuji Allah SWT, jika benar-benar tujuannya hanya Allah SWT dibenak pikirannya, nafsu akan tunduk dengan pikiran. dan tanamlah terus pikiran dengan memperbanyak mengingat Allah SWT dan selalu menjaga tanaman itu dengan siraman rohani bersama guru pembimbing yang memiki matan, sanad dan perawi yang kuat, suatu saat nanti pasti dalam posisi tanpa daya (pengakuan jiwa) dan upaya (pengakuan gerakan raga) kecuali atas izin Allah SWT, kenikmatannya tak pernah lelah, letih, letoy di raga, kokoh dan kuat di jiwa.
Potonglah Nafsu.
potonglah nafsu (keinginan) mencintai selain Allah SWT, seperti kisah Baginda Rasul Ibrahim As, menyembleh nafsu (cinta)-nya kepada anaknya, yaitu Baginda Rasul Ismail As, mereka berdua tak pernah mencintai secara hati ke sesamanya kecuali melalui perbuatan, hati mereka hanya untuk Allah SWT, keduanya saling mengorbankan cintanya, tergantikanlah dengan domba sebagai media penyemblehan.
Semblehlah nafsu cinta dunia, berupa harta, tahta, wanita, dan hiasan dunia lainnya, dengan mengarahkan nafsu hanya ingin hidup dan beriman dengan Allah SWT saja melalui menyerahkan jiwa, berserahkan raga diiringi memuji Allah SWT di seluruh aktifitas kehidupan suatu saat nanti jika benar-benar cinta hanya dengan Allah SWT pasti dunia itu melayani mu bagaikan raja di singgasananya.
Indonesia itu merdeka, bukan; bangkit (dari kubur), maju atau menang. Tujuannya adalah Bahagia. Dan bahagia itu sederhana. Ingatlah lagu wajib nasional, Indonesia merdeka menuju bahagia, itulah tujuan kita untuk selama-lamanya.
Jiwa itu bukan tentang keinginan, itu adalah nafsu. Jiwa itu keabadian karenanya dia kokoh dan kuat, kekuatannya menghasilkan tubuh yang sehat
Saat jiwa mengatakan Yes Lakukanlah, bersebrangan antara suara hati dengan tindakan adalah munafik, mereka yang munafik mudah mengeluh dan menyalahkan keadaan dan orang lain, sehingga menghasilkan keletihan dan kelelahan di raga. Dan berhati-hatilah dengan suara hati, karena bisa menyesatkan, kecuali hati yang sudah penuh keselamatan (qolbu salim).
Tanah Air ku Indonesia.
Tanah itu adalah RAGA, air itu adalah JIWA BASAH.
Indo-ne-sia, Indo itu adalah keturunan, ne itu neon (gas mulia)/petunjuk jalan, sia itu Keabadian. Jadi Indonesia adalah keturunan sebagai petunjuk jalan ke abadian (Gusti Allah SWT).
Negeri ini menunggu pribumi Bertanah air INDONESIA, dialah yang mampu mengamalkan dan menghasilkan nilai2 pancasilais, sehingga mewujudkan cita2 bangsa yang ditetapkan UUD 45.
Click here to claim your Sponsored Listing.
Location
Category
Contact the school
Telephone
Address
Bekasi
14724