08/02/2022
Kalau mengingat tiga tahun ke belakang, sebelum Om Icron dan saudara-saudaranya lahir, memandang kopi itu biasa saja. Jika disuguhkan, diminum. Jika tidak ada, tidak apa-apa.
Kadang heran juga saat bapakku masih bagian dari peredaran makhluk. “Mengapa doyan sekali ngopi?” Belakangan saya sadari ternyata nikmat. Kopi itu nikmat. Terlebih setelah pagebluk menahan langkah beberapa waktu lalu di rumah. Jadilah berbagai cara dan teknis menyuguhkan kopi.
Eee hari ini aku teringat seorang ibu gegara kopi.
Seorang ibu, ya ibu dari putri-putrinya. Sepanjang waktu yang saya jalani dan rentang komunikasi yang terjalin. Sang ibu menjalani profesi sebagai guru taman kanak-kanak. Ternyata, belakangan beliau juga menjadi seorang guru pada lembaga homeschooling.
Mengenalnya sekitar tahun 2013. Kala itu kami membuka taman kanak-kanak Quantum Preschool namanya, beliau salah satu pengajar yang mengampu salah satu kelas. Hingga kini TK itu masih beraktivitas dengan segala perjuangannya dan telah p**a mendidik para generasi muda dengan kekhasaannya di tangan Bu Lia Latifah.
Para guru yang pernah bersama-sama mendidik tentulah sudah banyak proses, silih berganti walau ada yang tetap bertahan tahunan.
Hari ini, saya mendapat kiriman kopi. Haha. Kopi dari seorang guru TK, yang ternyata sekaligus “pengusaha kopi” hari-hari belakangan. Kerennn menurutku.
Saya dapat dua bungkus frend . Yang berkenan saya share, bisa japri atau komen ya.
Tertulis di packgade kopi yang saya terima coffee_hunter_Indonesia. Terimakasih Bu Valen atas kirimannya. Lancar mengajarnya ya, lancar p**a berusahanya.
Salam diatasgaris.id